Jumat, 10 Agustus 2018

Faktor-faktor Asli penyebab Perang Dunia 1

Perang Dunia 1 adalah konflik berskala global yang terjadi selama empat tahun sejak 1914 sampai 1918. Berawal dari pembunuhan putra mahkota Kekaisaran Austria-Hongaria, Franz Ferdinand oleh seorang nasionalis dari Serbia bernama Gavrillo Princip pada 28 Juni 1914. Ketegangan antara Austria-Hungaria dan Serbia berujung kepada konflik berdarah yang melibatkan banyak negara.
Pembunuhan Franz Ferdinand ternyata bukan penyebab tunggal dari perang yang merenggut nyawa 18 juta orang ini. Insiden tersebut hanya jadi pemicu dari ketegangan antar negara menjadi sebuah perang besar. Penyebab Perang Dunia 1 sebenarnya lebih kompleks dan rumit karena jauh sebelum pembunuh Franz Ferdinand, negara-negara peserta PD1 sudah tidak menyukai satu sama lain karena berbagai faktor dan situasi Eropa sendiri sudah memanas sejak akhir abad 19. Berbagai faktor yang jadi penyebab memanasnya situasi Eropa yang berujung pada pecahnya Perang Dunia 1 adalah:

1. Politik aliansi yang diterapkan negara Eropa
Negara-negara di Eropa membuat hubungan aliansi sebagai tindakan defensif dari negara musuh. Pada tahun 1879 Jerman dan Austria-Hungaria membentuk Dual Alliance sebagai bentuk pertahanan dari kemungkinan agresi yang dilakukan Rusia. Anggota Dual Alliance bertambah dengan masuknya Italia pada tahun 1882, akhirnya terbentuklah Triple Alliance.
Tidak mau kalah dari Triple Alliance, pada tahun 1894 Prancis dan Rusia mulai membentuk hubungan aliansi dan secara terpisah Prancis dan Inggris juga membentuk Entente Cordiale pada 1904 yang bertujuan untuk melindungi wilayah koloni kedua negara tersebut dari pengaruh Jerman dan dengan terjalinnya pakta pertahanan Inggris dan Rusia pada 1907 menghasilkan Triple Entente.

2. Rivalitas dibidang militer
source: historyonthenet.com
Munculnya Jerman sebagai kekuatan baru di Eropa menimbulkan kekhawatiran dari Inggris akan posisinya sebagai penguasa laut digantikan oleh Jerman. Sementara itu kaisar Jerman, Wilhelm II menginginkan armada laut yang sanggup mengimbangi bahkan melampaui kekuatan armada Inggris sehingga dimulailah "kompetisi" antara Jerman dan Inggris dalam membangun armada kapal perang.
Selain Inggris, persaingan juga terjadi antara Prancis dan Jerman. Selama periode tahun 1870-1914 Prancis melipatgandakan jumlah pasukannya sebagai bentuk pertahanan dari serangan Jerman, hal yang sama juga dilakukan oleh Jerman bahkan Jerman sudah menyiapkan skenario untuk menyerang Prancis jika sewaktu-waktu perang antar keduanya terjadi.

3. Nasionalisme
Kekalahan Prancis ketika perang melawan Jerman (saat itu masih bernama Prussia) di Perang Prancis-Prussia tahun 1870-1871 membuat Prancis harus menyerahkan wilayah Alsace-Lorraine kepada Jerman. Kekalahan tersebut membuat Prancis memiliki semangat untuk balas dendam dan merebut kembali Alsace-Lorainne dari Jerman. Sementara itu di Balkan, tindakan Austria-Hungaria menganeksasi Bosnia pada 1908 menimbulkan rasa tidak suka dari Serbia karena wilayah Bosnia secara geografis dan komposisi etnis lebih dekat dan berhubungan dengan Serbia, akhirnya muncul keinginan Serbia untuk merebut Bosnia yang membuat hubungan antara Serbia dan Austria-Hungaria memanas.

4. Imperialisme
source: pinterest
Inggris dan Prancis adalah dua kekuatan besar yang menguasai Benua Afrika dan keduanya sempat bersaing dalam menguasai wilayah Afrika, persaingan tersebut lebih dikenal sebagai Scramble for Africa. Masuknya Jerman ke Afrika membuat Inggris dan Prancis khawatir dengan datangnya kompetitor baru di Benua Afrika. Salah satu ketegangan antara Prancis dan Jerman adalah ketika Jerman memprovokasi Prancis dengan mendukung sultan Maroko untuk melawan pengaruh Prancis pada 1905.

Tujuh tahun kemudian Jerman kembali memprovokasi Prancis dengan mengirim kapal perang ke Maroko guna melindungi kepentingan Jerman di Maroko padahal tujuan sebenarnya dari tindakan Jerman tersebut adalah untuk memprovokasi Prancis. Krisis di Maroko menjadi faktor pendorong terbentuknya Entente Cordiale untuk melindungi wilayah jajahan di Afrika dari pengaruh Jerman.

5. Perebutan pengaruh di wilayah Balkan antara Austria-Hungaria dan Rusia
source: mentalfloss.com
Rusia berkeinginan untuk menyatukan wilayah Balkan dibawah pengaruh Rusia karena penduduk Rusia dan Balkan adalah bangsa slav. Demi mewujudkan keinginannya Rusia sering membantu pemberontakan yang dilakukan oleh penduduk Balkan terhadap Kesultanan Ottoman. Sementara itu Austria-Hungaria khawatir dengan penyebaran pengaruh Rusia di wilayah Balkan, untuk mencegah Rusia berkuasa di wilayah Balkan, Austria-Hungaria mengokupasi Bosnia pada tahun 1878 dan tindakan tersebut menimbulkan rasa tidak suka dari Rusia. Karena tindakan Austria tersebut Rusia keluar dari Liga Tiga Kaisar, aliansi yang dibentuk Jerman pada 1873 yang beranggotakan Jerman, Austria-Hungaria, dan Rusia. Tindakan Austria-Hungaria menganeksasi Bosnia juga menimbulkan rasa tidak suka dari Rusia dan ketegangan antar keduanya terus berlanjut sampai Perang Dunia 1.

Beberapa faktor yang disebutkan tadi menjadi pendorong memanasnya situasi Eropa dan dengan insiden pembunuhan Franz Ferdinand membuat ketegangan antar negara yang sudah berlangsung selama bertahun-tahun berubah menjadi salah satu konflik paling berdarah sepanjang sejarah umat manusia.

Sumber: Historypedia
Penulis: -Wellesley/Wellington

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon