Kekaisaran Maurya, kekaisaran terbesar di India kuno

Kekaisaran Maurya adalah kekaisaran yang berada di wilayah India dengan beribukota di Pataliputra yang didirikan oleh Chandragupta Maurya pada tahun 322 SM. Kekaisaran ini dikenal sebagai salah satu kekuatan besar dunia kuno dan kekaisaran terbesar di sub-benua India dimana wilayah Maurya meliputi hampir seluruh wilayah India, perbatasan Himalaya, wilayah Balokistan, hingga Afganistan. Kekaisaran ini berada di masa kejayaannya dibawah pemerintahan Ashoka.

Chandragupta Maurya bersama penasihatnya yang bernama Chanakya membangun tentara dan kemudian menyerang Kerajaan Nanda pada 322 SM. Setelah menaklukan Kerajaan Nanda dan mendirikan kerajaan baru yaitu Maurya, Chandragupta melancarkan ekspansinya ke wilayah barat India dimana dia menaklukan beberapa wilayah yang diperintah oleh orang-orang Yunani atau disebut Satrap yang merupakan sisa-sisa kekaisaran Alexander the Great dan pada tahun 316 SM wilayah Maurya bertambah luas hingga ke wilayah barat laut sub-benua India.

Pada 305 SM, Maurya berperang dengan Kerajaan Seleucid yang saat itu dibawah pemerintahan Raja Seleucos I. Perang dengan Seleucid berakhir lewat Perjanjian Indus dimana Seleucid menyerahkan wilayahnya di bagian barat Sungai Indus kepada Maurya sebagai gantinya Maurya menyerahkan 500 gajah ke Seleucid. Selain dengan jalur peperangan, Chandragupta juga memakai pernikahan politik untuk memperluas wilayahnya. Di era Chandragupta, Maurya membangun jalan dagang yang menghubungkan India dengan wilayah Asia Tengah. 

Chandragupta akhirnya turun tahta setelah dia memilih untuk mengasingkan diri dan memperdalam ajaran Jainisme.Tahta Maurya kemudian diteruskan oleh anak Chandragupta yaitu Bindusara. Dibawah kekuasaan Bindusara, Kekaisaran Maurya memperluas wilayahnya ke bagian selatan India dan Bindusara juga menjalin hubungan dagang dan diplomatik dengan Yunani. Setelah Bindusara wafat tahta Maurya jatuh ke anaknya yaitu Ashoka dan pada 268 SM Ashoka menjadi kaisar Maurya. Dibawah kekuasaan Ashoka wilayah Maurya sudah luas berkat ekspansi yang dilakukan pendahulunya namun masih ada negara yang berdiri di pesisir timur India yaitu Kalinga. Ashoka akhirnya memutuskan untuk menaklukkan Kalinga.

Perang dengan Kalinga berlangsung selama 8 tahun karena perlawanan yang dilakukan Kalinga membuat tentara Maurya kesulitan untuk menaklukkan Kalinga. Perang menimbulkan banyak korban jiwa khusunya dari pihak Kalinga karena prajurit Kalinga berjuang hingga orang terakhir sehingga sulit untuk membuat kerajaan tersebut menyerah. Namun pada akhirnya Ashoka berhasil menguasai Kalinga. Setelah Perang Kalinga selesai Kekaisaran Maurya menguasai hampir seluruh wilayah di India kecuali sebagian wilayah selatan India tersebut menghentikan ekspansinya dan Maurya pun memasuki era kedamaian.

Maurya yang awalnya sebuah kerajaan agresif berubah menjadi kerajaan yang menerapkan ajaran kedamaian dalam menjalankan kerajaannya. Ashoka menulis sebuah dekrit yang ditulis di batu maupun di pilar. Dekrit tersebut berisi jaminan kebebasan beragama bagi rakyatnya, perintah untuk membantu orang yang miskin dan orang tua, membangun rumah sakit untuk orang dan hewan, patuh kepada orang tua, hormat kepada orang yang lebih tua, perlakuan baik terhadap pendeta atau pemuka agama apapun ajarannya, menanam tanaman dimanapun, dan membangun jalan untuk mempermudah masyarakat.

Namun tidak semua isi dekrit ini terealisasikan. Pendeta brahmana merasa kebebasan agamanya dibatasi karena tidak bisa melakukan upacara pengorbanan hewan. Dia juga dikenal sebagai penganut Buddha yang taat dan sangat mendukung penyebaran Buddhisme. Ashoka membangun ribuan stupa dan mengirim biksu Buddha untuk menyebarkan ajaran Buddha ke Asia Barat, Afrika Utara, hingga Yunani. Ashoka juga menjadikan Buddha sebagai agama resmi dari Kekaisaran Maurya dan meminta nasihat dari biksu Buddha dalam mengambil keputusan politiknya. Di era Ashoka Kekaisaran Maurya memasuki masa keemasannya karena kemajuan dibidang agama dan ilmu pengetahuan, kestabilan politik, dan perdamaian. Selain itu dibawah kekuasaan Ashoka wilayah Maurya membentang dari Afganistan hingga pesisir timur India.

Pada 232 SM Ashoka wafat. Wafatnya Ashoka menandai berakhirnya era kejayaan Maurya karena penerus Ashoka tidak ada yang mampu membawa kejayaan seperti pendahulunya tersebut dan justru terkesan lemah. Selain itu satu persatu wilayah Maurya memerdekakan diri.Akhirnya 50 tahun sesudah kematian Ashoka riwayat Kekaisaran Maurya berakhir ketika raja terakhirnya yaitu Brihadratha dibunuh oleh panglimanya sendiri yang bernama Pushyamitra. Akhirnya Kekaisaran Maurya yang wilayah semakin sedikit runtuh setelah Pushyamitra mengambil alih negara tersebut dan mendirikan Dinasti Shunga.

source: OA Historypedia Line Penulis -Wellesley/Wellington

Belum ada Komentar untuk "Kekaisaran Maurya, kekaisaran terbesar di India kuno"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel