Selasa, 20 November 2018

Shih Huang TI (259 SM - 210 SM)

Shih Huang Ti adalah kaisar Agung dari Cina, berkuasa pada tahun tahun 238 sampai dengan 210 SM, dia kaisar pemersatu Cina dengan kekuatan senjata dan perombakan-perombokan penyatuan budaya Cina. Shih Huang Ti juga terkenal sebagai dengan julukan Chi'n Shih Ti dilahirkan tahun 259 SM dan wafat pada tahun 210 SM. Untuk memahami arti penting pribadinya, kita perlu mengetahui dulu latar belakang historisnya. Dia lahir di penghujung tahun dinasti Chou yang didirikan sekitar 1100 SM. Berabad sebelum masanya, dinasti Chou sudah kehilangan kemampuannya selaku penguasa, dan Cina terpecah belah sebagai negara federal.

Shih Huang Ti segera bergegas melakukan perubahan-perubahan besar. Mengubah seluruh ketentuan yang mengarah pada sistem negara federal. Wilayah yang dikuasainya dibagi menjadi 36 Provinsi, setiap provinsi diangkat seorang gubernur yang ditunjuk langsung oleh kaisar. Demikian pula penguasa militer ditunjuk langsung oleh kaisar dan bisa dipindah-pindahkan ke provinsi lain. Pembaruan juga ditegakan di bidang ekonomi, termasuk penyatuan jenis ukuran, baik ukuran berat, ukuran panjang, sehingga memudahkan perdagangan.

Namun kebijaksanaan yang paling mahsyur dan kontroversial adalah perintah membakar buku bacaan, yang dikeluarkan 213 SM. Yang boleh tidak dibakar adalah buku yang berkaitan pertanian, kedokteran, dan catatan sejarah Negara Chi'in. Semua buku yang berkaitan dengan filsafat Kong Hu Cu dimusnahkan, tetapi secara diam-diam Shih Huang Ti memerintahkan mengkopi buku-buku yang dimusnahkan untuk disimpan di perpustakaan negara.

Shih Huang Ti juga menyatukan negara-negara di utara dan selatan Cina, kemudian untuk mempertahankan Cina dari serangan luar negeri, membangun benteng dengan menghubungkan gerbang-gerbang kerajaan dan provinsi yang memang sudah pernah dibangun di perbatasan. Penyatuan pembangunan itu menjadikan lahirnya tembok Cina sampai sekarang. Memang ada yang tidak setuju dan membrontak terhadap cara Shih Huang Ti yang memerintah dengan tangan besi. Namun kesemuanya dikandaskan oleh kaisar. Akhirnya kaisar wafat tahun 210 SM. Kaisar digantikan anaknya yang bergelar Erth Shih Huang Ti, tetapi tak setangguh ayahnya. Maka pemberontakan terjadi dimana-mana, hanya dalam 4 tahun dinasti Chi'in dimusnahkan.

Kisi-Kisi SBMPTN 2019 Soshum

Sebenarnya dalam hal ini, panitia resmi SBMPTN tidak pernah mengeluarkan kisi-kisi resmi apa saja yang nanti keluar dalam ujian. Namun soal-soal yang keluar dalam SBMPTN sebenarnya bisa diprediksi dan mempunyai pola yang sama. Dalam kasus ini saya akan menggunakan data untuk memberikan gambaran, soal apa saja yang paling sering diujikan dalam SBMPTN Soshum. Data tersebut saya dapatkan dari buku SBMPTN ini. (Anda bisa membelinya ditoko buku terdekat). Saya lalu membandingkan data dari buku tersebut dengan kumpulan soal dan pembahasan SBMPTN soshum yang saya punyai di web ini. Ternyata hasilnya menemukan kecocokan. Jadi, saya menyimpulkan bahwasannya kisi-kisi dibawah ini cocok sebagai acuan dalam belajar.  Jika anda ingin ingin melihat soal kumpulan soal soshum di web ini klik disini dan kumpulan soal TKPA klik disini.

(Ebook Materi Lengkap SBMPTN klik disini)
(Bacaan menarik: Cara Belajar SBMPTN Soshum yang efektif)

Tes soshum sendiri terdiri atas TKPA dan mata ujian bidang soshum. Bidang TKPA mencakup pelajaran TPA, Matematika dasar, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris. Mata ujian soshum terdiri atas pelajaran sejarah, geografi, sosiologi, dan ekonomi. 

Oke poin pertama adalah soal TPA. Perlu ditekankan TPA mempunyai ragam tes yang berbeda. Umunya TPA terbagi atas tes verbal, numerikal, dan figural. Oke anda bisa liat soal apa saja yang biasa diujikan di TPA dan soal mana yang sering keluar.(klik gambar untuk memperbesar)

Setelah itu pelajaran matematika dasar, bahasa indonesia, dan bahasa inggris. Anda bisa melihat materi apa yang paling sering diujikan dalam bidang tersebut. (klik gambar untuk memperbesar)



Nah ini merupakan mata ujian soshum terdiri dari empat mata pelajaran. Dengan mengetahui soal-soal apa yang sering keluar anda bisa belajar sbmptn lebih efisien.


Senin, 19 November 2018

Sejarah Kerjasama Jepang dan Indonesia

Setelah kemerdekaannya di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno, Indonesia bekerja keras membangun gedung-gedung nasional ditengah berbagai kesulitan yang dihadapinya. Ketika perjanjian pampasan perang diberlakukan diantara kedua negara pada tahun 1958, dilaksanakan proyek-proyek seperti pembangunan multi-fungsi, pembangunan pabrik dan sebagainya dengan menggunakan dana pampasan perang tersebut.  Dengan Presiden Soeharto, pembangunan infrastruktur ditekankan untuk mendukung tulang punggung perekonomian nasional, Indonesia terus mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang stabil selama hampir 30 tahun. Pada kurun waktu tersebut, ada masa di mana Indonesia harus melepaskan diri dari ketergantungan sumber daya dan melakukan reformasui struktur ekonomi, dan pada saat itu pun, Jepang memberikan dukungan melalui pengadaan pinjaman komoditas.

Setelah krisis moneter Asia pada tahun 1997, terjadi gelombang demokratisasi dan desentralisasi. Meskipun kondisi politik dan ekonomi sempat mengalami kekacauan, namun dibawah kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dipilih melalui pemilihan secara langsung untuk pertamakalinya, Indonesia kembali ke jalur pertumbuhan ekonomi yang stabil. Melalui dialog kebijakan, Jepang telah memberikan dukungan yang luas dalam pengembangan infrastruktur di wilayah metropolitan Jakarta, menuju pertumbuhan secara berkelanjutan yang dipimpin sektor swasta. Dari pertengahan tahun 2000-an, pendapatan perkapita pun semakin meningkat, dan pada tahun 2008 Indonesia menjadi anggota G20 yang merupakan satu-satunya negara dari ASEAN. Untuk kedepannya, diharapkan kedua negara dapat bergandengan tangan untuk mengatasi tantangan di kawasan Asia dan isu-isu masyarakat global, seperti langkah-langkah untuk perubahan iklim dan lain-lain. Berikut ini adalah time line kerjasama Indonesia Jepang dari masa awal kemerdekaan sampai dengan saat ini:

1. HINGGA 1960-AN(PERIODE KONSTRUKSI NASIONAL)
a. Peristiwa di Indonesia
1945: Proklamasi Kemerdekaan 
1955: Penyelanggaraan Konferensi Asia Afrika di Bandung
1963: Pembentukan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
1967: Pembentukan IGGI (Kelompok Antar Pemerintahan Pemberi Bantuan Bagi Indonesia
1968: Pelantikan  Presiden Soeharto
1969: Dimulainya Pelaksanaan Rencana Pembagunan Lima Tahun (REPELITA)
b. Hubungan Jepang dan Indonesia
1954: Dimulainya penerimaan pelatihan Jepang
1957: Dimulainya pengeriman tenaga ahli Jepang 
1958: Penandatanganan Perjanjian Perdamaian dan Persetujuan Pampasan 
1960: Para pelajar belajar ke Jepang dengan dana pampasan
1963: Pembentukan Persatuan Alumni Dari Jepang (Persada)
1968: Dimulainya pemberian Pinjaman ODA dan Bantuan Hibah untuk Indonesia.
c. Capaian Kerjasama yang Representatif
1968~: Pinjaman komoditas
1968~: Bendungan Multifungsi Karangkates Kali Konto, Riam Kanan
1968~: Jaringan Microwave di Bagian Timur
1969~: Pembangunan Pembangkit Listrik Termal Tanjung Priuk
1969~: Bantuan Keluarga Berencana
d. Tren peristiwa internasional
-Perang Dingin
-Revolusi Hijau
-Konfrensi Asia Afrika 1955
-Pembentukan ASEAN 1967

2. 1970-AN DAN PARUH PERTAMA TAHUN 1980-AN(PERIODE PEMBANGUNAN EKONOMI)
a. Peristiwa di Indonesia
1971: Pelaksanaan Pemilihan Umum pertama setelah tahun 1955
1975: Krisis Pertamina
1976: Penyelanggaraan Konfrensi Tingkat Tinggi Pertama di ASEAN
1982: Keterlibatan militer dalam politik melalui "Undang-Undang Tentara Nasional yang Baru"
b. Hubungan Jepang dan Indonesia
1970: Berakhirnya periode hibah berdasarkan Perjanjian Pampasan
1974: Peristiwa Malari (kerusuhan anti Jepang)
1977: "Doktrin Fukuda" 
1981: Perjanjian Kerjasama Sains dan Teknologi
c. Capaian Kerjasama yang representatif
1970~: Pengadaan Air Bersih di Jakarta
1972~: Pemeliharaan Situs Sejarah Taman Candi Borobudur
1973~: Perluasan Jaringan Penyiaraan Radio
1976~: Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air dan Alumunium Asahan
1977~: Pelabuhan Muara Baru Jakarta
1981~: Kerjasama Umberella untuk Pertanian dan Pembangunan Daerah Terpadu
1982~: Pembangunan irigasi Komering
1983~: Proyek Pembangunan Pelabuhan Dumai
d. Perisitiwa Internasional
1971: Normalisasi Hubungan Diplomatik Jepang-China
1973-1979: Krisis Minyak
1975: Berakhirnya Perang Vietnam
1979: Invasi Uni Soviet ke Afganistan

3. PARUH KEDUA TAHUN 1980-AN(PERIODE PENYESUAIAN STRUKTURAL)
a. Peristiwa di Indonesia
1986: Krisis Neraca Pembayaran Internasional
b. Hubungan Jepang dan Indonesia
1986: Pendirian Universitas Dharma Persada oleh alumni pelajar Indonesia yang belajar ke Jepang
1988: Dimulainya penugasan Tenaga Ahli Muda (JOCV, Japan Overseas Cooperation Volunteers) di Indonesia
c. Capaian kerjsama yang representatif
1986~: Proyek Pembangunan Bandar Udara Bali
1986~: Modernisasi Kereta Api di Wilayah Jabodetabek
1986~: Penguatan Balai Inseminasi Buatan
1988~: Pinjaman Program Sektoral
1989~: Pembangunan Dasar Pembuatan Vaksin Polio dan Campak di dalam negeri
d. Peristiwa Internasional
1995: Perjanjian Plaza
1986: Reverse Oil-Shock
1989: Insiden Lpangan Tiananmen China
1989: Pembentukan APEC
1989: Berakhirnya Perang Dingin

4. TAHUN 1990-AN (MASA PERTUMBUHAN SAMPAI KRISIS EKONOMI ASIA)
a. Peristiwa di Indonesia
1990: Pemulihan Hubungan Diplomatik dengan China
1992: Pembentukan Consultative Group on Indonesia (CGI)
1994: Tuan Rumah Konferensi Tingkat Tinggi APEC Ke-2
1997: Pelarihan ke Sistem Harga Pasar Fluktatif
1998: Presiden Soeharto mengundurkan diri
b. Hubungan Jepang dan Indonesia
1998: New Miyazawa Initiative
1998: Dimulainya penugasan Tenaga Ahli Silver (SV) di Indonesia
c. Capaian Kerjasama yang Representatif
1991~: Pinjaman Sektor Angkatan Laut di Indonesia bagian Timur
1993~: Memastikan Layanan Kesehatan Ibu dan Anak melalui proyek Buku Kesehatan Ibu & Anak
1994~: Proyek Rel Ganda Kereta Lintas Utara Cikampek-Cirebon
1995~: Pembangunan & Konstruksi Pusat Studi Jepang Universitas Indonesia
1997~: Proyek Penguatan Masyarakat Desa Untuk Mendukung Program Pemberantasan Kemiskinan di Sulawesi
d. Peristiwa Internasional
1991: Runtuhnya Uni Soviet
1997: Krisis moneter Asia

5. SEJAK AKHIR TAHUN 1990-AN (PERIODE DEMOKRATISASI DAN DESENTRALISASI)
a. Peristiwa di Indonesia 
1999-2002: Amandemen UUD 1945 (4 kali)
2000: Pemisahan Polisi Republik Indonesia dari Tentara Nasional Indonesia
2003: Berakhirnya Program Bantuan IMF
2004: Terpilihnya Presiden Yudhoyono melalui pemilihan presiden secara langsung
2004: Bencana Tsunami Aceh
2006: Bencana Gempa Bumi di Jawa Tengah
2007: Pembubaran CGI
b. Hubungan Jepang dan Indonesia
2003: Penyelanggaraan Konferensi Tingkat Tinggi Khusus Jepang-ASEAN sebagai co-chair
2004: Pembentukan Forum Investasi Gabungan Pemerintah dan Swasta Tingkat Tinggi Jepang-Indonesia
c. Capaian Representatif
1999-2004: Bantuan Pemilu
2001~: Bentuan Kebijakan Ekonomi
2001~: Program Bantuan Reformasi Kepolisian Nasional
2003~: Penguatan Jejaring Pendidikan Tinggi melalui ASEAN University Network/Proyek  Pengembangan Pendidikan Keteknikan Asia Tenggara
2004~: Bantuan Pemulihan dan Rekonstruksi Aceh
2005~: Pinjaman Kebijakan Pembangunan
2005: Proyek Fakultas Kesehatan & Kedokteran Universitas Islam Negeri Jakarta
2007~: Program Pembangunan Daerah Indonesia bagian Timur Laut
2007~: Proyek Pembangunan Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin
d. Peristiwa Internasional
2000: Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs)
2001: Insiden serangan teroris di Amerika (Insiden Terorisme 9/11)
2005: Mulai berlakunya protokol Kyoto

6. SEJAK AKHIR 2000-AN (PERIODE MENUJU NEGARA BERPENGHASILAN MENENGAH)
a. Peristiwa di Indonesia
2008: Masuk menjadi anggota G20
2009: Jakarta Commitment 
2018: Penyelanggaraan Asian Games ke-18
b. Hubungan Jepang dan Indonesia
2008: Mulai berlakunya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Indonesia-Jepang
c. Capaian Representatif
2008~: Pinjaman Program Penanggulangan Perubahan Iklim
2012: Studi Master Plan Metropolitan Priority Area (MPA) Jakarta untuk Investasi dan Industri
2013: Memulai Pembangunan Kereta Api Cepat (MRT) di Kota Jakarta
2014~: Proyek Penguatan Sistem Jaminan Nasional
2014~: Proyek Peningkatan Kapasitas Keamanan Informasi
2017~: Pembangunan Proyek Pelabuhaan Baru di Kawasan Timur Jakarta
d. Peristiwa Internasional
2008: Krisis Keuangan 2008
2011: Gempa Bumi Besar di Jepang Bagian Timur 
2015: Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)
2015: Pembentukan Bank Infrastruktur Asia (AIIB/Asian Infrastructure Invesment Bank)
2015: Pembentukan Masyarakat Ekonomi ASEAN

Minggu, 18 November 2018

SOEHARTO: PETRUS ADALAH TANGGUNG JAWAB SAYA

Pada tahun 1983 rezim Orde Baru menerapkan kebijakan yang ditakuti para penjahat bahkan preman: tembak mati. Mereka bisa mati kapan saja oleh penembak misterius sehingga disebut petrus.

Selama beroperasi, petrus telah menghabisi ribuan korban jiwa. Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras) mendata puncak tertinggi korban petrus terjadi pada 1983 dengan 781 orang tewas.

Kebijakan petrus ini atas restu Presiden Soeharto. Dalam otobiografinya, Pikiran, Ucapan dan Tindakan Saya, Soeharto beralasan bahwa petrus sebagai usaha mencegah kejahatan seefektif mungkin dengan harapan menimbulkan efek jera.

“Dengan sendirinya kita harus mengadakan treatment, tindakan yang tegas. Tindakan tegas bagaimana? Ya, harus dengan kekerasan. Tetapi kekerasan itu bukan lantas dengan tembakan, dor! dor! begitu saja. Bukan! Tetapi yang melawan, ya, mau tidak mau harus ditembak. Karena melawan, maka mereka ditembak,” kata Soeharto.

Dalam kenyataannya, sebagaimana diberitakan media massa, bertato saja sudah cukup bagi mereka yang dianggap penjahat dihabisi oleh petrus. Di berbagai kota mayat-mayat tertembak peluru di dada atau kepala dalam keadaan tangan terikat atau dimasukan ke dalam karung, digeletakkan begitu saja di emperan toko, bantaran kali, dan di semak-semak.

“Lalu mayatnya ditinggalkan begitu saja,” kata Soeharto. “Itu untuk shock therapy, terapi goncangan. Supaya orang banyak mengerti bahwa terhadap perbuatan jahat masih ada yang bisa bertindak dan mengatasinya.”

Para petinggi militer pun mengamini sang presiden. Mayjen TNI Yoga Sugomo, kepala Bakin (Badan Koordinasi Intelijen Negara), menyatakan tak perlu mempersoalkan para penjahat yang mati secara misterius. Yoga menilai pembunuhan terhadap preman “merupakan kepentingan yang lebih besar daripada mempersoalkan penjahat yang mati misterius, dan persoalan-persoalan asas yang dipermasalahkan.”

Jenderal TNI Benny Moerdani, panglima ABRI merangkap Pangkopkamtib (Komando Pemulihan Keamanan dan Ketertiban), yang disebut-sebut sebagai salah satu perancang operasi petrus, mengatakan kalau peristiwa itu dipicu oleh perang antargeng. Dia berdalih pembunuhan-pembunuhan itu tak melibatkan tangan ABRI.

Petrus menimbulkan protes dari para tokoh, salah satunya Adam Malik, mantan wakil presiden (1978-1983). Dia tak setuju dengan aksi petrus. “Jangan mentang-mentang penjahat kerah dekil langsung ditembak, bila perlu diadili hari ini langsung besoknya dieksekusi mati. Setiap usaha yang bertentangan dengan hukum akan membawa negara ini pada kehancuran,” kata Adam Malik.

Pengganti Adam Malik, Jenderal (Purn.) TNI Umar Wirahadikusumah juga menanyakan langsung kepada Soeharto mengenai petrus. “Apakah tidak ada cara lain yang tidak usah menggunakan tindakan-tindakan drastis itu?” tanya Umar dalam Di Antara Para Sahabat: Pak Harto 70 Tahun.

Soeharto menjawab bahwa alasan petrus karena rakyat kecil telah dipersulit oleh sekelompok manusia jahat di beberapa daerah; mereka dirampok, diperkosa, dan lain-lain. Sementara polisi dan aparat keamanan lainnya boleh dikatakan tidak berdaya, sehingga suatu shock treatment perlu diambil untuk menghilangkan atau paling tidak mengurangi kejahatan.

“Ya, nanti biar saya yang bertanggung jawab kepada Tuhan,” kata Soeharto. Petrus dihentikan pada 1985 setelah ada tekanan dari dunia internasional.

sumber: OA Line Indonesia Tempo Dulu

Soal Prediksi SBMPTN 2019 TKPA dan Pembahasannya

Jika saya sebelumnya membagikan prediksi soal SBMPTN 2019 Saintek (klik disini) maka kali ini saya akan membagikan soal kelanjutannya yaitu mata uji bidang TKPA yang diujikan dalam rumpun soshum dan saintek. Jadi bisa dibilang ini tes wajib bagi anak IPA dan IPS. Soal yang saya berikan terdiri dari 5 paket terhitung cocok untuk latihan mandiri. Saran saya cobalah kerjakan sendiri terlebih dahulu baru sehabis itu anda bisa melihat pembahasannya. Semoga apa yang saya berikan berguna bagi anda semua.

Download soal 1
Download soal 2
Download soal 3
Download soal 4
Download soal 5

Baca Menarik: Strategi Belajar Agar Lolos SBMPTN 2019

Sabtu, 17 November 2018

Mengapa Berlin Airlift adalah Pemicu Besar Pertama Perang Dingin?

Setelah Perang Dunia II berakhir,  Apa yang harus dilakukan dengan Jerman yang sudah dikalahkan dan dihancurkan? Jawaban tersebut ada Di Potsdam pada tahun 1945, Tiga Besar (Amerika Serikat, Inggris Raya dan Uni Soviet) setuju untuk membagi Jerman ke dalam zona pendudukan, dengan Soviet mengambil bagian timur negara itu dan Amerika Serikat, Inggris Raya dan Perancis mengusai Barat. Ibukota Berlin, yang terletak jauh di dalam Jerman Timur, dibagi dengan cara yang sama.

Tiga tahun kemudian, ketika kedua belah pihak semakin berselisih. Pada 24 Juni 1948, karena marah oleh reformasi mata uang yang diperkenalkan oleh Amerika Serikat dan Inggris ke dalam wilayah mereka, Soviet memblokir semua rute jalan, kereta api dan air ke sektor-sektor Berlin yang dikuasai Sekutu. Blokade memotong pasokan listrik, makanan, dan batubara kota, serta aksesnya ke dunia luar. Untuk itu Sekutu, datang memberikan bantuan Berlin Barat - sebuah pulau demokratis di tengah-tengah negara komunis.

Lebih dari 11 bulan, pilot Amerika dan Inggris mengangkut sekitar 2,3 juta ton persediaan ke Berlin Barat.
Menurut kesepakatan yang dibuat pada tahun 1945, Amerika Serikat dan Inggris masih memiliki tiga koridor udara ke Berlin terbuka bagi mereka, sehingga mereka memutuskan untuk mengangkut makanan, batu bara dan pasokan penting lainnya ke kota dari pangkalan udara militer Sekutu di Jerman barat. Pada tanggal 26 Juni, Amerika Serikat meluncurkan "Operasi Vittles;" Inggris mengikuti dua hari kemudian dengan "Operasi Plainfare."

Selama 11 bulan berikutnya, pilot Amerika dan Inggris mengangkut sekitar 2,3 juta ton pasokan ke Berlin Barat dengan total 277.500 penerbangan,  yang akan menjadi operasi bantuan udara terbesar dalam sejarah. Pada puncaknya, pada musim semi 1949, sebuah pesawat Sekutu mendarat di Bandara Tempelhof Berlin setiap 45 detik . Pesawat-pesawat itu membawa semuanya mulai dari barang-barang makanan dan obat-obatan hingga batu bara dan mesin, semuanya vital bagi kelangsungan hidup orang Berlin Barat yang lapar, takut dan masih terguncang dari luka-luka yang ditimbulkan selama Perang Dunia II. Salah satu pahlawan paling terkenal di udara, Pilot AS Gail S. Halvorsen, menjatuhkan bungkusan permen, permen karet dan permen lainnya untuk anak-anak kota, mendapatkan julukan "Permen Bomber."

"Airlift adalah jalur hidup untuk Berlin Barat," kata Hope Harrison, seorang profesor sejarah dan hubungan internasional di George Washington University yang telah banyak menulis tentang Perang Dingin, Jerman dan Rusia.
Karung tepung, dikirim oleh AS, dibongkar di landasan sebagai reaksi terhadap blokade Rusia di Berlin. (Kredit: Walter Sanders / The LIFE Picture Collection / Getty Images)

Amerika dan Inggris sangat ingin mempertahankan kehadiran Barat di Berlin.
Meskipun baik orang Inggris maupun Amerika tidak ingin berperang dengan Soviet, mereka sangat ingin mempertahankan kehadiran Barat di Berlin. Sebagaimana Jenderal AS Lucius Clay, berkedudukan di Jerman, melaporkan  ke Washington pada pertengahan Juni 1948: “Kami yakin bahwa keberadaan kami di Berlin sangat penting bagi prestise kami di Jerman dan di Eropa. Apakah baik atau buruk, itu telah menjadi simbol dari niat Amerika. "

Sekutu beralasan bahwa jika Soviet menentang Berlin Airlift dengan kekuatan, mereka akan bertindak agresif terhadap misi kemanusiaan dan melanggar perjanjian eksplisit(tindakan tidak etis). Meskipun Soviet memang melecehkan beberapa pesawat Sekutu selama pengangkutan, mereka tidak mengambil langkah yang lebih agresif untuk menentangnya, mereka tidak ingin mengambil risiko perang habis-habisan dengan Barat. Meskipun Amerika Serikat berharap untuk menyelesaikan krisis secara damai, pemerintahan Presiden Harry S. Truman mengirim bomber B-29 yang mampu membawa senjata nuklir ke Inggris selama pengangkutan udara, menunjukkan betapa panasnya situasi pada waktu itu.

"Ini adalah konflik terbesar dalam perkembangan Perang Dingin," kata Harrison. “Itu membuatnya situasi jelas terbelah - komunis di satu sisi, demokrat di sisi lain. Itu benar-benar terlihat jelas bagi orang Jerman."   "Airlift juga meyakinkan Prancis merubah sikap, yang pada awalnya mengambil sikap lebih dendam terhadap rakyat Jerman setelah perang berakhir."  "Dibutuhkan blokade Berlin untuk membujuk Prancis, menjadikan Uni Soviet musuh baru bagi Prancis."  Harrison menjelaskan. "bahwa Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis memiliki musuh yang lebih besar.'"

Stalin tidak menginginkan Berlin Airlift.
Pada 12 Mei 1949, Soviet mengakhiri blokade Berlin yang telah dilakukan oleh Sekutu setelah 11 bulan, dan warga Berlin Barat mulai menyambut konvoi darat Inggris dan Amerika yang pertama. Beberapa minggu sebelumnya, Sekutu Barat telah bertemu di Washington untuk membentuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), dan dua minggu setelah blokade dicabut, Republik Federal Jerman (Jerman Barat) secara resmi didirikan. “ Stalin mendapat kebalikan dari apa yang dia inginkan,” kata Harrison. “Dia pada dasarnya, membuka blokade tersebut, mencoba menghentikan pembentukan negara Jerman Barat. Yah, dia malah mendapatkan hasil pembentukan negara Jerman Barat, dan aliansi militer Barat. ”

Di awal pengangkutan, ketika pesawat Inggris dan Amerika sedang berjuang untuk membawa sejumlah kargo yang diperlukan ke Berlin Barat, Soviet menawarkan untuk mencabut blokade jika Sekutu menarik Deutschmark baru dari kota. Tetapi Sekutu menolak, dan pada musim gugur 1948 sekitar 300.000 warga Berlin Barat berkumpul di Reichstag untuk menunjukkan penentangan mereka terhadap dominasi Soviet, membantu meyakinkan Sekutu untuk melanjutkan pengangkutan.

Pada musim semi berikutnya, sudah jelas bahwa Berlin Airlift telah menjadi sukses besar. Sementara itu, blokade balik Sekutu yang menghentikan semua lalu lintas kereta api ke Jerman Timur dari zona AS dan Inggris telah mengeringkan pasokan batubara dan baja di kawasan itu, menghambat perkembangan industrinya dan membuat Soviet khawatir akan reaksi politik.

Sekelompok anak-anak Jerman berdiri di atas puing bangunan, bersorak-sorai pesawat kargo Amerika Serikat saat terbang di atas bagian barat Berlin. (Kredit: Bettmann Archive / Getty Images)
Pada bulan Oktober 1949, Republik Demokratik Jerman (Jerman Timur) secara resmi diumumkan. Tiga tahun kemudian, rezim Soviet Stalin menutup perbatasan antara Jerman Timur dan Barat, meninggalkan Berlin sebagai satu-satunya saluran bagi Jerman Timur yang ingin melarikan diri dari komunisme. Antara tahun 1949 dan 1961, sekitar 2,5 juta dari mereka melarikan diri melalui Berlin Barat, hingga pada bulan Agustus 1961 pemerintah Jerman Timur mendirikan pagar kawat berduri yang akan menjadi Tembok Berlin .

Krisis atas Berlin pada tahun 1948-49 telah mengokohkan pembagian Eropa menjadi negara komunis dan anti-komunis, dan mengubah ibu kota Jerman, yang sebelumnya diidentifikasi dengan Nazisme dan Hitler, menjadi simbol era Perang Dingin dan kebebasan. Untuk  warga Jerman Barat, Berlin Airlift akan menanamkan rasa terima kasih abadi terhadap Amerika Serikat dan Inggris, musuh-musuh lama mereka selama PD I dan PD II, yang tidak membiarkan mereka ditelan ke dalam rezim komunis, dan telah membantu mereka ketika mereka sangat membutuhkan bantuan.

“Anda membantu kami di saat kami membutuhkan — kami akan membantu Anda sekarang.”
Beberapa dekade kemudian, lama setelah Perang Dingin memudar ke dalam ingatan, efek jangka panjang dari Berlin Airlift tetap bertahan. “Begitu banyak orang Berlin dari generasi itu hingga hari ini memiliki kaleng makanan atau susu bubuk yang mereka simpan sebagai suvenir [dari kejadian tersebut],” kata Harrison. “Setelah serangan teroris 2001 di Amerika Serikat, kota Berlin mengeluarkan iklan satu halaman penuh di New York Times dengan gambar-gambar pengangkutan. Dikatakan 'Kamu membantu kami di saat kami membutuhkan — kami akan membantu Anda sekarang.' ”

Sumber: History.com