Jumat, 19 Oktober 2018

Mengatasi Grogi dan Memotivasi Diri dalam Public Speaking

Sebelum memulai public speaking, hal umum yang dirasakan adalah grogi atau nervous. Grogi bisa menghampiri siapa saja tidak peduli usia, jabatan ataupun status sosial. Kenali dulu gejalanya, lalu lakukan teknik untuk menguranginya.

Kenali Gejalanya:

  • Jantung berdetak lebih cepat
  • Napas pendek
  • Keringat dingin
  • Sakit perut
  • Gemetar
  • Bicara terbata-bata
  • Kehilangan kata
  • Dan masih banyak lagi, ini bisa dirasakan satu per satu atau banyak sekaligus (jadi terasa menderita sekali ya).
Apabila Anda merasakan satu atau lebih dari keadaan ini sebelum menjadi public sepaker, hampir bisa dipastikan kalau Anda mengalami grogi. Hal pertama yang dilakukan adalah menerima kenyataan, jangan disangkal. Karena semakin Anda mengacuhkan grogi, bisa semakin buruk keadaannya atau kesalahan yang Anda buat bisa semakin fatal. Setelah iklas menerima keadaan ini, barulah Anda melakukan beberapa cara untuk menguranginya. Dimulai dengan membuat nyaman diri Anda. 

Nyamankan diri Anda dengan cara mengalirkan oksigen. Pada saat grogi, otak bekerja lebih keras sehingga membutuhkan lebih banyak oksigen. Akibatnya adalah napas yang pendek dan cepat (tesengal-sengal) seperti orang habis berolahraga. Dengan napas yang tersengal, justru bereksiko membuat bicara jadi cepat sehingga bisa keseleo lidah (belibet) atau terdengar bergumam, yang malah akan menggandakan grogi Anda. Yang harus dilakukan adalah mengirim oksigen dengan baik ke otak dengan bernafas nyaman.

BERNAPAS
a. Bernapaslah perlahan-lahan.
b. Tarik napas melalui hidung, tahan selama lima detik, lalu keluarkan pelan-pelan sampai sepenuhnya habis dan perut mengempis melalui mulut. Lakukan ini sebanyak lima sampai sepuluh kali sebelum bicara.
c. Hindari bernapas seperti habis olahraga (napas pendek atau cepat).
d. Atur napas sehingga detak jantung Anda normal dan tenang.
Setelah fisik Anda mulai merasa nyaman, bicaralah dengan suara tenang dan lantang agar diperhatikan.

SUARA
a. Bicaralah dengan suara bertenaga (bukan berteriak). Saat sedang grogi sering kali muncul rasa tidak percaya diri. Ini menyebabkan Anda cendrung berbicara pelan sehingga suara yang keluar tidak terdengar jelas. Akibatnya audience akan lebih memerhatikan Anda. Nah masalah,nya orang yang grogi saat semakin diperhatikan, akan semakin berlipat juga rasa groginya. 
b. Bicaralah perlahan dan jelas. Ini dilakukan untuk mengurangi reksiko keseleo lidah atau kamisosolen (misalnya maksud Anda bilang "benar" atau "betul", yang terucap adalah "benul") ini tentunya akan membuat Anda semakin (terlihat) grogi.

Selain bicara dengan lantang agar diperhatikan, Anda juga harus:
DENGAR DAN PERHATIKAN
a. Sering kali saat grogi, Anda ingin penampilan segera berakhir, sehingga baik disadari atau tidak, Anda bicara semakin cepat tanpa memperhatikan audience. Keadaan ini juga akan dirasakan audience  (yang merasa tidak diperhatikan) sehingga bicara sendiri, sibuk dengan gadget masing-masing atau melihat Anda dengan pandangan kosong karena pikiran mereka ada di tempat lain. Tidak ada salahnya kalau Anda berhenti sejenak saat sedang bicara, bertanyalah satu dua hal sederhanana dari atau berjalan mendekati audience, agar mereka merasa diperhatikan dan (otamatis) memerhatikan Anda. 
b. Bicaralah dengan sesekali menatap mata audience, sehingga mereka merasa diperhatikan dan muncul kedekatan. Kalau Anda merasa tidak nyaman melihat mata audience, bisa dengan menatap kening, alis atau hidung mereka. Jangan menghindari tatapan dengan hanya fokus pada skrip, materi presentasi atau bahkan langit-langit ruangan.

Selain itu pastikan Anda mengerti materi yang dibawakan. Semakin Anda tahu akan materi, akan melipatgandakan rasa percaya diri Anda semakin mengurangi rasa grogi yang ada. Pelajari materi, baik yang akan Anda bicarakan ataupun tidak, ini membuat Anda semakin siap kalau mendapat pertanyaan yang tidak terduga sebelumnya. 

Janganlah menghafal speech atau presentasi Anda, gunakan catatan sebagai penunjuk apabila lupa, tapi kenali materi dan urutannya sehingga tidak panik kalau terjadi kesalahan teknis (catatan Anda tertukar, slide show macet, dan lain-lain). Berlatih berulang kali menggunakan materi Anda sebelum tampil. Jangan kaku dengan memaksakan urutan kata, kalimat dan gerakan yang sama setiap kali (karena akan membuat Anda menjadi seperti robot). Berlatihlah dengan fleksibel sehingga membuat Anda mengerti detail materi yang akan dibawakan. 

Terakhir tampilan seakan Anda percaya diri, sehingga walaupun (sebenarnya) Anda sedang grogi, aundience tidak akan menyadarinya. Dengan melihat audience yang tenang, pelan tapi pasti Anda juga akan merasa tenang, lalu kepercayaan diri yang sebenarnya akan muncul. 
Langkah-langkah mengurangi grogi:
1. Latihan di rumah => berlatihlan tanpa gangguan orang lain, sehingga Anda merasa rileks dan fokus.
2. Datang tepat waktu => Semakin mepet waktu datang, akan semakin besar tekanan yang dirasakan, apalagi sampai Anda berkali-kali ditelepon oleh panitia. Di sisi lain, terlalu lama berada di tempat acara sebelum waktu Anda juga bisa membuat tidak nyaman karena menjadi lelah sebelum tampil ataupun tegang melihat kesibukan orang lain.
3. Kenali materi Anda => Pelajari dari segala sisi. Semakin Anda ahli, akan semakin timbul rasa percaya diri. 
4. Baca catatan => Bukan dihafalkan ya, karena bila Anda lupa, butuh waktu lagi untuk mengingat urutannya, sehingga bisa membuat Anda panik dan tambah grogi. Pastikan Anda mengerti materi yang dibawakan, ini akan membuat Anda nyaman saat tampil karena mengerti urutan materi yang akan dikatakan.
5. Latihan => Ya, lakukan lagi latihan sebelum muncul di depan audience.  Lakukan latihan berkali-kali, lakukan di depan orang yang membuat Anda nyaman kalau perlu, sehingga Anda (seperti) memiliki  audience, tapi tetap merasa nyaman.
6. Penampilan => Pastikan penampilan (pakaian) Anda sesuai dengan audience dan acara. Sehingga Anda nyaman menjadi pusat perhatian bukannya risik karena salah penampilan.
7. Kenali Panggung => Untuk memudahkan Anda bergerak dan membuat penampilan dinamis, tidak ada salahnya Anda melakukan  GR (Gladi Resik/General Rehearsel) terlebih dahulu. Pastikan Anda tahu posisi berdiri atau duduk di mana. Jangan sampai terjadi kebingungan atau salah posisi saat acara sudah mulai sehingga menimbulkan kecanggungan yang malah menambah grogi. 
8. Kenali audience => Sehingga Anda bisa dengan cepat menjadi bagian dengan mereka, yang akan membuat Anda merasa nyaman. Buat mereka berkumpul, makin dekat audience dengan Anda, akan makin baik. Audience yang terpisah-pisah, sulit diajak untuk konsentasi kepada Anda. 

Hal lain yang bisa dilakukan untuk meredakan grogi adalah:
  • Minum segelas air putih untuk melancarkan peredaran darah.
  • Senam kecil sebelum memulai agar otot-otot rileks.
  • Bicara dengan teman agar tidak terlalu tegang menunggu giliran.
  • Katakan "saya siap" berkali-kali untuk memompa rasa percaya diri.
Dan satu hal yang menjadi mantra paling manjut buat setiap kali grogi adalah BERDOA. Ini akan membuat pikiran dan perasaan Anda jauh lebih tenang. Setelah Anda melakukan tahapan ini, rasakan lagi apakah grogi masih ada. Kalau hilang sama sekali, yang harus Anda lakukan adalah memunculkannya lagi! Sebetulnya grogi sebelum tampil menjadi public speaker itu perlu, supaya:
1. Waspada terhadap berbagai kemungkinan.
2. Berhati-hati terhadap kesalahan.
3. Menjaga emosi agar penampilan berkesan.

Jadi kenalilah grogi, lakukan cara untuk menguranginya tapi sisakan untuk kesuksesan penampilan. 

Sumber: My Public Speaking by Hilbram Dunar

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon