Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ringkasan Terlengkap Sistem Kurs

A. Standar Emas (Gold Standard System)

Sistem standar emas (Gold Standard) mulai digunakan di Inggris tahun 1870, di mana masing-masing uang memiliki kandungan emas tertentu. Sebagai contoh 1 Poundsterling mengandung 4 gram emas, sedangkan 1 dollar Amerika Serikat mengandung 2 gram emas, maka 1 poundsterling dapat dibuat kurs dengan US dollar sebesar 2 dollar. Dalam penggunannya, sistem ini terdiri atas empat macam kurs yang menunjukan perbandingan kandunga.
a. Kurs paritas arta yasa (Mint Parity), adalah kurs yang menunjukan perbandingan kandungan emas yang diperoleh dengan menukarkan satu satuan uang suatu negara dengan satu satuan uang negara lain.
b. Kurs titik ekspor emas (Gold Export Point), adalah kurs valuta asing tertinggi yang terjadi dalam sistem standar emas.
c. Kurs titik impor emas (Gold Import Point), adalah kurs valuta asing terendah yang terjadi dalam sistem standar emas.

B. Bretton Woods System atau Sistem Kurs Tetap (Fixed Exchange Rate)

Menetapkan perbandingan US $ dengan emas. Mata uang negara lain ditentukan berdasarkan perbandingan dengan US $. Perubahan kurs valuta hanya dapat dilakukan dengan persetujuan IMF. Masing-masing anggota membayar devisa tertentu untuk pembentukan cadangan berupa 25% emas dan 75% mata uangnya sendiri. Negara yang defisit neraca pembayaran dapat meminjam emas dan mata uang asing yang diperlukan dari IMF dengan menggunakan Special Drawing Right (SDR). Keharusan pemerintah untuk terus-terusan menjaga nilai mata uangnya tetap membuat sistem ini ditinggalkan.

C. Kurs Mengambang (Floating System)

Sistem kurs yang berlaku pada saat ini. Sistem ini terbagi menjadi dua:
1. Clean Float: Pemerintah tidak campur tangan dalam pembentukan kurs.
2. Dirty Float: Pemerintah melakukan intervensi jika terjadi perubahan mendadak yang bisa mengganggu stabilitas perekonomian. Jika pemerintah campur tangan maka perubahan kurs bisa berupa:
  • Devaluasi: merendahkan nilai mata uang negara terhadap negara lain.
  • Revaluasi: menaikan nilai mata uang negara terhadap negara lain. 
 Jika kurs berubah karena mekanisme pasar, maka bisa terjadi:
  • Depresiasi: nilai kurs mata uang turun terhadap mata uang negara lain.
  • Revaluasi: nilai kurs mata uang naik terhadap mata uang negara lain.
Pengaruh Devaluasi Terhadap Surplus Neraca Pembayaran
Devaluasi => Rupiah menjadi lebih rendah => Dollr nilainya naik => Harga barang ekspor lebih murah dibanding sebelumnya => barang ekspor menjadi lebih laku => ekspor meningkat => neraca pembayaran menjadi surplus.
Syarat berhasil devaluasi:
Elastisitas Ekspor > Elastisitas Impor
Debt Service Ratio
 

Bourbon
Bourbon Semoga situs ini bermanfaat bagi anda. salam hangat dari saya

Posting Komentar untuk "Ringkasan Terlengkap Sistem Kurs "