Kamis, 23 Agustus 2018

Konsep PDB, Pendapatan Nasional, dan Pendapatan per Kapita

1. Konsep Pendapatan Nasional
Pendapatan nasional merupakan keseluruhan pendapatan yang diterima masyarakat suatu negara dalam satu tahun. Beberapa komponen pendapatan nasional sebagai berikut.
a. Produk Domestik Bruto/Gross Domestic Product (PDB/GDP) merupakan nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh faktor-faktor produksi suatu negara, baik milik warga negara maupun orang asing yang tinggal di negara tersebut.
b. Produsk Nasional Bruto/Gross National Product(PNB/GNP) merupakan jumlah nilai barang dan jasa yang dihasilkan faktor-faktor produksi milik warga negara sendiri yang tinggal di dalam negeri maupun di luar negeri.
c. Produk Nasional Neto/Net National Product (PNN/NNP) merupakan nilai depresiasi yang dikurangkan dari produk Nasional Bruto selama satu tahun dan dinyatakan dalam satuan uang.
d. Pendapatan Nasional Neto/Net National Income (PNN/NNI) merupakan produk nasional neto dikurangi pajak tidak langsung dan ditambahkan subsidi.
e. Pendapatan Perorangan/Personal Income (PI) merupakan bagian pendapatan nasional yang merupakan hak individu dalam perekonomian sebagai balas jasa keikutsertaan dalam proses produksi.
f.  Pendapatan Disposible/Disposible Income (DI) merupakan pendapatan yang siap di belanjakan atau ditabung. 
g. Pendapatan Nasional Harga Berlaku dan Harga Konstan merupakan suatu nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara dalam satu tahun dan dinilai menurut harga-harga yang berlaku pada tahun tersebut.

2. Penghitungan Pendapatan Nasional
Nilai barang dan jasa dapat dihitung dengan menggunakan tiga metode pendekatan yaitu pendekatan produksi, pendekatan pengeluaran, dan pendekatan pendapatan.
a. Pendekatan produksi 
Penghitungan pendapatan nasional dengan metode produksi dilakukan dengan menjumlahkan nilai produksi tiap-tiap sektor ekonomi atau menjumlahkan seluruh nilai tambah dari kegiatan ekonomi yang dihasilkan perusahaan. Pendapatan nasional dengan metode pendekatan produksi dapat dirumuskan sebagai berikut.
Keterangan:
Y = pendapatan nasional
P = harga barang dan jasa
Q = jumlah barang dan jasa
b. Pendekatan pendapatan
Penghitungan pendapatan nasional dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan yang diterima masyarakat sebagai pemilik faktor produksi atas penyerahan faktor produksi kepada rumah tangga produsen. Penghitungan dapat dirumuskan sebagai berikut. 

C. Pendekatan Pengeluaran 
Pendapatan nasional dihitung dengan menjumlahkan seluruh pengeluaran tiap-tiap pelaku ekonomi. Penghitungannya dirumuskan sebagai berikut.
Y = C + I + G + (X-M)
Keterangan:
Y = pendapatan nasional
C = konsumsi rumah tangga
I  = Investasi
G = pengeluaran pemerintah
(X - M) = ekspor bersih (ekspor - impor)
Penghitungan pendapatan nasional dapat diperinci sebagai berikut.
Produk Domestik Bruto (PDB)
Ditambah(+): Pendapatan faktor produksi domestik yang ada di luar negeri
Dikurangi(-): Pembayaran faktor produksi luar negeri yang ada di dalam negeri
=Produk Nasional Bruto(PNB)
Dikurangi(-): Penyusutan/depresiasi
= Produk Nasional Neto (PNN) 
Dikurangi(-) Pajak tidak langsung
Ditambah(+) Subsidi
= Pendapatan Nasional Neto (NNI)
Dikurangi(-) Laba ditahan
Dikurangi(-) Pembayaran asuransi
Dikurangi(-) pembayaran jaminan sosial
Ditambah(+) Pendapatan bunga
Ditambah(+) Pembayaran transfer
= Personal Income (PI)
Dikurangi (-) Pajak penghasilan atau pajak langsung
= Pendapatan perorangan siap dibelanjakan(Disposible Income)

3. Pendapatan per Kapita
Selain menggunakan pendapatan nasional, tingkat kemakmuran rakyat dapat diukur dari pendapatan per kapita. Pendapatan per kapita merupakan pendapatan rata-rata penduduku per kapita(tiap orang) dalam suatu negara atau wilayah. Pendapatan per kapita diperoleh dari PDB, PNB, ataupun pendapatan nasional dibagi jumlah penduduk. Penghitungannya dapat dirumuskan sebagai berikut.
PDB atau PNB Tahun (n) / Jumlah Penduduk Tahun (n)

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon