Rabu, 13 Februari 2019

Great Depression, Krisis Ekonomi Terburuk dalam Sejarah Amerika

The Great Depression atau Depresi Besar krisis ekonomi terburuk di Amerika Serikat pada tahun 1929-1939. Di negeri tersebut, The Great Depression diawali dengan kejatuhan bursa saham Wall Street pada bulan Oktober 1929 yang menggoyang seluruh sektor perekonomian.

Awalnya Amerika hanya mengalami krisis ekonomi biasa pertengahan 1929 ketika tingkat daya beli masyarakat mulai turun dan banyak barang yang tidak terjual. Pasar saham pun masih dalam keadaan normal, bulan Oktober tahun itu menjadi mimpi buruk bagi Amerika, tepatnya tanggal 24 Oktober 1929 ketika terjadi market bubble atau kenaikan besar dalam pasar saham Amerika. Sejumlah 12,9 juta lembar saham dijual dan peristiwa tersebut dikenang sebagai Peristiwa Kamis Hitam atau “Black Thursday.”

Beberapa hari kemudian “Black Tuesday” pun terjadi dimana pada hari Selasa terjadi penjualan saham yang luar biasa banyaknya, tepatnya 16 juta lembar saham terjual saat itu karena kepanikan dalam bursa Wall Street. Jumlah saham yang sebanyak itu ternyata tidak menguntungkan, terjual bahkan merugikan para pialang saham yang membelinya.

Dalam tiga tahun berikutnya bursa saham anjlok, hingga pada akhir 1932 nilai pasar saham turun hingga 80 persen dari nilai tahun 1929. Masalah pasar saham pun merembet hingga ke zona perbankan. Banyak bank dinyatakan bankrut, sebanyak 11 ribu dari 25 ribu bank di Amerika saat itu dinyatakan bankrut.

Jumlah pengangguran terus merangkak naik, jika tahun 1930 jumlahnya sekitar 4 juta orang, maka tahun berikutnya jumlah pengangguran meningkat hingga mencapai 6 juta orang. Puncaknya pengangguran naik mencapai 12 hingga 15 juta jiwa atau sekitar 30 persen populasi Amerika.

Tunawisma, gelandangan dan orang-orang kelaparan menjamur di belahan kota di Amerika akibat krisis ini. Produksi barang-barang turun hingga 54 persen dibandingkan dengan tahun 1929. Hal yang menyedihkan juga terjadi di desa dimana saat itu para penduduk yang berprofesi sebagai petani bahkan tidak memiliki modal untuk bercocok tanam karena harga bahan pangan yang anjlok.

Penurunan daya beli masyarakat yang sangat besar bukan tanpa sebab, namun karena masyarakat saat itu sangat hati-hati dalam mengeluarkan uang mereka. Kehati-hatian itu justru berbuah petaka, akibat perilaku mereka terjadi keruntuhan siklus produksi dimana penurunan produksi yang signifikan berdampak kepada PHK besar-besaran perusahaan karena produk mereka tidak laku/ terjual sangat sedikit.

Dalam penanganan masalah ini, pemerintah terlalu mengandalkan prinsip perdagangan bebas dan tidak mengambil langkah mengatur pasar karena menganggap kondisi pasar akan menemukan titik keseimbangannya sendiri dan akan digerakkan oleh "invisible hand" dalam perekonomian, namun mereka salah. Harga pangan semakin anjlok, daya beli masyarakat semakin turun mengakibatkan perekonomian semakin kacau.

Depresi ini mencapai puncaknya tahun 1933 ketika 13-15 juta penduduk Amerika menjadi pengangguran dan hampir separuh bank-bank di Amerika tutup. Langkah sigap Presiden Franklin D. Roosevelt dengan program “New Deal” berangsur-angsur memulihkan Amerika dari krisis yang berlangsung, meski pada awalnya ditentang karena dianggap berisi nilai-nilai sosialisme.

Adapun isi program "New Deal" yang digagas presiden Franklin D Roosevelt adalah:

1. Pengentasan Pengangguran
CCC – Civilian Conservation Corp
PWA – Public Works Administration
TVA – Tennese Valley Authority

2. Recovey Plans (Pemulihan Ekonomi)
NRA – National Recovery Act
AAA – Agricultural Adjustment Admin

3. Prevention Reforms
FDIC – Federal Deposit Insurance Corporation
SEC – Securities and Exchange Commission

Dengan beberapa kebijakan itu, perekonomian amerika serikat mulai berangsur angsur membaik pada tahun 1933 – 1934 dapat kembali normal dan membaik pada akhir 1930an dimana era ini merupakan awal dimulai nya perang dunia ke 2 yang menyebabkan banyak terciptanya lapangan kerja. Sejak itu, berakhiralah masa the great depression.

sumber: OA Historypedia Line
penulis:Hurrem Sultan

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon