Selasa, 05 Juni 2018

Zaman Pergerakan Nasional

Loading...

A. Politk Etis
Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerinah Hindia Belanda, seperti Cuultur Stelsel dan ekonomi liberal, di satu sisi, memang sangat menguntungkan bagi pemerintah Belanda. Kas negara yang awalnya mengalami defisit menjadi surplus setelah diterapkannya Cuultur Stelsel dan ekonomi liberal. Kontras dengan kondisi Belanda, rakyat Indonesia yang menjadi objek dari kebijakan tersebut mengalami kondisi yang sangat tragis. Beberapa wilayah di Indonesia, mengalami kelaparan dan tidak sedikit yang meninggal dunia karena kebijakan tersebut.
Kritikan terhadap dua kebijakan tersebut pun mengalir. Kritik dari politikus dan intelektual di Hinda-Belanda, yaitu C. Th. Van Deventer dalam tulisannya yang berjudul Een Eereschlud (hutang kehormatan) yang dimuat di majalah De Gids pada 1899. Keuntungan yang diperoleh dari hasil ekploitasi di tanah Hindia, harus dikembalikan. Untuk itu, perlu dilakukan perbaikan kesejahteraan penduduk melalui berbagai bidang kehidupan, pendidikan, dan besarnya partisipasi masyarakat dalam mengurus pemerintahan.
Kritik-kritik itu mendapat perhatian serius dari pemerintah Belanda. Ratu Wilhelmina kemudian mengeluarkan suatu kebijakan baru bagi masyarakat Hindia-Belanda, yaitu meningkatkan kesejahteraan rakyat. Kebijakan baru itu adalah politik etis. Ada tiga program politik etis, yaitu irigasi, edukasi, dan emigrasi.
a. Edukasi
Pelaksanaan pendidikan pada masa kolonial ditujukan hanya untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang terdidik dan bayaran murah untuk ditempatkan pada bidang administrasi di perusahaan perkebunan. Tindak lanjut dari politik etis dalam bidang edukasi, yaitu munculnya beberapa sekolah, seperti sekolah Bumi Putera ( Inlandsch School) dengan bahasa pengantar belajarnya bahasa daerah dan lama studi selama 5 tahun.Els (Eurospeesch Lagere School) atauHis ( Hollandsch Inlandsch School), sekolah dasar dengan lama studi sekitar 7 tahun. Sekolah ini menggunakan sistem dan metode, seperti sekolah di Belanda. HBs ( Hogere Burger School) yang merupakan sekolah lanjutan tinggi pertama untuk warga negara pribumi dengan lama belajar 5 tahun. AMs ( Algemeen Metddelbare School) mirip HBS, namun setingkat SLTA/SMA. sekolah Desa ( Volksch School) dengan bahasa pengantar belajar adalah bahasa daerah dan lama belajar 3 tahun.sekolah lanjutan untuk sekolah desa ( Vevolksch School), belajar dengan bahasa daerah dengan bahasa pengantarnya bahasa daerah dan masa belajarnya 2 tahun. sekolah Peralihan ( Schakel School), sekolah lanjutan untuk sekolah desa dengan lama belajar 5 tahun dan berbahasa Belanda dalam kegiatan belajar mengajar. MUlo (Meer Uitgebreid Lager Onder wijs), sekolah lanjutan tinggkat pertama dengan tingkatan yang sama dengan SMP/SLTP saat itu jika dibandingkan pada masa kini. stovia ( School Tot Van Inlndsche Artsen) yang sering disebut juga Sekolah Dokter Jawa sebagai lanjutan MULO dengan masa belajar selama 7 tahun.
b. irigasi
Dengan diberikanya pengairan rutin di sawah-sawah pertanian di Indonesia, diharapkan para petani mau menjual hasil panen mereka pada Belanda dengan harga yang murah.
c. Emigrasi
Kondisi pulau Jawa yang sudah mengalami kelebihan penduduk serta kebutuhan tenaga kerja di beberapa daerah koloni Belanda, menyebabkan beberapa masyarakat di Pulau Jawa harus mau dipindahkan ke Sumatera, Kalimantan, bahkan Suriname untuk bekerja di perusahaan perkebunan milik Belanda.

B. LATAR BELAKANG MUNCULNYA MASA PERGERAKAN NASIONAl Di INDONESIA
Munculnya organisasi-organisasi pada masa Pergerakan Nasional didorong oleh beberapa faktor, antara lain:
a. Faktor internal
1. Penderitaan rakyat akibat kebijakan-kebijakan kolonial.
2. Munculnya golongan terpelajar sebagai akibat dari penerapan politik etis.
3. Perkembangan media komunikasi dan transportasi. 
4. Rindu terhadap kejayaan masa lampau Indonesia yang gemilang.
5. Timbulnya kesadaran untuk bersatu.
b. Faktor Eksternal
1. Kemenangan Jepang atas Rusia pada 1905.
2. Berkembangnya gerakan nasionalisme di negara-negara Asia dan Afrika.
3. Masuknya paham-paham baru, seperti lIberalisme, nasionalisme, komunisme, demokrasi, dan pan-islamisme.

C. PERKEMBANGAN ORGANiSASI PERGERAKAN NASIONAL


Nama organisasi

tokoh-tokoh

tujuan

surat kabar
organisasi kewanitaan
keterangan
a. Budi Utomo (20 Mei 1908) 1. Dr. Wahidin S
2. Dr. Soepomo
Memajukan pendidikan dan kebudayaan. Darmo Kondo Putri Mardika Karakter yang melekat pada organisasi ini, keanggotaannya berasal dari golongan priyayi, ruang lingkupnya hanya sebatas
di Jawa dan Madura, serta bergerak di bidang sosial dan budaya.
b. Indische Vereeninging (1908) 1. R.M Notosuroto
2. R. Panji Sostrokartono
3. R. Husein Djajadiningrat
Bergerak di bidang sosial dan
kebudayaan sebagai ajang bertukar pikiran tentang situasi tanah air.
Hindia Putera Perkumpulan para pelajar Indonesia yang belajar di Belanda



Nama organisasi

tokoh-tokoh

tujuan

surat kabar
organisasi kewanitaan
keterangan
c. sarekat Dagang islam (1911)
H. Samanhudi
Mengamankan para pedagang Islam dari persaingan dengan pedagang asing. Awalnya, organisasi ini hanya bergerak di bidang ekonomi.
Karena terus berkembang, tahun 1912 SDI berubah menjadi
SI.
d. sarekat islam (1912) H.O.S
Cokroaminoto
Menghidupkan jiwa dagang bangsa Indonesia dan memperkuat ekonomi pribumi
agar mampu bersaing dengan bangsa asing.
Darmo Kondo dan Oetoesan Hindia
Sarekat Puteri Fatimah
Pada 1921,
SI terpecah menjadi SI Merah (berhaluan komunis) dan
SI Putih (masih sesuai dengan tujuan awal).
e. Indishe Partij
(1912)
1. E.F.E. Douwes Dekker
2. dr. Suwardi
Suryaningrat
3. dr. Tjipto Mangun- kusumo
Mewujudkan Indonesia merdeka
de Expres dan Het Tijdschrift
1913, organisasi ini dilarang oleh Belanda dan membuang tokoh-tokohnya ke Belanda akibat artikel yang berjudul Alk ik eens Nedherlander was yang ditulis oleh Suwardi S.
f. Muhamm- adiyah
(1912)
K.H. Ahmad Dahlan Memurnikan ajaran Islam. Aisyah
g. isDV (1914) Sneevliet Menyebarkan ideologi sosialis di Indonesia. Karena terus berkembang, tahun 1920 organisasi ini berganti nama
menjadi PKI.



Nama organisasi

tokoh-tokoh

tujuan

surat kabar
organisasi kewanitaan
keterangan
h. Pki (1920) 1. Semaun
2. Alimin
3. Darsono
Mewujudkan Indonesia merdeka. Harian Rakjat Sarekat Rakyat 1. Kelanjutan
dari ISDV
2. Pada tahun 1926-1927 pemimpin PKI melakukan pemberon- takan. Dampak yang ditimbulkan adalah Belanda melakukan pengetatan aturan organisasi yang ada.
i. Perhim- punan indonesia (1922) 1. M. Hatta
2. Sutan Sjahrir
3. Sutomo
4. Ali sastro- amidjojo
Mewujudkan Indonesia merdeka. Indonesia Merdeka Pada10 Juli 1927, M. Hatta dkk. diadili di pengadilan Belanda karena terlalu
berbahaya bagi
Belanda.
j. Nahdatul Ulama (1926) K.H. Hasyim Asy’ari Mengurusi masalah sosial, ekonomi, dan pendidikan.
k. PNi(1927 ) Soekarno Mencapai kemerdekaan Indonesia dengan kekuatan sendiri.
Banteng Priangan di Bandung dan Persatuan Indonesia di Batavia
Pada 29 Desember 1929, Belanda menangkap Soekarno, Maskun, Gatot Mangkupraja,
dan Supriadinata karena
dianggap terlalu membahayakan posisi Belanda di
Indonesia.



Nama organisasi

tokoh-tokoh

tujuan

surat kabar
organisasi kewanitaan
keterangan
Soekarno yang tidak terima dengan tuduhan tersebut membacakan pidato yang berjudul Indonesia
Menggugat .
l. PNi Baru
(1931)
Sartono Kemerdekaan Indonesia
m. Partai
indonesia Raya (1935)
1. Dr. Sutomo
2. M. H. Thamrin
3. Wuryaningsih
4. Sukardjo Wiryoprnoto
Memperkokoh kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia, menjalankan aksi politik untuk mencapai pemerintahan yang demokratis. Merupakan gabungan dari Budi Utomo dan Partai Bangsa Indonesia.
n. Gerakan
Rakyat indonesia (1937)
1. Drs. A.K. Gani
2. Mr. Sutomo
3. Mr.M. Yamin
4. Wilopo
Mencapai Indonesia merdeka.
o. Majelis islam A’la indonesia (1937 1. K.H. Hasyim Asy’ari
2. K.H. Mas Mansur
3. Wondo-
amisen
Menyatukan umat Islam untuk menghadapi Belanda. Merupakan gabungan dari organisasi Islam.
p. GAPi (1939) 1. Abikusno T
2. M.H. Thamrin
3. Mr. Amir S
Menuju Indonesia berparlemen. 1. Muncul akibat kegagalan Petisi Sutardjo yang meminta agar



Nama organisasi

tokoh-tokoh

tujuan

surat kabar
organisasi kewanitaan
keterangan
Indonesia diberi pemerin- tahan sendiri (merdeka) dalam waktu 10 tahun.
2. Maret 1941, Belanda membentuk Komisi Visman yang bertugas menyelidiki kemungki- nan Indonesia memiliki parlemen sendiri.
Hasil kerja komisi ini melahirkan
Volksraad .

Soal dan pembahasan pergerakan nasional klik disini
Materi sejarah lainnya:
  1. Pengantar Sejarah disini disini
  2. Zaman Hindu-Budha di Indonesia disini 
  3. Sejarah Islam di Indonesia disini 
  4. Politik Kolonial Abad ke 19 disini 
  5. Perlawanan Kolonialisme barat disini 
  6. Pendudukan Jepang disini
  7. Masa Revolusi mempertahankan kemerdekaan disini
  8. Masa demokrasi liberal disini
  9. Ancaman distegrasi bangsa disini
  10. Era Demokrasi Terpimpin Indonesia klik disini
  11. Masa Orde Baru klik disini
  12. Masa Reformasi klik disini 
  13. Peradaban kuno dunia disini
  14. Sejarah Perkembangan Pemikiran Eropa disini 
  15. Latar Belakang Penjelahan Samudra Bangsa Eropa disini 
  16. Revolusi Industri disini 
  17. Revolusi Amerika disini 
  18. Revolusi Prancis disini 
  19. Nasionalisme Bangsa Asia-Afrika disini 
  20. Perang Dunia I dan II disini 
  21. Perang Dingin disini
  22. Kerjsa sama global dan regional disini
  23. Peristiwa Mutakhir disini

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon