Senin, 16 Juli 2018

Cara Menjawab TPA Penalaran Logis

Tags

Secara umum ada dua penalaran, yaitu penalaran logis dan penalaran analitis. Dalam penalaran logis yang diuji adalah proses berpikir kita dalam menggali, mengamati, dan menghubungkan beberapa fakta atau beberapa premis (mayor dan minor) yang diketahui  sehingga diperoleh suatu kesimpulan logis dan sah.
Metode aturan baku adalah metode pengambilan kesimpulan berdasarkan prinsip-prinsip dasar atau rumus-rumus baku pengambilan kesimpulan. Berikut adalah beberapa hal yang harus dipahami.
1. Negasi
Negasi adalah pengingkaran nilai kebenaran suatu pernyataan. Jika A adalah suatu pernyataan yang bernilai benar, maka ingkaran dari A bernilai salah.
Contohnya yaitu ingkaran dari "ayah makan" adalah "ayah tidak makan"

2. Operator logika
Dalam operasi hitung kita kenal dengan istilah operasi bilangan (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian), sedangkan dalam logika dikenal operator atau penghubung dari dua penyataaan yang masing-masing punya nilai kebenaran (salah/benar)
Operator Logika
Contoh
“dan”
Ayah pergi ke sawah dan ibu pergi ke pasar
“atau”
Hari ini aku libur atau hari ini aku masuk kerja
“Jika..., maka..”
Jika aku rajin belajar maka masuk PTN
“...jika dan hanya jika...”
Kamu bisa masuk PTN Jika dan hanya jika lulus SBMPTN


Catatan penting!
a. "A dan B" sama dengan "B dan A"
b. "A atau B" sama dengan "B atau A"
c. "A jika dan hanya jika B" sama dengan "b jika dan hanya jika"
d. "Jika A maka B" tidak sama dengan "Jika B maka A"

3. Kuantor Universal dan Kuantor Eksistensial
a. Kuantor universal adalah suatu pernyataan yang berlaku untuk umum, dalam soal ditandai dengan kata "untuk semua nilai x" atau "untuk setiap nilai x".
b. Kuantor eksistensial adalah suatu pernyataan yang berlaku secara khusus, dalam soal ditandai  dengan kata "ada"; "beberapa";"sebagian";"paling tidak satu"; dll.
c. Ingkaran dari pernyataan berkuantor
1) Ingkaran dari "tidak semua" adalah "ada/beberapa/sebagian"
2) Ingkaran dari "tidak ada/tidak sebagian" adalah semua"

4. Sifat Ekuivalen (Pernyataan Senilai)
No.
Pernyataan
Contoh
1.
“Jika P maka Q” senilai dengan “Jika tidak Q maka tidak P”, Ingat!
“Jika P maka Q “senilai dengan “Jika Q maka P”
“Jika aku lapar maka aku akan makan nasi” senilai dengan “Jika aku tidak makan nasi maka aku tidak lapar”
2.
Ingkaran dari pernyataan “P atau Q” senilai dengan “tidak P dan tidak Q”
Ingkaran dari “Aku makan dan aku minum” adalah “Aku tidak makan dan aku tidak minum”
3.
Ingkaran dari pernyataan “P dan Q” senilai dengan “tidak P atau tidak Q”
“Ingkaran dari “Aku makan atau aku minum” adalah “Aku tidak makan dan aku tidak minum”
4.
“Jika P maka Q” senilai dengan “tidak P atau Q”
“Jika hujan reda maka aku akan pergi ke sekolah” senilai dengan “Hujan tidak reda atau aku pergi ke sekolah”

 Ingat!!!
Dalam soal TPA, model yang sering keluar melibatkan operator "Jika...maka..." Ini sama artinya dengan "untuk semua nilai x" atau "untuk setiap nilai x"
Contoh:
Semua hewan yang berkaki empat berkembang biak dengan beranak".
Sama artinya dengan "Jika hewan berkaki empat maka berkembang biak dengan beranak"

5. Aturan Penarikan Kesimpulan
Aturan 1:
Premis 1:
Jika P maka Q
Premis 2:
P
Kesimpulan
Q
Contoh:
1) Semua sarjana pintar bahasa Inggris.
(sama artinya dengan "jika seseorang adalah sarjana maka dia pintar bahasa inggris").
2) Kamu adalah sarjana.
Kesimpulan:
Kamu pintar bahasa Inggris

Aturan 2:
Premis 1:
Jika P maka Q
Premis 2:
Tidak Q
Kesimpulan
Tidak P
Contoh: 
1) Semua sarjana pintar bahasa Inggris.
(sama artinya dengan "jika seseorang adalah sarjana maka dia pintar bahasa inggris")
2) kamu TIDAK pintar bahasa Inggris
Kesimpulan:
kamu bukan sarjana

Aturan 3: 
Premis 1:
Jika P maka Q
Premis 2:
Jika Q maka R
Kesimpulan
Jika P maka R
Contoh:
1) Semua sarjana pintar bahasa Inggris
2) Semua orang yang pintar bahasa Inggris bisa mendapat beasiswa
Kesimpulan:
Jika sarjana maka bisa mendapatkan beasiswa 
(senilai dengan "Semua sarjana bisa mendapatkan beasiswa").


Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon