Kamis, 24 Januari 2019

Spanish Influenza, One of the Worst Plague in History

Pandemik Flu 1918 yang biasa disebut Flu Spanyol adalah Pandemik Influenza kategori 5 yang mulai menyebar di Amerika Serikat, muncul di Afrika Barat dan Perancis, lalu menyebar hampir ke seluruh dunia. Penyakit ini disebabkan oleh Virus Influenza Tipe A subtipe H1N1. Kebanyakan korban Flu ini adalah Dewasa Muda. Flu Spanyol terjadi dari Maret 1918 sampai Juni 1920, menyebar sampai ke Arktik dan kepulauan Pasifik.

Pada 1918, tahun terakhir pertempuran dengan cara membuat parit perlindungan primitif dalam Perang Dunia I, sesuatu yang lain mulai mematikan para tentara. Tidak seorang pun tahu pasti kapan atau di mana flu Spanyol muncul, meskipun flu ini tentu saja bukan dari Spanyol.

Sebagai negara netral, Spanyol tidak memiliki penyensoran masa perang, dan flu ini memperoleh asal-usul yang salah dari berita-berita tentang penjangkitan wabah di sana pada Mei 1918.

Sebenarnya penyakit ini sudah menyebar pada kedua kubu di Eropa, membunuh seluruh divisi tentara sepanjang musim semi dan awal musim panas. Kemudian flu ini tampaknya mereda. Meski demikian, pada akhir musim panas, flu Spanyol kembali, dan keganasannya jelas.

Penderita berbaring di ranjang disertai demam, sakit kepala menusuk, dan sakit pada tulang-tulang sendi. Kebanyakan penderita orang dewasa yang masih muda, sama seperti kelompok yang biasanya tidak menghiraukan flu.

Sekitar lima persen penderita meninggal, sebagian hanya sakit selama dua atau tiga hari, wajah mereka berubah ungu pucat seperti mayat karena mereka pada dasarnya kehabisan napas menjelang ajal. Para dokter yang membedah dada korban-korban terkejut: Paru-paru, biasanya ringan dan lentur, menjadi berat seperti spons penuh air, tersumbat cairan darah.

Setelah melintas cepat melalui tenda-tenda militer dan kapal-kapal pengangkut serdadu yang ramai di Eropa dan Amerika Serikat, flu ini beralih ke kota-kota pelabuhan dan industri. Di Philadelphia, sejarawan Alfred Crosby menemukan, 12.000 orang meninggal karena flu dan pneumonia (radang paru-paru) pada bulan Oktober sebanyak 759 orang meninggal dalam sehari.

Sekolah-sekolah dan kantor-kantor ditutup, kebaktian di gereja dibatalkan. Tempat-tempat penyimpanan mayat penuh. Penderita kemudian menyebar ke kawasan paling terpencil di dunia, dari Pasifik Selatan menuju ke Artik.

Lebih dari 50 juta orang meninggal – paling sedikit tiga kali lebih banyak dibandingkan dalam perang. Para ahli medis terbaik saat itu sulit mempercayai penyebab kematian tersebut adalah flu.

Juni 2010, sekelompok peneliti dari Mount Sinai School of Medicine, Amerika Serikat melaporkan bahwa vaksin yang diberikan untuk meredakan pandemik flu tahun 2009 mampu menyediakan perlindungan terhadap virus flu 1918.

Selain itu, kesimpulan pun berubah. Dipastikan, virus flu Spanyol atau flu 1918 dan beberapa tipe virus flu lain setelahnya merupakan penyakit yang khusus menyerang manusia.

Rabu, 23 Januari 2019

Kekaisaran Maurya, kekaisaran terbesar di India kuno

Kekaisaran Maurya adalah kekaisaran yang berada di wilayah India dengan beribukota di Pataliputra yang didirikan oleh Chandragupta Maurya pada tahun 322 SM. Kekaisaran ini dikenal sebagai salah satu kekuatan besar dunia kuno dan kekaisaran terbesar di sub-benua India dimana wilayah Maurya meliputi hampir seluruh wilayah India, perbatasan Himalaya, wilayah Balokistan, hingga Afganistan. Kekaisaran ini berada di masa kejayaannya dibawah pemerintahan Ashoka.

Chandragupta Maurya bersama penasihatnya yang bernama Chanakya membangun tentara dan kemudian menyerang Kerajaan Nanda pada 322 SM. Setelah menaklukan Kerajaan Nanda dan mendirikan kerajaan baru yaitu Maurya, Chandragupta melancarkan ekspansinya ke wilayah barat India dimana dia menaklukan beberapa wilayah yang diperintah oleh orang-orang Yunani atau disebut Satrap yang merupakan sisa-sisa kekaisaran Alexander the Great dan pada tahun 316 SM wilayah Maurya bertambah luas hingga ke wilayah barat laut sub-benua India.

Pada 305 SM, Maurya berperang dengan Kerajaan Seleucid yang saat itu dibawah pemerintahan Raja Seleucos I. Perang dengan Seleucid berakhir lewat Perjanjian Indus dimana Seleucid menyerahkan wilayahnya di bagian barat Sungai Indus kepada Maurya sebagai gantinya Maurya menyerahkan 500 gajah ke Seleucid. Selain dengan jalur peperangan, Chandragupta juga memakai pernikahan politik untuk memperluas wilayahnya. Di era Chandragupta, Maurya membangun jalan dagang yang menghubungkan India dengan wilayah Asia Tengah. 

Chandragupta akhirnya turun tahta setelah dia memilih untuk mengasingkan diri dan memperdalam ajaran Jainisme.Tahta Maurya kemudian diteruskan oleh anak Chandragupta yaitu Bindusara. Dibawah kekuasaan Bindusara, Kekaisaran Maurya memperluas wilayahnya ke bagian selatan India dan Bindusara juga menjalin hubungan dagang dan diplomatik dengan Yunani. Setelah Bindusara wafat tahta Maurya jatuh ke anaknya yaitu Ashoka dan pada 268 SM Ashoka menjadi kaisar Maurya. Dibawah kekuasaan Ashoka wilayah Maurya sudah luas berkat ekspansi yang dilakukan pendahulunya namun masih ada negara yang berdiri di pesisir timur India yaitu Kalinga. Ashoka akhirnya memutuskan untuk menaklukkan Kalinga.

Perang dengan Kalinga berlangsung selama 8 tahun karena perlawanan yang dilakukan Kalinga membuat tentara Maurya kesulitan untuk menaklukkan Kalinga. Perang menimbulkan banyak korban jiwa khusunya dari pihak Kalinga karena prajurit Kalinga berjuang hingga orang terakhir sehingga sulit untuk membuat kerajaan tersebut menyerah. Namun pada akhirnya Ashoka berhasil menguasai Kalinga. Setelah Perang Kalinga selesai Kekaisaran Maurya menguasai hampir seluruh wilayah di India kecuali sebagian wilayah selatan India tersebut menghentikan ekspansinya dan Maurya pun memasuki era kedamaian.

Maurya yang awalnya sebuah kerajaan agresif berubah menjadi kerajaan yang menerapkan ajaran kedamaian dalam menjalankan kerajaannya. Ashoka menulis sebuah dekrit yang ditulis di batu maupun di pilar. Dekrit tersebut berisi jaminan kebebasan beragama bagi rakyatnya, perintah untuk membantu orang yang miskin dan orang tua, membangun rumah sakit untuk orang dan hewan, patuh kepada orang tua, hormat kepada orang yang lebih tua, perlakuan baik terhadap pendeta atau pemuka agama apapun ajarannya, menanam tanaman dimanapun, dan membangun jalan untuk mempermudah masyarakat.

Namun tidak semua isi dekrit ini terealisasikan. Pendeta brahmana merasa kebebasan agamanya dibatasi karena tidak bisa melakukan upacara pengorbanan hewan. Dia juga dikenal sebagai penganut Buddha yang taat dan sangat mendukung penyebaran Buddhisme. Ashoka membangun ribuan stupa dan mengirim biksu Buddha untuk menyebarkan ajaran Buddha ke Asia Barat, Afrika Utara, hingga Yunani. Ashoka juga menjadikan Buddha sebagai agama resmi dari Kekaisaran Maurya dan meminta nasihat dari biksu Buddha dalam mengambil keputusan politiknya. Di era Ashoka Kekaisaran Maurya memasuki masa keemasannya karena kemajuan dibidang agama dan ilmu pengetahuan, kestabilan politik, dan perdamaian. Selain itu dibawah kekuasaan Ashoka wilayah Maurya membentang dari Afganistan hingga pesisir timur India.

Pada 232 SM Ashoka wafat. Wafatnya Ashoka menandai berakhirnya era kejayaan Maurya karena penerus Ashoka tidak ada yang mampu membawa kejayaan seperti pendahulunya tersebut dan justru terkesan lemah. Selain itu satu persatu wilayah Maurya memerdekakan diri.Akhirnya 50 tahun sesudah kematian Ashoka riwayat Kekaisaran Maurya berakhir ketika raja terakhirnya yaitu Brihadratha dibunuh oleh panglimanya sendiri yang bernama Pushyamitra. Akhirnya Kekaisaran Maurya yang wilayah semakin sedikit runtuh setelah Pushyamitra mengambil alih negara tersebut dan mendirikan Dinasti Shunga.

source: OA Historypedia Line Penulis -Wellesley/Wellington

Jumat, 18 Januari 2019

SIMAK UI 2019 Ada Tes Esai

Universitas Indonesia (UI) membuka penerimaan mahasiswa baru jenjang Strata 1 (S1) dan Sekolah Vokasi tahun akademik 2019/2020.

Untuk jalur masuk S1 Reguler, terbagi menjadi dua, yaitu seleksi nasional, yaitu Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) serta seleksi mandiri melalui SIMAK UI.

Jadwal pendaftaran penerimaan mahasiswa baru 2019 jalur masuk SIMAK UI akan dibuka pada 10 Juni 2019.

Sebagaimana dikutip dari situs web resmi UI, materi seleksi SIMAK UI adalah menulis esai (mengukur kemampuan softskill) dan kemampuan dasar (Matematika Dasar, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris).

Untuk semua jurusan ditambah dengan Matematika IPA, Biologi, Fisika, Kimia (Kemampuan IPA) atau Ekonomi, Sejarah, Geografi dan Sosiologi(Kemampuan IPS).

Materi Seleksi SIMAK UI – Kelas Internasional adalah Mathematics, Biology, Physics, Chemistry (Natural Science) dan Basic Mathematics, Economics, Indonesian and World History, Geography, Sociology (Social Science).

Menurut akun Twitter SIMAK UI, untuk pelaksanaan ujian esai SIMAK, peserta akan diminta untuk menulis esai dengan bolpoin tinta hitam.

"Peserta akan diminta untuk menulis esai yang bertujuan mengukur motivasi dan softskill (nilai-nilai positif peserta. Ketentuan menulis esai hanya menggunakan bolpoin warna hitam dengan batas waktu 45 menit," tulis SIMAK di akun @SIMAK_UI.

Selain beberapa hal mengenai pelaksanaan SIMAK di atas, UI juga mengimbau calon mahasiswa baru untuk memperhatikan hal-hal berikut ini:

Jalur Masuk S1 Reguler UI 2019 adalah melalui Seleksi Nasional (SNMPTN & SBMPTN) serta SIMAK UI.
Jalur Masuk S1 Paralel, S1 Kelas Internasional dan Vokasi UI 2019 adalah melalui PPKB/Talentscouting dan SIMAK UI.
Kuota Jalur Penerimaan untuk S1 Reguler UI adalah 40 persen (melalui SBMPTN) ; 30 persen (SNMPTN) dan 30 persen (Seleksi Mandiri melalui SIMAK UI).
Kuota Jalur Penerimaan untuk Vokasi UI adalah 30 persen (melalui SIMAK UI) dan 70 persen (PPKB).
Kuota Jalur Penerimaan untuk S1 Paralel UI adalah 50 persen (melalui SIMAK UI) dan 50 persen (PPKB).
Kuota Jalur Penerimaan untuk S1 Kelas Internasional UI adalah 60 persen (melalui SIMAK UI) dan 40 persen (Talentscouting UI).
Jadwal Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru 2019 jalur masuk SNMPTN dan PPKB/Talentscouting UI akan dibuka pada 4 Februari 2019.
Jadwal Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru 2019 jalur masuk SBMPTN akan dibuka pada 1 Maret 2019.
Jadwal Pendaftaran Penerimaan Mahasiswa Baru 2019 jalur masuk SIMAK UI akan dibuka pada 10 Juni 2019.
Materi ujian pada SBMPTN adalah Tes Potensi Skolastik (TPS) – mengukur kemampuan kognitif seperti kemampuan penalaran dan pemahaman umum dan Tes Kompetensi Akademik (TKA) – mengukur Pengetahuan dan Pemahaman Keilmuan yang diajarkan di sekolah.

Selasa, 15 Januari 2019

Informasi Kapasitas, Kuota, dan Jalur Masuk UPI

Univeritas Pendidikan Indonesia (UPI) menyediakan tiga jalur pendaftaran dalam penerimaan mahasiswa baru jenjang sarjana (S1) dan diploma (D3) tahun akademik 2019/2020. Adapun jumlah kursi untuk mahasiswa baru UPI tahun ini sebanyak 8.720 kursi. Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UPI, Solehuddin, mengatakan, tiga jalur penerimaan mahasiswa itu ialah Seleksi Nasional Masuk Pergurutan Tinggi Negeri (SNMPTN) sebanyak 30 persen, Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebanyak 45 persen, dan Seleksi Mandiri UPI sebanyak 25 persen.

“Kuota ini sudah sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Pemerintah menentukan kuota mahasiswa dari jalur SNMPTN minimal 20 persen, SBMPTN minimal 40 persen, dan seleksi mandiri maksimal 30 persen,” kata Solehuddin, Sabtu (12/1/2019). “Dari semua kapasitas yang tersedia di UPI, 20 persen di antaranya diperuntukkan bagi mahasiswa miskin dan daerah tertinggal, termasuk di antaranya dari program Bidik Misi. Untuk tahapan dan waktu seleksi, UPI mengikuti jadwal dari Kemenristekdikti.,” tambahnya.

Kata Solehuddin, penerimaan jalur SNMPTN dilakukan berdasarkan penelusuran prestasi akademik dengan menggunakan rapor semester satu sampai lima bagi siswa SMA/SMK/MA kelas 12 pada tahun ajaran 2019. Penerimaan juga dilakukan berdasarkan prestasi akademik yang memenuhi persyaratan, serta memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan terdaftar di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS). Setiap siswa diperbolehkan memilih dua program studi dari satu PTN atau dua PTN.

Meski kualitas mahasiswa SNMPTN sempat diragukan bisa bertahan di bangku kuliah, UPI justru berani menyediakan kuota yang besar untuk jalur SNMPTN. “UPI mendasarkan hal itu pada kajian dan evaluasi jalur SNMPTN. Kami punya mekanisme untuk menelaah mahasiswa yang diterima dari jalur ini. Selain itu juga supaya tidak semua masuk dari Seleksi Mandiri,” kata Solehuddin.
(Cari tahu kisi-kisi SBMPTN 2019 saintek disini dan soshum disini)

Sementara jalur SBMPTN mengikuti regulasi yang ditetapkan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT). Peserta wajib mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) kemudian mendaftar sebagai peserta SBMPTN. UTBK bisa diikuti oleh lulusan SMA/SMK/MA tahun 2017 dan 2018 dengan bukti ijazah. Sementara lulusan tahun 2019 memiliki Surat Keterangan Lulus Pendidikan Menengah. “Bagi peserta yang memilih program studi bidang seni dan olah raga, wajib mengunggah portofolio,” kata Solehuddin.

Biaya UTBK ditanggung oleh peserta. Setiap siswa diperbolehkan memilih dua program studi dari satu PTN atau dua PTN. Direktur Akademik UPI, Dadang Anshori, menyebutkan, untuk jalur SM UPI, seleksinya menggunakan nilai UTBK. “Bagi yang berminat dari jalur ini, harus mendaftar SBMPTN dan wajib mengikuti UTBK,” kata

Dadang menjelaskan, LTMPT menunjuk UPI dan perguruan tinggi lain untuk terlibat dalam pelaksanaan seleksi ini. UPI diminta menyediakan 1.500 komputer untuk pelaksanaan UTBK.
“UPI bermitra dengan lima sekolah di Kota Bandung, SMAN 2, Labschool, SMK Garuda, SMKN 11, dan SMKN 12. Karena komputer kami terbatas maka kami kerja sama dengan sekolah-sekolah itu,” tuturnya.

source:  https://jabarnews.com/2019/01/upi-sediakan-8-720-kursi-penerimaan-mahasiswa-baru-2019.html

Senin, 24 Desember 2018

Perayaan Natal di Tengah Perang Dunia I

Matahari senja mulai terbenam di perbatasan Perancis dan Jerman, tanggal 24 Desember 1914. Charles Brewer, seorang pemuda berumur 19 tahun, sedang meringkuk di dalam parit yang berlumpur. Ia adalah seorang Letnan Tentara Inggris dari ResimenBedfordshire Batalion ke-2. Malam itu, dia ditugaskan di garis depan konfrontasi pasukan Sekutu melawan pasukan Jerman, pada Perang Dunia 1, yang sudah berlangsung lima bulan.

Medan pertempuran tempat Brewer bertempur disebut Western Front, sebuah garis imajiner yang membentang dari pantai Utara Prancis, melewati perbatasan Perancis-Belgia (Belgia saat itu sudah dikuasai Jerman), hingga perbatasan Perancis-Jerman.

Sepanjang garis ini, pasukan Sekutu dan pasukan Jerman menggali parit-parit perlindungan yang membentang di kubu masing-masing. Parit dari kedua kubu tersebut diisi oleh infanteri, dijaga ketat dengan senapan mesin, dan didukung oleh mortal dan artileri di belakangnya.

Di salah satu bagian parit tersebutlah Brewer bertugas. Ia kecewa karena tidak bisa merayakan natal di rumahnya. Padahal ketika Inggris mendeklarasikan perang pada Jerman dan secara resmi ikut serta dalam Perang Dunia pada Agustus 1914, banyak yang memprediksi perang akan usai sebelum natal. Hal ini membuat banyak orang bernafas lega, harapannya para tentara bisa pulang ke negaranya masing-masing dengan damai.

Namun, setelah lima bulan berlalu dan ribuan nyawa melayang, perang tetap tidak berakhir hingga natal 25 Desember 1914. Meski kecewa, Brewer pun tidak menyangka bahwa ia akan merayakan Natal dengan cara yang sangat tidak biasa.

Di kegelapan malam natal yang senyap dan hanya diterangi rembulan itu, tentara Sekutu yang sedang meringkuk di paritnya tiba-tiba terkejut melihat cahaya di kubu parit Jerman. Curiga bahwa ini jebakan, Brewer dengan amat hati-hati mengangkat kepalanya dari balik parit tempat ia berlindung. Ia hampir tidak mempercayai apa yang ia lihat, tentara Jerman sedang menghias pohon natal dengan lampu-lampu yang indah.

Bersamaan dengan itu, Brewer juga mendengar para tentara Jerman melantunkan lagu bersama-sama. Ia mengenali lagu itu sebagai Christmas Carol dari nadanya. Frasa dalam bahasa Jerman “Stille Nacht” memang terdengar asing bagi orang Inggris, namun nada “Silent Night” tetap saja terdengar sangat familiar meski dinyanyikan dengan bahasa Jerman.

Setelah tentara Jerman selesai menyanyi, giliran tentara Inggris yang balas menyanyikan lagu Carol versi bahasa Inggris. Padahal beberapa jam sebelumnya, kedua kubu berbalas tembakan senjata mematikan

Ketika fajar menyingsing, 25 Desember 1914, hal luar biasa kembali terjadi. Di beberapa daerah sepanjang 500 mil garis Western Front, pasukan Jerman dan Sekutu secara sporadis bangkit menampakan diri dari parit mereka. Pasukan Jerman yang lebih dulu memulai, mereka melambaikan tangan ke arah kubu Sekutu. Diikuti pula oleh Sekutu yang juga melambaikan tangannya. Sontak, keduanya pun keluar dari parit masing-masing dan bertemu di area tengah antar kedua parit.

Di antara parit Jerman dan Parit Sekutu terdapatlah wilayah yang disebut No Man’s Land, secara kasar bisa diartikan “Tanah tak Bertuan.” Istilah ini merujuk pada area dimana kedua kubu yang berkonflik bertemu melakukan pertempuran.

No Man’s Land adalah panggung berdarah yang menjadi titik pertempuran pasukan Sekutu dan Jerman, sehingga wajar saja daerah ini dipenuhi mayat yang membeku, pohon-pohon hancur, dan kawah-kawah di tanah yang menganga karena ledakan bom mortar dan artileri. Namun pagi itu, No Man’s Land menjadi daerah penuh perdamaian.

Secara canggung, tentara Sekutu dan tentara Jerman berjalan mendekat dan mulai bersalaman. Dengan fasih tentara Jerman bisa menyapa dan mengucapkan selamat hari Natal dalam bahasa Inggris, karena ternyata banyak orang Jerman yang pernah lama bekerja di tanah Inggris. Setelah bersalaman, kedua pihak pun mulai bertukar hadiah, seperti cokelat, rokok, bir, dan sosis panggang.

Kopral Tentara Inggris, John Ferguson, ingat betul atas kejadian unik yang ia alami pagi itu. “Kami bersalaman, mengucapkan selamat natal, dan berbincang-bincang seolah kami sudah saling mengenal selama bertahun-tahun,” ujarnya. “Di sini kami ngobrol dan tertawa bersama orang-orang yang beberapa jam yang lalu berusaha kami bunuh!”

Momen perdamaian tersebut dimanfaatkan oleh kedua kubu untuk mengevakuasi mayat rekan-rekan mereka dan menguburkannya secara layak di belakang garis pertempuran. Tentara dari kedua kubu juga saling curhattentang kesedihan selama perang. Bahkan di beberapa lokasi, daerah angker No Man’s Land yang tadinya dipenuhi mayat dan bekas-bekas pengeboman itu malah menjadi ceria ketika para tentara mengadakan pertandingan sepak bola.

“Kami menandai tiang gawang dengan helm,” ujar Johannes Niemann, seorang Letnan Tentara Jerman, “dengan cepat kami membentuk tim, dan tim Jerman mengalahkan Inggris 3-2.”

Kisah menarik juga datang dari Frank Richard, salah seorang tentara Inggris. Ia bercerita, pernah ada sekelompok tentara Jerman yang membawa satu tong besar bir ke markas parit kubu Sekutu. Tong bir tersebut mungkin dirampas dari tempat penyulingan bir di sebuah desa terdekat. Dengan bersahabat, kedua kubu pun mengangkat gelas dan berdoa demi kesehatan masing-masing. Dengan bercanda, kedua kubu, Inggris dan Jerman, sama-sama sepakat bahwa bir Perancis memang tidak enak.

Tidak di semua tempat di sepanjang Western Front, dapat merasakan fenomena perdamaian natal. Kebencian yang sudah tertanam kental karena melihat rekannya yang gugur, membuat kontak senjata antar kubu tetap terjadi. Bahkan, ada beberapa kasus ironis ketika beberapa tentara yang keluar dari parit untuk ikut mengusulkan gencatan senjata, langsung ditembak oleh musuh.

Gencatan senjata tidak resmi ini memang memberi ketakutan bagi para komandan lapangan, yang khawatir fenomena ini membuat semangat tempur prajuritnya kendor, dan bahkan menyulut emosi tentara lain yang masih semangat bertempur.

Salah satu tentara yang memprotes gencatan senjata ini, adalah seorang pemuda yang kelak akan memantik Perang Dunia berikutnya.

Benar, Adolf Hitler ada di Western Front hari itu sebagai seorang Kopral di barisan tentara Jerman.seperti ini tidak seharusnya terjadi dalam sebuah perang! Apa kalian tidak punya harga diri lagi sebagai orang Jerman?” bentak Hitler pada rekan-rekannya.

Ketika matahari kembali terbenam di hari natal, para tentara berjalan kembali ke paritnya masing-masing. Beberapa gencatan senjata memang bertahan sampai Tahun Baru, namun hampir di semua tempat, perang kembali berkobar di tanggal 26 Desember pukul 8:30.

Melakukan gencatan senjata tanpa izin atasan, dan bahkan berinteraksi dengan musuh, dapat digolongkan sebagai pengkhianatan yang melanggar disiplin militer. Pelakunya akan sangat mungkin disidang di Pengadilan Militer dan dikenakan sanksi sangat berat. Hal ini yang membuat para tentara cukup takut dan segera kembali bertempur.

Kapten Charles Stockwell dari Royal Welch Fusiliers, Inggris, menembakkan senapannya tiga kali ke udara dan mengibarkan bendera bertuliskan “Selamat Natal.” Kemudian di kubu Jerman, sebuah bendera ikut berkibar dengan tulisan “terima kasih.”

Kedua pria dari kedua kubu tersebut melakukan hormat militer dan kemudian masuk ke paritnya masing-masing. Stockwell pun mendengar ada dua tembakan ke udara dari parit Jerman, pertempuran pun kembali dimulai.

Sumber: OA Historypedia Line, penulis: -Hürrem Sultan-

Strategi Rahasia Lolos SNMPTN

Tips atau strategi ini diperuntukan bagi Anda yang ingin memasuki PTN melalui jalur SNMPTN (tanpa tes).

1. Nilai Anda bagus? Jangan overconfident dulu
Banyak pengalaman bahwa tidak semua siswa yang mempunyai nilai yang bagus (Rata > 9.0) itu pasti diterima di PTN pilihannya. Contoh si A mempunyai nilai rata-rata 9.1 dan akreditasi sekolahnya B, serta tidak memiliki alumni di PTN yang dituju. Sedangkan si B mempunyai nlai rata-rata 8.7 akreditas sekolahnya A, dan banyak alumni sekolahnya yang berkuliah di PTN yang dituju.
Mana yang akan dipilih?
Kemungkinan besar adalah si B. Walaupun secara nilai dia kalah dari A, ada faktor-faktor lain yang membuat si B lebih unggul, yaitu status akreditas sekolah dan alumni. Fakta menunjukan bahwa kebanyakan siswa yang memiliki nilai bagus pasti memilih TPn dan jurusan yang tingkat persaingannya tinggi dan seusai minatnya. Namun, harus disadari juga faktor-faktor di atas. Bahwa di atas langit masih adal langit. Oleh karena itu, perhatikan matang-matang bagaimana persaingan masuk di sebuah jurusan. Salah satu caranya adalah melihat daya tampung dan jumlah peminat dari sebuah jurusan. Data-data ini biasanya akan ditampilkan di laman webiste SNMPTN aau di website masing-masing PTN.
Setelah melihat data-data yagn ada, pastikan pilihan jurusan dan PTN-mu! Jika Anda merasa jurusan di sebuah PTN itu terlalu banyak peminatnya, namun Anda hanya memiliki faktor nilai saja tanpa faktor yang dimiliki si B di atas, tidak apa-apa memilih asalkan Anda sudah siap dengan hasil yang Anda akan terima. Namun, jika tetap berkeinginan dan passion-mu memang di bidang tersebut (semisal: kedokteran) dan Anda hanya mempunyai faktor nilai saja tanpa faktor yang dimiliki si B diatas, carilah PTN dengan jurusan yang sama namun tingkat persaingan yang lebih rendah.

2. Nilai Anda biasa saja? Siapkan Strategi!
Mungkin Anda masuk ke golongan ini. Masuk golonga ini memang sering membuat bingung dan perlu strategi. Namun, jika Anda berasal dari SMA yang terkenal sering meraih medali olimpiade atau Anda sendiri memiliki medali karena pernah menang di sebuah kompetisi tertentu. Hal ini bisa menjadi nilai plus walaupun nilaimu sebenarnya biasa saja.
Bagaimana dengan yang tidak mempunyai medali/sertifikat atau nilai plus lainnya?
Tenang saja, Anda masih bisa bekompetisi untuk merebutkan bangku di PTN. Namun, seperti yang dibilang di Atas. Anda butuh lebih banyak strategi lagi.
Semisal Anda ingin memilih jurusan Akuntansi. Pasti diawal benak anda terpikir, UI! ya UI!. Namun, Anda juga harus sadar akan nilai Anda, Jika Anda mempunyai nilai yang biasa saja, namun nekat memilih jurusan di PTN yang tingkat persaingannya tinggi, maka sama saja Anda bunuh diri! 
Namun, jika passion Anda tetap di Akuntansi, Anda sebainya memilih jurusan di PTN yang tingkat persaingannya lebih rendah. Ingat! Kuliah di mana saja asal keluarnya nanti Anda menjadi orang yang sukses!
Banyak kejadian, siswa yang memiliki nilai biasa saja malah di terima si SNMPTN dan banyak anak yang memiliki nilai wah malah gagal di SNMPTN. Faktornya adalah STRATEGI dan GENGSI!

3. Bagaimana penempatan pilihan jurusannya?
Pilihan jurusan dan PTN memengaruhi  Anda diterima di jurusan tersebut atau tidak. Contoh: A memiliki nilai 8.9 dari sekolah yang berakreditasi A. Menempatkan Ilmu Komputer UI di prioritas PTN pertama. Dan, B memiliki nilai yang sama dengan A dan dari sekolah yang berakreditasi A juga. Namun, B menempatkan Ilmu Komputer UI di prioritas PTN Kedua.
Mana yang akan dipilih?
Panitian SNMPTN seringkali menemukan kejadian diatas. Salah satu tolak ukur yang bisa dijadikan patokan adalah penempatan pilihan PTN dan program studi (prodi) yang dipilih. Jelas, si A lebih lebih diprioritaskan masuk ketimbang B karena penempatan PTN dan jurusan (baiik pilihan 1 dan II) di SNMPTN itu sangat berpengaruh. Jadi, Anda harus menempatkan pilihan sesuai dengan minat Ana yang sesungguhnya. Toh, nantinya jika Anda tidak diterima di pilihan I maka data Anda pun akan di proses di pilihan II selama kuotanya masih tersedia.
Harus Terpaksa Mengalah!
Sebelum nilai kita bersaing dengan nilai seluruh siswa di Indonesia. Maka, nilai kita nanti akan diadu dulu antarsiswa disekolah kita. Nah, disinilah letak berbahayanya. Jika teman Anda memiliki pilihan jurusan dan PTN yang sama denganmu dan nilai dia lebih tinggi dari Anda. Maka, nilai mana yang akan dilirik oleh panitia SNMPTN? Pastilah nilai temanmu yang lebih tinggi.
Bagaiman untuk menghindari hal ini?
Tanyakan ke BK atau teman Anda langsung, ada tidak yang pilihan PTN dan jurusannya sama dengan Anda. Jika ada, dan nilai Anda lebih rendah dari teman Anda. Maka, lebih baik baik Anda mengalah, jadilah ksatria yang mengakui kekalahan. Daripada harus bunuh diri dengan tetap memilih jurusan tersebut. Masih banyak PTN lain yang dapat Anda jadikan pilihan.

4. Jangan terlalu berharap berlebihan tetap fokus SBMPTN
Jika semua faktor anda sudah miliki untuk lulus tapi ada baiknya jangan terlalu berharap berlebihan juga. Pengharapan berlebihan itu tidak baik. Jika harapan tersebut gagal yang ada mental Anda akan rusak dan tidak fokus untuk menghadapi hal kedepan. Padahal masih ada jalur SBMPTN untuk memasuki PTN impian. Ada baiknya anda mulai sekarang mempersiapkan diri untuk belajar SBMPTN.  Anda bisa mendownload kumpulan file dibawah ini sebagai alat untuk pertempuran SBMPTN kedepannya.

Ebook SBMPTN soshum klik disini
Ebook SBMPTN saintek klik disini
Kumpulan soal TKPA plus pembahasan klik disini
Kumpulan soal SBMPTN Saintek 1982-2018 plus pembahasan klik disini
Kumpulan soal SBMPTN Soshum 2003-2018 plus pembahasan klik disini