Rabu, 23 Mei 2018

Rijsttafel, gaya makan ala Belanda rasa Nusantara

Masyarakat kolonial Belanda terbiasa disajikan makanan berupa nasi dengan berbagai lauk khas Nusantara oleh pelayan-pelayan mereka yang seorang pribumi. Lauk pauk yang disajikan bisa terdiri dari 7 sampai 40 piring. Sajian hidangan yang seperti itu diberi nama "Rijsttafel", dalam bahasa Belanda Rijs/ris berarti "nasi" dan tafel yang berarti "meja". Secara istilah, Rijsttafel diterjemahkan menjadi "Sajian nasi yang dihidangkan diatas meja dengan spesial".

Walau hidangan yang disajikan dalam menu Rijsttafel merupakan hidangan-hidangan khas Nusantara yang kaya akan rempah, Rijsttafel merupakan ide yang diciptakan oleh kaum priyai Belanda. Rijsttafel diciptakan agar priyai Belanda bisa menyantap beraneka ragam makanan khas Nusantara dalam satu kesempatan.
Lauk yang disajikan tergantung selera, namun yang sering muncul antara lain Babi kecap, Bebek betutu, Gado-gado, Kerupuk, Lumpia, Nasi goreng, Nasi kuning, Perkedel,  Pisang goreng, Sambal iris, Sambal kacang, Sambal ulek, Sate, Semur daging, Serundeng, tahu telur, Telur balado, Sayur lodeh, Rendang, Lemper, dan Opor ayam.

Awal abad ke-20 menjadi puncak popularitas Rijsttafel. Banyak hotel-hotel menjadikan Rijsttafel sebagai menu makan siang, membuat banyak masyarakat Eropa, terutama Belanda, datang mengunjungi Hindia Belanda demi merasakan penyajian unik dan istimewa ini.

Rijsttafel biasa disajikan di meja bundar. Para tamu duduk melingkar dengan nasi dihadapan mereka, kemudian para pelayan datang baris-berbaris membawa berbagai macam lauk untuk ditaruh di atas meja atau ditawarkan kepada tamu.
Kemudian pada kurun waktu tahun 1930-an, model penyajian di meja panjang pun dipraktikan, hal ini dilakukan agar meja dapat diisi lebih banyak orang.

Sekarang, Rijsttafel sudah jarang dipraktikan oleh masyarakat Belanda, maupun Indonesia, untuk jamuan makan siang. Mengingat betapa 'boros'nya lauk yang dihidangkan dalam sekali perjamuan ( sekitar 7 - 40 piring lauk ). Akan tetapi, dalam acara besar, Rijsttafel kadang masih dipraktikan masyarakat Belanda. Rijsttafel kurang populer di Indonesia karena dikalahkan oleh gaya Prasmanan ( buffet ) dari Prancis.

Meski begitu, Rijsttafel merupakan campuran budaya yang indah antara Belanda dan Indonesia.


sumber: OA Historypedia Line
penulis: Masamune

ARTIKEL TERKAIT

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon