Soal dan Pembahasan Demokrasi Liberal, Terpimpin, dan Pemberontakan Daerah

1. Pada masa demokrasi liberal, sistem multipartai yang dijalankan memiliki dampak negatif, yaitu ….
A. Fraksi dalam parlemen hanya diduduki partai-partai besar pemenang pemilu 1955
B. Sering terjadi perselisihan dalam fraksi parlemen saat akan memutuskan sebuah rancangan undangundang
C. parlemen tidak dapat mengakomodasi aspirasi rakyat karena anggotanya hanya mementingkan kepentingan partai
D. Terjadinya eksperimen demokrasi yang memicu persaingan antarfraksi politik di parlemen untuk saling menjatuhkan.
E. Sistem Demokrasi Pancasila yang menjadi cita-cita kemerdekaan tidak dapat diterapkan secara murni dan konsekuen.
Pembahasan:
Periode demokrasi liberal diwarnai banyak dinamika, terutama berkaitan dengan politik. Pada masa ini demokrasi di Indonesia menerapkan sistem multipartai. Sistem ini ternyata memiliki dampak negatif bagi kegiatan politik di parlemen. Sistem multipartai berdampak pada terjadinya eksperimen demokrasi yang memicu persaingan antarfraksi politik di parlemen untuk saling menjatuhkan. Jawaban: D

2.  Konferensi Meja Bundar (KMB) memberi dampak positif bagi posisi Indonesia dalam dunia internasional. Dampak Konferensi Meja Bundar (KMB) bagi perekonomian Indonesia adalah ….
A. Indonesia harus menanggung biaya pengiriman delegasi yang cukup besar.
B. berlakunya kembali mata uang Belanda
C. Sistem ekonomi yang disepakati dalam KMB tidak cocok diterapkan di Indonesia.
D. Indonesia dan Belanda sepakat menerapkan sistem ekonomi Belanda di Indonesia.
E. Indonesia harus menanggung seluruh utang sejak masa Hindia Belanda.
Pembahasan:
Salah satu hasil KMB adalah Indonesia harus menanggung hutang-hutang sejak masa Hindia Belanda. Hutang tersebut sangat memberatkan kondisi perekonomian Indonesia karena usia negara masih sangat muda dan belum mampu mengelola perekonomiannya dengan baik.  Jawaban: E

3. Konsep demokrasi terpimpin dicetuskan oleh Presiden Soekarno sejak tanggal 21 Februari 1957. Langkah pertama yang ditempuh Soekarno dalam mewujudkan konsepsi tersebut adalah ….
A. membentuk Dewan Nasional
B. membubarkan Dewan Konstituante
C. meminta dukungan Angkatan Darat
D. membentuk kabinet gotong royong
E. membentuk MPRS
Pembahasan:
Konsepsi demokrasi terpimpin telah dicetuskan oleh Presiden Soekarno sejak tanggal 21 Februari 1957. Konsepsi ini dicetuskan untuk menyikapi krisis kewibawaan pemerintah yang terlihat dari sering jatuh bangunnya kabinet yang terjadi pada masa demokrasi liberal. Langkah pertama Presiden Soekarno untuk mewujudkannya, yaitu membentuk Dewan Nasional pada tanggal 6 Mei 1957. Jawaban: A

4. Pemberontakan DI/TII yang dipimpin Kartosuwirjo berkaitan erat dengan isi perundingan ….
A. Renville
B. Linggarjati
C. Roem-Royen
D. Hoge Valuwe
E. Konferensi Meja Bundar
Pembahasan:
Pemberontakan DI/TII terjadi karena penolakan Kartosuwirjo atas penarikan pasukan Divisi Siliwangi dari wilayah Jawa Barat. Penarikan tersebut dilakukan sebagai konsekuensi perundingan Renville pada tanggal 8 Desember tahun 1948. Dengan ditariknya pasukan Siliwangi, Kartosuwirjo menganggap wilayah Jawa Barat diserahkan kepada Belanda.  Jawaban: A

5. Pemberontakan PRRI diawali dengan keluarnya ultimatum yang dikeluarkan oleh Letnan Kolonel Ahmad Husein pada tanggal 10 Februari 1958. Isi ultimatum tersebut adalah ….
A. menambah alokasi biaya pembangunan
B. menggunakan hukum Islam sebagai dasar
C. menuntut Kabinet Djuanda supaya mundur
D. mengganti Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta
E. mengembalikan Indonesia pada bentuk federal
Pembahasan:
Pemberontakan PRRI dimulai dengan pembentukan dewan-dewan di Sumatra dan Sulawesi. Selanjutnya, pada tanggal 10 Februari 1958, Letnan Kolonel Ahmad Husein mengeluarkan ultimatum yang menuntut Kabinet Djuanda mundur. Akan tetapi, ultimatum tersebut ditolak. Pada tanggal 15 Februari 1958, Letnan Kolonel Ahmad Husein mengumumkan pembentukan PRRI. Jawaban: C

6. Amerika Serikat mendesak Belanda agar bersedia berunding dengan Indonesia mengenai masalah Irian Barat.
SEBAB 
Amerika Serikat mencegah terseretnya Uni Soviet dalam upaya pembebasan Irian Barat.
Pembahasan: Dalam upaya pembebasan Irian Barat, Amerika Serikat turut mendesak Belanda agar bersedia berunding dengan Indonesia. (Pernyataan benar) Upaya pembebasan Irian Barat berlangsung pada masa Perang Dingin. Saat itu, Uni Soviet bersedia membantu persenjataan TNI untuk membebaskan Irian Barat. Oleh karena itu, Amerika Serikat mendesak Belanda untuk mencegah terseretnya Uni Soviet lebih jauh dalam upaya pembebasan Irian Barat. (Alasan benar).  Jawaban: A

7. Keberadaan ABRI dan Golkar sebagai pendukung utama rezim orde baru merupakan sebuah penyimpangan.
SEBAB 
Fungsi DPR sebagai alat kontrol pemerintahan menjadi tidak berlaku.
Pembahasan:
Pada masa orde baru, ABRI mulai diberi peran untuk terlibat dalam politik melalui jatah 20% dalam keanggotaan DPR. Selain itu, Golkar menjadi partai pendukung pemerintah. (Pernyataan benar) Dominasi ABRI dan Golkar dalam DPR menjadikan DPR tidak berfungsi sebagai alat kontrol pemerintahan yang dijalankan presiden. (Alasan benar) Jawaban: A

8. Dr. Soumokil memproklamasikan berdirinya Republik Maluku Selatan pada tanggal 25 April 1950 SEBAB 
Dr. Soumokil menolak integrasi Negara Indonesia Timur ke Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pembahasan:
Pemberontakan Republik Maluku Selatan diprakarsai oleh Dr. Soumokil, mantan jaksa agung Negara Indonesia Timur. Pemberontakan tersebut diproklamasikan pada tanggal 25 April 1950 oleh Dr.Soumokil. (Pernyataan benar) Pemberontakan RMS berawal dari penolakan pembubaran negara-negara bagian sesuai hasil KMB. Negara-negara bagian tersebut kemudian berintegrasi dengan NKRI. Salah satu tokoh yang menolak pembubaran tersebut adalah Dr.Soumokil. (Alasan benar) Jawaban: A

9. Ciri kehidupan politik pada masa demokrasi terpimpin ditunjukkan oleh nomor …
(1) Kebebasan partai politik dibatasi.
(2) Anggota DPR dipilih melalui pemilu.
(3) Presiden menjadi kepala negara dan kepala pemerintahan.
(4) Pemerintahan dijalankan oleh perdana menteri.
Pembahasan:
Masa Demokrasi Terpimpin berlangsung sejak keluarnya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Corak politik yang muncul pada masa Demokrasi Terpimpin antara lain kebebasan partai politik yang dibatasi, serta sentralisasi kekuasaan presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan.  Jawaban: B

10. Pembentukan PRRI di Sumatra dan Sulawesi juga didukung oleh tokoh-tokoh sipil, yaitu …
(1) Burhanuddin Harahap
(2) Syafruddin Prawiranegara
(3) Soemitro Djojohadikusumo
(4) Roeslan Abdulgani
Pembahasan:
Pembentukan PRRI muncul sebagai bentuk ketidakpuasan pemerintah daerah terhadap sistem pemerintahan terpusat dan pengaruh komunis dalam pemerintahan. Adapun tokoh sipil yang terlibat dalam pembentukan PRRI antara lain: Soemitro Djojohadikusumo, Syafruddin Prawiranegara, dan Burhanuddin Harahap.  Jawaban: A

Sumber: Visi Mandiri
Bourbon Semoga situs ini bermanfaat bagi anda. salam hangat dari saya

Belum ada Komentar untuk "Soal dan Pembahasan Demokrasi Liberal, Terpimpin, dan Pemberontakan Daerah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel