Selasa, 07 Agustus 2018

Persiapan Fisik dan Mental Menghadapi Psikotes dan Interview

Tags


A. Persiapan Fisik
Sebaiknya, psikotes dan interview jangan pernah dianggap sebagai bebas yang terlampau berat, sehingga menjadikannya momok yang menakutkan. Menghadapi psikotes dan interview dengan wajar akan menentramkan hati seseorang untuk kemudian bisa mengerjakan soal dengan tenang dan penuh konsentrasi. 

Berikut merupakan beberapa persiapan fisik yang perlu diperhatikan sebelum menjalani psikotes dan interview.

1. Persiapan peralatan
Sebelum menjalani psikotes dan interview hendaknya kita menyiapkan peralatan standar. Diminta atau tida, persiapan peralatan ini menunjukan keseriusan kita dalam menjalani psikotes. Peralatan standar yang perlu dipersiapkan diantaranya.
  • Pensil 2B dan pensil HB masing-masing dua buah
  • Penghapus pensil
  • Penggaris
  • bolpoint
  • papan atau map dari kayu untuk menyanggah lembar jawaban
  • kertas buram
  • keplek atau kartu peserta psikotes apabila telah diberikan
  • identitas diri 
2. Persiapan busana
Pilih busana yang hendak dikenakan sehari sebelum menjalani psikotes atau wawanara. Bukan busana bary atau bagus yang akan dinilai, tetapi kerapian dan kesopanan busana bagi pekerjaan atau pendidikan yang memang profesional.
Pria
Wanita
1)Kemeja lengan panjang atau pendek dengan warna putih atau pastel.
1)Blouse lengan panjang atau lengan pendek berlapis blazer dengan lembut
2)Celana panjang model ‘pipa’ berbahan kain dengan warna hitam atau warna netral lainnya
2)Rok dibawah lutut atau celana panjang dengan warna senada dengan atasan.
3)Jika perlu mengenakan dasi dan jas. Kenakan yang warnanya senada dengan kemeja dan celana
3)Jika perlu mengenakan jilbab, kenakan bahan kain dan warnanya senada dengan busana serta bermodel simpel.
4)Pilih sepatu kantor bahan kulit atau imitasi warna netral. Jangan kenakanan kets atau selop
4)Pilih sepatu tertutup dengan hak sedang yang nyaman digunakana.

3. Persiapan diri
  • Tidur yang cukup malam sebelumnya, sehingga bisa bekonsentrasi pagi harinya. 
  • Mandinya dan mengantisipasi datangnya keringat, bisa dengan bedak, mengenakan kaus dalam, atau semacamnya.
  • Menyisir rambut dengan rapi, menggunakan parfum yang baunya tidak menyengat atau beraroma lembut.
  • Make up lembut dan secukupnya bagi wanita.
  • Makan pagi sesuai kebiasaan dan secukupnya.
  • Pergi ke toilet sebelum psikotes atau wawancara dimulai.
B. Persiapan Mental
Selain persiapan fisik, perlu dilakuan persiapan mental jika hendak menjalani psikotes atau wawancara. Persiapan mental ini terlebih untuk melatih kepercayaan diri dan mengatasi rasa gugup ketika menjalani tes. 
Berikut merupakan beberapa persiapan mental yang perlu dilakukan.
1) Berdoa
Apapun agama dan kepercayaan kita, berdoa merupakan satu cara untuk menenangkan diri dan membuat kita tampil lebih prima. Dengan adanya kepasrahan dan permintaan pertolongan kepada yang Mahakuas, otomatis akan tumbuh rasa percaya diri untuk menjalani apa yang hendak dilakukan. Termasuk dalam menjalani psikotes dan wawancara.
2) Meluruskan niat
Mempersiapkan mental berarti juga dengan meluruskan niat dalam mengikut psikotes dan wawancara. Mengikuti psikotes demi cita-cita dan keinginan yang baik akan mempermudah penerimaan terhadap diri sendiri. 
3) Melihat lokasi
Lokasi psikotes atau wawancara hendaknya telah disurvei terlebih dahulu satu atau dua hari sebelumnya. Jika memungkinkan, lihat tempat duduk kita nanti berada. Dengan mengetahui lokasi tes, hati akan jauh lebih tenang dan siap.
4) Yakin
Keyakinan terhadap hal yang hendak dihadapi akan membuat semangat dan kemampuan lebih pada diri seseorang. Maka yakinlah Anda bisa melakukan semua yang disajikan dalam psikotes dan bisa menjawab dengan tepat yang ditanyakan dalam wawancara.
5) Berlatih
Berlatih soal-soal psikotes bukan hanya menyiapkan diri secara fisik, tetapi terlebih secara mental karena telah mendapat gambar kemungkinan soal yang akan dihadapi meskipun tidak sama 100%.
6) Datang lebih awal 
Usahakan untuk datang lebih awal dari waktu yang telah ditetapkan dalam menghadapi psikotes dan wawancara. Kesiapan ini akan membuat diri kita kita tidak gugup dan lebih percaya diri ketika menghadapi tes.
7) Teliti, sportif, dan penuh perhatian
Mengerjakan soal dengan sportif akan menambah rasa percaya diri, sehingga mempengaruhi jawaban yang ditulis. Kerjakan satu per satu soal dengan cermat dan teliti, perhatikan petunjuk yang diberikan baik lewat lisan maupun lewat tulisan. 

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon