Rabu, 04 April 2018

Metode Penelitian Sosial

Loading...


Metode penelitian memuat cara/teknik yang digunakan peneliti dalam melakukan penelitian sosial. Pendekatan dan jenis penelitian memengaruhi penggunaan teknik pengumpulan data hingga analisis data dalam penelitian

1. Teknik Penentuan Populasi, Sampel, dan Informan
Populasi merupakan keseluruhan orang/kelompok yang akan dijadikan sampel. Sampel akan dipilih secara khusus dengan kriteria tertentu untuk dijadikan sumber atau objek penelitian. Sampel yang dipilih harus mampu mewakili kesuluruhan populasi. Sementara itu, pada penelitian kualitatif sampel dikenal dengan informan.
Langkah-langkah memilih sampel dapat dilakukan dengan cara menentukan karakteristik populasi, menentukan teknik pemilihan sampel, menentukan besaran sampel, dan memilih sampel.
a. Teknik Sampling pada Penelitian Kuantitatif
loading...
1)Sampel acak (random sampling) yaitu teknik pengambilan sampel yang setiap anggota populasinya memiliki kesempatan sama menjadi anggota sampel.
2) Sampel terstratifikasi (stratified sampling) yaitu teknik pengambilan sampel yang digunakan apabila sampel terdiri atas beberapa tingkat.
3)Sampel rumpun (cluster sampling) yaitu teknik pengambilan sampel secara acak dengan perbedaan bahwa setiap unit sampelnya adalah kumpulan atau cluster dari unsur-unsur.
4)Proporsional sampling yaitu cara pengambilan sampel dari tiap-tiap subpopulasi dengan memperhitungkan sub-subpopulasi.
5)Area probability sampling yaitu pengambilan sampel berdasarkan wilayah
6)Incidental sampling yaitu pengambilan sampel secara kebetulan
7)Quota sampling yaitu teknik menentukan sampel dari populasi yang mempunyai kriteria tertentu dalam jumlah tertentu

b. Teknik Menentukan Informan pada Penelitian kualitatif
Informan dalam penelitian kualitatif ditentukan secara khusus oleh peneliti. Informan dipilih karena dianggap mampu menjelaskan suatu permasalahan dan mampu membangun informasi yang dibutuhkan dalam penelitian.
Informan dalam penelitian kualitatif relatif sedikit. Adapun teknik pemilihan informan pada penelitian kualitatif yaitu purposive sampling  dan snowball sampling. Purposive sampling (sampel bertujuan) merupakan pangambilan sampel berdasarkan pertimbangan subjektif, yaitu peneliti mengatahui dengan jelas kemampuan dan identitas informan dalam membangun informasi. Sementara itu, snowball informan  berdasarkan rekomendasi informan sebelumnya.

2. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data
a. Angket(Kuisioner)
Anget/kuesioner merupakan daftar pertanyaan yang harus dijawab secara tertulis oleh responden. Angket dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu terbuka, tertutup, dan gabungan (open-close questioner). Pada angkat tertutup pilihan jawaban telah disediakan sehingga responden dapat memilih jawaban yang diinginkan. Pada angket terbuka jawaban dalam daftar pertanyaan belum ditentukan. sehingga responden lebih leluasa menjawab menjawab pertanyaan. Sementara itu, pada angket campuran daftar pertanyaan dapat disertai pilihan jawaban dan ruang bagi responden menjawab sendiri pertanyaan berdasarkan opininya.
Contoh kuesioner terbuka, tertutup, dan campuran dengan judul penelitian Tingkat Kepuasan Siswa terhadap Fasilitas di Perpustakaan sebagai berikut.

1)Contoh Kuisoner Terbuka
Apakaha anda sering memanfaatkan fasilitas sekoah perpustakaan yang ada di sekolah?
2)Contoh Kuisoner Tertutup
Apakah buku-buku yang ada di perpustakaan sudah cukup memenuhi kebutuhan belajar anda?
Ya( )
Tidak( )
3)Contoh Kuisoner Campuran
Apakah anda setuju apabila koneksi internet diakses gratis di perpustakaan?
( )Setuju, alasannya....
( )Tidak setuju, alasannya....

Kelebihan teknik pengumpulan data melalui kuisoner sebagai berikut.
1) Penelitian tidak perlu bertatap muka karena kuesioner dapat dikirim atau melalui perantara lainnya.
2) Dapat dibagikan secara serentak
3) Dapat dibuat anonim (tidak disebukan indentitasnya)
4)Dapat dijawab pada waktu senggang
5)Data dapat diperoleh serentak dalam satu waktu

Kekurangan teknik pengumpulan data melalui kuisoner di antaranya sebagai berikut.
1)Validitas jawaban sulit diketahui
2)Kuisoner sering tidak kembali
3)Tidak dapat diketahui kejujurannya
4)Rawan bagi responden yang tidak teliti
5)Tidak dapat dijangkau oleh respoden yang buta aksara

b. Wawancara
Wawancara merupakan teknik pengumpulan data secara langsung antara peneliti dan informan yang dilakukan melalui percakapan. Wawancara dapat dibedakan menjadi wawancara langsung dan wawancara tidak langsung. Adapun instrumen dalam teknik wawancara di antaranya tape recorder, daftar pertanyaan, dan buku catatan.
Kelebihan metode pengumpulan data melalui wawancara di antaranya sebagai berikut.
1)Sangat bergantung pada kepekaan peneliti
2)Membutuhkan banya waktu.
3)Interpretasi data dapat dipengaruhi oleh informan.

Adapun tiga jenis wawancara, sebagai berikut.
1)Wawancara terstruktur yaitu wawancara yang dilakukan secara langsung menggunakan pedoman wawancara yang telah disiapkan.
2)Wawancara tidak terstruktur yaitu wawancara yang dilakukan tanpa menggunakan pedoman wawancara. Peneliti dapat memodifikasi proses wawancara sesuai situasi dan kondisi secara lebih fleksibel.
3)Wawancara kombinasi, yaitu perpaduan dari wawancara terstruktur dan tidak terstruktur. Pedoman wawancara hanya berisi garis besar pertanyaan utama yang perlu ditanyakan peneliti.

c. Observasi
Metode observasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mengamati langsung objek penelitian di lapangan. Observasi ada dua yaitu observasi partisipasi (bergabung secara langsung) dan observasi pasif (mengamati dari jauh). Adapun instrumen pengumpulan data yang dilakukan melalui teknik observasi misalnya handycam dan kamera.

Kelebihan metode observasi bagi peneliti sebagai berikut :
1) Dapat melihat langsung kegiatan informan.
2) Mendapat informasi tambahan.
3) Mengetahui fakta di lapangan.
4) Memanfaatkan waktu luang.

Kekurangan metode observasi bagi peneliti sebagai berikut :
1) Menghabiskan waktu dan tenaga.
2) Informan kadang tidak leluasa.
3) Risiko adanya gangguan yang tidak terduga.

d. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang dapat diperoleh melalui pengumpulan arsip, dokumen, artefak, dan surat kabar.

Kelebihan dokumentasi sebagai berikut :
1) Memberikan gambaran berbagai informasi tentang informan pada waktu lampau (yang direkam atau didokumentasikan).
2) Menyajikan informasi mengenai hubungan informasi pada masa lampau dengan kondisi sekarang. 
3) Merekam berbagai jenis data tentang informan atau responden seperti identitas responden, identitas orang tua responden, keadaan dan latar belakang responden, lingkungan sosial, data psikis, prestasi belajar, serta dapat pendidikan dan data kesehatan jasmani.
Kekurangan dokumentasi sebagai berikut :
1) Memerlukan validitas dokumentasi untuk mengetahui keabsahan dokumen.
2) Dokumentasi terkadang tidak lengkap sehingga dapat menyesatkan peneliti.

3. Pengolahan Data dalam Pendekatan Kuantitatif dan Kualitatif 
a. Pengolahan data kuantitatif
Pada penelitian kuantitatif pengolahan data berlangsung melalui tiga tahap. Pertama, editing atau pemeriksaan data-data yang telah dikumpulkan. Kedua, pembuatan kode/koding bertujuan menyederhanakan data melalui pemberian simbol-simbol tertentu. Ketiga, tabulasi atau proses memasukkan data yang telah dikelompokkan.

1) Menghitung Rata-Rata Mean
a) Rata-Rata Data Tunggal
b) Rata-Rata Data Kelompok
c) Rata-Rata Data Tunggal dan Frekuensi Lebih dari Satu

2) Menghitung Median(Nilai Tengah)
3) Menghitung Modus(Nilai yang Sering Muncul)

b. Pengolahan Data Kualitatif
Proses pengolahan data kualitatif secara garis besar menempuh tiga tahap kegiatan sebagai berikut.
1) Reduksi data yaitu proses pemilahan atau penyaringan data yang telah terkumpul. Kegiatan ini berlangsung secara bertahap selama penelitian berlangsung
2)Penyajian data yaitu proses penulisan data yang telah direduksi
3)Menarik kesimpulan/verifikasi, Proses ini berlangsung dari awal hingga akhir penelitian.

4. Interpretasi Data Hasil Penelitian
Interpretasi merupakan upaya untuk menjelaskan hasil suatu penelitian sosial. Interpretasi berupa penjelasan analisis dari data yang telah diperoleh dan diolah. Dalam menginterpretasi hasil analisis perlu memperhatikan beberapa aspek berikut.
a. Mencermati data-data yang telah tersaji dengan seksama dan teliti
b. Interpretasi harus sesuai dengan hasil analisis data
c. Interpretasi harus dalam batas kerangka penelitian
d. Interpretasi dijelaskan dalam kalimat singkat, padat, jelas

Artikel Sosiologi  lainnya yang menarik (Klik Judul):
Prosedur Penelitian Sosial
Nilai dan Norma Sosial
Sosialisasi
Pengandalian Sosial
Difrensiasi sosial
Mobilitas Sosial 
Dinamika Kelompok Sosial
Stratifikasi Sosial
Masyarakat Multikultural
Perubahan Sosial
Gejala-gejala Sosial dalam Masyarakat
Perilaku Menyimpang
Struktur Sosial
Kelompok Sosial
Permasalahan Sosial

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon