Senin, 06 Agustus 2018

Konflik Sosial dan Integrasi Sosial

Menurut Soerjono Soekanto, konflik merupakan suatu proses sosial seseorang atau sekelompok orang berusaha memenuhi tujuannya dengan jalan menentang pihak lawan disertai ancaman atau kekerasan.
1. Sebab Terjadinya Konflik Sosial
Faktor penyebab terjadinya konflik sosial sebagai berikut.
a. Perbedaan keyakinan dan pendirian seseorang.
b. Perbedaan kebudayaan antarkelompok masyarakat.
c. Perbedaan kepentingan antarindividu/kelompok.
d. Kesenjangan sosial yaitu perbedaan yang sangat menonjol pada kemampuan meraih tingkat kesejahteraan.
e. Perubahan sosial. Masyarakat yang tidak siap menerima perubahan sosial dapat mengalami konflik sosial.

2. Dampak Terjadinya Konflik Sosial
Konflik sosial memunculkan dampak positif dan negatif berikut.
a. Dampak positif
1) Memunculkan norma baru.
2) Meningkatkan solidaritas kelompok
3) Meningkatkan kekuataan pribadi untuk menghadapi situasi konflik.
4) Mendorong kesadaran kelompok yang berkonflik melakukan kompromi.
b. Dampak negatif
1) Timbul perpecahan
2) Melumpuhkan roda perekonomian masyarakat.
3) Meningkatkan keresehan masyarakat.
4) Menyebabkan kerusakan sarana dan prasarana umum.
5) Menghacurkan harta benda dan menyebabkan korban jiwa.
6) Merusaka struktur sosial dalam masyarakat.

3. Proses Sosial dalam Penyelsaian Konflik
Munculnya berbagai konflik sosial dalam masyarakat membutuhkan upaya penyelsaiannya. Proses penyelsaian konflik biasa disebut akomodasi. Akomodasi dapat ditempuh dengan berbagai metode penyelsaian konflik. Pengggunaan metode konflik ini disesuaikan dengan tipe konflik, besarnya konflik, serta dampak yang ditimbulkannya.
Adanya metode penyelsaian konflik sebagai berikut.
a. Koersi (coercion) yaitu bentuk akomodasi yang prosesnya melalui paksaan fisik atau psikologis.
b. Kompromi (compromise) yaitu pihak-pihak yang terlibat dalam konflik saling mengurangi tuntutan agar tercapai satu penyelsaian.
c. Arbitrase (arbitration) yaitu cara untuk mencapai sebuah kompromi melalui pihak ketiga yang bersifat formal karena pihak-pihak yang bertikai tidak mampu menyelsaikan masalahnya sendiri. Pihak ketiga dalam arbitrase berupa lembaga arbitrase.
d. Mediasi (mediation) yaitu akomodasi yang melibatkan pihak ketiga. Pihak ketiga  bersifat netral dan tidak berwenang mengambil keputusan untuk menyelsaikan masalah.
e. Konsiliasi (conciliation) yaitu usaha mempertemukan pihak-pihak yang bertikai untuk mencapai suatu kesepakatan. Konsiliasi merupakan mediasi yang lebih formal. Adapun keputusan pihak ketiga bersifat tidak mengikat.
f. Rekonsiliasi (reconciliation) yaitu usaha menyelsaikan konflik pada masa lalu sekaligus memperbarui hubungan ke arah perdamaian yang lebih harmonis.
g. Stalemate yaitu proses akomodasi yang terjadi karena kedua belah pihak memiliki kekuatan seimbang sehingga pertikaian berhenti dengan sendirinya.
h. Transformasi konflik (conflict transformation) yaitu upaya penyelsaian konflik dengan mengatasi akar penyebab konflik sehingga dapat mengubah konflik yang bersifat destruktif menjadi konflik konstruktif.
i. Ajudikasi (ajudication) yaitu penyelsaian konflik di pengadilan.
j. Segregasi (segregation) yaitu tiap-tiap pihak memisahkan diri dan saling menghindar untuk mengurangi ketegangan.
k. Eliminasi (elimination) yaitu salah satu pihak yang berkonflik memutuskan mengalah atau mengundurkan dri dari konflik.
l. Subjugation atau domination yaitu pihak yang mempunyai kekuatan lebih kuat dan dominan meminta pihak yang lebih lemah untuk memenuhi keinginannya.
m. Keputusan mayoritas (majority rule) yaitu keputusan yang diambil berdasarkan suara terbanyak atau melakukan voting.
n. Konversi yaitu penyelsaian konflik dengan cara salah satu pohak bersedia mengalah dan menerima pendirian pihak lain.

4. Integrasi Sosial
Tujuan akhir dari upaya penyelsaian konflik adalah mencapai integrasi sosial. Integrasi dapat dikatakan sebagai upaya pembauran beberapa unsur yang berbeda sehingga dapat bekerja sama dengan unsur lain.
a. Proses Terwujudnya Integrasi
Proses terwujudnya intregrasi sosial diawali terjadi konflik dalam masyarakat. Konflik akan terjadi kemudia diredam dengan cara akomodasi. Akomodasi tersebut menghasilkan kerja sama antarmasyarakat yang berkonflik. Proses kerja sama menghasilkan koordinasi antarpihak yang berkonflik untuk bersatu. Tahap terakhir ialah terjadi asimilasi antarpihak.
b. Faktor Pendorong dan Penghambat Integrasi Sosial
Proses integrasi sosial dipengaruhi oleh faktor pendorong dan faktor menghambat sebagai berikut.
1) Faktor Pendorong Integrasi Sosial
a) Rasa ingin memiliki
b) Konsensus
c) Cross-cutting affliations
d) Cross-cutting loyalities 
e) Kesediaan berkorban demi kebaikan bersama
2) Faktor Penghambat Integrasi Sosial
a) Kondisi masyarakat yang terisolasi
b) Masyakat kurang memiliki ilmu pengetahuan
c) Terdapat perasaan superior salah satu kelompok.

Materi sosiologi lainnya(klik judul)
  1.  Metode Penelitian Sosial 
  2.  Prosedur Penelitian Sosial 
  3.  Nilai dan Norma Sosial 
  4.  Sosialisasi 
  5.  Pengandalian Sosial 
  6.  Difrensiasi sosial 
  7.  Mobilitas Sosial  
  8.  Dinamika Kelompok Sosial 
  9. Stratifikasi Sosial 
  10.  Masyarakat Multikultural 
  11.  Perubahan Sosial 
  12.  Gejala-gejala Sosial dalam Masyarakat 
  13.  Perilaku Menyimpang 
  14.  Struktur Sosial 
  15.  Kelompok Sosial 
  16.  Permasalahan Sosial 
  17.  Globalisasi 
  18.  Interaksi sosial antarindividu, kelompok, dan antarkelompok
  19.  Konsep dan objek kajian sosiologi

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon