Kamis, 09 Agustus 2018

Pengertian dan Tips Pengerjaan Tes Intelegensi

Tags

Tes intelegensi disebut pula dengan tes kecerdasan. Tes intelegensi mengukur tingkat kecerdasan seseorang. Awalnya tokoh yang meneliti dan mengembangkan tes intelegensi adalah Stanford Binet dengan skala kecerdasan Binet.
Tes-tes intelegensi yang datang kemudian menggunakan prinsip-prinsip pengukuran dan penentuan skala kecerdasan, yaitu IQ seperti yang digunakan dalam skala Binet. Ini meliputi penggunaan konstruk kecerdasan yang menguji kemampuan verbal, logika, penalaran, dan persepsi bangun ruang sebagai ukuran kecerdasan. Dalam benyak hal tes intelegensi kemudian dipengaruhi oleh teori-teori psikofisik Spearman dan Galton., serta perbandingan usia kronologis dengan usia mental untuk menentukan skor IQ.
Menurut cara memberikan tes kepada subjek, tes kecerdasan terdiri atas dua macam. antara lain sebagai berikut.
1. Tes individual
Tes individual yaitu tes yang diberikan dalam bentuk wawancara kepada satu orang testee. Penggunaan tes ini pada umumnya untuk keperluan klinis dan diagnostik. Contoh dari tes ini adalah skla Stanford-Binet dan Wechsler.
2. Tes kelompok
Tes kelompok adalah tes yang diberikan kepada sekelompok orang, dapat terdiri atas lima hingga ratusan orang dalam satu waktu bersamaa. Contoh tes kelompok adalah Army Alpha, Army Beta, Otis-Lennon School Ability Tes (Anastasi & Urbina, 1997), atau Tes Intelegensi Khusus Indonesia (TIKI).

Tips mengerjakan tes intelegensi
1) Pada saat pengerjaan tes matematika
Untuk test berhitung cepat memang diperlukan konsentrasi yang tinggi dari diri Anda, agar bisa cepat dan tepat dalam menghitung soal-soal tersebut. Biasanya pertanyaan yang muncul adalah seputar penjumlahan, pengurangan, dan pembagian.
Untuk deret atau irama bilangan jangan hanya terpaku pada dua atau tiga angka terdepan dari deret tersebut saja, tetapi usahakan melihat kesuluruhan deret dan keseluruhan pilihan jawaban untuk mempermudah pengerjaan. Adakalanya deret dan irama bilangan bisa jadi berdasarkan pengelompokan urut, loncat, atau memiliki dua pola.
Untuk tes soal matematika, bacalah dengan seksama dan jawablah sesuai pertanyaa. Menggunakan alat bantu berupa kertas buram diperbolehkan atau jika tidak disediakan bisa menghitung di balik lembar soal atau jawaban dengan pensil.
Waktu yang disediakan untuk mengerjakan tes tidak terlampau lama, oleh kerenanya tinggalkan soal yang sekiranya menyita waktu banyak waktu dan pemikiran. Kerjakan soal yang mudah terlebih dahulu dan kembalilah ketika ada waktu masih tersisa untuk mengerjakan soal yang ditinggalkan tadi.
2) Pada saatu pengerjaan tes verbal
Test verbal yaitu test yang mengukur kemampuan berbahasa seseorang dan biasanya terdiri atas tes sinonim atau padanan kata, antonim, atau lawan kata, penalaran verbal yang bisa jadi berupa soal mengerti sebuah wacana tertentu, juga soal diksi dan pengertian serta perbandingan antarkata.
Apabila Anda bermasalah dengan konsentrasi dan logika maka Anda bisa menghafalkan beberapa soal dan jawabannya. Oleh karena dalam test ini kebanyakan soal yang disajikan hampir sama.
3) Keseluruhan pengerjaan tes
Dengarlah arahan narator dengan seksama atau bacalah petunjuk yang ada di lembar soal kalau memang ada petunjuknya. Pahami dengan baik perintah yang dituliskan atau dibacakan, kemudian lakukan dengan penuh konsetrasi, tidak tergesa-gesa, tetapi konsisten dan memperhitungkan waktu dan pengerjaan yang sangat terbatas. 

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon