Selasa, 05 Juni 2018

SISTEM DAN STRUKTUR POLITIK INDONESIA PADA MASA REFORMASI (1998-SEKARANG)

A. LATAR BELAKANG REFORMASI DI INDONESIA
Pada awal 1997, kondisi Indonesia mulai mengalami ketidak stabilan, baik di bidang politik, ekonomi, sosial budaya, maupun penegakan supremasi hukum. Kondisi ini membuat mahasiswa yang dianggap mewakili masyarakat Indonesia menuntut beberapa perubahan. Secara umum, terdapat beberapa faktor yang melatar belakangi munculnya reformasi di Indonesia.
a. Faktor Politik
1. Adanya KKN (korupsi, kolusi, dan nepotisme) dalam kehidupan pemerintahan.
2. Kekuasaan orde baru di bawah Soeharto otoriter dan tertutup.
3. Adanya keinginan mewujudkan demokratisasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
4. Mahasiswa menginginkan perubahan.
b. Faktor Ekonomi
1. Adanya krisis nilai tukar mata uang rupiah.
2. Naiknya harga barang-barang kebutuhan masyarakat.
3. Sulitnya mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok.
c. Faktor Sosial Masyarakat
Adanya kerusuhan tanggal 13 dan 14 Mei 1998 yang melumpuhkan perekonomian rakyat.
d. Faktor Hukum
Belum adanya keadilan dalam perlakuan hukum yang sama di antara warga negara. Dengan melihat kondisi Indonesia yang mengalami krisis multidimensi, mahasiswa melakukan aksi demonstrasi menuntut Presiden Soeharto lengser. Dalam melaksanakan aksi demonstrasinya tersebut, mahasiswa mengalami bentrokan fisik dengan aparat keamanan, seperti yang terjadi di Semanggi dan depan kampus Trisakti. Selain menuntut agar Presiden Soeharto meletakkan jabatannya, mahasiswa ini juga menuntut beberapa hal yang disebut sebagai Agenda Reformasi. Agenda Reformasi tersebut, yaitu:
1. Adili Soeharto dan kroni-kroninya.
2. Amandemen UUD 1945.
3. Penghapusan Dwi Fungsi ABRI.
4. Otonomi daerah yang seluas-luasnya.
5. Penegakan supremasi hukum.
6. Pemerintahan yang bersih dari KKN.
Mengingat semakin kerasnya dukungan agar Presiden Soeharto lengser, pada 21 Mei 1998 Jenderal H. M. Soeharto menyatakan mengundurkan diri sebagai Presiden Republik Indonesia. Berdasarkan UUD 1945 pasal 8, B. J. Habibie yang saat itu menjabat sebagai wakil presiden ditunjuk menjadi Presiden Indonesia.

B. KEBIJAKAN PEMERINTAHAN REFORMASI
a. Masa Pemerintahan B. J. Habibie
Pada 22 Mei 1998, Presiden Republik Indonesia B.J. Habibie membentuk kabinet baru yang dinamakan Kabinet Reformasi Pembangunan. Kabinet itu terdiri atas 16 orang menteri dan para menteri itu diambil dari unsur-unsur militer (ABRI), Golkar, PPP, dan PDI. Ada pun kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pada masa kepemimpinannya, antara lain:
1. Melikuidasi beberapa bank bermasalah.
2. Manaikkan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat hingga di bawah Rp10.000,00.
3. Mengimplementasikan reformasi ekonomi yang di syaratkan oleh IMF.
4. Memberi kebebasan pada rakyat untuk menyalurkan aspirasinya sehingga banyak bermunculan partai-partai politik baru sebanyak 48 partai politik.
5. Membebaskan narapidana politik (napol), seperti Sri Bintang Pamungkas dan Mochtar Pakpahan. 
6. Di bidang hankam, diadakan pembaruan dengan cara melakukan pemisahan Polri dan ABRI.
7. Menyelenggarakan Pemilu 1999
8. Disintegrasi Timor Timur.
b. Masa Pemerintahan K. H. Abdurahman Wahid
Pada 20 Oktober 1999, MPR berhasil memilih Presiden Republik Indonesia yang ke-4, yaitu KH. Abdurrahman Wahid dan wakilnya Megawati Soekarnoputri. Gus Dur membentuk kabinet yang diberi nama Kabinet Persatuan Nasional. Anggota kabinet ini diambil dari perwakilan masing-masing partai politik yang dilantik pada 28 Oktober 1999. Dalam Kabinet Persatuan Nasional, terdapat dua departemen yang dihapuskan, yaitu Departemen Sosial dan Departemen Penerangan.
Beberapa kebijakan yang dikeluarkan pada masa pemerintahan K. H. Abdurahman Wahid:
1. Pengakuan terhadap kelompok minoritas Tionghoa, seperti dalam pengurusan dokumen kependudukan dan penetapan Imlek sebagai hari libur nasional.
2. Pembentukan Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang bertugas untuk memecahkan perbaikan ekonomi Indonesia yang belum pulih dari krisis ekonomi yang berkepanjangan. Dewan Ekonomi nasional diketuai oleh Prof. Dr. Emil Salim, wakilnya Subiyakto Tjakrawerdaya, dan sekretarisnya Dr. Sri Mulyani Indraswari.
3. Gus Dur menyetujui nama Irian Jaya berubah menjadi Papua dan mengizinkan pengibaran bendera Bintang Kejora.
Puncakjatuhnya Gusdurdarikursikepresidenanditandaiolehadanya Skandal Brunei Gate dan Bulog Gate yang menyebabkannya terlibat dalam kasus korupsi. Pada 1 Februari 2006, DPR-RI mengeluarkan memorandum yang pertama, sedangkan memorandum yang kedua dikeluarkan pada 30 Aril 2001. Gus Dur menanggapi memorandum tersebut dengan mengeluarkan Dekrit Presiden yang berisi:
1. Membekukan MPR / DPR-RI.
2. Mengembalikan kedaulatan di tangan rakyat dan mengambil tindakan serta menyusun badan yang diperlukan untuk pemilu dalam waktu satu tahun,
3. Membubarkan Partai Golkar karena dianggap warisan orde baru.
Dekrit tersebut tidak dapat dilaksanakan karena dianggap bertentangan dengan konstitusi dan tidak memiliki kekuatan hukum. Oleh karena itu, MPR segera mengadakan Sidang Istimewa pada 23 Juli 2001 dan Megawati Soekarnoputri terpilih sebagai Presiden RI menggantikan Gus Dur berdasarkan Tap MPR No. 3 tahun 2001 dan wakilnya Hamzah Haz.
c. Masa Pemerintahan Megawati Soekarno Putri
Presiden Megawati Soekarno Puteri dilantik menjadi Presiden RI pada 23 Juli 2001. Megawati Soekarno Putri merupakan presiden pertama wanita di Indonesia. Kabinet Gotong Royong yang dibentuknya melakukan kebijakan.
1. Penundaan pembayaran utang sebesar US$ 5,8 milyar sehingga hutang luar negeri dapat berkurang US$ 34,66 milyar.
2. Pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
3. Konflik Sipdan-Ligitan.
4. Privatisasi aset BUMN.
5. Melaksanakanpemilu Presidenpertamadi Indonesia, pada 2004 yangmemenangkan Susilo Bambang Yudhoyono dengan M. Jusuf Kalla.
d. Masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono I (SBY-JK)
Terpilihnya Susilo Bambang Yodhoyono atau terkenal dengan sebutan SBY. SBY telah membuat babak baru dalam perjalanan sejarah Indonesia. Beliau dilantik sebagai presiden keenam Republik Indonesia pada 20 Oktober 2004 bersama wapresnya, Jusuf Kalla. Untuk membantu tugas sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan, dibentuklah Kabinet Indonesia Bersatu. Beberapa peristiwa yang melekat pada masa pemerintahan SBY-JK:
1. Penyelesaian masalah konflik Aceh
Konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dengan pemerintah RI dapat diselesaikan dengan cara menerapkan Aceh sebagai Daerah Otonomi Khusus dengan penggunaan syariat Islam dengan nama Nangroe Aceh Darussalam. Pada 15 Agustus 2005 dibuatlah Momerandumof Understanding antara GAM dan RI sebagai penanda berakhirnya konflik di Aceh.
2. Pemilu 2009
Pemilu ini dilaksanakan ditujukan untuk memilih anggota DPR, DPD, dan DPRD pada 9 April 2009. Pemilu ini untuk memilih presiden dan wakil presiden pada 8 Juli 2009.
e. Masa Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono II (SBY-Boediono)
SusiloBambangYudhoyonoyangkaliiniberpasangandenganBoedionomemperoleh suara terbanyak dalam pemiihan presiden secara langsung pada 2009. Kabinet Indonesia Bersatu II adalah nama kabinet yang dibentuk pada pemerintahan beliau yang kedua kalinya. Beberapa peristiwa penting seputar pemerintah SBY-Boediono:
1. Kasus Cicak-Buaya
2. Kenaikan harga BBM
3. Pengadaan pesawat kepresidenan
4. Pemilu 201
Pemilu yang diselenggarakan dua tahap, yakni memilih legislatif (9 April 2014) dan memilih eksekutif (9 Juli 2014).

Soal dan Pembahasan masa reformasi klik disini
Materi sejarah lainnya:
  1. Pengantar Sejarah disini disini
  2. Zaman Hindu-Budha di Indonesia disini 
  3. Sejarah Islam di Indonesia disini 
  4. Politik Kolonial Abad ke 19 disini 
  5. Perlawanan Kolonialisme barat disini 
  6. Pergerakan Nasional disini 
  7. Pendudukan Jepang disini
  8. Masa Revolusi mempertahankan kemerdekaan disini
  9. Masa demokrasi liberal disini
  10. Ancaman distegrasi bangsa disini
  11. Era Demokrasi Terpimpin Indonesia klik disini
  12. Masa Orde Baru klik disini
  13. Peradaban kuno dunia disini
  14. Sejarah Perkembangan Pemikiran Eropa disini 
  15. Latar Belakang Penjelahan Samudra Bangsa Eropa disini 
  16. Revolusi Industri disini 
  17. Revolusi Amerika disini 
  18. Revolusi Prancis disini 
  19. Nasionalisme Bangsa Asia-Afrika disini 
  20. Perang Dunia I dan II disini 
  21. Perang Dingin disini
  22. Kerjsa sama global dan regional disini
  23. Peristiwa Mutakhir disini

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon