Selasa, 31 Juli 2018

Marie Antoinette, Ratu glamor penyebab Revolusi Prancis

Marie Antoinette adalah ratu Prancis yang terakhir yang menjadi salah satu penyebab timbulnya protes besar-besaran warga Prancis yang berujung kepada pecahnya Revolusi Prancis karena gaya hidupnya yang mewah ditengah kondisi keuangan Prancis yang dilanda krisis.

Marie Antonia Josepha Joanna atau lebih dikenal dengan nama Marie Antoinette lahir pada 2 November 1755 di Wina, Austria dia adalah anak dari Maria Theresa, ratu Austria. Karena hubungan diplomatik Prancis dan Austria sangat dekat karena kedua negara tersebut beraliansi ketika Perang Tujuh Tahun, Marie dijadikan penghubung antara Prancis dan Austria melalui pernikahan. Di usianya yang masih 14 tahun Marie dinikahkan dengan cucu Raja Louis XV Louis-Auguste yang nantinya akan menjadi Louis XVI dan pernikahannya keduanya dilaksanakan pada 16 Mei 1770.

Empat tahun setelah pernikahan Marie dan Louis, raja Louis XV meninggal dunia dan tahta Kerajaan Prancis. Marie memiliki gaya hidup yang mewah, setiap hari dihabiskan untuk berpesta dan selalu menggunakan pakaian yang mewah dan mahal. Bahkan Marie memiliki istana pribadi untuk dijadikan tempat berpesta yaitu Petit Trianon, dan biasanya dia berpesta sendiri tanpa ditemani Louis XVI sempat ada rumor juga yang mengatakan kalau Marie memiliki hubungan khusus dengan Count Axel von Fersen, seorang diplomat dari Swedia.

Karena gaya hidup Marie yang mewah dan glamor dia mendapat julukan Madame Deficit. Disaat bersamaan Prancis tengah menghadapi krisis ekonomi dan kegagalan panen ditambah gaya hidup Marie yang selalu menghabiskan uang untuk pesta membuat Marie dipandang negatif oleh rakyat Prancis. Seolah tidak peduli dengan kritik mengenai gaya hidupnya, Marie kembali membangun tempat tinggal mewah didekat Petit Trianon.

Pada 14 Juli 1789, rakyat Prancis menyerang Penjara Bastille dan peristiwa ini menjadi awal dari Revolusi Prancis. Menghadapi situasi ini keluarga kerajaan meminta bantuan negara Eropa lain untuk menyelamatkan monarki Prancis sementara Marie merencanakan untuk melarikan diri dari Prancis. Pada tahun 1791 keluarga kerajaan Prancis mencoba untuk melarikan diri namun berhasil ditangkap oleh revolusioner Prancis dan dibawa ke Paris akhirnya pada 1792 revolusioner Prancis mendirikan Republik Prancis dan menghapus sistem monarki sekaligus menangkap Louis XVI dan Marie. Akhirnya pada 14 Oktober 1793 Marie Antoinette dinyatakan dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan republik dan dua hari kemudian Marie dipancung menggunakan guillotine.

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon