Selasa, 05 Maret 2019

Soal dan Pembahasan Paragraf II

1. Kehidupan manusia ibarat roda yang sedang berputar, kadang-kadang berada di atas; kadang-kadang berada di bawah. Suatu waktu mungkin roda itu meluncur cepat tanpa guncangan sebab melaju di jalan tol. Pada waktu yang lain, roda itu penuh guncangan karena berjalan melalui batu-batu dan lubang-lubang yang dalam. Ada kalanya roda itu harus mendaki tanjakan yang sangat tajam, tetapi ada juga harus meluncur di turunan yang licin.
Paragraf tersebut mengemukakan maksud sebagai berikut …. (SPMB 2002)
A. Kehidupan manusia dan perputaran roda itu sama saja.
B. Roda yang berputar menggambarkan perjalanan hidup manusia.
C. Perjalanan hidup manusia kadang-kadang seperti roda di jalan tol atau di jalan penuh batu.
D. Kehidupan manusia tidak selamanya suka, juga tidak selamanya duka.
E. Roda kehidupan manusia bisa berjalan di atas jalan yang menanjak, datar, atau menurun.
Pembahasan:
Paragraf tersebut berjenis analogi. Analogi antara roda mobil yang kadang lancar tanpa guncangan (suka) dan penuh guncangan saat melalui batu-batu dan lubang-lubang tajam (duka) dengan kehidupan manusia. Jadi, kehidupan manusia tidak selamanya suka. Juga tidak selamanya duka.
Jawaban: (D)

2. Jika seseorang berada di bandara sesekali perhatikanlah menara pengatur lalu lintas udara (air traffic controller, ATC) di bandara. Tanpa menara pemantauan ini, urusan penerbangan bisa kacau karena pesawat bisa saling senggol, saling serempet, hingga saling tabrak di udara. Saat menanjak di area sekitar bandara, jarak horisontal antarpesawat tidak boleh kurang dari 5 mil (sekitar 5 km), sedangkan jarak vertikal tidak boleh kurang dari 1.000 kaki (sekitar 300 m). Saat melayang di angkasa bebas, jarak horizontal minimal 8 km, sedangkan jarak vertikal minimal 600 m ….
Generalisasi yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah …. (SPMB 2006)
A. Menara inilah yang mengatur jarak minimal antarpesawat.
B. ATC sangat penting di bandara.
C. Jarak horizontal dan vertikal antarpesawat harus diatur.
D. Antar pesawat harus diatur supaya tidak saling tabrak.
E. Karenanya, di bandara selalu ada ATC.
Pembahasan:
Kesimpulan generalisasi yang tepat adalah “Menara inilah yang mengatur jarak minimal antarpesawat.”
Jawaban: (A)

3. Pasar uang dan pasar modal Indonesia belum pulih. Rupiah masih terus mengalami tekanan mengikuti penurunan sebagian besar mata uang Asia. Masalah minimnya pasokan dolar AS di pasar valas semakin mempersulit mata uang lokal ini. Pada penutupan perdagangan valas tanggal 24 November 2008, rupiah melemah hingga 320 poin ke posisi 12.320 per dolar AS. Rupiah bahkan sempat menembus 12.325 per dolar AS. Pelaku pasar cemas karena belum ada sentiment positif dari dalam negeri. Oleh karena itu, pasar lebih memilih memegang dolar AS dalam kondisi pasar global yang sedang rentan ini.
Paragraf di atas dikembangkan dengan menggunakan pola sebab-akibat karena ….
(SNMPTN 2009)
A. Kalimat utamanya menyatakan hubungan sebab-akibat.
B. Kalimat pertama menyatakan sebab dan kalimat lainnya menyatakan akibat.
C. Kalimat ketiga menyatakan sebab, sedangkan kalimat lainnya menyatakan akibat.
D. Kalimat pertama dan ketujuh menyatakan akibat, sedangkan lainnya menyatakan sebab.
E. Kalimat ketujuh menyatakan akibat, sedangkan kalimat lainnya menyatakan sebab.
Pembahasan:
Paragraf di atas menggunakan pola sebab-akibat karena kalimat ketujuh menyatakan akibat, ditandai dengan kata transisi oleh karena itu pada akhir paragraf, sedangkan kalimat lainnya menyatakan sebab.
Jawaban: (E)

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon