Kritik Sastra dan Esai Sastra

Mengkritik dapat diartikan penilaian sebuah karya dapat dilihat dari kelemahannya kemudian dari kelemahan yang ada memberikan tanggapan, kadang-kadang disertai uraian atau pertimbangan. Sebuah karya seni seperti novel, cerpen, drama, puisi, roman, dan pantun akan dapat dinikmati dengan baik apabila kita mampu membacanya dengan sungguh-sungguh. Pembaca karya sastra tersebut akan menemukan kelebihan dan kelemahannya. Setelah menemukan kelebihan dan kelemahan sebuah novel, kita akan mampu membuat sebuah pernyataan yang berupa pujian atau kritik.

Sebuah kritik muncul karena kelemahan sebuah karya seni. Dalam mengemukakan sebuah kritik terhadap sebuah karya, gunakanlah bahasa yang santun. Bahasa yang santun akan lebih sempurna kalau disertai dengan alasan yang masuk akal.

Sebagai contoh, bacalah ilustrasi tersebut kemudian tentukan kalimat kritiknya!
Dalam rangka lustrum SMA Pembangunan, OSIS SMA Pembangunan mengadakan pentas seni. Pentas teater dari kelompok teater SMA Pembangunan dihadiri beberapa tamu undangan, guru karyawan dan siswa-siswi SMA Pembangunan. Beberapa tamu undangan mengatakan bahwa pentas seni tersebut sangat bagus. Sementara itu beberapa siswa SMA Pembangunan menganggap pentas seni tersebut sangat jelek dan tidak pantas untuk dipertunjukkan di depan tamu undangan.

Kalimat kritik untuk ilustrasi di atas adalah teater dari SMA Pembangunan masih perlu berlatih secara intensif agar penampilannya lebih meyakinkan. Jika pembenahan terhadap latihan dilakukan, saya yakin penampilan-penampilan selanjutnya akan lebih baik.

Esai adalah tulisan yang membahas masalah yang sesuai dengan pendapat penulis untuk meyakinkan pembaca. Sebuah masalah dapat ditulis dalam bentuk esai yang berbeda. Misalnya esai tentang sebuah karya sastra (cerpen, puisi, novel) yang baru terbit dan esai tentang pengetahuan umum.

Kalimat yang digunakan dalam esai sangat pribadi karena ditulis berdasarkan pendapat penulis. Bentuk esai cenderung sederhana, padat, dan fokus pada masalah. Kalimat-kalimat yang digunakan esai sangat pribadi. Penulis esai memiliki kekhasan tersendiri yang biasanya nampak pada gaya kalimat yang dituliskan dalam esainya. Jadi, setiap penulis esai memiliki ciri yang berbeda. Perbedaan tersebut terlihat pada kalimat-kalimat yang digunakan dalam esai.

Belum ada Komentar untuk "Kritik Sastra dan Esai Sastra"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel