Senin, 03 Desember 2018

5 Pertimbangan Wajib dalam Menentukan Kampus yang Tepat

Tags

Perguruan tinggi yang dipilih akan menjadi semacam 'rumah kedua' selama 4 tahun ke depan, maka jangan sampai menganggap enteng yah! Berikut adalah beberapa pertimbangan yang harus dipikirkan baik-baik

1. Kemampuan Finansial
Ketika Jerman sudah mampu menjamin pendidikan gratis kepada seluruh warganya, bahkan warga luar negeri yang kuliah di Jerman, kekhawatiran utama siswa di Indonesia ketika ingin mendaftar kuliah adalah biaya pendidikan. Namun, apabila kamu ragu untuk mendaftar karena masalah keuangan, maka kamu tidak perlu lagi khawatir. Saat ini banyak bantuan pendidikan dan beasiswa. Ada Bantuan Biaya Kuliah Bidikmisi, Beasiswa Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), Bantuan Belajar Mahasiswa (BBM), beasiswa internal kampus, sampai beasiswa dari perusahaan-perusahaan. Isu finansial bukan lagi merupakan hambatan besar bagi mahasiswa Indonesia untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi.

2. Lingkungan Baru
Kalau dimungkinkan, pilihlah perguruan tinggi yang lokasinya berada di luar kampung halaman. Kesempatan untuk tinggal di lingkungan baru akan sangat berharga dan bisa mengubah hidup kita. Di lingkungan baru akan sangat berharga dan bisa mengubah hidup kita. Di lingkungan baru, kita akan belajar mandiri, belajar membuat keputusan, dan belajar melakukan semuanya sendiri. Ketika kita pindah ke lingkungan yang baru, kita juga akan mengenak budaya lain dan belajar untuk beradaptasi dengan segala seuatu yang baru. Kita akan ter-expose dengan budaya dan tipikal kepribadian yang berbeda. Kita juga akan belajar menerima perbedaan.
Ngekost (tinggal sendiri) itu juga penting. Ketika kita hidup sendiri (bukan di rumah orang tua atau saudara), kita akan belajar basic skills untuk bertahan hidup. Selama ini, kita mungkin tidak pernah bisa melalukan hal-hal yang sederhana (padahal mereka penting dalam hidup), misalnya memasak, mencuci baju, menyetrika, atau bersih-bersih. Ketika hidup sendiri, terdapat kemungkinan yang lebih besar bagi kita untuk melakukan itu semua secara mandiri.
Memang, kita bisa membayar orang lain untuk melakukan itu semua. Tapi sadarlah bahwa tergantung pada orang lain adalah fana. Kita boleh membayar orang lain untuk melakukan sesuatu, tapi itu bukan alasan bagi kita untuk tidak bisa mengerjakan sendiri. Ketika kita mampu melakukan sendiri, rasa kekhawatiran kita juga akan berkurang. Bagaimana jika pada Haris Besar Warung di dekat rumah tidak buka? Bagimana jika tempat laundry tidak buka? Bagimana juga asisten rumah tangga harus pulang kampung? Semua itu bukan kekhawatiran apabila kita sudah bisa melakukannya sendiri.
Selain itu, mengapa tinggal di lingkungan baru begitu penting? Alasan lainnya adalah karena lingkungan baru akan membuat kita keluar dari zona nyamana. Kita akan keluar dari lingkaran proteksi orang tua. Kita akan memandang dunia nyata tanpa lapisan kacamata yang sudah dibersihkan orang tua.
Mungkin selama ini kita pikir kita sudah mandiri. Tapi ingat ikan di akuarium juga percaya bahwa ia amat mahir dalam mengatasi 'gelombang air' (berenang). Namun, ia baru benar-benar bisa merasakan 'gelombang air' terjangan ombak ketika ia pergi ke laut. Semahir apapun ia berenang di akuarium, percayalah baha ia pasti akan kaget. Ia mungkin sudah pernah mendengar tentang ombak laut yang dahsyat, mungkin ua juga sudah mempersiapkan dirinya untuk bertemu dengan ombat itu. Tapi ketika ia sudah merasakan terjangan ombak, niscaya ia akan disadarkan dan apabila ia beradaptasi dengan baik, maka ia baru akan menjadi benar-benar kuat.
Manusia, sama halnya dengan ikan, juga sering kali berpikir bahwa kita sudah dewasa, mandiri, dan kuat. Padalah, kita baru benar-benar diuji kemandiriannya ketika sudah bertahan hidup sendiri dan kuliah di kota lain adalah  kesempatan yang sangat baik untuk menempa kemandirian kamu.
Satu lagi, pergi ke lingkungan baru juga bertujuan agar kita bisa mengenal lebih banyak orang baru. Suatu perguruan tinggi yang letaknya berada di teimpat asal SMA kita pasti mayoritasnya jua adalah orang-orang yang berasal dari kota itu juga. Alhasil eksposur kita terhadap orang-orang baru pun menjadi berkurang. Indonesia adalah adalah bangsa yang begitu besar, sayang sekali kalau kita tidak mengenal budaya lainnya.

3. Reputasi Kampus
Kampus yang reputasi bagus tidak hanya memberikan kebanggan, tapi secara umum juga menyediakan kesempatan yang lebih luas untuk berprestasi dan kesempatan yang lebih banyak untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Jangan sampai terjebak di perguruan tinggi yang tidak seberapa bagus, namun berbiaya mahal, dosennya tidak helas, ilmunya tidak seberapa, dan ternyata lulusannya sangat sulit mencari pekerjaan.

4. Lokasi Kampus
Maksud dari lokasi dalam konteks kali ini adalah letak kampus secara geografis. Tidak dapat dipungkiri bahwa kampus yang berlokasi di kota besar akan memberikan kesempatan yang lebih luas untuk bertemu dengan lebih banyak orang baru dan memudahkan akses mengikuti acara-acara bonafide.
Saya banyak bertemua dengan mahasiswa yang berasal dari kampus yang letaknya jauh dari  kota besar dan mereka sering bercerita bahwa mereka mengalami kesulitan akses terhadap informasi dan kesulitan dalam mencari dana transportasi.
Isu seperti ini tidak bisa diremehkan. Perjalanan yang jauh dan kekurangan dana benar-benar bisa membuat 'capek' untuk mengikuti acara, padahal mengikuti acara akan memberikan manfaat yang sangat besar. Untuk mengakses informasi mengenaik acara-acara nasional dan internasional.

5. Feeling
Saya percaya bahwa suka atau tidak suka, feeling tetap merupakan suatu faktor yang sangat penting untuk dijadikan pertimbangan. Kuliah adalah masalah 4 - 5 tahun ke depan. Tidak gampang untuk pergi ke suatu tempat yang kita tidak sukai selama 5 hari dalam seminggu, 4 minggu dalam sebulan, dan kira-kira 8 bulan dalam setahun.
Mungkin ada yang bilang "Tapi bisa aja kan sekarang engga suka, terus nanti lama-lama jadi suka", atau, "sekarang suka, nanti juga bisa jadi ngga suka kok". Newton dalam bukunya Mathematical Principles of Natural Philosophy mengatakan bahwa sifat dasar pergerakan adalah objek yang diam akan cendrung untuk diam dan objek yang sedang bergerak akan cendrung untuk terus bergerak. Mungkin hal tersebut dapat diibaratkan seperti ketika kita lagi di rumah, kita akan malas keluar rumah, tapi kalau sudah di luar, rasanya malas pulang karena tidak ingin sepi di rumah. Korelasinya ke topik ini adalah kemungkinan untuk terus menyukai kampus yang sudah kita dari awal lebih tinggi dibandingkan kemungkinan untuk menyukai kampus yang tidak kita sukai sejak awal.
Yang juga penting diperharikan adalah apakah kita bangga dengan kampus tertentu atau tidak dan apakah kita bisa menemukan identitas di kampus tersebut.
Identitas dan kebanggan itu penting karena ketika kita bangga, itu akan meningkatkan semangat kit. Misalnya, kita menjadi lebih semangat untuk mewakili kampus di berbagai acara. Yang paling penting, kalau sudah bangga itu juga berarti kita akan menjadi semakin pede dan nyaman dengan kampus pilihan kita.
Ketika kuliah, orang akan selalu bertanya, "kuliah dimana?" setelah kamu lulus pun, orang akan selalu bertanya "Lulusan mana?" Jadi, jangan sampai kamu salah memilih kampus yang kamu akan malu mengatakan kamu adalah lulusan di situ. 

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon