Senin, 12 Februari 2018

Kisi-Kisi OSN Kimia 2018

Tags


Introduksi:


Siyllabus kimia disusun berdasarkan pembidangannya yaitu: bidang kimia teoritis/dasar kimia, kimia fisik, kimia anorganik, kimia organik, kimia analitik, biokimia, polimer serta spektroskopi kimia.

Kumpulan soal OSN kimia dan pembahasan klik disini

Didalam syllabus ini, Klasifikasi Topik-Topik Kimia dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu:

Kelompok 1 : Topik yang sebagian besar terdapat pada Kurikulum Nasional
Kelompok 2 : Topik yang termasuk sebagai program Kurikulum pada SMA di tingkat Nasional; tetapi walaupun sebagian besar tidak dimasukkan dalam Kurikulum Nasional, diharapkan peserta Olimpiade Kimia Indonesia dapat mempelajarinya.
Kelompok 3 : Topik ini sebagian besar belum/ tidak termasuk dalam program dalam Kurikulum Nasional. Walaupun demikian, peserta Olimpiade Kimia Indonesia dapat mempelajarinya untuk menuju ke Olimpiade Internasional.



Syllabus

1. Atom
1.1. Introduksi

1.1.1. Nukleon/ Inti Atom
1
1.1.2. Isotop
1
1.2. Atom Hidrogen
1.2.1. Konsep Tingkat Energi 1
1.2.2. Bentuk Orbital-s 1
1.2.3. Bentuk dan Orientasi Orbital-p 1
1.2.4. Bentuk dan orientasi orbital-d 2
1.2.5. Persamaan Schrodinger sederhana 3
1.2.6. Kuadrat fungsi gelombang dan probabilitas 3
1.2.7. Bilangan Kuantum (n, l, m) 3
1.3. Radioaktifitas
1.3.1. Jenis radioaktifitas 1
1.3.2. Peluruhan Radioaktif 1
1.3.3. Reaksi Nuklir/ Inti 2
2. Ikatan Kimia
2.1.
2.1.1. Atom pusat dengan tidak lebih dari 4 pasang elektron
1
2.2.2. Atom pusat melanggar Aturan Oktet
2
2.2. Delokalisasi dan Resonansi
3
2.3. Teori orbital Hibrida
2
2.4. Teori Orbital Molekul
3
2.4.1. Diagram orbital molekul (molekul H 2)
3
2.4.2. Diagram orbital molekul (molekul N2 dan O 2)
3
VSEPR - Struktur molekul sederhana
2.4.3.
2
2
Order ikatan dalam O2, O + dan O - 3
2.4.4. Elektron tak-berpasangan dan paramagnetisme 3

3. Perhitungan Kimia

3.1. Persamaan Reaksi Kimia 1
3.2. Perhitungan Stoikiometri 1
3.3. Hubungan massa dan volume (termasuk densitas) 1
3.4. Rumus empiris dan Rumus Molekul 1
3.5. Bilangan Avogadro 1
3.6. Perhitungan Konsentrasi 1


4. Kecenderungan Periodik

4.1.
4.1.1. Prinsip Larangan Pauli
1
4.1.2. Aturan Hunds
1
4.1.3. Unsur unsur Golongan Utama
1
4.1.4. Unsur unsur Logama Transisi
1
4.1.5. Logam Lanthanida dan Actinida
3
4.2 . Elektronegatifitas
1
4.3 . Afinitas Elektron
2
4.4 . Energi Ionisasi Pertama
1
4.5 . Ukuran Atom
1
4.6 . Ukuran Ion
1
4.7 .Bilangan Oksidasi Tertinggi
1
5. Kimia Anorganik
5.1. Introduksi
5.1.1. Kecenderungan sifat Unsur unsur golongan Utama
5.1.1.1. Titik Leleh
1
5.1.1.2. Titik Didih
1
5.1.1.3. Karakter Logam
1
5.1.1.4. Sifat Magnetik
3
5.1.1.5. Konduktifitas listrik
2
5.1.2 . Bilangan Oksidasi
1
5.1.3 . Nomenklature
1
5.1.3.1. Senyawa Unsur Utama
1
5.1.3.2. Senyawa Logam Transisi
1
5.1.3.3. Kompleks logam Sederhana
3
Konfigurasi Elektron



























5.2. Golongan 1 (1A) dan 2 (2A)
5.2.1. Kecenderungan dalam Reaktifitas (Unsur berat lebih reaktif) 1
5.2.2.
5.2.2.1. Air
1
5.2.2.2. Halogen
2
5.2.2.3. Oksigen
2
5.2.3. Kebasaan Oksida
1
5.2.4. Sifat sifat Hidrida
3
5.2.5. Senyawa senyawa lain, sifat dan tingkat oksidasi
3
Produk Reaksi dengan :
5.3. Golongan 13 (3A)- 18 (8A) dan Hidrogen
5.3.1. Senyawa molekular biner dari Hidrogen
5.3.1.1. Formula 1
5.3.1.2. Sifat Asam-Basa dari CH4, NH3, H2 O, H2S 1
5.3.1.3. Sifat sifat lainnya 3


5.3.2. Golongan 13 (3A)
5.3.2.1. Tingkat oksidasi Boron dan Aluminium;
oksida dan kloridanya adalah +3 1
5.3.2.2. Sifat Asam-Basa Aluminium-oksida/hidroksida 2
5.3.2.3. Reaksi Boron(III) oksida dengan air 3
5.3.2.4. Reaksi Boron(III) klorida dengan air 3
5.3.2.5. Senyawa senyawa lainnya, sifat dan tingkat oksidasi 3

5.3.3. Golongan 14 (4A)

5.3.3.1. Tingkat Oksidasi Si dan kloridanya; tingkat oksidasi +4. 1
5.3.3.2. Tingkat oksidasi +2 dan +4 dari C, Pb dan Sn; Asam-Basa dan sifat Redoks dari Oksida dan Klorida. 2
5.3.3.3. Senyawa senyawa lainnya, sifat dan tingkat oksidasi 3

5.3.4.
5.3.4.1.Fosfor(+5)oksida dan klorida; dan reaksinya dengan air
2
5.3.4.2. Fosfor(+3)oksida dan klorida, dan reaksinya dengan air
2
5.3.4.3. Oksida Nitrogen:
a. reaksi NO membentuk NO 2
1
b. Dimerisasi NO 2
1
c. reaksi NO 2 dengan air
1
Golongan 15 (5A)







5.3.4.4. Sifat Redoks dari:
a. HNO3 dan Nitrat 1
b. HNO2 dan NH2NH2 3
5.3.4.5. Bi(+5) dan Bi(+3) 3
5.3.4.6. Senyawa Lainnya, sifat dan tingfkat oksidasi 3

5.3.5. Golongan 16 (6A)

5.3.5.1. Sulfur tingkat oksidasi +4 dan +6, reaksi oksidanya dengan air, sifat asamnya. 1
5.3.5.2. Reaksi Anion Tiosulfat dengan I2. 3
5.3.5.3. Senyawa Lainnya, sifat dan tingkat oksidasi 3

5.3.6. Golongan 17 (7A, Halogen)

5.3.6.1. Reaktifitas dan menurunnya kekuatan oksidator dari F2 ke I2 1
5.3.6.2. Sifat Asam-Basa Hidrogen Halida 1
5.3.6.3. Tingkat oksidasi flour (-1) dan senyawa senyawanya 1
5.3.6.4. Tingkat oksidasi -1, ,-2, +2,+3, +5 dan +7 dari Klor 1
5.3.6.5. Okso-anion mononuklir dari klor 2
5.3.6.6. Reaksi Halogen dengan air 2
5.3.6.7. Reaksi Cl2O dan Cl2O7 dengan air 3
5.3.6.8. Senyawa Lainnya, sifat dan tingkat oksidasi 3

5.3.7. Golongan 18 (8A, gas Mulia) 3



5.4. Logam-Logam Transisi
5.4.1.
Cr (+2 dan +3) ; Mn (+2, +4, +7) ; Ag (+1)
Fe (+2 dan +3) ; Co (+2) ; Zn (+1)
Hg (+1, +2) ; Cu (+1, +2) ; Ni(+2)
Tingkat oksidasi dan logam transisi 1
5.4.2. Warna larutan ion logam transisi (terutama ion diatas) 2.
5.4.3. Ketidak-larutan logam Ag, Hg dan Cu dan garamnya.
(bukan hanya dalam HCl) 2
5.4.4. Logam transisi dan larutan asam (mis HCl) dan Pembentukan ion M 2+ dalam larutan asam. 2
5.4.5. Amfoter: Cr(OH)3 dan Zn(OH)2 ,dan oksida /hidroksida ion M2+ lainnya dalam larutan asam. 2
5.4.6. Oksidator kuat dalam larutan asam: MnO - dan Cr O = 1
4 2 7
5.4.7.
4
Pengaruh pH dan daya oksidasi MnO - dan produknya 2
5.4.8.
7
4
Interkonversi antara Cr2O = dan CrO = 3
5.4.9. Senyawa lainnya, sifat dan tingkat oksidasi 3
5.5. Lanthanida dan Aktinida 3
5.6. Kimia Koordinasi, termasuk stereokimia
5.6.1. Defenisi Bilangan Koordinasi 1
5.6.2. Persamaan kesetimbangan reaksi pembentukan dan formula Kompleks. 2
5.6.3. Formula dan Struktur ion Kompleks:
3 2
5.6.3.1. Ag(NH ) + 1
3 2
5.6.3.2. Ag(S2O ) 2- 3
5.6.3.3. FeSCN2+ 3
3 4
5.6.3.4. Cu(NH ) 2+, Cu(CN)-2 2
5.6.3.5. Ion kompleks lainnya 3
5.6.4. Teori Medan Kristal dan medan Ligan: 3
Istilah eg dan t2g spin tinggi dan spin rendah
5.6.5.
5.6.5.1.cis dan trans
3
5.6.5.2. Enansiomer
3
5.7. Beberapa proses Industri Kimia
5.7.1. Pembuatan dan industri asam sulfat (H2SO 4)
1
5.7.2. Pembuatan dan industri NH 3
1
5.7.3. Pembuatan dan industri Na2CO 3
2
5.7.4. Pembuatan dan industri Cl 2 dan NaOH
2
5.7.5. Pembuatan dan industri HNO 3
2
Stereokimia


6. Kimia Fisika

6.1.
6.1.1. Hukum Gas Ideal
1
6.1.2. Hukum gas van der Waals
3
6.1.3. Tekanan Parsial
2
6.1.4. Hukum Dalton
2
6.2.
FASA
6.2.1.
Tekanan uap dan temperatur
2
6.2.2.
Persamaan Clausius Clayperon
3
6.2.3.
Diagram Fasa Komponen Tunggal
2
6.2.4.
System cair-uap
a. Sistem Ideal dan non-ideal
3
b. Diagram
3
c. Destilasi fraksionasi
3
6.2.5.
Hukum Henry (kelarutan gas dalam caira)
2
6.2.6.
Hukum Raoults
2
6.2.7.
Deviasi dari Hukum Raoults
3
6.2.8.
Penaikan Titik Dididh
2
6.2.9.
Penurunan Titik Beku
2
Gas

















6.2.10. Tekanan Osmotik 2
6.2.11. Koeffisien Partisi 3
6.2.12. Ekstraksi Pelarut 3
6.3. Termodinamika

6.3.1. Hukum pertama

6.3.1.1. Konsep System dan sekeliling
2
6.3.1.2. Energi, Panas dan Kerja
2
6.3.2. Entalpi

6.3.2.1. Hubungan Energi Internal dan Entalpi
3
6.3.2.2. Defenisi Kapasitas Panas
2
6.3.2.3. Perbedaan Cp dan Cv (hanya ideal)
3
6.3.2.4. Entalpi dan sifat/fungsi keadaan (Hukum Hess)
2
6.3.2.5. Siklus Born-Haber senyawa ionik
2
6.3.2.6. Entalpi pembwentukan Standard
2
6.3.2.7. Entalpi Larutan dan solvasi
3
6.3.2.8. Entalpi Ikatan
2
6.3.3.
6.3.3.1. Defenisi Entropi (Q/dT)
3
6.3.3.2. Entropi dan disorder (ketidak-beraturan)
2
6.3.3.3. Defenisi Entropi(S= k ln W)
3
6.3.3.4. Defenisi Energi Bebas (DG = DH -TDS)
3
Hukum Kedua (Entropi dan energi Bebas)




6.3.3.5. Energi bebas, DG, dan meramalkan arah perubahan secara alamiah 3


6.3.3.6. Hubungan DG dan Tetapan Kesetimbangan K 3
6.4. Kesetimbangan kimia: molekular dan ionik
6.4.1. Kesetimbangan dalam Fasa Gas: Homogen dan Heterogen
6.4.1.1. Model dinamika kesetimbangan Kimia 1
6.4.1.2. Tetapan Kesetimbangan, konsentrasi dan tekanan parsial 1
6.4.1.3. Hubungan tetapan kesetimbangan, Kp dan Kc 2
6.4.1.4. Hubungan Tetapan kesetimbangan & energi bebas Gibbs 3
6.4.2.
6.4.2.1. Defenisi Asam –Basa menurut Arhenius
1
6.4.2.2. Defenisi Bronsteid-Lowry
1
6.4.2.3. Asam-Basa Konyugasi, Hubungan Ka dan Kb
2
6.4.2.4. Defenisi pH
1
6.4.2.5. Defenisi K w
1
Kesetimbangan Ion dalam Larutan: Asam-Basa





6.4.2.6. Nilai Ka dan Kb sebagai ukuran kekuatan Asam dan Basa1
6.4.2.7. Keasaman dan kebasaan ion 2
6.4.2.8. Menghitung pH, pOH dari PKa atau pKb untuk asam dan basa lemah. 1
6.4.3. Solubilitas (kelarutan)
6.4.3.1. Kelarutan dan Tetapan hasil kali kelarutan (Ksp) 2
6.4.3.2. Kelarutan dalam air berdasarkan nilai Ksp 2
6.4.4.Kompleksometri
6.4.4.1.
kompleks
3
6.4.4.2. Kesetimbangan Kompleks dan kompleksimetri
3
6.4.4.3. Asam-Basa Lewis
2
6.4.4.4. Asam dan Basa Lewis, lunak dan keras
3
Pembentukan kompleks dan Konstanta pembentukan
6.4.5. Keasaman dan pH Campuran larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah (asam lemah dan kuat, basa lemah dan kuat)
6.4.5.1. pH larutan asam lemah, campuran asam lemah 2
6.4.5.2. pH larutan Asam Multi Proton. 2
6.4.5.3. Sistem larutan Buffer dan pH 2
6.4.5.4. Defenisi kuat ion 3
6.5. Elektrokimia
6.5.1. Defenisi: Sel Elektrokimia, dan Gaya Gerak Listrik
(Elektromotive Force)
1
6.5.2. Jenis Elektroda pertama
1
6.5.3. Potensial Elektroda Standard
1
6.5.4. Persamaan Nerst
3
6.5.5. Jenis Elektroda kedua
3
6.5.6. Hubungan Energi Bebas Gibbs (DG)
3


6.5.7. Elektrolisis 1
6.5.8. Korosi 2

6.6. Kinetika Kimia (Reaksi Homogen)

6.6.1. Introduksi
6.6.1.1. Faktor Penentu laju reaksi 1
6.6.1.2. Koordinat Reaksi dan keadaan transisi 1
6.6.2. Hukum Laju Reaksi

6.6.2.1. Hukum Laju Diferensial
2
6.6.2.2. Order reaksi
2
6.6.2.3. Defenisi Tetapan Laju Reaksi
2
6.6.2.4. Reaksi Order 1
2
6.6.2.4.1. Ketergantungan konsentrasi terhadap waktu
3
6.6.2.4.2. Konsep Waktu Paruh
2
6.6.2.4.3. Hubungan Waktu Paruh dan Tetapan laju
2
6.6.2.4.4. Perhitungan Tetapan laju reaksi dari:
a. Hukum Laju differensial
3
b. Hukum laju Integrasi
3
6.6.2.4.5. Laju dan tetapan laju reaksi order kedua dan ketiga
3
6.6.3. Mekanisme Reaksi
6.6.3.1. Konsep Molekularitas 3
6.6.3.2. Langkah penentu Laju Reaksi 3
6.6.3.3. Konsep dasar Teori Tumbukan 3
6.6.3.4. Reaksi pararel berlawanan dan berurutan 3
6.6.3.5. Hukum Arrhenius
6.6.3.5.1. Energi Aktifasi dan laju reaksi 3
6.6.3.5.2. Menghitung Energi aktifasi 3
7. Kimia Analitik

7.1. Titrasi
7.1.1. Asam-Basa
7.1.1.1. Kurva Titrasai; pH (asam lemah dan asam kuat) 2
7.1.1.2. Pemilihan indikator dalam asidimetri 2
7.1.2. Titrasi Redoks
7.1.2.1. Idometri 2
7.1.2.2. Permanganometri 2
7.1.3. Titrasi Kompleksometri, EDTA 3
7.2. Analisa kualitatif
7.2.1. Ion Anorganik
7.2.1.1. Identifikasi ion Ag+, Ba2+, Cl-, SO =, CO = 2
4 3
7.2.1.2. Identifikasi berbagai anion dan kation lainnya 3
7.2.2. Gugus Fungsi Organik


7.2.2.1. Reagen Lukas (1, 2, 3, alkohol)
3
7.2.2.2. Reaksi Iodoform
3
7.3. Metode Pemisahan Khromatografi

8. Kimia Organik
8.1. Introduksi
3
8.1.1. Tata nama alkana (IUPAC)
1
8.1.2. Kecenderungan Titik Didih:
8.1.2.1. Alkana dan Struktur

1
8.1.2.2. Alkohol vs Eter: karena ikatan Hidrogen
1
8.1.3. Geometri ikatan tunggal, dobel dan tripel pada Karbon
1
8.1.4. Identifikasi Gugus Fungsi umum
1
8.1.5. Isomer Alkana
1
8.1.5.1. cis-trans
1
8.1.5.2. E/Z
3
7.2.2.3. Identifikasi amina primer, sekunder, tersier dan kuartener di laboratorium 3
8.1.6. Enansiomer
8.1.6.1. Aktifitas Optik 2
8.1.6.2. Tata-nama R/S. 3
8.2. Reaktifitas

8.2.1. Alkana
8.2.1.1. Reaksi dengan Halogen:
a. Hasil Reaksi 1
b. Mekanisme)Radikal Bebas(inisiasi, terminasi 2
8.2.1.2. Sikloalkana
a. Nama 2
b. Tegangan di cincin kecil 3
c. Konformasi kursi/kapal pada sikloheksana 3
8.2.2. Alkena
8.2.2.1. Produk dari Br2, HBr dan H2O/H+ 1
8.2.2.2. Aturan Markownikoff 2
8.2.2.3. Mekanisme yang melibatkan intermediete Karbokation 3
8.2.2.4. Stabilitas relatigf karbokation 3
8.2.2.5. addisi 1,4-diena 3
8.2.3.
8.2.3.1. Keasaman relatif terhadap alkena
3
8.2.3.2. Perbedaan sifat kimia dengan alkena
3
Alkuna
8.2.4.
8.2.4.1. Formula
1
8.2.4.2. Sabilisasi oleh Resonansi
1
Benzena



8.2.4.3. Substitusi elektrofilik (nitrasi, halogenasi)
a. Effek arah pada substituent pertama

3
b. Effek substituent pertama pada reaktifitas
3
c. Penjelasan efffek substituent
3
8.2.5. Senyawa Halogen
8.2.5.1. Tatanama Monofungsional
8.2.5.2. Reaksi Substitusi
8.2.5.3. Reaksi Eliminasi
1


2
8.2.5.4. Kompetisi antara eliminasi dan substitusi
2

8.2.6. Alkohol
8.2.6.1. Tatanama Monofungsional 1
8.2.6.2. Perbandingan Keasaman Alkohol dan Fenol 2
8.2.6.3. Dehidrasi menjadi Alkena 1
8.2.6.4. Estrer dengan asam anorganik 2
8.2.6.5. Reaksi Oksidasi 1
8.2.7. Aldehida dan keton
8.2.7.1. Tatanama Monofungsional 1
8.2.7.2. Oksidasi aldehida 1
8.2.7.3. Reduksi menjadi Alkohol (LiAlH4, NaBH4) 3
8.2.7.4. Tautomerisasi Keto?enol 3
8.2.7.5. Addisi nukleofilik dengan:
a. HCN 3
b. RNH2 (R= alkil, HO, NH2) 3
c. Anion enolat (kondensasi aldol) 3
d. Alkohol membentuk asetal/ketal 3
e. Reagent Grignard 3
8.2.8. Asam Karboksilat dan Turunannya
8.2.8.1. Tata-nama sasamn karboksilat dan turunannya (ester, asam halida, amida) 2
8.2.8.2. Kekuatan asam dan effek induktif 3
8.2.8.3. Pembuatan asam karboksilat melalui hidrolisis:
8.2.8.3.1. Ester (termasuk sabun) 1
8.2.8.3.2. Amida 2
8.2.8.3.3. Nitril 3
8.2.8.4. Reaksi Asam Karboksilat:
8.2.8.4.1. Dengan Alkohol membentuk ester 1
8.2.8.4.2. Membentuk klorida asam 3
8.2.8.4.3. Membentuk anhidrida 3
8.2.8.5. Reaksi asam klorida membentuk amida 3
8.2.8.6. Mekanisme Esterifikasi 3
8.2.8.7. Asam Multifungsional (Asam hidroksi, asam-keto) 3
8.2.8.8. Asam Polykarboksilat 3
8.2.9. Amina



8.2.9.1. Tatanama
8.2.9.1.1. Amina sederhana 1
8.2.9.1.2. mengidentifikasi amina primer, sekunder , tersier 1
8.2.9.2. KebasaanSebagai sifat amina 1
8.2.9.2.1. Perbandingan kebasaan alifatik dan aromatik 3
8.2.9.2.2. Perbandingan kebasaan amina dan amida 3
8.2.9.2.3. Pembuatan amina
a. dari Halida 3
b. dari senyawa nitro aromatik 3
c. dari Amida (melalui hidrolisis) 3
8.2.9.3. Diazotasi
8.2.9.3.1. Amina alifatik 3
8.2.9.3.2. Amina aromatik 3

9. Polymer

9.1. Sintetik
9.1.1. Polimer Addisi
9.1.1.1. Polystyrena 2
9.1.1.2. Polyetena 1
9.1.1.3. Mekanisme Rantai dari pembentukan polimer 2
9.1.2. Polimer Kondensasi
9.1.2.1. Polyester 2
9.1.2.2. Polyamida 2
9.1.3. Silikon 3
8.1.4. Konsep cross-linking dan pengaruh terhadap sifatnya 3
9.2. Natural
9.2.1. Silikat 3
9.2.2. Karet 3

10. Biokimia


10.1. Karbohidrat

10.1.1. Glukosa dan Fruktosa
10.1.1.1. Formula Rantai
1
10.1.1.2. Proyeksi Fischer
2
10.1.1.3. Formula Haworth
3
10.1.2. Perbedaan antara starch/kanji dan sellulosa
2
10.1.3. Perbedaan antara - dan -D Glukosa
2
10.2. Lemak.
10.2.1. Struktur lemak dan hubungannnya dengan sifat sifatnya 2
10.2.2. Formula Gliserol 1
10.3. Senyawa penting mengandung Nitrogen dalam Biologi

10.3.1. Asam Amino

10.3.1.1. Struktur Ionik 1


10.3.1.2. Titik Isoelektrik
2
10.3.1.3. Klasifikasi dan struktur asam amino (20 asam amino
essensial/utama)
2
10.3.1.4. Pemisahan dengan elektroforesis
3
10.3.1.5. Rantai Polypeptida
1
10.3.2. Protein
10.3.2.1. Struktur Primer 1
10.3.2.2. Jembatan –S-S— 3
10.3.2.3. Analsis sekuensi 3
10.3.2.4. Struktur sekunder 3
10.3.2.5. Struktur α-helix 3
10.3.2.6. Struktur tersier 3
10.3.2.7. Denaturasi Protein (perubahan pH, temperatur, logam, etanol 2

10.3.3. Asam Nukleat dan Sintesa Protein

10.3.3.1. Pirimidin dan Purine 3
10.3.3.2. Nukleosida dan nukleotida 3
10.3.3.3. Formula Basa Pirimidin dan Purine 3
10.3.3.4. Perbedaan antara Ribosa dan 2-deokiribosa 3
10.3.3.5. Kombinasi Basa CG dan AT (ikatan hidogen) 3
10.3.3.6. Perbedaan antara DNA dan RNA 3
10.3.3.7. Perbedaan antara mRNA dan tRNA 3
10.4. Enzim
10.4.1. Sifat umum, pusat aktif 3
10.4.2. Tatanama, kinetika, co-enzim, fungsi ATP 3

11. Spektroskopi

11.1. UV/Visibel
10.1.1. Identifikasi senyawa Aromatis 3
10.1.2. Identifikasi gugus Kromofor 3
10.1.3. Zat Warna: Warna vs Struktur 3
10.1.4. Hukum Lambert-Beer 3
11.2. Infra-merah
11.2.1. Interpretasi menggunakan Tabel Frekuensi 3
11.2.2. Mengidentifikasi/ mengenal ikatan Hidrogen 3
11.3. X-Ray
11.3.1. Hukum Bragg 3

11.3.2. Konsep mengenai:
11.3.2.1. Bilangan Koordinasi 3
11.3.2.2. Sel unit 3
11.3.3. Struktur Padat
11.3.3.1. NaCl 3
11.3.3.2. CsCl 3
11.3.3.3. Logam 3
11.3.3.4. Padat ionik Lainnya 3
11.4. NMR
11.4.1. Konsep Umum
11.4.1.1. Pergeseran Kimia 3
11.4.1.2. Kopling spin-spin dan konstanta kopling 3
11.4.1.3. Integrasi 3
11.4.2. Interpretasi spektrum 1H (mis. Etanol dsb) 3
11.4.3. Identifkasi o- dan p- disubstitusi benzena 3
11.4.4. Interpretasi spektra 13C (dekopel proton) sederhana dan spin_inti lainnya 3
11.5. Spektrometri massa
11.5.1. Mengidentifikasi/mengenal ion molekular 3
11.5.2. Mengidentifikasi/mengenal fragment berdasarkan Tabel3
11.5.3. Mengidentifikasi/mengenal distribusi isotop 3

ARTIKEL TERKAIT

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon