Rangkuman Materi Paragraf

Paragraf terbentuk dari rangkaian kalimat yang disusun secara sistematis dan logis. Untuk menghasilkan sebuah kalimat, diperlukan kata-kata. Kata-kata yang digunakan untuk membentuk sebuah kalimat tidak semuanya dapat langsung diketahui maknanya oleh pembaca. Ketidaktahuan tersebut karena kata mempunyai jenis makna yang berbeda-beda. Jenis makna kata dapat dibedakan sebagai berikut

1. Makna kata berdasarkan sifatnya dibedakan menjadi dua, antara lain: makna leksikal, yaitu makna yang bersifat tetap dan tidak terikat dengan kata lainnya (berdiri sendiri). Makna leksikal sering disebut dengan makna sesuai kamus, misalnya: Salah satu faktor penghambat perkembangan jumlah pemakai internet di komunitas sekolah dan kampus adalah infrastruktur (perangkat dan jaringan) dan tarif yang dirasakan masih cukup tinggi. Makna kata infrastuktur menurut KBBI adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang terselenggaranya usaha atau pembangunan. Makna gramatikal adalah makna kata yang telah mengalami proses morfologis, misalnya: Padi itu telah menguning. Makna kata menguning adalah menjadi kuning.

2. Makna kata berdasarkan ada tidaknya makna tambahan dibedakan menjadi dua, yaitu makna denotasi dan makna konotasi. Makna denotasi adalah makna kata yang sebenarnya/lugas (sesuai dengan konteks pemakaianya dalam kalimat), misalnya: kambing hitam bermakna kambing yang mempunyai bulu berwarna hitam. Makna konotasi sering disebut dengan makna tambahan/makna kata yang tidak sebenarnya (idiomatis), misalnya kambing hitam bermakna orang yang dipersalahkan.

Paragraf mengandung satu ide pokok/pikiran utama/gagasan utama dan didukung oleh beberapa gagasan penjelas yang dijabarkan dalam kalimat-kalimat penjelas. Ide pokok/pikiran utama adalah pokok persoalan yang terdapat dalam paragraf. Ide pokok dapat ditemukan di dalam kalimat utama. Kalimat utama adalah kalimat yang mengandung ide pokok/pikiran utama paragraf tersebut, atau lebih mengacu kepada apa yang dibicarakan dalam paragraf tersebut. Kalimat utama berbentuk kalimat luas dan dijelaskan oleh kalimat-kalimat penjelas yang berbentuk contoh, opini-opini, dan peristiwa ilustratif. Cara menentukan kalimat inti dalam kalimat utama adalah dengan menentukan subjek inti dan predikat karena ciri kalimat inti minimal memiliki pola S P. Namun, ada juga kalimat inti yang berpola S P O maupun S P K. Jika ide pokok/pikiran utamanya berupa kalimat majemuk, maka pikiran utama/ide pokok berada dalam induk kalimat (S + P).

Syarat paragraf yang baik adalah koherensi dan kohesi. Koherensi berarti kalimat-kalimat yang ada dalam paragraf saling berhubungan/saling menjelaskan antara kalimat yang satu dan kalimat yang lain. Kohesi berarti paragraf harus membentuk satu kesatuan sehingga sebuah paragraf memerlukan adanya konjungsi antarkalimat maupun antarparagraf. Kohesi leksikal dapat berupa pengulangan, sinonim, antonim, maupun hiponim (kata khusus). Kohesi gramatikal dapat berupa kata rujukan. Kata rujukan adalah kata atau frasa yang merujuk pada kata atau frasa yang lain. Kata yang sering digunakan dalam merujuk kata antara lain ini, itu, tersebut, hal ini, dan hal di atas.

Paragraf digunakan untuk menginformasikan gagasan, peristiwa, atau permasalahan secara tersurat dan tersirat. Makna tersurat berarti isi paragraf yang dapat diketahui secara langsung tanpa memahaminya. Kita dikatakan mampu memahami isi paragraf jika kita mampu memberikan tanggapan-tanggapan, yang berupa kalimat persetujuan atau kalimat penolakan.

Menyampaikan tanggapan yang berupa kalimat persetujuan atau kalimat penolakan berati kita melakukan penilaian, misalnya apakah paragraf yang kita baca itu merupakan fakta atau opini. Fakta adalah peristiwa atau keadaan yang nyata dan benar-benar terjadi. Sementara itu, yang dimaksud pendapat atau opini ialah pernyataan yang muncul dari pemikiran atau tanggapan seseorang. Fakta dan opini yang disertai dengan alasan yang mendukung dapat digunakan untuk menentukan kesimpulan/pendapat akhir dari suatu uraian berupa informasi/isi bacaan.

Pernyataan yang sesuai dengan isi bacaan dapat ditemukan dengan membaca keseluruhan teks. Masalah yang dikemukakan dalam bacaan dapat mengacu pada rumus ADIKSIMBA antara lain:
1. Apa: menyatakan masalah, peristiwa, atau kejadian dalam teks.
2. Di mana: menanyakan tempat peristiwa yang dibahas dalam teks.
3. Kapan: menanyakan waktu peristiwa yang dibahas dalam teks.
4. Siapa: menanyakan orang yang dibahas dalam teks.
5. Mengapa: menanyakan alasan atau sebab peristiwa yang dibahas dalam teks.
6. Bagaimana: menanyakan proses terjadinya peristiwa/masalah yang dibahas dalam teks

Penyajian teks paragraf yang berpedoman pada rumus ADIKSIMBA memiliki pola yang bervariasi. Hal ini terbukti pada teks berita yang memiliki tema yang sama, tetapi teknik penyajian yang digunakan berbeda.

Permasalahan yang ditulis penulis dalam paragraf mempunyai tujuan tertentu. Tujuan tersebut ditujukan kepada pembaca. Setelah membaca keseluruhan paragraf, Anda dapat menyimpulkan isi bacaan. Simpulan adalah sesuatu yang disimpulkan atau pendapat terakhir berdasarkan penjelasan sebelumnya. Simpulan dapat diketahui berdasarkan letak gagasan pokok. Simpulan harus sesuai dengan isi paragraf.

Unsur-Unsur Paragraf

Agar membentuk satu kesatuan, sebuah paragraf harus memiliki unsur-unsur antara lain sebagai berikut.
1. Terdapat sedikitnya satu kalimat utama. Kalimat utama memiliki ciri bentuk kalimatnya lebih luas cakupannya/lebih umum, dijelaskan oleh kalimat yang lain, kata kuncinya selalu diulangulang baik secara langsung atau dengan menggunakan kata ganti.
2. Terdapat beberapa kalimat penjelas yang memiliki ciri berupa opini, contoh-contoh, dan bisa juga berupa peristiwa ilustratif yang berfungsi untuk menjelaskan kalimat utama.
3. Terdapat kalimat penegas, yaitu kalimat utama diakhir patagraf yang menegaskan kalimat utama di awal paragraf.
4. Terdapat transisi yang berfungsi untuk menghubungkan kata, frasa, klausa, atau kalimat dalam paragraf. Misalnya, dengan konjungsi sehingga, tetapi, oleh karena itu, dengan demikian, jadi, namun, bahkan, dan apalagi.


Pola pengembangan paragraf

dibedakan menjadi:
1. Umum-khusus Paragraf ini dimulai dengan pikiran utama (pernyataan umum) kemudian diikuti pikiranpikiran penjelas (pernyataan khusus).
2. Khusus-Umum Paragraf ini dimulai dari pikiran-pikiran penjelas dan diakhiri dengan kesimpulan. 3. Generalisasi Paragraf ini bertolak dari satu atau sejumlah fakta khusus yang memiliki kemiripan menuju kesimpulan. Ciri generalisasi: beberapa fakta bisa hilang, tetapi kesimpulanya tetap.
4. Definisi Paragraf definisi memberikan batasan tentang sesuatu dengan menguraikan dengan beberapa kalimat.
5. Sebab Akibat Paragraf sebab akibat dimulai dengan peristiwa-peristiwa yang menjadi sebab dan diakhiri dengan peristiwa yang menjadi akibat.
6. Akibat sebab Paragraf akibat sebab diawali dengan peristiwa yang menjadi akibat dan diakhiri dengan peristiwa yang menjadi penyebabnya.
7. Analogi Paragraf analogi berisi peristiwa khusus dibandingkan dengan peristiwa khusus yang lain yang memiliki kesamaan (penarikan kesimpulan berdasarkan persanmaan sifat).
8. Kronologi Paragraf kronologi disusun berdasarkan urutan waktu kejadian.
9. Perbandingan Paragraf perbandingan adalah paragraf yang mengungkapkan persamaan dan perbedaan dua objek atau lebih.

Berdasarkan isinya, paragraf dibedakan menjadi:
1. narasi, berisi cerita yang disusun berdasarkan urutan waktu;
2. deskripsi, berisi penggambaran sesuatu sehingga pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan merasakan apa yang digambarkan penulis;
3. persuasi, berusaha mempengaruhi pembaca dengan memberi alasan dan bukti agar pembaca mau melakukan tindakan seperti yang dilakukan penulis;
4. argumentasi, memberikan alasan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat/gagasan; dan
5. eksposisi, memaparkan sesuatu dengan memberikan data atau keterangan sebagai penjelasan.

Belum ada Komentar untuk "Rangkuman Materi Paragraf"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel