Sabtu, 18 Agustus 2018

Permintaan, Penawaran, Elastisitas, dan Harga Keseimbangan

1. Permintaan
Istilah permintaan digunakan untuk menunjukan jumlah barang dan jasa yang diminta masyarakat pada waktu dan tingkt harga tertentu. Permintaan dipengaruhi oleh harga barang pengganti dan pelengkap, daya beli masyarakat, jumlah penduduk, tingkat penghasilan. serta selera masyarakat.
Hukum permintaan menyatakan bahwa jumlah barang dan tingkat harga memiliki hubungan terbalik. Artinya, jika harga naik, jumlah barang dan jasa yang diminta berkurang. Jika harga turun, jumlah barang dan jasa yang diminta berkurang. Jika harga turun, jumlah barang dan jasa yang diminta akan bertambah. Hukum permintaan berlaku dengan asumsi faktor selain harga dianggap tetap (ceteris paribus). Kurva permintaan dapat digambarkan sebagai berikut.
Fungsi permintaan menunjukan hubungan antara variabel harga dan jumlah barang atau jasa yang diminta. Rumus fungsi permintaan sebagai berikut.
sehingga menghasilkan rumus:
Jenis permintaan berdasarkan daya beli masyarakat dapat dibedakan sebagai berikut.
a. Permintaan efektif yaitu permintaan yang diikuti dengan daya beli masyarakat sekaligus melalukan transaksi pembelian.
b. Permintaan potensial yaitu permintaan yang diiikuti daya beli, tetapi belum melakukan transaksi pembelian.
c. Permintaan absolut yaitu permintaan yang tidak diikuti atau didukung daya beli. 
Menurut subjeknya, permintaan dibedakan menjadi permintaan individu dan kolektif. Permintaan individu adalah permintaan yang dilakukan individu untuk memenuhi kebutuhan hidup. Permintaan kolekftif adalah kumpulan permintaan perorangan yang terjadi di pasar.

2. Penawaran
Penawaran menunjukan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan pada waktu dan berbagai tingkat harga tertentu. Faktor yang memengaruhi penawaran adalah biaya produksi, perkiraan harga pada masa depan, serta munculnya produk baru. Hukum penawaran menyatakan bahwa hubungan harga dan jumlah barang yang ditawarkan berbanding lurus. Artinya, jika harga naik, jumlah barang dan jasa yang ditawarkan meningkat. Sebaliknya, jika harga turun, jumlah barang dan jasa yang ditawarkan berkurang. Hukum penawaran berlaku dengan asumsi faktor selain harga dianggap tetap/tidak berubah (ceteris paribus). Kurva penawaran dapat digambarkan sebagai berikut.
Fungsi penawaran menunjukan hubungan antara harga dan jumlah barang atau jasa yang ditawarkan. Rumus fungsi penawaran sebagai berikut. sehingga menghasilkan rumus:
Berdasarkan jumlah barang dan/atau jasa yang ditawarkan, penawaran dikelompokan sebagai berikut.
a. Penawaran individu yaitu jumlah barang dan atau jasa yang ditawarkan seorang produsen atau penjual pada waktu, tempat, dan tingkat harga tertentu. 
b. Penawaran pasar/kolektif yaitu keseluruhan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan penjual pada waktu dan berbagai tingkat harga di pasar. Penawaran pasar merupakan jumlah keseluruhan penawaran perorangan di tempat tertentu.

3. Elastisitas Permintaandan Penawaran
Elastisitas merupakan tingkat kepekaan perubahan jumlah barang dan jasa yang diminta atau ditawarkan akibat terjadinya perubahan tingkat harga. Tingkat elastisitas barang atau jasa dapat diketahui melalui koefisien elastisitas.
Koefisien elastisitas diperoleh melalui perbandingan antara persentase perubahan variabel tetap dan persentase perubahan variabel bebas yang memengaruhinya. Koefisien elastisitas dapat dirumuskan sebagai berikut.

Sifat elastisitas barang atau jasa terbagi menjadi elastis (koefisien > 1), inelastis, (koefisien < 1), elastis uniter (koefisien = 1), elastis sempurna (koefisien = ~), dan inelastis sempurna (koefisien = 0). Jenis-jenis elastis permintaan sebagai berikut.
a. Elastisitas Silang
Elastisitas permintaan silang mengukur perubahan kuantitas yang diminta atas sebuah produk yang dapat memengaruhi harga produk lainnya.

Nilai elastisitas silang dapat digunakan untuk mengetahui suatu barang dan dengan barang laiinnya.
1) Barang komplementar: Jika elastisitas < 0 (negatif), artinya harga barang Y akan menyebabkan pernurunan kuantitas barang X yang diminta.
2) Barang substitusi: jika elastisitas > 0 (positif), artinya kenaikan harga barang Y akan menyebabkan kenaikakan barang X yang diminta.
b. Elastisitas Pendapatan
Elastisitas pendapatan adalah persentase perubahan kuantitas barang yang diminta akibat terjadinya perubaha pendapatan.
elasitas pendapatan positif termasuk barang normal/superior, artinya jika pendapatan naik menyebabkan kenaikan jumlah barang yang diminta. Elastisitas negatif termasuk barang inferior/giffen, artinya jika pendapatan naik menyebabkan penurunan jumlah barang yang diminta. elastisitas pendapatan < 1 barang kebutuhan pokok, artinya perubahan pendapatan tidak tidak menyebabkan perubahan permintaan sebesar perubahan pendapatannya. Apabila elastisitas pendapatan > 1 termasuk barang mewah, artinya perubahan permintaan lebih besar daripada perubahan pendapatan. 

4. Harga keseimbangan 
a. Pengertian Harga Keseimbangan
Harga keseimbangan merupakan harga yang terbentuk sebagai akibat adanya penyesuaian antara permintan dan penawaran pasar. Harga keseimbangan tercapai apabila jumlah barang yang diminta sama dengan jumlah barang yang ditawarkan pada tingkat harga dan waktu tertentu.
b. Terbentuknya Harga Keseimbangan 
Harga keseimbangan terjadi ketika kurva pemintaan (demand) berpotongan dengan kurva penawaran (supply). Titik potong antara kedua kurva disebut titik keseimbangan (equilibrium). Dengan demikian, harga keseimbangan dapat dirumuskan sebagai berikut.

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon