Selasa, 05 Juni 2018

ANCAMAN DISINTEGRASI BANGSA: PERGOLAKAN POLITIK DAERAH

Loading...

A. PERISTIWA PKI MADIUN 1948
a. Faktor yang Melatarbelakangi Peristiwa Ini
1. Amir Sjarifuddin menolak kebijakan kabinet Hatta tentang Reorganisasi dan Rasionalisasi Tentara (RERA)
Ketimpangan antara ketersedian senjata dengan jumlah tentara yang ada memaksa Hatta melakukan kebijakan tersebut. Kondisi yang demikian sangat tidak menguntungkan bagi Indonesia terutama pada saat itu kita sedang menghadapi Agresi Militer yang dilancarkan oleh Belanda. Dengan menerapkan kebijakan tersebut, diharapkan akan tersaring tentara-tentara yang berkualitas. Kebijakan ini juga bertujuan untuk memangkas anggaran untuk militer, mengingat kondisi perekonomian Indonesia yang sedang tidak stabil pada saat itu. Tujuan berikutnya dari kebijakan ini adalah untuk memangkas keberadaan organisasi yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Front Demokrasi Rakyat (FDR) yang dipimpin oleh Amir Sjarifuddin tidak pelak harus menerima konsekuensi dari kebijakan Hatta tersebut.
2. Kekecewaan Amir Sjarifuddin terhadap perundingan Renville
Amir Sjarifuddin adalah tokoh yang memimpin delegasi Indonesia dalam Perundingan Renville. Beliaujugayangmenandatangiperundingantersebut. Setelah
diturunkan sebagai perdana menteri, Amir Sjarifuddin justru meminta pemerintah Indonesia membatalkan perundingan tersebut. FDR dijadikan oleh Amir Sjarifuddin untuk memperjuangkan penolakan terhadap Perundingan Renville.
3. Keinginan PKI mendirikan negara Soviet Republik Indonesia
Karena kekecewaan terhadap Indonesia pada 18 September 1948, Amir Sjarifuddin (Ketua FDR) dan Musso (Ketua PKI) akhirnya memproklamasikan berdirinya negara Soviet Republik Indonesia. Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam menghadapi masalah Madiun Affair pada 1948 ini. Berbagai cara ditempuh, agar masalah ini segera dapat teratasi.
b. Kebijakan Pemerintah Mengatasi Masalah Ini
1. Soekarno mengultimatum rakyat Madiun untuk memilih “Soekarno-Hatta atau Musso-Amir”.
2. Menggelar Operasi Militer yang dipimpin oleh Jenderal Soedirman.
Musso akhirnya mati tertembak di daerah Somoroto, Ponogoro. Amir Sjarifuddin berhasil ditangkap ketika dia berada di daerah Branti, Grobogan.

B. GERAKAN DARUL ISLAM/TENTARA ISLAM INDONESIA (DI/TII)

Tempat
Tokoh
Penjelasan
a. Jawa Barat
S. M. Kartosuwiryo 1. Penyebab terjadinya peristiwa ini:
· Kekecewaan Kartosuwiryo terhadap kebijakan Hatta melakukan Reorganisasi dan Rasionalisasi Tentara (RERA)
Setelah kebijakan RERA berjalan, Hizbullah dan Sabilillah yang dipimpin oleh Kartosuwiryo dinyatakan sebagai organisasi yang terkena rasionalisi.
· Penolakan terhadap Perundingan Renville
Berdasarkan isi Perundingan Renville, Jawa Barat menjadi salah satu daerah yang harus dikosongkan dari unsur tentara Indonesia. Kartosuwiryo pun enggan untuk meninggalkan Jawa Barat karena ingin mengamankan wilayah ini dari serangan Belanda.


Tempat
Tokoh
Penjelasan
· Keinginan mendirikan Negara Islam (Darul Islam/DI) dengan nama Negara Islam Indonesia (NII)
Karena berbagai kekecewaan terhadap pemerintah tersebut, pada 7 Agustus 1949 Kartosuwiryo memproklamasikan berdirinya Darul Islam (DI) dengan Hizbullah dan Sabilillah sebagai tentaranya (TII).
2. Kebijakan pemerintah mengatasi masalah ini:
  • Operasi Pagar Betis adalah operasi militer yang bertujuan menumpas gerakan Kartosuwiryo tersebut.
b. Jawa Tengah 1. Amir Fatah
2. M. Mahfud
3. Kyai Sumolangu
1. Karena merasa simpati terhadap perjuangan Kartosuwiryo, organisasi Angkatan Umat Islam dan Majelis Islam menyatakan bergabung dengan gerakan DI/TII Jawa Barat.
2. Untuk mengatasi masalah ini, digelarlah Operasi Banteng negara dengan mengirim Pasukan Banteng Raiders.
c. Aceh Teungku Daud Beureuh 1. Peristiwa DI/TII Aceh terjadi akibat kekecewaan Daud Beureuh terhadap kebijakan pemerintah yang menurunkan status keistimewaan Aceh. Wilayah Aceh ditetapkan menjadi bagian dari Karesidenan Sumatera Timur.
2. DI/TII Aceh diselesaikan melalui Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh (MUKERA).
d. Sulawesi Selatan Kahar Muzakar 1. Kekecewaan terhadap kebijakan RERA yang dilakukan oleh kabinet Hatta.
Komando Gerilya Sulawesi Selatan (KGSS) termasuk organisasi yang terkena rasionalisasi sehinggaditolakmenjadibagiandari Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat (APRIS).


Tempat
Tokoh
Penjelasan
2. Operasi Militer dilaksanakan untuk menumpas gerakan ini, pada 1955 Kahar Muzakar pun dapat ditangkap.
e. Kalimantan Selatan Ibnu Hadjar 1. Kekecewaan terhadap kebijakan RERA yang dikeluarkan oleh Hatta.
Kesatuan Rakyat yang Tertindas dinyatakan tidak layak menjadi bagian dari APRIS.
2. Pada 1963, digelar operasi Militer untuk menumpas gerakan ini.


C. PEMBERONTAKAN ANDI AZIS
Pemberontakan Andi Azis ini terjadi didasarkan atas penolakan masuknya pasukan APRIS (Angkatan Perang Republik Indonesia Serikat) ke Makasar. Langkah selanjutnya yang dilakukan oleh pasukan yang dipimpin oleh Andi Azis ini menyerang markas APRIS yang ada di Makasar.
Untuk menumpas gerakan ini, Kolonel Alex Kawilarang ditugaskan memimpin operasi militer. Pada 1953, gerakan ini dapat diatasi dan semua orang yang dianggap terlibat pada peristiwa ini dijatuhi hukuman 15 tahun penjara.

D. GERAKAN REPUBLIK MALUKU SELATAN (RMS)
Penolakan untuk begabung dengan NKRI menjadi dasar bagi Mr. Dr. Christian Robert Soumokil untuk mendirikan Republik Maluku Selatan. Upaya perdamaian pernah ditempuh oleh pemerintah dengan mengutus Dr. J. Leimena untuk berunding dengan Soumokil, namun upaya ini tidak membuat keadaan berubah. Kolonel Alex Kawilarang kemudian ditugaskan untuk menumpas gerakan ini melalui operasi militer. Karena terus terdesak keberadaannya, beberapa orang yang tergabung dalam gerakan ini melarikan diri ke Belanda.

E. PEMBERONTAKAN ANGKATAN PERANG RATU ADIL (APRA)
Peristiwa ini diawali dengan kekhawatiran Koninkelijke Nederland Imdische Leger (KNIL) ketika dimasukkan sebagai bagian dari APRIS. Mereka khawatir akan didiskreditkan oleh anggota TNI yang juga bergabung dengan APRIS. Kapten Raymond Westerling memimpin sekelompok orang mantan anggota KNIL yang menamakan diri Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) untuk membuat kekacauan di Bandung pada 1950. Jakarta juga tidak luput dari penyerangan yang dilakukan oleh Westerling yang bekerja sama dengan

Sultan Hamid II. Rencananya mereka akan melakukan aksi penyerangan gedung kabinet yang saat itu sedang berlangsung sidang kabinet.
Untuk mengatasi masalah ini, Moh. Hatta mencoba berunding dengan Mayor Jenderal Engels. Hasilnya Komisaris Tinggi Belanda memerintahkan agar gerombolan APRA ini segera meniggalkan Bandung. Berkat kesigapan APRIS yang dibantu oleh masyarakat, gerakan ini perlahan pasti mulai terdesak. Pada 22 Februari 1950, Raymon Westerling melarikan diri ke Malaya. Kepergian tokoh ini dari Indonesia menjadi pertanda berakhirnya APRA.

F. PEMERINTAHAN REVOLUSIONER REPUBLIK INDONESIA/PERJUANGAN RAKYAT SEMESTA (PRRI/PERMESTA)

Ketidakstabilan politik Indonesia pada dekade 1950-an semakin parah ketika Ahmad Husein memproklamirkan gerakan Perjuangan Rakyat Semesta (Permesta) yang disusul Syafrudin Prawiranegara turut memproklamasikan berdirinya Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Gerakan yang berpusat di Manado ini, bertujuan untuk menyelamatkan bangsa Indonesia dari kehancuran akibat ketidakstabilan politik yang terjadi pada masa tersebut. Mereka juga menuntut agar pemerintah mencabut kekuasaan Kabinet Djuanda karena menyebabkan semakin timpangnya pembangunan antara pusat dan daerah serta menuntut agar kedudukan presiden dikembalikan sesuai konstitusi.
Dalam gerakan ini, Amerika Serikat turut terlibat. Terbukti ketika ditangkapnya seorang pilot asal Amerika Serikat yang bernama Allan Pope. Dengan cepat, operasi militer dilakukan hingga pada tahun 1961, semua yang terlibat dalam peristiwa tersebut dapat tertangkap dan diadili.

G. PERISTIWA GERAKAN 30 SEPTEMBER 1965
Gerakan ini diawali ketika munculnya isu tentang pembentukan Dewan Jenderal dalam tubuh Angkatan Darat. Dewan ini sebenarnya adalah kelompok penasihat yang terdiri dari para jenderal dengan tugas utamanya adalah memberikan rekomendasi kepada pimpinan Angkatan Darat untuk menilai kenaikan pangkat perwira tinggi Angkatan Darat. PKI mengganggap pembentukan dewan ini untuk merebut kekuasaan dari Presiden Soekarno.
Kondisi diperparah ketika ditemukannnya sebuah dokumen rahasia di Kedubes Inggris yang dikenal dengan nama Dokumen Gilchrist. PKI menuding terjadi kerja sama antara TNI-AD dengan Amerika dan Inggris untuk menggulingkan kekuasaan Soekarno. Atas dasar itu, PKI akhirnya membentuk sebuah dewan untuk menyelamatkan Indonesia dengan nama Dewan Revolusi yang dipimpin oleh Letkol Untung Sutopo.
alam usaha melaksanakan tujuan dari Dewan Revolusi, pada tanggal 30 September 1965 PKI berusaha menculik para perwira tingggi TNI-AD yang dianggap terlibat dalam pembentukan Dewan Jenderal. Jika kita menelaah lebih dalam, sebenarnya para perwira tinggi tersebut adalah para perwira tinggi yang anti PKI. Adapun nama-nama yang menjadi korban pada peristiwa tersebut:
a. Jenderal Ahmad Yani
b. Jenderal Haryono Mas Tirtosudarmo
c. Mayor Jenderal Suprapto
d. Mayor Jenderal S. Parman
e. Brigadir Jenderal D.I. Panjaitan
f. Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo
g. Letnan Satu Pierre Andreas Tendean
h. Brigadir Polisi Karel Sasuit Tubu
i. Kolonel Katamso
j. Letkol Sugiyono
Melalui berbagai cara yang dilakukan oleh pemerintah, akhirnya pada 11 Oktober 1945 Letkol Untung dapat tertangkap di Tegal. D.N. Aidit, selaku ketua PKI ditemukan tewas pada November 1966. Tokoh-tokoh lain yang terlibat dalam gerakan ini kemudian diadili di Mahkamah Militer Luar Biasa.

Soal dan pembahasan pergolakan politik Indonesia klik disini
materi sejarah lainnya:
  1. Pengantar Sejarah disini disini
  2. Zaman Hindu-Budha di Indonesia disini 
  3. Sejarah Islam di Indonesia disini 
  4. Politik Kolonial Abad ke 19 disini 
  5. Perlawanan Kolonialisme barat disini 
  6. Pergerakan Nasional disini 
  7. Pendudukan Jepang disini
  8. Masa Revolusi mempertahankan kemerdekaan disini
  9. Masa demokrasi liberal disini
  10. Era Demokrasi Terpimpin Indonesia klik disini
  11. Masa Orde Baru klik disini
  12. Masa Reformasi klik disini 
  13. Peradaban kuno dunia disini
  14. Sejarah Perkembangan Pemikiran Eropa disini 
  15. Latar Belakang Penjelahan Samudra Bangsa Eropa disini 
  16. Revolusi Industri disini 
  17. Revolusi Amerika disini 
  18. Revolusi Prancis disini 
  19. Nasionalisme Bangsa Asia-Afrika disini 
  20. Perang Dunia I dan II disini 
  21. Perang Dingin disini
  22. Kerjsa sama global dan regional disini
  23. Peristiwa Mutakhir disini

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon