Selasa, 14 Agustus 2018

Revolusi Serbia

Revolusi Serbia adalah revolusi yang diadakan oleh rakyat Serbia dalam upaya membebaskan diri dari kekuasaan Kesultanan Ottoman. Revolusi ini terinspirasi dari pemikiran liberal yang tengah populer di Eropa Barat dan revolusi yang terjadi di Prancis. Revolusi Serbia terjadi dari tahun 1804 dan berakhir pada 1817, revolusi ini terdiri dari 3 fase yang dipimpin oleh orang yang berbeda, fase pertama terjadi pada 1804-1813 dibawah pimpinan Karađorđe Petrović, fase kedua terjadi pada 1814 dibawah pimpinan Hadži Prodan, dan fase ketiga yang terjadi pada 1815 yang dipimpin oleh Miloš Obrenović.

Serbia dulunya masuk ke dalam wilayah Ottoman sejak abad 15 namun wilayah Serbia sempat diduduki oleh Austria pada 1788 ketika tengah terjadi perang antara Austria dan Ottoman. Selama dibawah kekuasaan Austria rakyat Serbia banyak mendapat pengetahuan mengenai filsafat Eropa Barat sehingga pemikiran liberal dan ide mengenai kebebasan berkembang di Serbia.

Pada 1791 Austria terpaksa mundur dari Serbia sehingga kesempatan ini dimanfaatkan Ottoman untuk kembali berkuasa di Serbia. Setelah Serbia kembali dikuasai Ottoman, sultan Ottoman menjadikan Serbia sebagai wilayah otonomi namun pada 1799 status wilayah otonomi Serbia dicabut, tidak hanya itu rakyat Serbia juga dikenakan pajak yang tinggi dan wilayah tersebut diduduki oleh pasukan janisari yang merupakan pasukan elite Ottoman.

Pada 4 Februari 1804, pasukan janisari membantai 10 bangsawan Serbia dikota Valjevo, pembantaian ini mengundang amarah dari rakyat Serbia. Beberapa hari kemudian rakyat Serbia berkumpul di Orasac untuk mendeklarasikan dimulainya pemberontakan terhadap penguasa Ottoman dan mengangkat Karadorde Petrovic sebagai pemimpin revolusi selain itu rakyat Serbia juga berhenti membayar pajak. Setelah proklamasi dimulainya revolusi para pemberontak Serbia langsung membakar rumah milik orang Ottoman di Orasac dan membunuh mereka. Kota Valjevo dan Pozarevac dibebaskan oleh revolusioner Serbia dan kota Belgrade mulai dikepung oleh tentara revolusioner. Revolusi Serbia juga mendapat bantuan dari Rusia yang memiliki kesamaan agama dan etnis selain itu Ottoman juga merupakan musuh utama Rusia saat itu.

Revolusioner Serbia juga mendirikan sistem pemerintahan sendiri dan badan administratif lainnya dan pada 8 Januari 1807, Petrovic menjadikan Belgrade sebagai ibukota Serbia. Pada tahun 1812 Prancis menyerang Rusia sehingga bantuan dari Rusia terputus dan kesempatan ini digunakan Ottoman untuk menghancurkan kekuatan revolusioner Serbia. Kondisi pasukan revolusioner Serbia yang tertekan karena banyak mendapat kekalahan dari Ottoman mengakibatkan ribuan warga Serbia termasuk Petrovic melarikan diri ke Austria.

Gerakan revolusi Serbia berhasil ditumpas oleh Ottoman ketika ibukota Belgrade jatuh ke tangan Ottoman pada Oktober 1813. Jatuhnya Belgrade ke tangan Ottoman diwarnai oleh pembantaian terhadap warga Serbia. Setelah merasakan kemerdekaan yang singkat, Serbia kembali dibawah kekuasaan Ottoman.

Pada tahun 1814 perlawanan Serbia kembali terjadi kali ini gerakan perlawanan tersebut dipimpin oleh Hadzi Prodan Gligorijevic yang merupakan veteran pemberontakan Serbia pertama. Sayangnya pemberontakan Hadzi Prodan berhasil ditumpas oleh Ottoman dan sebagai balasannya Ottoman membantai warga Serbia dan menangkap 200 orang yang terlibat pada pemberontakan tersebut.

Pada 23 April 1815 Serbia kembali memulai revolusinya kali ini revolusi tersebut dipimpin oleh Milos Obrenovic. Pertempuran antara pasukan revolusioner Serbia dan pasukan Ottoman terjadi di Ljubic, Čačak, Palez, Požarevac dan Dublje selain itu revolusioner Serbia juga berusaha untuk merebut Belgrade. Berakhirnya Perang Napoleon pada 1815 membuat Ottoman khawatir kalau Rusia akan ikut membantu Serbia sehingga pihak Ottoman mengadakan negosiasi dengan Serbia. Hasil dari negosiasi tersebut membentuk Principality of Serbia (Kepangeranan Serbia) dan mengangkat Obrenovic sebagai pangeran Serbia.

Revolusi Serbia benar-benar berakhir pada 1817 setelah disepakatinya perjanjian tidak tertulis yang antara Obrenovic dan Marashli Ali Pasha dari pihak Ottoman. Ditahun yang sama mantan pemimpin revolusi Serbia, Karadorde Petrovic yang sebelumnya mengasingkan diri ke Austria kembali ke negaranya, namun dia dibunuh oleh pengikut Obrenovic agar posisi pemimpin Serbia tetap berada ditangan Obrenovic.

Pada tahun 1830 Kesultanan Ottoman mengakui keberadaan Principality of Serbia sebagai vassal atau negara bawahan dari Ottoman dan Principality of Serbia menjadi negara merdeka secara de facto dan lepas dari pengaruh Ottoman pada 1867 kemudian mendapat pengakuan kedaulatan oleh negara lain pada 1878 melalui Perjanjian Berlin. Akhirnya Principality of Serbia merubah bentuk negaranya menjadi kerajaan pada 1882.

Sumber: OA Historypedia Line
Penulis: -Wellesley/Wellington

Minggu, 12 Agustus 2018

Pemanfaatan dan Pelestarian lingkungan hidup

source: flickr
A. Menganalisis pemanfaatan dan pelestarian lingkungan hidup.
1. Pemanfataan Lingkungan Hidup
Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi yang mencakup keadaan sumber daya alam, seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang ada di daratan maupun di lautan. Lingkungan hidup dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan. Beberapa tindakan manusia manusia yang dapat menimbulkan kerukan lingkungan, antara lain sebagi berikut.
a. Menebang hutan secara liar atau ilegal.
b. Perburuan liar.
c. Merusak hutan bakau.
d. Menangkap ikan dengan pukat.
e. Menimbun rawa untuk permukiman.
f. Mendirikan permukiman di sekitar DAS dan di sekitar bantaran sungai.
f. Pemanfaatan permukiman di sekitar DAS dan di sekitar bantaran sungai.
g. Pemanfaatan sumber daya secara belebihan.
Tindakan manusia seperti di atas menimbulkan beberapa kerusakan lingkungan, yakni sebagai berikut.
a. Pencamaran (pencemaran udara, air, tanah, dan suara) sebagai dampak dari aktivitas industri dan asap kendaraan bermotor.
b. Banjir, yakni sebagai dampak akibat buruknya drainase di suatu daerah, seperti Jakarta, kesalahan dalam menjaga fungsi sungai, dan akibat adanya alih fungsi lahan hijau menjadi permukaan, serta perusakan ekosistem hutan.
c. Tanah longsor, yang terjadi akibat adanya perusakan hutan atau pembakaran vegetasi penutup hutan.
2. Pelestarian Lingkungan hidup 
Merupakan upaya untuk melindungi kemampuan lingkungan hidup agar tetap mendukung kehidupan mahluk hidup. Upaya pelestarian ini dilakukan agar sumber daya alam yang terdapat pada lingkungan hidup dapat bertahan selama mungkin dan dapat dinikmati oleh generasi yang akan datang. Berikut ini beberapa upaya pelestarian lingkungan hidup.
a. Pelestarian Hutan, dilakukan dengan cara penerapan tata guna lahan, penebangan dengan sistem tebang pilih, reboisasi, dan sistem tumpang sari pada pertanian.
b. Pelestarian keanekargaman hayati, dapat dilakukan dengan penanman varietas asli, misalnya padi rojelele, penetapan status puspa nasional pada bunga melati, dan satwa nasional pada komodo.
c. Pelestarian tanah dan air, dapat dilakukan dengan mencegah pencemaran, merawat dan membersihkan pintu-pintu air, lahan hijau di sekitar sungai, mata air, rawa diperluas atau diperbanyak. Selain itu, juga adanya program Prokasih (program kali bersih).
d. Pelestarian sumber daya udara, adanya penambahan lahan hijau di daerah perkotaan, adanya keharusan pada pabrik untuk pemasangan alat penyaring udara dan asap pabrik yang dikeluarkan.

B. Mengkaji kaitan lingkungan hidup dengan pembangunan berkelanjutan.
Pembangunan berkelanjutan atau pembangunan berwawasan lingkungan merupakan suatu usaha untuk meningkatkan kualitas hidup manusia scara bertahap dengan memperhatikan faktor lingkungan yang mendukung pembangunan tersebut. Konsep pembangunan berkelanjutan merupakan kesepakatan hasil KTT Bumi di Rio de Janeiro tahun 1992, yang memiliki dua gagasan, yakni sebagi berikut.
a. Gagasan kebutuhan, khususnya kebutuhan pokok manusia untuk menopang kehidupan.
b. Gagasan keterbatasan, yaitu keterbatasn kemampuan lingkungan untuk memenuhi kebutuhan baik masa kini maupun masa yang akan datang.
Pelaksaan program tersebut mengacu pada prinsip sebagai berikut.
a. Proses pembangunan berlangsung terus-menerus dengan ditopang kualitas lingkungan dan manusia yang berkembang secara berkelanjutan.
b. Keterbatasan lingkungan sehingga dalam pemanfaatannya akan menimbulkan pengurangan pada lingkungan tersebut.
c. Semakin baik kualitas lingkungan hidup, kualitas manusia juga akan baik.
d. Penggunaan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui secara hetamt dan efisien serta adanya upaya pembangunan energi alternatif.
e. Pembangunan dilakukan untuk tujuan kesejahteraan generasi sekarang dan generasi yang akan datang.
Ciri-ciri pembangunan berkelanjutan, antara lain adalah:
a. menjamin pemerataan dan keadilan
b. menghargai keanekaragaman hayati
c. menggunakan pendekatan integratif, dan
d. menggunakan pendangan jangka panjang.

Materi geografi lainnya:
  1. Pengantar Geograf klik disini
  2. Dinamika Planet Bumi sebagai Ruang Kehidupan klik disini
  3. Atmosfer klik disini
  4. Hidrosfer klik disini
  5. Litosfer klik disini
  6. Pedosfer klik disini
  7. Biosfer klik disini
  8. Antroposfer klik disini
  9. Sumber Daya Alam klik disini
  10. Peta klik disini
  11. Penginderaan Jauh klik disini
  12. Sistem Informasi Geografis klik disini
  13. Pola keruangan kota klik disini
  14. Pola keruangan desa klik disini
  15. Konsep Wilayah dan Perwilayahan klik disini
  16. Negara Maju dan Berkembang klik disini
  17. Permasalahan Penduduk Indonesoa klik disini

Dinamika Planet Bumi sebagai Ruang Kehidupan

source: pixabay
A. Pembentukan Bumi
Bumi merupakan salah satu planet dalam sistem Tata Surya. Bumi berada di galaksi Bimasakti. Bumi sering disebut planet biru karena dilihat dari luar angkasa Bumi terlihat berwarna biru. Bumi yang sekarang ditempati mahluk hidup ini telah mengalami perkembangan dan perubahan. Beberapa teori pembentukan pembentukan Bumi sebagai berikut.
1. TEORI PEMBENTUKAN BUMI
a. Teori Kontraksi (Contraction Theory)
Teori Kontraksi dikemukakan oleh Rene Decrates pada tahun 1596-1650. Teori ini menjelaskan bahwa Bumi mengalami penyusutan dan pengerutan karena proses pendinginan. Oleh karena itu, bentuk permukaan Bumi atau relief Bumi beraneka ragam, ada yang berbentuk gunung, perbukitan, lembah, dan daratan. James Danu dan Elie de Baumant mendukung teori kontraksi. Mereka berpendapat terbentuknya pegunungan dan lembah-lembah disebabkan pengerutan permuaan Bumi. Akan tetapi. teori ini bertentangan dengan kondisi Bumi saat ini. Oleh karena itu, teori ini tidak banyak banyak digunakan. Pada inti bumi terdapat massa pijar dan lapisan bumi masih mengalami pergerakan saat ini.
b. Teori Dua Benua (Laurasia-Gondwana Theory)
Teori ini dinamakan teori dua benua karena awal pembentukan Bumi terdiri atas dua benua yang besar (supercontinent). Teori dua benua ini dikemukakan Edward Zuess pada tahun 1884. Dua benua yang dimaksud yaitu benua laurasia di Kutub Utara dan gondwana Land di Kutub Selatan. Proses pembentukan bumi diawali dengan pergerakan benua benua menuju ekuator. Rotasi bumi mempengaruhi sebagian benua terpisah di daerah ekuator dan belahan bumi barat. Benua laurasia membentuk Eropa, Asia, Amerika Utara, dan Greenland. Benua gondwana terpecah membentuk Amerika Selatan, India, Australia, Afrika dan Antartika.
c. Teori Apungan benua (continental drift theory)
 eori ini mengenalkan kita pada benua tunggal yang dinamakan Pangea/ Teori ini dikemukakan oleh Alfred Wegener pada tahun 1928. Pangea merupakan daratan luas terpecah-pecah akibat pergerakan dasar laut. Teori ini juga mengemukakan tentang pengaruh rotasi bumi terhadap pergerakan pecahan benua. Arah rotasi bumi dari barat ke timur mempengaruhi arah pergerakan pecahan Pangea.  Pecahan-pecahan tersebut bergerak ke arah barat menuju ekuator. Teori ini didukung oleh kesamaan bukti-bukti berikut.
1)adanya persamaan garis kontur pantai timur Benua Amerika Utara dan Benua Amerika Selatan dengan garis kontur pantai barat Benua Eropa dan Benua Afrika.
2)Greenland bergerak menjauhi Eropa.
3)Kepulauan Madagaskar bergerak menjauhi Afrika Selatan.
4)Terdapat aktivitas seismik di Patahan San Andreas.
5)Samudra Atlantik semakin luas karena pergerakan Benua Amerika ke arah barat.
6)Batas Samudra Hindia semakin mendesak ke utara.
d.Teori konveksi
Teori Konveksi memberikan penjelasan mengenai arus panas dari dalam bumi yang selalu bergerak. Arus panas ini mempengaruhi pergerakan kulit bumi. Teori ini dikemukakan oleh Arthur Holmes dan Harry H.Hess. Teori dikembangkan lebih lanjut oleh Robert Diesz. Teori ini menjelaskan bahwa di dalam lapisan astenosfer terjadi arus konveksi menuju permukaan bumi. Arus konveksi ini membawa materi berupa lava sampai ke permukaan bumi (di punggung Samudra). Lava yang terbawa akan membeku membentuk lapisan kulit bumi yang baru sehingga akan menggeser lapisan kulit bumi yang lama.
e. Teori lempeng Tektonik
 Teori lempeng tektonik dikemukakan oleh Tozo Wilson pada tahun 1968. Teori ini merujuk pada evolusi bentuk permukaan bumi. Lempeng lempeng tektonik pembentuk kulit bumi selalu bergerak. Pergerakan lempeng ini dipengaruhi oleh arus konveksi pada lapisan astenosfer. Astenosfer merupakan suatu lapisan cair dan panas. Lempeng tektonik merupakan bagian permukaan kulit bumi yang senantiasa dapat bergerak. Kerak bumi disebut lempeng karena ukurannya yang lebih luas dan tipis dengan sifat kaku. Lempeng terdiri atas lempeng benua dengan Tebet kira-kira 40 km dan lempeng samudra dengan tebal sekira 10 km. Kedua lempeng tersebut bergerak di atas lapisan astenosfer dengan kecepatan rata-rata 10 cm/tahun. Gerakan lempeng tektonik dibedakan menjadi tiga sebagai berikut.
1)Gerakan Divergen
Gerakan divergen merupakan gerakan lempeng tektonik saling menjauh. Lempeng dunia yang bergerak saling menjauh, contohnya lempeng Afrika dan lempeng Amerika bagian selatan. Akibatnya,  kerak menipis dan merenggang hingga terjadi aktivitas keluarnya material baru yang membentuk jalur vulkanisme. Meskipun demikian, kedua lempeng tidak terpisah karena akan terbentuk kerak lempeng baru. Zona yang menunjuk jalur tempat terpisahnya lempeng-lempeng tektonik disebut zona divergen.
2)Gerakan Konvergen
Gerakan konvergen merupakan gerakan lempeng tektonik yang saling mendekat sehingga saling bertumbukan dan menyebabkan salah satu dari lempeng tersebut tersebut tersubduksi ke dalam mantel  dan membentuk gunung api aktif di kerak benua. Tumbukan antarlempeng tektonik dibedakan menjadi dua sebagai berikut.
a)Tumbukan antara lempeng benua dengan benua yang disebut zona konvergen. tumbukan ini membentuk penunjaman yang sering menimbulkan gempa tektonik. Contohnya tumbukan lempeng India dengan lempeng Eurasia yang membentuk Pegunungan Himalaya.
b)Tumbukan antarlempeng benua dengan lempeng dasar samudra yang disebut zona subduksi.
zona subduksi misalnya pertemuan lempeng di Samudra Hindia tepatnya di sebelah barat Sumatera yang memanjang hingga Selatan Jawa.
c)Gerakan transform 
Gerakan transform adalah gerakan antarlempeng tektonik yang berlawanan arah sehingga saling bergesekan. Misalnya gesekan antara lempeng samudra Pasifik dan lempeng daratan Amerika Utara yang menyebabkan terbentuknya sesar San Andreas di Amerika Serikat. Jalur Tempat bertemunya lempeng-lempeng tektonik disebut zona mendatar (transform zone)
2. TEORI PENGUKURAN UMUR BUMI
Bumi terbentuk melalui proses panjang. Belum ada peneliti yang mengetahui awal pembentukan bumi secara pasti. Beberapa teori digunakan untuk sebagai pendekatan untuk mengetahui umur bumi. Teori untuk mengetahui umur bumi sebagai berikut.
a. Teori Kadar Garam
Teori ini dikemukakan berdasarkan pada kadar garam di laut. Kondisi ini terkait dengan proses siklus hidrologi yang berlangsung terus-menerus. Siklus hidrologi yang menyebabkan adanya pengangkutan mineral-mineral garam dari daratan menuju lautan. Dengan demikian, dapat diketahui kenaikan kadar garam di laut setiap tahunnya. Berdasarkan teori kadar garam, Bumi terbentuk sekira 1000 jutaan tahun yang lalu.
b. Teori Sedimen
Teori sedimen mempertimbangkan perhitungan lapisan sedimen pada batuan. Lapisan-lapisan tersebut dapat menentukan umur bumi. Ketebalan lapisan sedimen rata-rata tiap tahunnya menjadi parameter pengukuran. Tebal rata-rata tersebut kemudian dibandingkan dengan tebal batuan sedimen saat ini. Berdasarkan teori sedimen bumi terbentuk sekira 500 jutaan tahun yang lalu.
c. Teori Termal
Teori termal menggunakan parameter suhu bumi. Pada teori pembentukan bumi disebutkan bahwa bumi berawal dari batuan yang sangat panas. Batuan tersebut mengalami pendinginan. Pengukuran massa dan suhu bumi saat itu untuk mengetahui tingkat perubahan suhu perubahan suhu. Bumi hingga dingin memerlukan waktu sekitar 20.000 juta tahun.
d.Teori radioaktif
Teori radioaktif menggunakan parameter peluruhan unsur radioaktif. Umur bumi diukur dari perbandingan antara kadar unsur radioaktif dan unsur hasil peluruhan pada suatu batuan. Dengan demikian, umur suatu batuan dapat ditentukan berdasarkan teori radioaktif, Bumi berumur sekiranya 7000 juta tahun.

B. Karakteristik Bumi
Bumi merupakan salah satu planet dalam Tata Surya yang dihuni oleh mahluk hidup. Mahluk hidup mampu bertahan hidup karena Bumi memiliki karakteristik yang mendukung kehidupan. Faktor pendukung kehidupan ini, misalnya adanya lapisan udara, tanah, dan air.
1. STRUKTUR BUMI
Bumi sebagai planet memiliki bagian-bagian yang penting. Bumi diselimuti oleh lapisan udara. Udara berfungsu untuk menyuplai oksigen yang berguna untuk pernapasan mahluk hidup. Pada permukaan Bumi terdapat lapisan air untuk sumber kehidupan. Selain itu, terdapat kulit Bumi sebagia bagian untuk berpijak. Struktur penyusun Bumi sebagai berikut.
a. Atmosfer merupakan lapisan gas yang menyelimuti Bumi. Atmosfer memiliki susunan berlapis-lapis. Tebal atmosfer sekira 48.000 km. Fungsi atmosfer selain untuk sumber oksigen juga melindungi Bumi dari tumbujan benda luar angkasa dan melindungi Bumi dari radiasi Matahari.
b. Hidrosfer merupakan lapisan perairan di permukaan Bumi. Bentuk hidrosfer berupa laut, danau, sungai, dan es. Keberadaannya di Bumi relatif tetap dengan adanya siklus hidrologi. Air bermanfaat bagi kelangsungan hidup mahluk hidup di Bumi.
c. Kulit Bumi tersusun atas lapisan-lapisan batuan. Di lapisan ini juga dijumpai keberadaan tanah untuk keperluan manusia seperti untuk tempat tinggal dan kegiatan pertanian. Tebal kulit bumi sekira 30 km.
2. LAPISAN PENYUSUN BUMI
Kulit Bumi tersusun secara berlapis seperti lapisan pada kulit bawang, mulai dari kerak bumi hingga inti Bumi. Setiap lapisan memiliki karakteristik berbeda. Lapisan utama penyusun Bumi sebagai berikut.
a. Litosfer (Crust)
Litosfer merupakan lapisan terluar Bumi yang tersusun atas batu-batuan. Lapisan terluar kulit Bumi sering disenut kerak Bumi, Kerak Bumi berasal dari batuan terdiri atas berbagai jenis mineral. Kerak Bumi terdiri atas dua bagian yaitu kerak dasar samudra (ketebalan sekira 10 km) dan kerak benua (ketebalan sekira 30 km). Batuan dapat dikelompokan menjadi tiga tipe dasar, yaitu batuan gunungapi (beku), batuan endapan, dan batuan metamorfik.
Karakteristik Kerak Samudra
-Berada di bawah samudra dengan ketebalan sekiran 6 - 11 km
-Batuan penyusun lebih muda, berumur sekira 200 juta tahun
-Material penyusunnya sebagian besar berupa batuan basal yang berwarna gelap, halus, dan berpasir.
Karakteristik Kerak Benua
-Berada di bawah daratan dengan ketebalan rata-rata sekira 30-40 km dan maksimum 70 km
-Batuan penyusun umumnya berasal dari batuan induk (igneous rocks) serta terbagi menjadi dua lapisan.
b. Astenosfer (Lapisan Selubung atau Mantle)
Astenosfer merupakan lapisan yang terletak di bawah litosfer ketebalan sekira 2.900 km. Astenosfer berupa material cair kental dan berpijar dengan suhu 3.000 derajat celcius. Lapisan ini tersusun oleh campuran dari berbagai bahan bersifat cair, padat, dan gas dengan suhu tinggi. Lapisan mantel terdiri atas tiga bagian berikut.
1) Bagian atas, terletak pada kedalaman 400 - 450 km. Batuan penyusun lapisan ini kaya mineral seperti Mg, Ca, Na, dan Silikat.
2) Bagian tengah, terletak pada kedalaman 450 - 1000 km. Lapisan ini tersusun atas mineral silika, besi padat, Mg, Ca, Silika, dan oksida besi.
3) Bagian bawah, terletak pada kedalaman 1.000 - 2900 km. Lapisan ini terdiri atas okside besi padat, Mg, dan SiO2.
c. Barisfer(Lapisan Inti Bumi atau Core)
Barisfer merupakan lapisan inti Bumi yang merupakan bagian Bumi paling dalam. Barisfer tersusun atas lapisan Nife (Niccolum atau nikel dan ferum atau besi). Lapisan ini terdiri atas dua bagian, yaitu inti luar dan inti dalam.
1) Inti luar (Outer Core) adalah inti Bumi yang ada di bagian luar. Tebal lapisan mencapai 2.200 km tersusun dari besi dan nikel yang bersifat cair, kental, dan panas yang berpijar dengan suhu 3900 derajat celcius.
2) Inti dalam (Inner Core) adalah inti Bumi yang ada di lapisan dalam dengan ketebalan sekira 2.500 km. Inti dalam tersusun atas besi dan nikel pada suhu yang sangat tinggi, yaitu sekira 4.800 derajat celcius, tetapi dalam keadaan padat dengan densitas sekira 10 gram/cm3
3. ROTASI DAN REVOLUSI
Bumi termasuk planet karena bergerak mengelilingi Matahari atau berevolusi. Bumi juga berputar pada porosnya atau rotasi. Pergerakan Bumi tersebut memengaruhi kehidupan di Bumi.
a. Pengaruh Rotasi Bumi
Bumi berputar pada porosnya. Bumi berputar dari barat ke timur. Waktu yang diperlukan Bumi untuk berotasi penuh adalah 23 jam 56 menit 4,09 detik. Gerakan rotasi Bumi ini mengakibatkan beberapa peristiwa alam berikut.
1) Gerak Semu Harian Benda-Benda Langit
Rotasi Bumi menyebabkan benda-benda langit seolah bergerak mengelilingi Bumi, seperti Matahari yang seolah terbit pada pagi hari dan tenggelam pada sore hari. Kenyataannya Matahari bersifat tetap dan tidak bergerak. Bintang-bintang seolah-olah juga tampak bergerak serta pososi rasi bintang berbeda saat awal malam dan akhir malam. Hal ini membuktikan bahwa Bumi berputar pada sumbunya.
2) Pergantian Siang dan Malam
Periode rotasi Bumi membutuhkan waktu sekira 24 jam. Bagian Bumi yang terkena paparan Matahari akan mengalami siang. Begitu pula sebaliknya, bagian bumi yang tidak terkana paparan Matahari akan mengalami malam. Seiring berjalan waktu, bagian Bumi yang sebelumnya siang akan berangsur masuk waktu malam.
3) Pembelokan Arah Angin
Arah angin dibelokkan karena pengaruh gaya corriolis. Gaya corriolis merupakan gaya semu yang timbul akibat efek dua gerakan yaitu gerak rotasi Bumi dan gerak relatif terhadap Bumi. Angin dibelokan ke arah kanan pada Bumi utara dan ke arah kiri pada belahan Bumi selatan.
4) Pembelokan Arus Laut
Arus laut dipengaruhi oleh gesekan angin di permukaan. Angin mengalami pembelokan karena gaya corriolis. Oleh karena itu, arus laut juga mengalami pembelokan. Arus laut dibelokan ke kanan di belahan Bumi Utara dan dan mengarah ke kiri di belahan Bumi Selatan.
5) Perbedaan Percepatan Gravitasi Bumi
Rotasi Bumi menyebabkan bagian kutub menjadi lebih cepat daripada bagian khatulistiwa. Jari-jari Bumi ke arah kutub lebih pendek daripada di bagian khatulistiwa. Akibatnya, terjadi perbedaan gaya gravitasi antara daerah kutub dan khatulistiwa. Gravitasi Bumi daerah kutub lebih besar daripada di daerah khatulistiwa.
6) Perbedaan Pembagian Waktu Internasional
Garis bujur menjadi patokan pembagian waktu dunia. Sebagaimana Indonesia dibagi atsi tidak bagian waktu. Tiga bagian waktu yaitu Waktu Indonesia Barat (WIB), Waktu Indonesia Tengah (WITA), dan Waktu Indonesia Timur(WIT). Tiap wilayah waktu selisih satu jam dengan wilayah terdekatnya. Contohnya Waktu Indonesia Tengah (WITA) selisih satu jam Waktu Indonesia Timur (WIT) dan selisih dua ham dengan Waktu Indonesia Barat(WIB).
b. Pengaruh Revolusi Bumi
Bumi bergerak mengelilingi Matahari pada garis edarnya (orbit). Waktu yang dibutuhkan Bumi untuk melakukan sekali putaran selama 365 hari 9 menit 10 detik. Gerakan Bumi dari arah barat menuju timur dengan kecepatan 30 km/detik. Ketika berevolusi sumbu Bumi miring sekira 23.5 derajat  garis ekliptika. Bumi menempuh sekira 943 juta km dalam satu kali revolusi. Dampak revolusi Bumi bagi kehidupan di Bumi sebagai berikut.
1) Gerak Semu Tahunan Matahari
Posisi Matahari bergeser ke arah belahan Bumi utara pada tanggal 22 Desember - 21 Juni dan bergeser ke arah belahan bumi Selatan pada tanggal 21 Juni - 22 Desember. Sebenarnya Matahari tidak bergeser hanya seolah-olah bergeser. Pergeseran posisi atau garis edar Matahari disebabkan oleh kombinasi revolusi Bumi dan kemiringan sumbu Bumi terhadap bidang ekliptika.
2) Perbedaan Lamanya Waktu Siang dan Malam
Lamanya siang dan malam antara satu daerah dengan daerah yang lain berbeda. Kondisi ini dipengaruhi oleh gerak semu tahunan Matahari. Belahan Bumi bagian utara dan bagian selatan pada saat yang sama akan mengalami waktu berbeda. Pergeseran garis edar Matahari sebagai berikut.
a) Pada tanggal 21 Maret - 23 September Kutub Utara mendekati Matahari dan Kutub Selatan menjauhi Matahari. Belahan Bumi utara  menerima sinar Matahari lebih banyak daripada belahan Bumi selatan. Oleh karena itu, waktu siang di belahan Bumi Utara lebih lama daripada waktu malam. Sebaliknya, waktu siang di belahan Bumi Selatan lebih singkat daripada waktu malam.
b) Pada tanggal 23 September - 21 Maret Kutub Selatan mendekati Matahari dan Kutub Utara menjauhi Matahari. Belahan Bumi utara menerima sedikit daripada belahan Bumi Selatan. Oleh karena itu, waktu siang di belahan Bumi utara lebih singkat daripada waktu malam. Sebaliknya, waktu siang di belahan Bumi Selatan lebih lama daripada waktu malam.
c) Pada tanggal 21 Maret dan 23 September Kutub Utara dan Kutub Selatan berjarak sama ke Matahari. Oleh karena itu, lama penyinaran Matahari pada kedua belahan Bumi sama. Dengan demikian, lama waktu siang dan malam di seluruh belahan Bumi sama. Dengan demikian, lama waktu siang dan malam di seluruh belahan Bumi sama.
3) Perubahan Musim
Pergeseran garis edar Matahari mengakibatkan perubahan musim. Kedudukan Matahari memengaruhi intensitas penyinaran. Musim juga terkait dengan kedudukan suatu wilayah terhadap garis lintang. Musum di dunia dibedakan menjadi musim semi, panas, gugur, dingin, kemaru, dan hujan.
4) Perubahan Kenampakan Rasi Bintang 
Bintang tersusun dalam pola tertentu yang disebut rasi bintang. Letak rasi bintang bersifat tetap. Akan tetapi, pengaruh pergerakan Bumi memengaruhi rasi bintang seolah bergerak dan berpindah posisi. Gerak revolusi juga memengaruhi kenampakan bintang sehingga seolah-olah jarak antarbintang tampak berdekatan.
5) Gerhana
Kombinasi gerak revolusi Bumi dan revolusi Bulan terhadap Bumi menyebabkan terjadinya gerhana. Gerhana. Gerhana dapat terjadi jika matahari., Bumi, dan Bulan berada pada satu garis lurus. Periode terjadinya gerhanan dapat dihitung sehingga kejadiannya dapat diprediksi. Gerhana yang dapat terjadi adalah gerhana matahari dan gerhana Bulan. Gerhana Matahari terjadi jika Bulan menutupi Matahari dan gerhana Bulan terjadi jika bayangan Bumi menutup Bulan. Gerhana dapat berupa gerhana total dan gerhana sebagian

materi geografi lainnya:
  1. Pengantar Geograf klik disini
  2. Atmosfer klik disini
  3. Hidrosfer klik disini
  4. Litosfer klik disini
  5. Pedosfer klik disini
  6. Biosfer klik disini
  7. Antroposfer klik disini
  8. Sumber Daya Alam klik disini
  9. Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup klik disini
  10. Peta klik disini
  11. Penginderaan Jauh klik disini
  12. Sistem Informasi Geografis klik disini
  13. Pola keruangan kota klik disini
  14. Pola keruangan desa klik disini
  15. Konsep Wilayah dan Perwilayahan klik disini
  16. Negara Maju dan Berkembang klik disini
  17. Permasalahan Penduduk Indonesoa klik disini

Sumber Daya Alam

1. JENIS SUMBER DAYA ALAM DAN PERSEBARANNNYA
Sumber daya alam adalah seua kekayaan alam yang dapat dimanfaatkan oleh manusia, baik benda mati maupun mahluk hidup. Misalnya, tanah, air, udara, hewan, dan tumbuhan. Sumber daya alam dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
a. Sumber daya alam yang dapat diperbarui
Sumber daya alam yang dapat diperharui adalah sumber daya alam yang dapat pulih kembali secara alami ataupun melalui budi daya manusia setelah dimanfaatkan. Sumber daya alam yang dapat diperharui contohnya sebagai berikut.
1) Hasil pertanian tanaman pangan, yaitu padi, jagung, dan kacang tanah. Pertanian terdapat di Pulau Sumatera, Jawa, dan Sulawesi.
2) Hasil perkebunan, merupakan usaha pertanian lahan kering dengan menanam komoditas tertentu. Jenis perkebunan yang ada di Indonesia antara lain sebagai berikut.
a) Karet, yang terdapat di daerah Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung, Jawan Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan.
b) Kelapa sawit, yang dapat ditemui di Kalimantan, Sumatra, Jambi, dan Riau.
c) Tebu, yang terdapat di Lampung, Cirebon, Pekalongan, Pati, Madiun, Kediri, Malang, Besuki, dan Jember.
d) Tembakau, terdapat di Deli Serdang (Sumatra Utara), Surakarta, dan Klaten (Jawa Tengah).
e) Teh, terdapat di daerah dingin, seperti di Sumatera Utara, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
f) Cengkih, terdapat di Bengkulu, Maluku, Jawa, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.
g) Kopi, dapat ditemui di Tapanulis (Sumatra Utara), Bengkulu, Lampung, Bali, dan Aceh.
h) Cokelat, terdapat di Pekalongan, Semarang, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Nusa Tenggara.
3) Hasil hutan, hasil hutan yang biasanya dimanfaatkan manusia antara lain kayu, rotan, dan damar. Kayu jati tersebar di seluruh Pulau Jawa karena jenis tanahnya cocok untuk pertumbuhan tanaman tersebut; meranti dan mahoni tersebar di seluruh Pulau Sumatra; kamper, kayu besi, dan ulin tersebar di Kalimantan; eboni tersebar di Sulawesi Selatan; kayu cendana tersebar di Nusa Tenggara; damar dan rotan banyak ditemui di Sumatra dan Kalimantan.

b. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui
Sumber daya ini merupakan sumber daya yant tidak dapat dimanfaatkan kembali dan sifatnya habis sekali pakai, antara lain sebagai berikut.
1) Minyak bumi, merupakan sumber daya alam yang sangat penting untuk bahan bakar dan energi penggerak mesin-mesin inudstri dan kendaraan bermotor. Minyak bumi tersebar di Sumatra Utara, Riau, Jambi, Palembang, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan, dan Papua.
2) Gas bumi, ditemukan pada saat eksplorasi minyak bumi berupa associated gas (elpiji), atau gas yang ditemukan bersamaan pada saat penyulungan maupun nonassociated gas yang dihasilkan dari cadangan gas dan tidak bercampur dengan minyak bumi. Gas bumi banyak ditemukan di daerah Arun (Aceh), Rantau Prapat (Sumatra Utara), Dumai (Sumatra Utara), Musi (Sumatra Selatan).
3) Batu bara, merupakan barang tambang yang dihasilkan dari proses pengendapan dan karbonasi selama jutaan tahun yang lalu. Potensi batu bara terbesar di Indonesia terdapat di Ombilin (Sumatra Barat), Pulau Kalimantan, dan Bukit Asam (Sumatra Selatan).
4) Besi, barang tambang ini banyak terdapat di Nias, Gunung Besi (Sumatra Barat), Sungai Batu serta Kolam (Jambi), dan Gunung Rantai (Lampung).
5) Timah, banyak terdapat di Pulau Bangka Belitung, serta Pulau Singkep dan Lingga (Kepulaun Riau).
6) Bauksit, dapat ditemui di Pulai Bintan, Angkut, Kojang, dan di kepulauan Riau.
7) Emas, banyak terdapat di Sumatra Utara, Rejang Lebong (Bengkulu), dan Cikotok (Jawa Barat).

c. Sumber daya alam akuatik, merupakan sumber daya alam yang dapat ditemui perairan.
Misalnya, perikanan, terumbu karang, dan tambak.

d. Sumber daya alam terestris/daratan, merupakan sumber daya alam yang dapat dijumpai di daratan. Misalnya perkebunan, pertanian, petambangan, dan peternakan.

2. PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM
Sumber daya alam yang sifatnya terbatas harus diolah secara arif, yakni dengan efektif dan efisien. Pengolahan sumber daya alam ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolahan lingkungan hidup dan Undang-Undang Nomor 33 yang menyatakan semua sumber daya alam dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Untuk itu, pengolahan dan pemanfaatan sumber daya alam harus berwawasan lingkungan dan berkelanjutan sehingga tidak merusak lingkungan yang sudah ada dan dapat dipergunakan lagi untuk generasi selanjutnya. Untuk mencapai hal-hal tersebut, pengolahan dan pemanfaatan sumber daya alam harus mengacu pada prinsip-prinsip sebagai berikut.
a) Prinsip berwawasan lingkungan dan berkelanjutan, yakni proses pemanfaatan sumber daya yang menghasilkan manfaat bagi manusia namun tidak merusak kelestarian lingkungan hidup sehingga dapat dipergunakan lagi oleh generasi yang akan datang. Beberap hal yang perlu dilakukan antara lain sebagai berikut.
1) Mengurangi eksploitasi sumber daya alam yang sifatnya terbatas.
2) Mengolah bahan mentah untuk menambah nilai ekonomis.
3) Penggunaan sumber daya dalam sehemat mungkin dan adanya pengembangan sumber daya alternatif yang ramah lingkungan.
4) Penghijauan
5) Pengolahan limbah dan penertiban pembuangan sampah.
b) Prinsip ekoefisiensi, yakni pemanfaatan sumber daya alam yang memadukan prinsip ekonomi dengan pelestarian lingkungan. Hal ini berarti bahwa proses produksi meningkat dengan penggunaan biaya yang murah dan dampak lingkungannya dapat ditekan seminimal mungkin. Contohnya dengan cara menghemat pengunaan listrik dan air, mendaur ulang sampah, dan mengembangkan energi alternatif.

Soal dan pembahasan sumber daya alam klik disini
Materi geografi lainnya:
  1. Pengantar Geograf klik disini
  2. Dinamika Planet Bumi sebagai Ruang Kehidupan klik disini
  3. Atmosfer klik disini
  4. Hidrosfer klik disini
  5. Litosfer klik disini
  6. Pedosfer klik disini
  7. Biosfer klik disini
  8. Antroposfer klik disini
  9. Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup klik disini
  10. Peta klik disini
  11. Penginderaan Jauh klik disini
  12. Sistem Informasi Geografis klik disini
  13. Pola keruangan kota klik disini
  14. Pola keruangan desa klik disini
  15. Konsep Wilayah dan Perwilayahan klik disini
  16. Negara Maju dan Berkembang klik disini
  17. Permasalahan Penduduk Indonesoa klik disini

Hidrosfer

Hidrosfer adalah lapisan air di permukaan Bumi. Hidrosfer meliputi fenomena yang terjadi pada bentuk perairan seperti danau, sungai, laut, lautan, salju/gletser, air tanah, dan uap air yang ada di atmosfer. Di lapisan ini terjadi siklus hidrologi.
1. Siklus Hidrologi
Siklus hidrologi merupakan proses pergerakan air di Bumi secara berkelanjutan melalui laut, udara (atmosfer), dan darat. Dalam siklus hidrologi air mengalami proses evaporasi (penguapan), kondensasi (pembentukan awan), presipitas (hujan), infiltrasi (meresapnya air ke tanah), dan perkolasi (mengalirnya air dalam tanah). Air dalam siklus hidrologi dapat berwujud cari (air), gas (uap air), dan padat(es).
Siklus hidrologi dibekan sebagai berikut.
a. Siklus hidrologi pendek, dimulai dari penguapan (evaporasi) air laut, air permukaan, dan air dari tumbuhan (transpirasi). Selanjutnya, uap air terbawa angin jauh ke daratan membentuk awan (kondensasi), menjadi titik-titik air, dan air jatuh sebagai hujan (presipitasi). Sebagian air hujan meresap dalam tanah (infiltrasi) dan mengalir di dalam tanah (perkolasi).
c. Siklus hidrologi panjang, dimulai dari penguapan (evaporasi) air lait, sungai danau, serta air dari tumbuhan membentuk awan (kondensasi). Awan kemudian menjadi butir-butir dan turun sebagai hujan (presipitasi). Sebagian hujan berbentu salju. Air hujan ada yang meresap dan mengalir dalam tanah (inflitrasi dan perkolasi), serta ada yang mengalir sebagai limpasan (runoff) ke parit, selokan, sungai, danau, dan laut.

2. Perairan Darat
Perairan darat seperti sungai, danau, waduk, rawa, dan air tanah mendapat pasokan air dari hujan. Badan sungai yang memanjang dapat dibedakan menjadi hulu, tengah, dan hilir.
a. Sungai bagian hulu, berada di daerah tinggi/atas seperti gunung. Arusnya deras, daya erosi vertikal kuat, penamoang melintang berbentuk C, dan tidak terjadi pengendaapan.
b. Sungai bagian tengah, berada di daerah relatif datar. Arusnya tidak deras, daya erosi berkurang, arah erosi horizonota dan vertikal kuat, dan tidak terjadi pengendapan, serta terbentuk kelokan sungai (meander) hingga bagian hilir.
c. Sungai bagian hilir, berada di daerah rendah, seperti dataran rendah. Arusnya lemah, arah erosi horizontal, terjadi banyak pengendapan, dan kadang terbentuk delta di muara sungai.
Sungai dengan cabang-cabangnya dapat membentuk pola aliran berikut.
a. Pola aliran radial(menjari), dibedakan menjadi dua, yaitu radial sentrifugal (pola aliran meninggalkan pusat seperti yang terbentuk di gunung) dan radial sentripetal (pola aliran menuju pusat seperti yang terbentuk di lembah).
b. Pola aliran dendritik, pola aliran tidak teratur seperti pohon dengan cabang-cabangnya yang terbentuk di daerah dataran rendah dan dataran pantai.
c. Pola aliran trelis, pola aliran membentuk seperti sirip daun. Pola aliran trelis seperti yang terbentuk di pegunungnan lipatan.
d. Pola aliran rektangular, pola aliran membentuk sudut siku-siku (90 derajat) atau hampir siku-siku seperti yang terbentuk di daerah patahan.
e. Pola aliran anular, pola aliran melingkar hampir seperti cincin yang merupakan perkembangan pola radial sentrifugal seperti yang terbentuk di daerah kubah atau bukit/gunung.
Danau merupakan cekungan berisi air yang sifatnya statis (tidak mengalir). Jenis danau antara lain danau tektonik danau vulkanis, danau karst, danau tapal kuda, dan danau erosi. Sementara itu, rawa merupakan perairan darat yang terbentuk oleh adanya penggenangan air.
Air tanah berada di dalam pori-pori atau celah-celah batuan. Air tanah dibedakan menjadi air tanah permukaan (freatik) dan air tanah dalam (artesis). Air tanah permukaan berada di atas lapisan batuan kedap air (impermeable), contohnya air sumur, sungai, danau, dan rawa. Air tanah dalam berada di antara lapisan batuan kedap air (impermeable). Sumur artesis memancarkan air dari air tanah dalam.

3. Perairan Laut
Perairan laut memiliki salinitasi tinggi. Perairan laut dapat dibedakan menjadi beberapa zona menurut kedalamannya.
a. Zona litoral, daerah pasang surut
b. Zona neritik, kedalamannya hingga 200 m yang menjadi tempat hidup berbagai jenis hewan.ikan dan tumbuhan laut.
c. Zona batial, kedalamannya 200-2500 m dan terdapat di lereng dasar laut yang curam.
d. Zona abisal, kedalamannya > 2500 m dan terdapat di palung laut.
Bentuk-bentuk air laut dapat berupa gelombang, pasang, dan arus laut.
a. Gelombang
Gelombang adalah gerakan naik turun air laut yang disebabkan oleh faktor berikut.
1) Angin, bergesekan dengan permukaan laut. Gelombang yang timbul searah dengan tiupan angin.
2) Gelombang  menabrak pantai, terjadi hempasan sehingga gelombang pecah dan terjadi arus balik yang membentuk gelombang lagi.
3) Gempa di dasar laut, disebabkan oleh letusan gunung laut atau adanya pergeseran kulit Bumi di dasar laut. Gempa ini sering menyebabkan gelombang besar (tsunami) seperti saat letusan Gunung Krakatau (1883) dan gempa Aceh (2004). Apabila muncul tanda-tanda tsunami di pantai, segera menjauhi pantai dan menuju tempat lebih tinggi.
b. Pasang
Pasang air laut terjadi akibat pengaruh gravitasi Bulan dan Matahari. Pasang dibedakan menjadi purnama (pasang besar) dan pasang perbani (pasang kecil). Pasang purnama terjadi pada saat Bulan, Bumi, serta matahari di posisi satu garis (konjungsi) sehingga gaya tarik Bulan dan Matahari terhadap Bumi besar.  Pasang perbani terjadi pada saat posisi Bulan, Bumi, dan Matahari membentuk sudut 90 derajat sehingga gaya tarik Bulan dan Matahari terhadap Bumi berlawanan arah atau saling melemahkan.
c. Arus Laut
Arus latu merupakan gerakan air laut yang ditimbulkan oleh perbedaan salinititas, temperatur, dan tekanan angin. Contohnya arus Kuro Syiwo, Californai, dan Oya Syiwo di Samudra Pasifik Utara. Arus khatulistiwa Selatan, Australia Timur, dan arus Peru di Samudra Pasifik Selatan. Arus khatulistiwa Utara, arus Gulfstream, dan arus Labrador di Samudra Atlantik Utara.
(Soal dan Pembahasan Hidrosfer klik disini)

Materi geografi lainnya:
  1. Pengantar Geograf klik disini
  2. Dinamika Planet Bumi sebagai Ruang Kehidupan klik disini
  3. Atmosfer klik disini
  4. Litosfer klik disini
  5. Pedosfer klik disini
  6. Biosfer klik disini
  7. Antroposfer klik disini
  8. Sumber Daya Alam klik disini
  9. Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup klik disini
  10. Peta klik disini
  11. Penginderaan Jauh klik disini
  12. Sistem Informasi Geografis klik disini
  13. Pola keruangan kota klik disini
  14. Pola keruangan desa klik disini
  15. Konsep Wilayah dan Perwilayahan klik disini
  16. Negara Maju dan Berkembang klik disini
  17. Permasalahan Penduduk Indonesia klik disini

Litosfer

Lapisan kulit Bumi paling luar disebut litosfer. Bahan utama pembentuk batuan dan litosfer. Bahan utama pembentuk batuan dan litosfer adalah magma. Unsur-unsur tersebut membentuk kulit bumi paling luar dengan ketebalan sekiran 70 km.

1. Lapisan kerak
Kulit Bumi yang keras dinamakan kerak. Kerak terbagi atas lempeng benua (continental crust) dan lempeng samudra (oceanic crust). Kedua lempeng ini memiliki karakteristik berbeda.
a. Lempeng Benua (Continental Crust)
Kerak benua membentuk daratan benua. Tebal lapisan kerak benua sekira 20-70 km. Bagian atas kerak benua tersusun atas batuan granit ringan. Bagian bawah tersusun atas batuan basal yang bersifat rapat.
b. Lempeng Samudra (Oceanic Crust)
Kerak samudra mengalami pembaruan secara terus-menerus karena adanay aktivitas vulkanik di sepanjang samudra. Aktivitas tersebut menyebabkan ketebalan kerak samudra di bagian tengah mencapai 130 km. Kerak samudra tersusun atas sendimen laut, batuan vulkanik, batuan beku gabro, dan peridotit.

2. Pembentukan Batuan
Pembentukan batuan pada litosfer dipengaruhi proses di dalamm dan permukaan Bumi sehingga mengakibatkan perbedaan jenis batuan. Batuan mempunyai karakteristik sesuai jenis dan proses pembentukannya serta dapat dimanfaatkan untuk berbagai bidang kehidupan.
a. Siklus Batuan
Siklus batuan menggambarkan proses pembentukan batuan yang berlangsung secara kontinu. Secara umum siklus batuan memiliki tahapan sebagai berikut.
1) Magma yaitu material cair dan panas
2) Proses pendinginan magma di permukaan Bumi atau dalam saluran intrusi membentuk batuan beku.
3) Proses penghancuran dan pengangkutan yang tidak mengubah susunan kimiawi batuan asal (batua beku) menyebabkan pembentukan batuan sedimen klastis.
4) Batuan sedimen akibat proses organis membentuk batuan sedimen organis.
5) Pengaruh suhu yang tinggi membentuk batuan metamorf.
6) Batuan yang bersinggungan kembali dengan magma akan mengalami perubahan bentuk sampai menjadi magma.
b. Jenis Batuan dan Pemanfaatannya
Batuan penyusun kerak dan pemanfaatannya dibedakan sebagai berikut.
1) Batuan Beku
Batuan beku terbentuk sebagai akibat pembekuan magma di permuaan Bumi (dalam batolit), pipa magma atau kawah, dan di atas permukaan Bumi berupa lelehan. Contoh batuan beku sebagai berikut.
a) Obsidian digunakan sebagai bahan baku pembuatan pisau dan perhiasan
b) Basalt dan andesit, sebagai bahan dasar pembangunan jalan dan bahan campuran beton.
c) Granit sebagai bahan baku pembentukan jembatan dan ubin.
d) Batu apung sebagai alat penggosok atau ampelas.
e) Diorit sebagai ornamen dinding, lantai, dan fondasi.
2) Batuan Sedimen
Batuan sedimen berasal dari perombakan batuan beku yang mengendap dan memadat. Batuan sedimen mempunyai ciri berlapis  sebagai akibat terjadinya perulangan pengendapan. Contoh batuan sedimen sebagai berikut.
a) Batu pasir, breksi, dan konglomerat untuk bahan baku bangunan.
b) Gamping sebagai bahan campuran bangunan, industri karet dan ban, kertas, baja, gelas, serta industri semen.
c) Gipsum digunakan untuk bahan perekat, pupuk, penambah kekerasan bahan bangunanm dan bahan baku kapur tulis.
d) Batu serpih digunakan untuk bahan perabotan rumah seperti cobek.
3) Batuan Metamorf 
Batuan beku atau batuan sedimen yang mengalami perubahan akibat tekanan dan suhu sangat tinggi akan membentuk batuan metamorf. Perubahan dapat terjadi secara fisik dan kimia.
a) Batu sabak, digunakan sebagai campuran semen dan panel instrumen listrik.
b) Pualam dimanfaatkan untuk membuat meja, asbak, gucui, dan hiasan dinding.
c) Marmer sebagai bahan lantai, dan dinding.
d) Kuarsa, sebagai bahan pembuatan kaca, keramik, dan batuan perhiasan.

3. Pengaruh Tenaga dari Dalam Bumi bagi kehidupan.
Tenaga dari dalam Bumi disebut tenaga endogen yaitu tenaga dari dalam Bumi yang mampu menggerakan kerak bumi. Tenaga endogen bersifat membangun dan meliputi gejala tektonisme, vulkanisme, dan seisme.
a. Tektonisme 
Tektonisme adalah proses perubahan lapisan kerak yang berkaitan erat dengan proses pembentukan muka bumi (diatropisme). Gejala tektonisme dibedakan sebagai berikut.
1) Gerak Epirogenesa
Gerak epirogenesa positif yaitu apabila permukaan Bumi bergerak turun sehingga permukaan laut seolah-olah naik. Gerak epirogenesa negatif yaitu gerak naik permukaan Bumi sehingga seolah permukaan air laut turun. Gerak epirogenesa sangat lambat dan meliputi wilayah sangat luas.
2) Gerak Orogenesa
Gerak orogonesa relatif cepat dan meliputi wilayah sempit. Gerakan orogenesa dibedakan sebagai berikut.
a) Lipatan, terbentuk oleh takanan dari dalam Bumi yang tidak terlalu kuat sehingga menyebabkan batuan kerak melipat.
b) Patahan, terbentuk oleh tekanan sangat kuat yang menggerakan kerak dan berlangsung singkat.
c) Retakan, dipengaruhi oleh gaya regangan pada lapisan batuan sehingga mengakibatkan batuan retak.
d) Pelengkungan yaitu tekanan vertikal pada kerak yang mengarah ke atas membentuk kubah (dome) dan mengarah ke bawah membentuk basin.
Dampak gejala tektonisme bagi kehidupan sebagai berikut.
1) Terjadi gempa dan longsor.
2) Terbentuk kantong minyak bumi dan gas alam.
3) Terjadi proses perubahan bentuk muka Bumi.
b. Vukanisme
1)Intrusi Magma
Penyusupan magma di bawah permukaan Bumi atau sebatas bagian dalam kerak disebut intrusi magma. Intrusi magma dapat mengangkat lapisan kerak sehingga membentuk pegunungan.
2)Ekstruksi Magma
Penyusupan magma akibat tekanan gas dari dalam Bumi cukup kuat dan menimbulkan retakan pada kerak. Ekstruksi magma membentuk gunungan di daratan dan lautan.
Dampak gejala vulkanisme bagi kehidupan sebagai berikut.
1) Menghasilkan bahan galian atau barang tambang.
2) Menjadi sumber energi panas bumi.
3) Abu vulkanik hasil erupsi dapat menyuburukan tanah.
4) Membentuk panorama alam sebagai objek wisata.
5) Membentuk daerah tangkapan hujan.
C. Seisme 
Seisme atau gempa getaran yang sampai di permukaan Bumi akibat aktivitas tenaga endogen. Getaran tersebut merupakan gelombang seismik yang berasal dari pusat gempa. Berdasarkan penyebabnya, jenis gempa dibedakan sebagai berikut.
1) Gempa tektonik, disebabkan oleh gerakan lempeng tektonik. Gempa tektonik biasanya sangat kuat dan meliputi wilayah luas.
2) Gempat vulkanik, ditimbulkan dari aktivitas gunung api, kekuatan gempa yang terjadi tidak sekuat gempat tektonik dan meliputi wilayah lebih sempit dibandingkan gempa tektonik.
3) Gempa runtuhan, disebabkan runtuhnya gua dan terowongan.

4. Pengaruh Tenaga dari Luar Bumi bagi kehidupan.
Tenaga dari luar bumi merupakan tenaga eksogen. Tenaga eksogen dipengaruhi faktor-faktor dari luar seperti angin, suhu, iklim, dan aktivitas manusia.
a. Perubahan Muka Bumi Akibat Tenaga Eksogen
Jenis-jenis perubahan muka Bumi akibat tenaga eksogen sebagai berikut.
1) Pelapukan, merupakan perombokan batuan menjadi lebih kecil akibat proses penghancuran, pengelupasan, dan perusakan batuan. Jenis pelapukan dapat dibedkan menjadi pelapukan mekanis, biologis, dan kimiawi.
2) Erosi, terjadi karena proses pengikisan tanah oleh tenaga air, angin, dan gletser.
3) Sedimentasi, merupakan peristiwa pengendapan material batuan dan tanah hasil erosi karena adana tenaga angin, air, dan gletser.
b. Faktor-faktor yang Memengaruhi Proses Pembentukan Tanah
Tanah terbentuk dari hasil pelapukan batuan secara biologis, fisik, dan kimiawi yang dipengaruhi oleh faktor-faktor berikut.
1) Iklim
Unsur iklim pembentuk tanah yaitu unsur suhu dan curah hujan yang memengaruhi pelapukan batuan, baik secara fisik maupun kimiawi.
2) Organisme
Orgnisme berperan dalam pembentukan tanah secara biologis. Aktivitas organisme mendekomposisi bahan organik tanah seperti seresah daun dan ranting sehingga tanah kaya unsur hara.
3) Batuan Induk
Bahan utama pembentuk tanah adalah batuan induk. Batuan induk dapat lapuk dan mengalami perubahan secara fisik serta kimia oleh pengaruh iklim.
4) Relief/Topografi
Tinggi rendahnya permukaan Bumi memengaruhi tingkat erosi tanah oleh tenaga air. Topografi menentukan jumlah material hasil erosi yang diendapkan.
5) Waktu
Waktu menentukan perkembangan tanah yang ditunjukan oleh ketebalan tanah. Berdasarkan perkembangannya tanah dapat diklasifikasikan menjadi tanah muda, tanah tua, dan tanah dewasa.
c. Jenis-jenis Tanah di Indonesia
Jenis-jenis tanah di Indonesia sebagai berikut.
1) Tanah aluvial, terbentuk dari hasil sedimentasi material halus oleh aliran sungai. Tanah aluvial terdapat di pantai timur Sumatra serta di sepanjang Sungai Barito, Sungai Mahakam, Sungai Musi, Sungai Citarum, dan Sungai Bengawan Solo.
2)Tanah andosol, terbentuk dari abu gunung api. Persebarannnya di lereng-lereng gunung api di Sumatra, Jawa, Bali. dan Lombok.
3)Tanah regosol, terbentuk dari hasil sedimentasi abu vulkanik baru bertekstur kasar. Persebarannya di daerah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
4) Tanah grumosol, tersusun atas material halus berlempung serta memiliki warna kelabu hitam dan tingkat kesuburannya tinggi. Jenis tanah ini sesuai untuk budidaya tanaman padi, jagung, dan kedelai. Persebarannya di Jawa Tengah, Madura, dan Nusa Tenggara.
5) Tanah kapur, terbentuk dari adanya pengaruh tenaga eksogen (pelapukan dan pengikisan) yang mengubah batu kapur menjadi tanah kapur. Tanah ini terdapat di perbukitan kapur di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi.
6) Tanah litosol, terbentuk dari pelapukan batuan beku yang belum sempurna sehingga memiliki tingkat kesuburan rendah. Persebaran di lereng pegunungan.
7) Tanah latosol, terbentuk dari batuan beku yang mengalami pelapukan lanjut. Persebarannnya meliputi wilayah Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Papua.
8) Tanah gambut, merupakan tanah organik yang berasal dari pembusukan sisa tumbuhan rawa. Persebarannya meliputi wilayah rawa di Kalimantan, Sumatra, dan Papua.
9) Tanah podsolik, terbentuk dari batuan induk pasir dan memiliki tingkat kesuburan rendah. Persebarannya meliputi wilayah Jawa, Bali, dan Lombok.

5. Tindakan Mitigasi Bencana Geologi 
Tindakan mitigasi atau pengurangan risiko bencana yang perlu dilakukan untuk menghadapi bencana geologi sebagai berikut.
a. Gempa 
1) Berlindung di bawah meja atau tempat tidur ketika berada dalam rumah.
2) Menjauhi bagunan tinggi, dinding, tiang listrik, dan pohon tinggi yang mudah roboh kemudian mencari tempat terbuka yang cukup luas ketika berada di luar ruangan.
3) Saat berada dalam gedung bertingkat sebaiknya keluar menggunakan tangga darurat.
b Erupsi Gunung Api
1) Mengenakan kacamata atau masker apabila terjadi hujan abu.
2) Menghindari jalur yang berdekatan dengan sungai-sungai yang berhulu di puncak gunung.
3) Melakukan evakuasi dengan rute yang aman.
4) Meninggalkan rumah yang berada di kawasan rawan bencana letusan gunung ap.
c. Tsunami
1) Mencari tempat lebih tinggi untuk berlindung seperti perbukitan dan menjauhi pantai.
2) Mengarahkan kapal menuju laut lepas untuk menghindari risiko hempasan gelombang pasang.
d. Longsor
1) Melakukan evakuasi korban ke lokasi yang lebih aman.
2) Melakukan distribusi logistik dan kebutuhan hidup bagi pengungsi.
(Soal dan pembahasan terbentuknya Bumi, Litosfer, dan Pedosfer klik disini)

Materi geografi lainnya:
  1. Pengantar Geograf klik disini
  2. Dinamika Planet Bumi sebagai Ruang Kehidupan klik disini
  3. Atmosfer klik disini
  4. Hidrosfer klik disini
  5. Pedosfer klik disini
  6. Biosfer klik disini
  7. Antroposfer klik disini
  8. Sumber Daya Alam klik disini
  9. Pemanfaatan dan Pelestarian Lingkungan Hidup klik disini
  10. Peta klik disini
  11. Penginderaan Jauh klik disini
  12. Sistem Informasi Geografis klik disini
  13. Pola keruangan kota klik disini
  14. Pola keruangan desa klik disini
  15. Konsep Wilayah dan Perwilayahan klik disini
  16. Negara Maju dan Berkembang klik disini
  17. Permasalahan Penduduk Indonesia klik disini