Jumat, 01 Juni 2018

Kaftan, Warisan Budaya Pakaian Khas Mesopotamia

Loading...

Merunut  Columbia University & Encylopedia Iranica, busana  kaftan yang panjang ini sudah ada semenjak peradaban Mesopotamia.

Ketika itu  para tentara mengenakan pakaian panjang di balik baju zirah mereka yang konon tidak dapat ditembus pedang musuh, berkat kain tenun tebal berbantal benang sutra.

Kata kaftan sendiri berasal dari bahasa Persia, yang artinya pakaian tempur yang dikenakan tentara.

Referensi tentang kaftan muncul dalam seni dan sastra Persia di awal abad 600 SM dan penyair Persia, Ferdowsi yang menyebut kaftan dalam karyanya yang berjudul Shahnameh atau Kitab Raja-raja Persia.

Di luar medan perang, semua orang dari kelas petani sampai kelas atas menikmati kaftan. Strukturnya sederhana, memudahkan perhiasan untuk tergantung.  Sama seperti hari ini, kaftan dikenakan sebagai pakaian panjang dengan lengan tersampir, yang bisa dililitkan dengan sabuk atau ikat pinggang.   

Penaklukan bangsa Arab membuat kaftan diperkenalkan ke Afrika Utara. Kelompok yang berbeda menafsirkan kaftan menurut budaya dan tradisi keagamaan mereka.  Imperialisme Eropa membuat kontak dengan Timur, memungkinkan kaftan masuk ke lemari-lemari bangsa Barat.

Di Rusia kata kaftan digunakan untuk jenis pakaian, sejenis jas panjang pria dengan lengan yang ketat. Warna yang paling sering digunakan adalah biru.

Kaftan sutra Rusia, celana linen biru bergaris, sepatu bot berkuda, selempang sutra, topi bulu, dan cambuk yang selalu ada.

Di Afrika Barat, kaftan adalah jubah pull-over yang dapat dikenakan oleh laki-laki dan perempuan. Untuk wanita disebut kaftan atau boubou, sementara untuk laki-laki disebut Senegalese kaftan.

Gaya kaftan berevolusi pada abad ke-18, menjadi gaun sepanjang mata kaki yang terbuka di bagian depan, atau lebih dikenal sebagai banyan. Pada abad ke-20, imperialisme Eropa terhadap Afrika Utara mengalirkan ide ke para seniman Barat.

Desainer Eropa seperti Paul Poiret dan Mariano Fortuny y Madrazo terinspirasi dari gaya kaftan Maroko dan Aljazair. Mereka menciptakan mantel dan gaun malam untuk perempuan barat.   

Halston dan Yves Saint Laurent mengadopsi gaya kaftan menjadi simbol kaum elit bohemian yang menyusup ke mode arus utama di tahun 1970-an.
Kaftan berubah seiring waktu, dengan pola dan hiasan beragam yang memberikan kesan feminin. Para pemakainya mulai dari bintang muda di karpet merah, diplomat di acara State Dinner (Jamuan Kenegaraan), sampai festival musik musim panas (sejenis Coachella).


sumber: OA Historypedia Line
penulis: Hurrem Sultan

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon