Jumat, 10 Agustus 2018

Interaksi Sosial Antarindividu, Kelompok, dan Antarkelompok


1. Syarat Interaksi Sosial dalam masyarakat
Interaksi sosial dapat terjadi jika memenuhi dua syarat yaitu kontak sosial (social contact) dan komunikasi (communication).
a. Kontak sosial terjadi ketika dua individu/kelompok berhubungan, baik secara langsung (primer) maupun tidak langsung (sekunder). Terjadinya kontak sosial tidak hanya bergantung dari tindakan seseorang, tetapi kuga berdasarkan tanggapan (respon) seseorang terhadap tindakan tersebut.
b. Komunikasi yaitu proses pengiriman pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami oleh penerima pesan. Aspek penting dalam komunikasi adalah munculnya penafsiran seseorang terhadap pesan/berita yang diterima. Beberapa komponen dalam proses komunikasi yaitu sumber informasi/pengirim pesan (komunikator), pesan yang akan disampaikan, saluran/media, penerima pesan (komunikator), dan respon atau tanggapan dari penerima pesan.

2. Ciri dan Sifat Interaksi Sosial
Interaksi sosial adalah hubungan dinamis yang terjadi antarindividu, individu dengan kelompok, dan kelompok dengan kelompok. Ciri-ciri interaksi sosial menurut Charles P.Loomis (ahli sosiologi dari Amerika Serikat) sebagai berikut.
a. Jumlah pelaku dua orang atau lebih.
b. Terdapat komunikasi dengan menggunakan simbol-simbol atau lambang.
c. Terdapat tujuan yang akan dicapai.
d. Terdapat dimensi waktu meliputi masa lalu, masa kini, dan masa mendatang.

Interaksi sosial dalam masyarakat memiliki sifat sebagai berikut.
a. Aksidental dan tidak direncanakan artinya interaksi terjadi secara spontan.
b. Berulang, artinya interaksi sosial terjadi secara berulang-ulang.
c. Teratur, artinya interaksi terjadi dengan pola sama dan konsisten.
d. Disengaja, artinya interaksi terjadi karena sengaja/direncanakan
e. Respirokal, artinya interaksi mengandung makna timbal balik dengan pelaku dua orang atau lebih. Interaksi tidak dapat terjadi pada satu orang saja.

3. Faktor-faktor yang Memengaruhi Interaksi Sosial
Interaksi sosial disebabkan oleh faktor-faktor berikut.
a) Imitasi merupakan kecenderungan meniru sikap, tindakan, tingkah laku, atau penampilan fisik seseorang secara berlebihan.
b) Sugesti merupakan sikap, pandangan, dan pendapat orang lain yang diterima tanpa dipikir ulang. c) Simpati merupakan suatu proses ketika seseorang merasa tertarik kepada pihak lain berkaitan perilaku atau penampilannya.
d) Identifikasi merupakan kecenderungan atau keinginan dalam diri seseorang untuk menjadi sama persis (identik) dengan pihak lain.
e) Empati merupakan kemampuan merasakan keadaan orang lain dan ikut merasakan situasi yang dialami  orang lain
f) Motivasi merupakan dorongan dari dalam diri seseorang untuk melakukan tindakan.

4.  Jenis Interaksi Sosial 
Interaksi sosial selalu dilakukan dalam kehidupan masyarakat. Semakin heterogen suatu masyarakat, intensitas  interaksi sosial semakin tinggi. Dalam kegiatan sehari-hari, interaksi sosial menunjukkan adanya hubungan timbal balik antara individu dan individu, individu dan kelompok, atau kelompok dan kelompok.
a.  Interaksi antara individu dan individu
Interaksi antara individu dan individu berarti individu menyampaikan informasi kepada individu lain. Dengan demikian subjek dan objek interaksi adalah individu.
b. Interaksi antara individu dan Kelompok
Interaksi antara invididu dan kelompok, , berarti individu berperan sebagai subjek/komunikator dan kelompok berperan sebagai objek.
c. Intraksi antara Kelompok dan Individu
Interaksi antara kelompok dan invidu, berarti kelompok berperan sebagai subjek dan invidiu berperan sebagai objek.
d. Interaksi antara Kelompok dan Kelompok
Interaksi antara kelompok dan kelompk, berarti kelompok berperan sebagai subjek dan kelompok lain berperan sebagai objek.

5. Proses Sosial Asosiatif
Proses asosiatif merupakan jenis interaksi sosial yang mengarah pada persatuan dan dapat meningkatkan hubungan solidaritas antarinvidu/kelompok. Proses asoasiatif dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
a. Kerja Sama(Cooperation)
Kerja sama yaitu suatu usaha bersama antara perorangan atau kelompok untuk mencapai tujuan bersama. Bentuk-bentuk kerja sama sebagai berikut.
1) Koalisi (coalition) yaitu kera sama dua organisasi politik atau lebih untuk mencapai tujuan yang sama dengan cara bergabung menjadi satu.
2) Kooptasi (cooptation) yaitu bentuk kerja sama yang dilakukan dengan jalan menyepakati pimpinan yang ditunjuk untuk mengendalikan organisasi/kelompok.
3) Tawar-menawar (bergaining) yaitu bentuk perjanjian mengenai pertukaran barang dan jasa antara dua pihak atau lebih.
4) Patungan (joint venture) yaitu kerja sama dua badan usaha atau lebih untuk meraih keuntungan dalam bidang ekonomi.
b. Akomodasi 
Akomodasi yaitu interaksi sosial antara individu dan kelompok dalam upaya menyelsaikan suatu pertentangan. Bentuk akomodasi dapat dibedakan sebagai berikut.
1) Kompromi (compromise) yaitu persetujuan dengan jalan damai untuk salng mengurangi tuntutan.
2) Toleransi yaitu sikap menghargai perbedaan dalam masyarakat
3) Arbitrase (arbitration) yaitu suatu usaha penyelsaian sengketa dengan bantuan pihak ketiga yang dipilih oleh kedua belah pihak yang bersengketa.
4) Mediasi (mediation) yaitu proses pengikutsertaan pihak ketiga sebagai penasihat yang bersifat netral dalam penyelsaian suatu perselisihan.
5) Koersi (coercion) yaitu bentuk akomodasi yang dilaksanakan menggunakan tekanan (pemaksaan) sehingga salah satu pihak berada dalam keadaan lebih lemah dibandingkan pihak lawan.
6) Konsiliasi (conciliation) yaitu usaha mempertemukan keinginan pihak yang berselisih untuk mencapai persetujuan melalui lembaga sosial untuk menyelsaikan perselisihan tersebut.
7) Ajudikasi (adjudication) yaitu penyelsaiaan konflik/perselisihan di pengadilan (meja hijau).
8) Stalemate yaitu keadaan yang ditandai adanya kekuatan seimbang dari kedua pihak yang bertikai sehingga pertikaian terhenti pada titik tertentu.
c. Akulturasi
Akulturasi yaitu proses penerimaan dan pengolahan unsur-unsur kebudayaan asing menjadi bagian dari kebudayaan suatu kelompok tanpa menghilangkan kepribadian ataupun ciri khas kebudayaan asli.
d. Asimilasi
Asimilasi yaitu peleburan dua atau lebih kebudayaan yang berbeda menjadi satu kebudayaan yang berbeda menjadi satu kebudayaan tunggal yang dirasakan sebagai kebudayaan milik bersama. Proses asimilasi mengarah pada hilangnya perbedaan.
e. Amalgamasi 
Amalgamasi yaitu meleburkany dua kelompok budaya menjadi satu dan melahirkan kelompok budaya baru. Proses amalgamasi mempertegas hilangnya perbedaaan-perbedaan yang ada.

6. Proses Sosial Disosatif
Proses sosial disosiatif merupakan interaksi sosial yang mengarah pada perpecahan. Bentuk proses sosial disosiatif sebagai berikut.
a. Persaingan/Kompetisi
Persaingan/kompetisi adalah suatu proses sosial yang dilakukan individu/kelompok agar memperoleh kemenangan secara kompetitif tanpa menimbulkan benturan fisik.
b. Pertentangan(Pertikaian/Konflik)
Pertentangan adalah suatu proses sosial ketika seseorang/kelompok dengan sadar atau tidak sadar menentang pihak lain disertai ancaman atau kekerasan untuk mendapatkan keinginan/tujuannya.
c. Kontravensi
Kontravensi adalah usaha merintangi atau menggalkan tercapainya tujuan pihak lain. Cara-cara kontravensi berupa gangguan, fitnah, provokasi, dan intimidasi.

7. Keteraturan Sosial dalam Masyarakat
Keteraturan sosial adalah suatu kondisi yang menunjukan hubungan sosial berjalan secara tertib dan teratur menurut nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat. Keteraturan sosial dalam masyarakat dapat terbentuk melalui unsur berikut.
a. Tertib sosial, menunjukan kondisi kehidupan suatu masyarakat yang aman, dinamis, dan teratur yang tercipta ketika individu bertindak sesuai hak dan kewajiban. Contoh tertib sosial adalah kehidupan masyarakat yang tenang dan aman karena semua warganya bertindak sesuai dengan status dan perannya.
b. Order, menunjukan sistem norma dan nilai sosial yang berkembang, diakui dan dipatuhi oleh seluruh anggota masyarakat. Order dapat dicapai apabila ada tertib sosial dan setiap individu melaksanakan hak dan kewajibannya. Contoh order adalah adat istiadat yang dijadikan pedoman dalam kehidupan warga.
c. Keajekan, menunjukan sikap suatu kondisi keteraturan yang tetap dan tidak berubah sebagai hasil hubungan antara tindakan, nilai, dan norma sosial yang berlangsung terus-menerus. Keajekan bisa terwujud jika setiap individu telah melaksanakan hak dan kewajiban sesuai sistem dan nilai sosial yang berkembang.
d. Pola yaitu corak hubungan yang tepat dan ajek dalam interaksi sosial yang dijadikan model bagi semua anggota masyarkat atau kelompok. Pola dapat dicapai ketika keajekan tetap dipelihara atau teruji dalam berbagai situasi. Contoh pola adalah penyelsaian persoalan dengan musyawarah karena sudah teruji dapat menyelsaikan berbagai permasalahan.

Upaya mewujudkan keteraturan sosial dalam masyarakat memerlukan tiga syarat berikut.
a. Terdapat norma sosial yang sesuai kebutuhan serta peradaban manusia.
b. Terdapat aparat penegak hukum yang konsisten dalam menjalankan tugas, fungsi, dan wewenangnya dalam upaya mewujdukan keteraturan sosial.
c. Terdapat kesadaran warga tentang pentngnya keteraturan masyarakat.

Materi Sosiologi  lainnya  (Klik Judul):
  1.  Metode Penelitian Sosial 
  2.  Prosedur Penelitian Sosial 
  3.  Nilai dan Norma Sosial 
  4.  Sosialisasi 
  5.  Pengandalian Sosial 
  6.  Difrensiasi sosial 
  7.  Mobilitas Sosial  
  8.  Dinamika Kelompok Sosial 
  9. Stratifikasi Sosial 
  10.  Masyarakat Multikultural 
  11.  Perubahan Sosial 
  12.  Gejala-gejala Sosial dalam Masyarakat 
  13.  Perilaku Menyimpang 
  14.  Struktur Sosial 
  15.  Kelompok Sosial 
  16.  Permasalahan Sosial 
  17.  Globalisasi 
  18.  Konflik sosial dan integrasi sosial 
  19.  Interaksi sosial antarindividu, kelompok, dan antarkelompok
  20.  Konsep dan objek kajian sosiologi

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon