Jumat, 10 Agustus 2018

Globalisasi

Globalisasi berasal dari kata globe, yaitu replika bumi yang tampak dari luar angksa. Menurut Elly M.Setiadi dan Usma Kolip, globalisasi merupakan istilah yang berhubungan dengan peningkatan keterkaitan antarbangsa dan antarmanusia di seluruh dunia melalui perdagangan, investasi, perjalanan, budaya populer, jaringan komunikasi, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain. Sementara itu, Martin Albrow dalam buku Globalization: Social Theory and Global Culture, melihat globalisasi sebagai keseluruhan proses ketika penduduk dunia tergabung dalam masyarakat dunia tunggal yang disebut masyarakat global.
Ciri-ciri globalisasi menurut Ashad Kusuma Djaya dalam buku Teori Modenitas dan Globalisasi (2012) sebagai berikut.
1. Meningkatnya interaksi yang melintasi batas-batas negara.
2. Terdapat persepsi diri yang bersifat transnasional di berbagai ranah seperti media massa, konsumsi, dan pariwisata.
3. Semakin tidak terikatnya komunitas, tenaga kerja, dan modal dalm satu wilayah.
4. Meningkatnya kepedulian terhadap bahaya ekologi global dan tindakan yang diambil untuk mengatasinya.
5. Industri kebudayaan globa berkembang pesat.
6. Meningkatnya kekuasaan aktor, institusi, dan kesepakatan transnasional.

1. Perubahan Sosial di Tengah Pengaruh Globalisasi
Globalisasi mengaburkan batasan antarwilayah dan memudahkan akses komunikasi sehingga terbentuk fenomena masyarakat global. Fenomena ini masyarakat global dapat dilihat pada komunitas/masyakat yang berinteraksi dengan teknologi informasi modern, misalnya internet.
Dengan teknologi modern, globalisasi semakin berkembang cepat. Perkembangan globalisasi yang cepat ditandai semakin mudahnya individu/kelompok/negara lain. Globalisasi mendatangkan perubahan di berbagai aspek kehidupan masyarakat seperti berikut.
a. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Hubungan antarbangsa menyebabkan suatu negara memperkenalkan, menyalurkan ilmu pengetahuan, dan menunjukan hasil temuannya kepada negara lain. Oleh karena itu, negara lain dapat mengadopsi dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi semakin berkembang.
b. kehidupan sosial 
Masuknya unsur-unsur dari masyarakat atau negara lain menyebabkan perubahan pada unsur-unsur masyarakat sendiri. Sebagai contoh muncul anggapan bahwa seseorang yang mengkonsumsi makanan atau produk dari luar negeri tergolong memiliki prestise tinggi dan dianggap tidak ketinggalan zaman.
c. kesenian
Globalisasi mempermudah suatu negara memperkenalkan budaya daerahnya kepada negara lain. Sebagai contoh, pemerintah Indonesia memperkenalkan batik dan budaya daerah pada masyarakat dunia. Upaya memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat dunia diharapkan dapat meningkatkan jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia.
d. gaya hidup
Disadari atau tidak globalisasi telah membawa pengaruh besar dalam gaya hidup seseorang. Globalisasi dapat menyebabkan berkembangnya westernisasi dan perilaku konsumtif.

2.  Dampak Globalisasi
Globalisasi dapat berdampak positif dan negatif di berbagai bidang kehidupan masyarakat. Adapun dampak dampak globalisasi sebagai berikut.
a. Dampak positif dan dampak negatif globalisasi dalam bidang ekonomi
Dampak positif globalisasi dalam bidang ekonomi sebagai berikut.
1) Negara dapat memenuhi kebutuhan hidup rakyat melalui perdagangan internasional
2) Transfer teknologi produksi dari negara maju
3) Memperluas pangsa pasar bagi produksi dalam negeri
4) Menambah sumber devisa .
Dampak negatif globalisasi dalam bidang ekonomi sebagai berikut.
1)Industri kecil yang lemah tidak mampu bersaing dengan industri besar (dominasi produk asing semakin kuat).
2)Terjadinya pembagian kerja dunia.
3)Pilihan barang yang beragam mendorong masyarakat cenderung konsumtif.
4)Meningkatkan ketergantungan terhadap investasi asing.
b. Dampak positif dan dampak negatif globalisasi dalam bidang sosial budaya
Dampak positif globalisasi dalam bidang sosial budaya sebagai berikut.
1) Budaya lokal atau daerah mulai dikenal dunia.
2) Masyarakat dapat mengenal berbagai kebudayaan asing.
3) Kehidupan masyarakat semakin maju.
Dampak negatif globalisasi dalam bidang sosial budaya sebagai berikut.
1) Cultural shock yaitu masyarakat merasa gegar terhadap budaya baru yang muncul sehingga merasa tidak dapat bergantung pada budaya aslinya.
2) Cultural lag ketimpangan budaya, yaitu masyarakat menganggap suatu budaya lebih tinggi daripada budaya lain sehingga kehilangan jati diri budaya aslinya.
2) Etnosentrisme, yaitu sikap yang memandang budayanya yang lebih baik (superior) daripada budaya lain.
c. Dampak positif dan dampak negatif globalisasi dalam bidang politik
Dampak positif globalisasi dalam bidang politik sebagai berikut.
1) Mendorong pemerintah mewujudkan good governance atau pemerintahan yang baik.
2) Meningkatkan hubungan diplomatik antarnegara.
3) Meningkatkan dukungan atau partisipasi aktif untuk menciptakan perdamaian dunia.
Dampak negatif globalisasi dalam bidang politik sebagai berikut.
1)Negara cenderung mengikuti perkembangan kenegaraan yang dianut banyak negara di dunia sebagai kesepakatan negara-negara di dunia yang tergabung dalam satu badan internasional.
2)Kebijakan yang telah disepakati secara internasional sering tidak sesuai dengan kehidupan atau ideologi suatu negara.
3)Pergolakan politik negara berpotensi muncul lebih besar.

3. Berbagai Permasalahan Sosial Akibat Pengaruh Globalisasi
Globalisasi dapat menjanjikan kemajuan bagi kehidupan masyarakat. Meskipun demikian, globalisasi juga dapat menyebabkan munculnya permasalahan sosial. Adapun beberapa permasalahan sosial yang muncul akibat globalisasi sebagai berikut.
a.  Neokolonialisme 
Neokolonialisme merupakan cerminan negara berdaulat dan merdeka, tetapi sistem ekonomi dan politik yang ditentukan oleh pihak luar. Walaupun dari segi politik era kolonial sudah berakhir, penjajah masih berkuasa di berbagai kehidupan secara hegemonik dalam bentuk neokolonialisme. Beberapa permasalahan lain yang sering muncul akibat pelaksanaan kolonialisme sebagai berikut.
1) Negara berkembang hanya memperoleh sebagian kecil dari keuntungan industri.
2) Eksploitasi sumber daya alam meningkat sehingga terjadi kerusakan lingkungan terutama di negara-negara berkembang.
3) Tidak hanya sektor ekonomi, kapitalisme mulai memiliki pengaruh pada sektor politik di negara-negara berkembang.
b. Budaya populer 
Globalisasi mendorong terjadinya pertukaran budaya sehingga interaksi antar budaya mengakibatkan adanya fenomena sosial dalam masyarakat. Pengaruh globalisasi menghasilkan kesamaan budaya di seluruh dunia. Sebagai contoh, budaya dari suatu negara diikuti oleh negara-negara lain. Westernisasi dan berkembangnya cosplay merupakan fenomena sosial yang menunjukkan berkembangnya budaya populer.
c.  Konsumerisme 
Konsumerisme menunjukkan perilaku konsumtif, yaitu membeli barang dengan lebih mengutamakan keinginan daripada kebutuhan. Konsumerisme dipengaruhi oleh persaingan pasar, yaitu antara produk dalam negeri dan produk impor. Persaingan tersebut mendorong munculnya tawaran diskon sehingga mempengaruhi konsumen berperilaku konsumtif.
d.  Kerusakan Lingkungan 
Globalisasi semakin mendorong perusahaan multinasional mencari keuntungan sebanyak-banyaknya. Oleh karena itu, perusahaan multinasional mengembangkan usahanya di negara-negara lain. Akibatnya, terjadi eksploitasi sumber daya di negara tujuan tempat perusahaan tersebut mengembangkan usahanya. Kondisi tersebut menunjukkan kurangnya sikap kepedulian. Perusahaan multinasional atas dampak yang ditimbulkan oleh aktivitas mereka. Adapun dampak aktivitas tersebut adalah munculnya persoalan lingkungan seperti pencemaran tanah air, udara, dan perusakan hutan.

4. Tantangan Masa Depan Bangsa dalam Menghadapi Globalisasi
Globalisasi dapat dipandang sebagai tantangan apabila disikapi secara optimis. Tantangan bangsa dalam menghadapi globalisasi dapat terjadi di berbagai bidang berikut.
a. Ekonomi
Tantangan pada sistem ekonomi pasar bebas menuntut adanya persaingain produk-produk agar mampu diterima pasar dunia. Oleh karena itu, globalisasi mendorong persaingan agar setiap pihak mampu menunjukan potensi terbaik yang mereka miliki.
b. Politik
Kegiatan ekonomi yang didominasi oleh negara maju berpengaruh terhadap kondisi politik di negara berkembang. Sebagai contoh, adanya intervensi dari negara maju mengenai kebijakan politik di negara berkembang.
c. Budaya
Globalisasi menyebabkan pertukaran budaya semakin mudah. Bangsa Indonesia dikenal dengan bangsa ramah dan terbuka dengan budaya lain. Akan tatapi, sikap kurang bijak dan selektif terhadap budaya lain dapat menyebabkan lunturnya budaya Indonesia.
d. Lingkungan 
Globalisasi menyebabakan banyak perusahaan multinasional berkembang di berbagai penjuru dunia. Apabila kegiatan produksi tidak memperhatikan kelestarian lingkungan dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, misalnya terjadinya banjir dan tanah longsor karena banyaknya pembukaan lahan hijau untuk dijadikan kawasan industri.

5. Sikap Kritis dalam Menghadapi Globalisasi
Globalisasi sebagai tantangan dapat memberi manfat bagi kehidupan masyarakat apabila disikapi kritis. Adapun sikap kritis tersebut sebagai berikut.
a. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
b. Berpegangan teguh pada nilai dan norma sosial
c. Mewujudkan globalisasi dengan melakukan pertukaran budaya dan tetap mempertahankan nilai-nilai budaya lokal.
d. Menumbuhkan sikap bangga terhadap identitas bangsa Indonesia.

Materi sosiologi lainnya(klik judul)
  1.  Metode Penelitian Sosial 
  2.  Prosedur Penelitian Sosial 
  3.  Nilai dan Norma Sosial 
  4.  Sosialisasi 
  5.  Pengandalian Sosial 
  6.  Difrensiasi sosial 
  7.  Mobilitas Sosial  
  8.  Dinamika Kelompok Sosial 
  9. Stratifikasi Sosial 
  10.  Masyarakat Multikultural 
  11.  Perubahan Sosial 
  12.  Gejala-gejala Sosial dalam Masyarakat 
  13.  Perilaku Menyimpang 
  14.  Struktur Sosial 
  15.  Kelompok Sosial 
  16.  Permasalahan Sosial 
  17.  Konflik sosial dan integrasi sosial 
  18.  Interaksi sosial antarindividu, kelompok, dan antarkelompok
  19.  Konsep dan objek kajian sosiologi

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon