Rabu, 20 Februari 2019

Pengepungan Kompleks Kedutaan Asing di Peking (1900)

Selama lebih dari 50 hari warga sipil dan beberapa tentara dari Eropa, Amerika Serikat, dan Jepang beserta beberapa warga kristen Cina yang berlindung di kompleks kedutaan asing di Peking/Beijing dikepung oleh pasukan pemberontak Boxer sejak 21 Juni 1900. Boxer adalah gerakan pemberontak yang berkembang di Cina sejak akhir abad 19 hingga awal abad 20. Tujuan dari gerakan tersebut adalah mengusir bangsa asing dan penganut Kristen dari Cina. Mereka juga berkeinginan untuk mengembalikan Dinasti Qing ke masa jayanya dan membebaskannya dari imperialisme bangsa asing.

Gerakan tersebut didukung oleh pemerintah Qing (meskipun beberapa pihak dalam pemerintahan ada yang menentang gerakan tersebut). Dinasti Qing saat itu dipimpin oleh Empress Dowager Cixi yang dikenal anti dengan bangsa asing sehingga dia menyatakan dukungannya kepada gerakan Boxer.

Beberapa negara yang tergabung dalam Aliansi 8 Negara yang beranggotakan Inggris, Prancis, Rusia, Amerika Serikat, Jepang, Italia, Jerman, dan Austria-Hungaria mengadakan ekspedisi militer untuk melindungi warga mereka dari serangan pasukan Boxer. Ekspedisi yang dilakukan oleh pasukan Aliansi 8 Negara dipimpin oleh Admiral Edward Seymour. Sebanyak 2000 prajurit dari pasukan aliansi mendarat di Tianjin pada 10 Juni 1900 dan langsung melakukan perjalanan ke Peking. Selama perjalanan pasukan aliansi menghadapi perlawanan sengit dari prajurit Boxer. Akibatnya pasukan aliansi menderita korban jiwa yang cukup banyak dan mereka terpaksa mundur kembali ke Tianjin.

Sementara itu di Peking, pada 20 Juni 1900 Cixi meminta para delegasi dan warga asing yang menetap disana untuk keluar dari kota tersebut dan pindah ke Tianjin. Seorang delegasi dari Jerman bernama Baron von Keteller hendak bertemu dengan pihak Qing untuk berunding mengenai permintaan Cixi namun Keteller justru dibunuh. Setelah mendengar kabar pembunuhan tersebut pada 21 Juni 1900 warga sipil dan delegasi asing membuat pertahanan di kompleks kedutaan asing. Sebanyak 400 prajurit dari berbagai negara juga turut mempertahankan kompleks tersebut. Untuk menghindari serangan prajurit Boxer warga kristen Cina ikut mengungsi ke kompleks delegasi asing. Sementara itu prajurit Boxer mulai mengepung kompleks kedutaan asing.

Pada 4 Agustus 1900 Aliansi 8 Negara mengadakan ekspedisi kedua ke Peking dan kali ini dengan kekuatan yang lebih besar. Kali ini sebanyak 18000 prajurit yang terdiri dari prajurit Inggris, AS, Rusia, Prancis, dan Jepang kembali mendarat di Tianjin dan langsung bergerak menuju Peking. Kali ini pasukan aliansi mampu menghadapi perlawanan prajurit Boxer sepanjang perjalanan menuju Peking.

Akhirnya pasukan aliansi sampai di Peking pada 14 Agustus 1900. Setelah menghadapi perlawanan dari prajurit Boxer yang mempertahankan Peking akhirnya pasukan aliansi sampai di kompleks kedutaan asing. Pasukan aliansi berhasil menyelematkan warga sipil dan delegasi yang berada di kompleks kedutaan asing dari kepungan prajurit Boxer. Sementara itu Cixi melarikan diri dari Peking pada 15 Agustus 1900 dan gerakan Boxer sepenuhnya dapat ditumpas pada tahun 1901. Turut sertanya Qing dalam mendukung gerakan Boxer membuat Qing harus menerima konsekuensinya dengan menandatangani perjanjian tidak adil (unequal treaty) dengan bangsa asing yang membuat keadaan Qing semakin terpuruk.

Sumber: OA Historypedia Line
Penulis: Wellesley/Wellington

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon