Selasa, 17 Juli 2018

Materi Terlengkap TPA Penalaran Analitis

Tags

Penalaran analitis diujikan untuk mengukur kemampuan kita dalam menyederhanakan suatu persoalan, membuat suatu hubungan-hubungan faktual secara logis dari suatu informasi gagasan atau ide yang tidak terstruktur dengan baik, dan pada akhirnya dapat menarik sebuah kesimpulan yang sesuai dengan berbagai kondisi dan hubungan yang ada. Dalam bagian ini kita dituntut untuk menarik hubungan antarkalimat, memanipulasi informasi dan data data, selanjutnya menggunakannya untuk menyelesaikan suatu masalah yang lebih khusus.
Di dalam soal penalaran analitis, kita dituntut untuk dapat menjawab pertanyaan berdasarkan informasi-informasi yang diberikan. Semua informasi yang diberikan secara tersirat dan saling berkaitan satu sama lain. Jawaban dari soal jenis ini tidaklah eksplisit (terlihat langsung dalam cerita). Namun, kita harus Analisa terhadap kenyataan yang ada dalam soal untuk kemudian bisa menemukan jawaban yang benar kita inginkan. Kelompok ini merupakan bagian level sukar dalam rangkaian tes TPA serta tes memerlukan waktu lebih lama serta kerja pikiran yang lebih esktra  untuk dapat menyelesaikan soal-soal penalaran analitis.

Tips!!
-Dalam  mengerjakan soal penalaran analiti,s jangan terfokus pada pernyataan, tetapi cermati pula pilihan jawabannya. Kadang dengan melihat jawaban, kita busa mengeliminasi pilihan jawaban yang tidak sesuai dengan pernyataan.
-Untuk tes penalaran analitis, Anda harus cermat dalam menganalisis soal. Soal jenis ini relatif lebih sukar. Langkah penyelesaian penyelesaian yang paling mudah adalah dengan menerjemahkan soal ke dalam bentuk bagan, gambar,diagram alur, atau model matematika.
-waktu yang anda miliki maksimal hanya 50 detik/soal. Jika merasa benar-benar blank, lebih baik anda beralih ke soal berikutnya. Kerjakan dengan fokus dan jangan tergesa-gesa.
Berdasarkan pola yang sering keluar, penalaran analitis secara garis besar dapat dikelompokkan dalam tiga tipe soal. Berikut penjelasannya.

TIPE SOAL PERBANDINGAN
Secara umu, penyelsaian soal tipe ini adalah dengan membuat kemungkinan-kemungkinan dari soal dan memberikan tanda ">", "<", atau "=" pada kualitas masalah yang dibicarakan. Atau juga menyusun data secara urut berdasarkan keterangan pada soal. Susun data berdasarkan mana yang lebih tinggi, mana yang lebih dulu, mana yang lebih tua, dan lain-lain.
Tips!!!
Untuk mempermudah dalam menarik hubungan antar pernyataan, sajikan semua dalam bentuk ">". Misalkan ada keterangan X < Y, maka tulislah menjadi bentuk Y > X.
Contoh soal
Setelah mengikuti pelatihan pemasaran, peningkatan keuntungan yang diperoleh peserta beda-beda. Peningkatan keuntungan Andi lebih besar daripada Beni. Citra mendapatkan peningkatan keuntungan setera dengan Beni,  sementara Tari lebih tinggi peningkatan keuntungannya daripada Beni. Peningkatan Andi lebih tinggi daripada Tari, tetapi lebih rendah daripada Rosa. Peserta pelatihan yang paling tinggi peningkatan keuntungannya adalah....
A. Beni
B. Citra
C. Andi
D. Tari
E. Rosa
Pembahasan:
Peningkatan keuntungan diperoleh setelah mengikuti pelatihan pemasaran adalah sebagai berikut:
1) Peningkatan keuntungan Andi lebih besar daripada Beni, maka: A > B
2) Citra mendapatkan peningkatan keuntungan setara dengan Beni, maka C = B
3) Tari lebih tinggi peningkatan keuntungannya daripada Beni, maka: T > B
4) Peningkatan Andi lebih tinggi daripada Tari, tetapi lebih rendah daripada Rosa, maka R > A > T
hubungan yang dapat disimpulkan adalah
R > A > T > (B=C). Jadi, peserta pelatihan yang mendapatkan keuntungan paling banyak adalah Rosa.

TIPE SOAL IMPLIKASI (HUBUNGAN ANTARSYARAT)
Kemampuan yang diperlukan dalam menyelsaikan soal dalam tes ini lebih pada kemampuan logika. Anda dituntut mencermati dan memahami hubungan yang terjadi pada gagasan, ide, ataupun pernyataan yang ada pada soal sehingga Anda dapat menggunakan hubungan-hubungan yang terjadi secara logis. Kecermatan dan ketelitian amat sangat Anda perlukan dalam menyelsaikan soal.
Cara pengerjaannya, pertama disederhanakan keterangan-keterangan dalam soal, selanjutnya cermati maksud-maksud dalam keterangan tersebut dan jadikan sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh jawaban yang kita rasa benar.
Contoh soal:
Suatu proyek terdiri atas beberapa jenis proyek kecil, yakni proyek A, B, C, D, E, dan F. Proyek kecil ini berkaitan satu sama lain sehingga tiap jenis pekerjaan diatur sebagai berikut:
1)Proyek B hanya boleh dikerjakan bersama proyek C
2)Proyek A boleh dikerjakan bersama proyek E
3)Proyek B tidak boleh dikerjakan bersama dengan proyek D.
4)Proyek E dikerjakan jika dan hanya proyek F dikerjakan.
Pertanyaan:
1. Jika proyek A dan D dikerjakan maka yang pasti tidak dikerjakan adalah proyek...
A. B
B. C
C. E
D. F
2. Jika minggu kedua pekerja wajib mengerjakan proyek F dan tidak boleh mengerjakan proyek C, maka...
A. pekerja juga mengerjakan proyek D
B. pekerja tidak mengerjakan proyek B
C. pekerja tidak mengerjakan proyek E
D. pekerja pasti mengerjakan proyek A
3. Jika pekerja sudah mengerjakan proyek E, maka...
A. pekerja tidak akan mengerjakan proyek A
B. pekerja tidak mengerjakan proyek D
C. pekerja juga mengerjakan proyek F
D. pekerja hanya akan mengerjakan proyek B
4. Jika pekerjaan tidak mengerjakan proyek C, maka...
A. pekerja akan mengerjakan proyek D
B. pekerja akan mengerjakan proyek E
C. pekerja tidak mengerjakan proyek A
D. pekerja tidak mengerjakan proyek B
Pembahasan
1. Jawaban: A 
Diketahui pernyataan:
1)Proyek B hanya boleh dikerjakan bersama proyek C.
2)Proyek A boleh dikerjakan bersama proyek E.
3)Proyek B tidak boleh dikerjakan bersama dengan proyek D
4)Proyek E dikerjakan jika dan hanya proyek F dikerjakan. Lihat pernyataan 3.
2. Jawaban: B
Karena proyek C tidak boleh dikerjakan maka proyek B juga tidak boleh dikerjakan (Perhatiakn pernyataan 1)
3. Jawaban: C
Lihat pernyataan terakhir, "Proyek E dikerjakan jika dan hanya proyek F dikerjakan".
4. Jawaban: D
Lihat pernyataan pertama, "Proyek B hanya boleh dikerjakan bersama proyek C"

TIPE SOAL KOMBINATORIK
Tipe soal ini biasanya menyediakan masalah berupa penyusunan jadwal, kemungkinan cara berpakaian, kemungkinan posisi duduk, dan kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa dikerjakan dengan membuat tabel penyelsaian maupun grafik. Lalu meletakan masing-masing komponen soal pada tempat yang sesuai dengan yang disyaratkan soal.
Tips!!
-Dalam soal biasanya kita diberikan beberapa pernyataan yang bisa kita bentuk menjadi sebuah rangkaian susunan. Saat mengisi tempat kedudukan susunan tersebut maka perhatikan kaitan antarpernyataan. Misalkan, satu pernyataan berbicara tentang A, maka langkah selanjutnya cari pernyataan yang ada kaitannya dengan A, begitu seterusnya.
-Berdasarkan keterangan dalam soal, biasanya kita bisa menyusun beberapa kombinasi susunan yang mungkin, maka susunlah kemungkinan-kemungkinan itu jika memungkinkan.
Contoh soal
1. Angela, Lilian, Marry dan Cindy adalah 4 orang petenis profesional yang bertanding di Tokyo Open. Mereka bertanding satu sama lain sehingga terdapat 6 pertandingan untuk menentukan pemenang. Setiap kali memenangkan 1 pertandingan, tiap peserta memperoleh 100 poin. Cindy dikalahkan oleh Angela, Lilian mengalahkan Angela dan Cindy, dan Marry mengelahkan Lilian, Angela dan Cindy.
1. Berapa pertandingan yang dimenangkan Lilian?
A. 1
B. 2
C. 3
D. 4
2. Siapa yang selalu kalah?
A. Mary
B. Lilian
C. Cindy
D. Angela
Pembahasan:
1. Jawaban: B
Jika hasi pertandingan ditampilkan dengan table, maka:
Lawan
Angela
Cindy
Lilian
Marry
Angela

Angela
Lilian
Marry
Cindy


Lilian
Marry
Lilian



Marry
Marry






Dari table terlihat bahwa pertandingan yang dimenangkan oleh Lilian adalah 2 pertandingan
2. Jawaban:C
Dengan melihat table di atas, juga dapat diketahui bahwa yang tidak pernah menang adalah Cindy.

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon