Rabu, 18 Juli 2018

Sejarah Olimpiade, pesta olahraga terbesar di dunia

Olimpiade adalah pertandingan olahraga yang diikuti oleh berbagai negara didunia dan turut mempertandingkan berbagai macam olahraga. Olimpiade sudah ada sejak zaman Yunani kuno dan olimpiade pertama yang tercatat sejarah terjadi ditahun 776 sebelum masehi.

Di zaman Yunani kuno, Olimpiade diselenggarakan empat tahun sekali untuk dan pertandingan ini digelar sebagai penghormatan kepada dewa Zeus. Olimpiade saat itu diadakan di wilayah Olympia yang berada di bagian tenggara Yunani. Berbagai cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi lomba lari, lembar lembing, lompat jauh, lomba kereta kuda, pankration (olahraga yang menggabungkan gulat dan tinju).

Ketika Yunani dikuasai oleh Romawi olimpiade masih terus digelar namun dibatasi dan pada 393 masehi pesta olahraga tersebut dilarang oleh Kaisar Theodosius I karena olimpiade dianggap sebagai budaya paganisme akhirnya olimpiade tidak digelar lagi selama berabad-abad.

Di abad 19 timbul gagasan untuk mengadakan kembali olimpiade. Panagiotis Soutsos orang pertama yang menggagas untuk menghidupkan kembali acara olahraga yang telah mati tersebut pada 1833. Akhirnya olimpiade kembali diadakan di Yunani pada 1859 tepatnya di Athena. Kemudian pada tahun 1892 muncul ide dari Baron Pierre de Coubertin untuk mengadakan olimpiade yang diikuti oleh berbagai negara dan dua tahun kemudian dibentuk International Olympics Committe (IOC).

Pada 1896 olimpiade modern pertama digelar di Athena yang diikuti oleh 280 atlet dari 13 negara dan mempertandingkan 43 cabang olahraga meliputi cabang atletik, menembak, gulat, berenang, senam,  balap sepeda, sampai hanggar. Olimpiade mulai menjadi ajang olahraga internasional ditahun 1924 dan olimpiade musim dingin mulai diselenggarakan ditahun yang sama.

Sampai sekarang olimpiade masih digelar setiap empat tahun sekali. Olimpiade musim panas terakhir adalah yang ke 31 diadakan di Rio de Janeiro, Brazil pada tahun 2016 sedangkan olimpiade musim dingin terakhir adalah yang ke 28 diadakan di Pyeongchang, Korea Selatan dibulan Februari lalu dan sampai sekarang olimpiade menjadi ajang olahraga terbesar di dunia yang diikuti oleh ribuan atlet dari berbagai negara.

sumber: OA Historypedia Line
penulis: Wellesley/Wellington

Selasa, 17 Juli 2018

Materi Terlengkap TPA Penalaran Analitis

Penalaran analitis diujikan untuk mengukur kemampuan kita dalam menyederhanakan suatu persoalan, membuat suatu hubungan-hubungan faktual secara logis dari suatu informasi gagasan atau ide yang tidak terstruktur dengan baik, dan pada akhirnya dapat menarik sebuah kesimpulan yang sesuai dengan berbagai kondisi dan hubungan yang ada. Dalam bagian ini kita dituntut untuk menarik hubungan antarkalimat, memanipulasi informasi dan data data, selanjutnya menggunakannya untuk menyelesaikan suatu masalah yang lebih khusus.
Di dalam soal penalaran analitis, kita dituntut untuk dapat menjawab pertanyaan berdasarkan informasi-informasi yang diberikan. Semua informasi yang diberikan secara tersirat dan saling berkaitan satu sama lain. Jawaban dari soal jenis ini tidaklah eksplisit (terlihat langsung dalam cerita). Namun, kita harus Analisa terhadap kenyataan yang ada dalam soal untuk kemudian bisa menemukan jawaban yang benar kita inginkan. Kelompok ini merupakan bagian level sukar dalam rangkaian tes TPA serta tes memerlukan waktu lebih lama serta kerja pikiran yang lebih esktra  untuk dapat menyelesaikan soal-soal penalaran analitis.

Tips!!
-Dalam  mengerjakan soal penalaran analiti,s jangan terfokus pada pernyataan, tetapi cermati pula pilihan jawabannya. Kadang dengan melihat jawaban, kita busa mengeliminasi pilihan jawaban yang tidak sesuai dengan pernyataan.
-Untuk tes penalaran analitis, Anda harus cermat dalam menganalisis soal. Soal jenis ini relatif lebih sukar. Langkah penyelesaian penyelesaian yang paling mudah adalah dengan menerjemahkan soal ke dalam bentuk bagan, gambar,diagram alur, atau model matematika.
-waktu yang anda miliki maksimal hanya 50 detik/soal. Jika merasa benar-benar blank, lebih baik anda beralih ke soal berikutnya. Kerjakan dengan fokus dan jangan tergesa-gesa.
Berdasarkan pola yang sering keluar, penalaran analitis secara garis besar dapat dikelompokkan dalam tiga tipe soal. Berikut penjelasannya.

TIPE SOAL PERBANDINGAN
Secara umu, penyelsaian soal tipe ini adalah dengan membuat kemungkinan-kemungkinan dari soal dan memberikan tanda ">", "<", atau "=" pada kualitas masalah yang dibicarakan. Atau juga menyusun data secara urut berdasarkan keterangan pada soal. Susun data berdasarkan mana yang lebih tinggi, mana yang lebih dulu, mana yang lebih tua, dan lain-lain.
Tips!!!
Untuk mempermudah dalam menarik hubungan antar pernyataan, sajikan semua dalam bentuk ">". Misalkan ada keterangan X < Y, maka tulislah menjadi bentuk Y > X.
Contoh soal
Setelah mengikuti pelatihan pemasaran, peningkatan keuntungan yang diperoleh peserta beda-beda. Peningkatan keuntungan Andi lebih besar daripada Beni. Citra mendapatkan peningkatan keuntungan setera dengan Beni,  sementara Tari lebih tinggi peningkatan keuntungannya daripada Beni. Peningkatan Andi lebih tinggi daripada Tari, tetapi lebih rendah daripada Rosa. Peserta pelatihan yang paling tinggi peningkatan keuntungannya adalah....
A. Beni
B. Citra
C. Andi
D. Tari
E. Rosa
Pembahasan:
Peningkatan keuntungan diperoleh setelah mengikuti pelatihan pemasaran adalah sebagai berikut:
1) Peningkatan keuntungan Andi lebih besar daripada Beni, maka: A > B
2) Citra mendapatkan peningkatan keuntungan setara dengan Beni, maka C = B
3) Tari lebih tinggi peningkatan keuntungannya daripada Beni, maka: T > B
4) Peningkatan Andi lebih tinggi daripada Tari, tetapi lebih rendah daripada Rosa, maka R > A > T
hubungan yang dapat disimpulkan adalah
R > A > T > (B=C). Jadi, peserta pelatihan yang mendapatkan keuntungan paling banyak adalah Rosa.

TIPE SOAL IMPLIKASI (HUBUNGAN ANTARSYARAT)
Kemampuan yang diperlukan dalam menyelsaikan soal dalam tes ini lebih pada kemampuan logika. Anda dituntut mencermati dan memahami hubungan yang terjadi pada gagasan, ide, ataupun pernyataan yang ada pada soal sehingga Anda dapat menggunakan hubungan-hubungan yang terjadi secara logis. Kecermatan dan ketelitian amat sangat Anda perlukan dalam menyelsaikan soal.
Cara pengerjaannya, pertama disederhanakan keterangan-keterangan dalam soal, selanjutnya cermati maksud-maksud dalam keterangan tersebut dan jadikan sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh jawaban yang kita rasa benar.
Contoh soal:
Suatu proyek terdiri atas beberapa jenis proyek kecil, yakni proyek A, B, C, D, E, dan F. Proyek kecil ini berkaitan satu sama lain sehingga tiap jenis pekerjaan diatur sebagai berikut:
1)Proyek B hanya boleh dikerjakan bersama proyek C
2)Proyek A boleh dikerjakan bersama proyek E
3)Proyek B tidak boleh dikerjakan bersama dengan proyek D.
4)Proyek E dikerjakan jika dan hanya proyek F dikerjakan.
Pertanyaan:
1. Jika proyek A dan D dikerjakan maka yang pasti tidak dikerjakan adalah proyek...
A. B
B. C
C. E
D. F
2. Jika minggu kedua pekerja wajib mengerjakan proyek F dan tidak boleh mengerjakan proyek C, maka...
A. pekerja juga mengerjakan proyek D
B. pekerja tidak mengerjakan proyek B
C. pekerja tidak mengerjakan proyek E
D. pekerja pasti mengerjakan proyek A
3. Jika pekerja sudah mengerjakan proyek E, maka...
A. pekerja tidak akan mengerjakan proyek A
B. pekerja tidak mengerjakan proyek D
C. pekerja juga mengerjakan proyek F
D. pekerja hanya akan mengerjakan proyek B
4. Jika pekerjaan tidak mengerjakan proyek C, maka...
A. pekerja akan mengerjakan proyek D
B. pekerja akan mengerjakan proyek E
C. pekerja tidak mengerjakan proyek A
D. pekerja tidak mengerjakan proyek B
Pembahasan
1. Jawaban: A 
Diketahui pernyataan:
1)Proyek B hanya boleh dikerjakan bersama proyek C.
2)Proyek A boleh dikerjakan bersama proyek E.
3)Proyek B tidak boleh dikerjakan bersama dengan proyek D
4)Proyek E dikerjakan jika dan hanya proyek F dikerjakan. Lihat pernyataan 3.
2. Jawaban: B
Karena proyek C tidak boleh dikerjakan maka proyek B juga tidak boleh dikerjakan (Perhatiakn pernyataan 1)
3. Jawaban: C
Lihat pernyataan terakhir, "Proyek E dikerjakan jika dan hanya proyek F dikerjakan".
4. Jawaban: D
Lihat pernyataan pertama, "Proyek B hanya boleh dikerjakan bersama proyek C"

TIPE SOAL KOMBINATORIK
Tipe soal ini biasanya menyediakan masalah berupa penyusunan jadwal, kemungkinan cara berpakaian, kemungkinan posisi duduk, dan kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa dikerjakan dengan membuat tabel penyelsaian maupun grafik. Lalu meletakan masing-masing komponen soal pada tempat yang sesuai dengan yang disyaratkan soal.
Tips!!
-Dalam soal biasanya kita diberikan beberapa pernyataan yang bisa kita bentuk menjadi sebuah rangkaian susunan. Saat mengisi tempat kedudukan susunan tersebut maka perhatikan kaitan antarpernyataan. Misalkan, satu pernyataan berbicara tentang A, maka langkah selanjutnya cari pernyataan yang ada kaitannya dengan A, begitu seterusnya.
-Berdasarkan keterangan dalam soal, biasanya kita bisa menyusun beberapa kombinasi susunan yang mungkin, maka susunlah kemungkinan-kemungkinan itu jika memungkinkan.
Contoh soal
1. Angela, Lilian, Marry dan Cindy adalah 4 orang petenis profesional yang bertanding di Tokyo Open. Mereka bertanding satu sama lain sehingga terdapat 6 pertandingan untuk menentukan pemenang. Setiap kali memenangkan 1 pertandingan, tiap peserta memperoleh 100 poin. Cindy dikalahkan oleh Angela, Lilian mengalahkan Angela dan Cindy, dan Marry mengelahkan Lilian, Angela dan Cindy.
1. Berapa pertandingan yang dimenangkan Lilian?
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
2. Siapa yang selalu kalah?
A. Mary
B. Lilian
C. Cindy
D. Angela
Pembahasan:
1. Jawaban: B
Jika hasi pertandingan ditampilkan dengan table, maka:
Lawan
Angela
Cindy
Lilian
Marry
Angela

Angela
Lilian
Marry
Cindy


Lilian
Marry
Lilian



Marry
Marry






Dari table terlihat bahwa pertandingan yang dimenangkan oleh Lilian adalah 2 pertandingan
2. Jawaban:C
Dengan melihat table di atas, juga dapat diketahui bahwa yang tidak pernah menang adalah Cindy.

Senin, 16 Juli 2018

Cara Menjawab TPA Penalaran Logis

Secara umum ada dua penalaran, yaitu penalaran logis dan penalaran analitis. Dalam penalaran logis yang diuji adalah proses berpikir kita dalam menggali, mengamati, dan menghubungkan beberapa fakta atau beberapa premis (mayor dan minor) yang diketahui  sehingga diperoleh suatu kesimpulan logis dan sah.
Metode aturan baku adalah metode pengambilan kesimpulan berdasarkan prinsip-prinsip dasar atau rumus-rumus baku pengambilan kesimpulan. Berikut adalah beberapa hal yang harus dipahami.
1. Negasi
Negasi adalah pengingkaran nilai kebenaran suatu pernyataan. Jika A adalah suatu pernyataan yang bernilai benar, maka ingkaran dari A bernilai salah.
Contohnya yaitu ingkaran dari "ayah makan" adalah "ayah tidak makan"

2. Operator logika
Dalam operasi hitung kita kenal dengan istilah operasi bilangan (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian), sedangkan dalam logika dikenal operator atau penghubung dari dua penyataaan yang masing-masing punya nilai kebenaran (salah/benar)
Operator Logika
Contoh
“dan”
Ayah pergi ke sawah dan ibu pergi ke pasar
“atau”
Hari ini aku libur atau hari ini aku masuk kerja
“Jika..., maka..”
Jika aku rajin belajar maka masuk PTN
“...jika dan hanya jika...”
Kamu bisa masuk PTN Jika dan hanya jika lulus SBMPTN


Catatan penting!
a. "A dan B" sama dengan "B dan A"
b. "A atau B" sama dengan "B atau A"
c. "A jika dan hanya jika B" sama dengan "b jika dan hanya jika"
d. "Jika A maka B" tidak sama dengan "Jika B maka A"

3. Kuantor Universal dan Kuantor Eksistensial
a. Kuantor universal adalah suatu pernyataan yang berlaku untuk umum, dalam soal ditandai dengan kata "untuk semua nilai x" atau "untuk setiap nilai x".
b. Kuantor eksistensial adalah suatu pernyataan yang berlaku secara khusus, dalam soal ditandai  dengan kata "ada"; "beberapa";"sebagian";"paling tidak satu"; dll.
c. Ingkaran dari pernyataan berkuantor
1) Ingkaran dari "tidak semua" adalah "ada/beberapa/sebagian"
2) Ingkaran dari "tidak ada/tidak sebagian" adalah semua"

4. Sifat Ekuivalen (Pernyataan Senilai)
No.
Pernyataan
Contoh
1.
“Jika P maka Q” senilai dengan “Jika tidak Q maka tidak P”, Ingat!
“Jika P maka Q “senilai dengan “Jika Q maka P”
“Jika aku lapar maka aku akan makan nasi” senilai dengan “Jika aku tidak makan nasi maka aku tidak lapar”
2.
Ingkaran dari pernyataan “P atau Q” senilai dengan “tidak P dan tidak Q”
Ingkaran dari “Aku makan dan aku minum” adalah “Aku tidak makan dan aku tidak minum”
3.
Ingkaran dari pernyataan “P dan Q” senilai dengan “tidak P atau tidak Q”
“Ingkaran dari “Aku makan atau aku minum” adalah “Aku tidak makan dan aku tidak minum”
4.
“Jika P maka Q” senilai dengan “tidak P atau Q”
“Jika hujan reda maka aku akan pergi ke sekolah” senilai dengan “Hujan tidak reda atau aku pergi ke sekolah”

 Ingat!!!
Dalam soal TPA, model yang sering keluar melibatkan operator "Jika...maka..." Ini sama artinya dengan "untuk semua nilai x" atau "untuk setiap nilai x"
Contoh:
Semua hewan yang berkaki empat berkembang biak dengan beranak".
Sama artinya dengan "Jika hewan berkaki empat maka berkembang biak dengan beranak"

5. Aturan Penarikan Kesimpulan
Aturan 1:
Premis 1:
Jika P maka Q
Premis 2:
P
Kesimpulan
Q
Contoh:
1) Semua sarjana pintar bahasa Inggris.
(sama artinya dengan "jika seseorang adalah sarjana maka dia pintar bahasa inggris").
2) Kamu adalah sarjana.
Kesimpulan:
Kamu pintar bahasa Inggris

Aturan 2:
Premis 1:
Jika P maka Q
Premis 2:
Tidak Q
Kesimpulan
Tidak P
Contoh: 
1) Semua sarjana pintar bahasa Inggris.
(sama artinya dengan "jika seseorang adalah sarjana maka dia pintar bahasa inggris")
2) kamu TIDAK pintar bahasa Inggris
Kesimpulan:
kamu bukan sarjana

Aturan 3: 
Premis 1:
Jika P maka Q
Premis 2:
Jika Q maka R
Kesimpulan
Jika P maka R
Contoh:
1) Semua sarjana pintar bahasa Inggris
2) Semua orang yang pintar bahasa Inggris bisa mendapat beasiswa
Kesimpulan:
Jika sarjana maka bisa mendapatkan beasiswa 
(senilai dengan "Semua sarjana bisa mendapatkan beasiswa").


Sabtu, 14 Juli 2018

Tips dan Trik Menjawab Cepat TPA Sinonim dan Antonim

Biasanya tes sinonim antonim merupakan salah satu tes wajib dalam ujian TPA. Soal tipe sinonim dan antonim biasanya hadiri dalam tes masuk perguruan tinggi negeri(test center&ujian mandiri atau kedinasan seperti STIS dan STAN, bahkan dalam tes melamar pekerjaan.  Tes ini sendiri bisa dibilang salah satu jenis tes yang tidak bisa dipersiapkan dalam waktu yang singkat. Ada ribuan kata yang mungkin keluar selama ujian TPA, Apakah kamu sanggung menghafalkannya dalam waktu tempo yang singkat? Maka penguasaan banyak kata tidak mungkin dipersiapkan dalam tempo yang beberapa hari saja. Kata-kata baru biasanya akan terkumpul secara alamiah dan masuk ke memori alam bawah sadar kalian secara bertahap. Hal yang paling mungkin dilakukan adalah sesering mungkin "berjumpa" dengan berbagai jenis kata dalam kehidupan sehari-hari. Oke langsung saja ini lah tips trik menjawab soal TPA sinonim dan antononim.

1. Kata-kata yang keluar biasanya dari bacaan/wacana dari media pemberitaan nasional
Sebaiknya dari sekarang  kamu harus membangun kebiasaan membaca harian media nasional. Di era internet ini kamu dapat dengan mudah mengakses semua berita dari media nasional tanpa susah harus membeli koran ataupun majalahnya. Dengan sering membaca maka kamu akan menemukan istilah-istilah asing ditelinga kamu. Dimana ketika kamu menemukan istilah tersebut maka ada baiknya kamu langsung membuka kamus dan mencari maknanya. Dengan kebiasaan membaca maka kamu mempunyai ribuan kata yang tersimpan dalam otak. Selain itu membaca membuat kamu nantinya terbiasa dalam mengerjakan tpa analitik
2. Hindari menghapal kamus
Ini merupakan pekerjaan yang sia-sia dimana kamu hanya menghabiskan waktu saja. Kebanyakan kosakata yang hanya dihapal begitu saja tanpa melekat pada konteks tertentu cendrung mudah lupa.. Misalkan kamu akan menghapal makna kata "dekadensi = kemerosotan". Kebanyakan orang akan mudah lupa dalam mengingat artinya. Namun jika kata tersebut melekat pada suatu kalimat, misalnya "perkembangan teknologi  menyebabkan dekadensi moral". Maka pikiran kamu akan jauh lebih mudah memahami "dekadensi moral" sehingga bisa mengingatnya di luar kepala.
3. Jika menemukan kata serapan kembalikan kata tersebut dalam bahasa aslinya
Bahasa Indonesia bisa dibilang banyak menyerap kata-kata asing baik dari bahasa belanda, inggris, arab, dll. Contohnya:
-Aliansi berasal dari kata alliance yang berarti persekutuan.
-Lanskap berasal dari kata landscape yang berarti pemandangan di tanah yang membentang.
4. Khusus soal antonim
Kadang pilihan gandanya disertakan sinonim dari soalnya. Ini berfungsi sebagai pengecoh. Berhati-hatilah dalam memahami perintah soal dan pilihlah jawaban yang tepat. Jika terlalu terburu-buru bisa-bisa kamu malah memilih sinonimnya.
5. Gunakan waktu sebaik mungkin
Ketika berhadap dengan tes verbal ini, pergunakanlah waktu sebaik mungkin. Disini kamu dituntut harus dituntut cepat, tepat, dan teliti.  Dalam menjawab soal ini kamu harus menyelsaikan dalam waktu 15-20 detik saja. Tes TPA sendiri bisa dibilang merupakan tes yang waktunya amat terbatas dimana kamu harus mempunyai strategi jitu untuk menjawab tipe-tipe soal yang beragama. Jangan terlalu terpana atau pun fokus untuk mencari jawaban dari satu soal karena bisa-bisa kamu banyak kehilangan waktu dan banyak melewatkan soal-soal lainnya. Segera pindah soal jika ada soal yang menurut kamu rumit. Ingatlah pergunakanlah waktu sebaik-baiknya karena waktu kamu sempit.

Oke begitu saja tips trik dari saya. Semoga dalam mengerjakan soal TPA diberi kemudahan dalam mengerjakannya. Salam hangat dan sukses. 

Rabu, 11 Juli 2018

Ekspedisi Komodor Perry dan awal keterbukaan Jepang

Selama 220 tahun Jepang menutup diri dari dunia luar karena kebijakan sakoku yang diterapkan oleh Keshogunan Tokugawa. Hubungan dagang Jepang terbatas hanya dengan Cina dan Belanda. Namun ditahun 1854 Jepang mengakhiri masa isolasinya berkat seorang laksamana Amerika, Komodor Matthew Calbraith Perry.

Presiden Amerika saat itu, Millard Fillmore mengirim Komodor Perry ke Jepang untuk membuka pelabuhan Jepang kepada para pedagangan Amerika yang bertujuan untuk memperluas jaringan dagang Amerika di Asia. Dalam ekspedisi ke Jepang ini, Perry membawa 3 kapal perang bertenaga uap dan 5 kapal perang lainnya. Pada 8 Juli 1853, armada Perry sampai di Teluk Edo (Tokyo) dan sesampai di Teluk Edo kapal perang Mississippi menembakan 73 tembakan kosong untuk merayakan hari kemerdekaan Amerika, namun pihak Jepang mengira tembakan tersebut adalah ancaman militer. Kapal-kapal penjaga milik Jepang pun langsung mengepung armada Amerika.

Perry meminta agar dia dipertemukan dengan shogun untuk menyampaikan surat dari Presiden Fillmore namun permintaan itu ditolak oleh pihak Jepang. Karena sadar akan kekuatan armada Amerika jauh diatas kekuatan Jepang maka pemimpin senior roju (atau semacam dewan keshogunan) yang bernama Abe Masahiro membujuk shogun agar mau menerima surat yang dibawa oleh Perry. Akhirnya armada Perry diminta untuk mendarat di Kurihama untuk. Setelah sampai di Kurihama, Perry menginjakan kaki di pelabuhan tersebut dan langsung berhadapan dengan pasukan Jepang yang sudah berjaga di pelabuhan. Surat dari Presiden Fillmore diterima oleh pihak Jepang dan sesudah itu Perry dan armadanya meninggalkan Jepang dan berlayar menuju Cina dan mereka berjanji akan kembali lagi untuk menerima jawaban dari Shogun.

Jepang sadar akan kekuatan militer Amerika yang jauh diatas Jepang namun Jepang juga tidak mau kehilangan kedaulatannya jika bersedia menerima permintaan Amerika. Akhirnya terjadi perdebatan di kalangan dewan keshogunan mengenai surat dari Presiden Fillmore yang meminta Jepang untuk membuka pelabuhannya kepada kapal dagang Amerika, rapat yang diadakan dewan pun tidak membuahkan hasil ditambah posisi pemerintahan keshogunan yang lemah akibat wafatnya shogun Tokugawa Ieyoshi yang kemudian digantikan oleh anaknya Tokugawa Iesada yang juga sedang sakit sehingga Abe Masahiro adalah tokoh kunci mengenai keputusan yang akan diambil pihak Jepang.

Akhirnya untuk berjaga jaga dari serangan armada Amerika, Jepang membangun fortifikasi di sebuah pulau buatan bernama Odaiba yang berada di Teluk Tokyo. Kemudian pada 13 Februari 1854, Perry dan armadanya kembali ke Jepang dan kali ini kapal perang yang dibawa lebih banyak meliputi 10 kapal perang dan 1600 marinir. Melihat armada yang dibawa lebih besar akhirnya pihak Jepang memilih untuk menyepakati permintaan Amerika. Setelah melakukan serangkaian negosiasi akhirnya pada 31 Maret 1854 Konvensi Kanagawa disepakati yang berisi Jepang akan membuka pelabuhan Shimoda dan Hakodate untuk pedagang Amerika dan akan membangun kantor kedutaan Amerika di Shimoda.

Dengan disepakatinya Konvensi Kanagawa dan dimulainya hubungan dagang dengan Amerika, negara-negara Eropa seperti Inggris, Prancis, dan Rusia juga mengikuti jejak Amerika, menjalin hubungan dagang dengan Jepang, mulai banyaknya negara lain yang memasuki Jepang membuat kebijakan isolasi/Sakoku yang sudah dijalankan selama 220 berakhir dan masuknya bangsa asing ke Jepang membuat wibawa keshogunan Tokugawa hilang dimata rakyatnya karena penduduk lokal tidak senang dengan hadirnya pedagang asing, hal ini pula yang menyebabkan runtuhnya Keshogunan Tokugawa pada 1867. Namun dengan terbukanya Jepang dengan dunia luar menghasilkan dampak positif juga terhadap Jepang yaitu mulai diperkenalkannya teknologi modern yang berasal dari Eropa yang membuat Jepang yang semula negara agraris berubah menjadi negara industri hingga sekarang.

sumber: OA Historypedia Line

Minggu, 08 Juli 2018

Pembahasan UM UNDIP 2017 Soshum

Ini merupakan soal dan pembahasan UM UNDIP 2017 bidang ips terpadu/soshum. Gue cuma bisa jelasin 10 soal aja, sisanya lu belajar sendiri. Sukses bagi lu semua yang ikut UM UNDIP