Minggu, 24 Februari 2019

Invasi Mongol ke Jepang, Pasukan Mongol Dikalahkan Alam

Bangsa Mongol adalah bangsa nomaden yang berasal dari Asia Timur yang memiliki pasukan kompeten dalam berperang terutama pasukan berkudanya. Di abad pertengahan bangsa Mongol melakukan ekspansi dan berhasil menaklukkan beberapa negara. Mongol yang awalnya adalah bangsa nomaden penghuni stepa Asia Timur berubah menjadi sebuah kekaisaran besar yang wilayahnya mulai dari sebagian Eropa Timur hingga Cina.

Pada tahun 1274 dan 1281 Dinasti Yuan, dinasti di Cina yang didirikan oleh bangsa Mongol, melakukan invasi ke Jepang. Pada saat itu bangsa Mongol dipimpin oleh Kubilai Khan yang naik tahta pada 1264. Pada tahun 1266 Kubilai Khan mengirim utusannya ke Jepang yang saat itu dibawah pemerintahan Keshogunan Kamakura untuk meminta Jepang membayar upeti kepada Mongol namun Jepang menolak permintaan tersebut. Kubilai Khan terus mencoba mengirim utusan ke Jepang selama 6 tahun namun Shogun tetap menolak untuk membayar upeti.

Akhirnya shogun melarang utusan Mongol untuk menginjakan kakinya di Pulau Honshu tempat dimana pusat pemerintahan Jepang berdiri. Sementara itu pada 1271 bangsa Mongol berhasil menaklukkan Dinasti Song dan mendirikan dinasti baru yaitu Yuan dibawah pimpinan Kubilai Khan yang wilayahnya meliputi Cina, Mongolia, dan Korea. Setelah Dinasti Song berhasil dikuasai Kubilai Khan langsung mengalihkan perhatiannya ke Jepang. Pada tahun 1272 Kubilai Khan memerintahkan untuk melaksanakan invasi ke wilayah Jepang namun penasihatnya mengusulkan agar invasinya diundur supaya Mongol bisa memperkuat kekuatan militernya.

Untuk persiapan invasinya ke Jepang bangsa Mongol membentuk tentara yang berkekuatan 40.000 prajurit dan membuat 600 kapal. Setelah dua tahun persiapan pada 1274 Mongol siap untuk menyerang Jepang. Dari Pelabuhan Masan yang berada di Korea bagian selatan 900 kapal yang membawa 40.000 prajurit Mongol berlayar ke Laut Jepang. Pasukan Mongol berhasil menguasai beberapa pulau kecil diantara Semenanjung Korea dan Kepulauan Jepang seperti Pulau Tsushima dan Pulau Iki. Penduduk pulau tersebut habis dibantai oleh pasukan Mongol.

Kemudian armada Mongol melanjutkan perjalanannya ke timur dan pada 18 November 1274 pasukan Mongol sampai di Teluk Hakata yang saat ini berada di Prefektur Fukuoka yang terletak di Pulau Kyushu. Prajurit Mongol yang mendarat langsung disambut oleh samurai Jepang yang berlari kearah pasukan Mongol. Sebagai info para samurai memiliki kode etik yang disebut bushido. Jadi samurai Jepang justru bertempur dengan maju dan berhadapan satu lawan satu dengan musuhnya hingga tewas. Karena pasukan Mongol tidak familiar dengan taktik pasukan Jepang maka pasukan Mongol langsung memanah para samurai yang berlari ke arah mereka. Akhirnya banyak dari prajurit Jepang yang tewas sementara yang bertahan mundur dari medan tempur. Akhirnya pertempuran berakhir dengan kemenangan pasukan Mongol

Pasukan Mongol tidak langsung melanjutkan serangannya karena terbatasnya perbekalan. Pada malam hari Teluk Hakata diterjang badai. Agar kapal pasukan Mongol tidak terdampar akibat badai maka pasukan Mongol terpaksa kembali ke kapal dan armadanya kembali ke laut lepas. Sialnya armada Mongol dihancurkan oleh badai dan akibatnya 200 kapal tenggelam bersama 13.000 prajurit Mongol. Akhirnya sisa pasukan yang selamat kembali ke Semenanjung Korea dan membatalkan serangan lanjutkan ke Jepang.

Untuk menghadapi kemungkinan serangan Mongol yang kedua kalinya maka shogun memerintahkan untuk membangun tembok setinggi 4 meter dan sepanjang 25 mil di Teluk Hakata. Pada 1279 Kubilai Khan mengirim 6 utusannya ke Jepang dan meminta pemimpin Jepang untuk datang ke ibukota Dinasti Yuan dan berlutut terhadap Kubilai Khan. Pihak Jepang menolak permintaan tersebut bahkan utusan Mongol dipenggal dan kepalanya dikirim ke Kubilai Khan. Melihat utusannya dibunuh Kubilai Khan murka terhadap Jepang karena Jepang telah melanggar kode etik bangsa Mongol yang melarang utusan untuk disiksa atau dibunuh.

Akhirnya Kubilai Khan memerintahkan untuk menyiapkan pasukannya untuk kembali menyerang Jepang bahkan Kubilai Khan juga membentuk kementerian khusus untuk menyiapkan invasi ke Jepang. Sementara itu sadar bahwa Mongol akan kembali menyerang negaranya, Shogun menyiapkan 100.000 prajurit yang bersiaga di Pulau Kyushu dan 20.000 prajurit di Pulau Honshu untuk menghadapi serangan bangsa Mongol. Selain itu shogun juga memerintahkan kuil di seluruh wilayah Jepang untuk berdoa agar Jepang kembali meraih kemenangan.

Sementara itu Kubilai Khan menyiapkan 140.000 prajurit yang sebagian besar berasal dari Cina ditambah 4400 kapal untuk keperluan transportasi. Untuk invasi kedua ini Mongol membagi dua pasukannya. Sebanyak 40.000 prajurit diberangkatkan dari Semenanjung Korea sementara 100.000 prajurit berlayar dari Laut Cina Selatan. Pada 23 Juni 1281 40.000 pasukan Mongol sampai di Teluk Hakata. Pasukan Mongol mengalami kesulitan dalam pendaratannya karena terhalang oleh tembok yang dibangun di Teluk Hakata.

Sementara itu para samurai memiliki taktik untuk melemahkan kekuatan Mongol. Dengan menggunakan perahu kecil para samurai mendarat ke kapal  Mongol kemudian menghabisi prajurit yang berada diatas kapal setelah itu membakar kapal tersebut dan kembali ke daratan. Serangan prajurit Jepang ke kapal-kapal Mongol ini terus berlanjut hingga 50 hari sementara pasukan Mongol terus bertahan sambil menunggu prajurit tambahan yang berjumlah lebih besar sampai di Teluk Hakata.

Pada pertengahan bulan Juli armada kedua Mongol sampai di Teluk Hakata dan memasuki bulan Agustus pasukan Mongol yang kini jumlahnya jauh lebih besar dari pasukan Jepang siap untuk melakukan serangan masif terhadap pasukan Jepang. Namun lagi-lagi keajaiban muncul. Armada Mongol kembali dihantam badai dan badai tersebut menghancurkan 4000 kapal Mongol dan 100.000 prajurit Mongol tenggelam di lautan sementara yang terdampar didaratan dibantai oleh samurai. Akhirnya sisa-sisa armada Mongol kembali ke negaranya dan Jepang kembali selamat dari serangan Mongol.

Kemenangan Jepang justru membawa malapetaka bagi shogun karena para samurai yang bertempur meminta upah karena telah berhasil mengusir bangsa Mongol. Tidak hanya samurai para pemuka agama di Jepang juga meminta bayaran karena menurut mereka Jepang berhasil memenangkan perang berkat doa mereka kepada dewa. Shogun tidak mampu membayar upah untuk samurai dan pemuka agama karena tidak mendapatkan harta jarahan dari prajurit Mongol.

Akhirnya pamor shogun dimata para pengikutnya turun dan kesempatan ini dimanfaatkan oleh Kaisar Go-Daigo yang naik tahta pada 1318 untuk mengakhiri kekuasaan shogun dan mengembalikan kekuasaan di Jepang kepada kaisar. Akhirnya pecah konflik antara pendukung shogun dan kaisar. Akhirnya pada 1333 Keshogunan Kamakura runtuh namun upaya Go-Daigo untuk mengembalikan kekuasaan Jepang kepada kaisar mengalami kegagalan dan akhirnya berdirilah keshogunan baru di Jepang yaitu Keshogunan Ashikaga.

Peristiwa badai yang menerjang armada Mongol saat invasi dipercaya sebagai bantuan dari dewa maka badai tersebut dinamai Kamikaze atau angin dewa. Kisah Kamikaze digunakan untuk memupuk nasionalisme bangsa Jepang di abad 20 dan ketika Perang Dunia II nama Kamikaze dijadikan sebagai nama taktik serangan bunuh diri oleh pasukan Jepang.

Sumber: OA Historypedia Line
Penulis: Wellington

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon