Selasa, 03 Juli 2018

Pemakaman Josip Broz Tito

Bapak pendiri Republik Federasi Yugoslavia sekaligus panglima besar Partizan Yugoslavia serta seorang hero sekaligus salah satu panglima perang legendaris Perang Dunia Kedua, Josip Broz Tito menghembuskan nafas terakhirnya pada 04 Mei 1980 di Ljublana Medical Center sebagai  dampak dari beragam komplikasi penyakit pada tubuhnya

Proses pemakaman pun berjalan selama kurang lebih 4 hari melintasi tiga kota penting Yugoslavia yaitu Ljublana (tempat Tito meninggal), Zagreb (kota yang merupakan kampung halaman Tito), dan Belgrade  (ibukota Republik Federasi Sosialis Yugoslavia)

Pemakaman ini dikenang pemakaman yang cukup menyita perhatian dunia. Selain karena prosesi pemakaman yang cukup megah dengan balutan parade militer, pemakaman sang pemimpin besar Yugoslavia ini juga dihadiri oleh kurang lebih 120 negara, organisasi internasional bahkan kelompok separatis dari berbagai negara serta delegasi partai Sosialis dari berbagai penjuru dunia.

Tercatat sejumlah figur politik penting menghadiri pemakaman Tito seperti Walther Mondale (Wapres Amerika Serikat), Leonid Brezhnev (Sekjen Komite Sentral Uni Soviet), Margaret Thatcher (PM Inggris), Raja Bouduin I (Belgia), Raja Carl Gustav XVI (Swedia), Raja Olav V (Norwegia), Raja Hussein (Jordania), Allesandro Pertini (PM Italia), Romalho Eanes (Presiden Portugal), Adolfo Soarez (PM Spanyol), Nicolae Ceausescu (Presiden Romania), Kim Il Sung (Presiden Korea Utara), Hafez Al Assad (Presiden Suriah), Hosni Mubarak (Wapres Mesir), Indira Gandhi (PM India), Helmuth Schmidt (Kanselir Jerman Barat), Adam Malik (Wapres Indonesia), Sheikh Ahmad Al-Sabah (Emir Kuwait), Ziaur Rahman (Presiden Bangladesh), Zia Ul Haq (presiden Pakistan), Urho Kekkönen (Presiden Finlandia), Hua Guofeng (perdana menteri RRT), Yasser Arafat (ketua PLO), Kurt Waldheim (Sekjen PBB) dan masih banyak lagi

Sosok Josif Broz Tito dan perannya dalam perang dunia kedua memberi dampak yang sangat luar biasa dalam peran Yugoslavia dalam percaturan politik internasional. Sekalipun menganut ideologi Sosialis namun dia tetap aktif memelihara netralitas Yugoslavia bahkan mampu menjalin hubungan baik dan mesra dengan negara-negara blok Barat, maupun Blok Timur

keberhasilan Tito bersama Soekarno, Kwame Nkrumah, Jawaharlal Nehru dan Gamal Abdul Nasser merealisasikan sebuah gerakan negara dunia ketiga dengan nama Gerakan Non Blok semakin mengharumkan nama Yugoslavia dan membuat Tito semakin disegani di dunia internasional.

ARTIKEL TERKAIT

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon