Rangkuman Materi Interaksi Kota dan Pusat Pertumbuhan

A. Teori Interaksi

a. Penyebab Timbulnya Interaksi Antar Wilayah
1. Adanya wilayah yang saling melengkapi (Regional Coplementarity). Karena wilayah-wilayah mempunyai sumber daya yang berbeda-beda
2. Adanya kesempatan untuk intervensi (Intervening Opportunity). Adanya wilayah lain atau adanya sumber daya pengganti.
3. Adanya kemudahan pemindahan dalam ruang (Spatial Transfer Ability). Dipengaruhi oleh jarak: jarak mutlak dan jarak relatif antar wilayah, biaya angkutan, kelancaran angkutan.
 
b. Zona Interaksi Menurut Bintarto
1. City
2. Sub urban: sub daerah perkotaan tempat tinggal penglaju
3. Sub urban fringe: jalur tepi sub daerah perkotaan
4. Urban fringe: jalur tepi daerah perkotaan paling luar
5. Rural urban fringe: jalur batas desa-kota
6. Rural: daerah perbatasan

c. Teori Interaksi 
Model gravitasi dan interaksi dalam Ruang
Teori Titik Henti
Memperkirakan lokasi garis batas wilayah perdagangan dari dua kota yang berbeda ukuran. Penempatan lokasi ekonomi, sosial, dan pendidikan antara dua wilayah.
Teori Grafik

B. Teori Pusat Pertumbuhan

1. Teori Tempat Sentral (Walter Christaller)
Range: jarak yang perlu ditempuh manusia untuk mendapatkan barang kebutuhannya pada suatu waktu tertentu saja. 
Treshold: jumlah minimal penduduk yang diperlukan untuk kelancaran dan keseimbangan suplai barang.
Untuk menerapkan teori ini, diperlukan beberapa asumsi:
1) Topografi atau keadaaan bentuk permukaan bumi dari suatu wilayah relatif seragam sehingga tidak ada bagian yang mendapat pengaruh lereng atau pengarahuh alam lain dalam hubungannya dengan jalur angkutan.
2) Kehidupan atau tingkat ekonomi penduduk relatif homogen dan tidak memungkinkan adanya produksi primer yang menghasilkan padi-padian, kayu, dan batubar.
Tempat Sentral Hierarki 3 (K = 3)
Tempat sentral yang berhierarki (K=3), merupakan pusat pelayanan berupa pasar yang senantiasa menyediakan barang-barang bagi daerah sekitarnya, atau disebut juga kasus pasar optimal.
Tempat Sentral Hierarki 4 (K = 4)
Tempat sentral yang berhierarki (K=4), merupakan situasi lalu lintas yang optimum. Artinya, daerah tersebut dan daerah sekitarnya yang terpengaruh tempat sentral itu senantiasa memberikan kemungkinan jalur lalu lintas yang paling efisien.
Tempat Sentral Hierarki 7 (K = 7)
Tempat sentrak yang berhierarki (K = 7), merupakan situasi administratif yang optimum. Artinya, tempat sentral ini mempengaruhi seluruh bagian wilayah-wilayah tetangganya. 
2. Teori Kutub Pertumbuhan (Perroux)
Pembangunan muncul tidak serentak tetapi dari tempat-tempat tertentu yang menjadi kutub pertumbuhan. Kutub pertumbuhan adalah fokus atau pusat-pusat dalam wilayah ekonomi yang abstrak yang memancarkan kekuatan sentrifugal (melempar keluar) dan kekuatan sentripetal (menarik ke dalam).
 
Bourbon Semoga situs ini bermanfaat bagi anda. salam hangat dari saya

Belum ada Komentar untuk "Rangkuman Materi Interaksi Kota dan Pusat Pertumbuhan"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel