Minggu, 04 Maret 2018

Perang Dunia II

Loading...

❂ Jerman yang kalah perang memunculkan Nazi
Hitler memeriksa pasukan Nazi
Sewaktu perang dunia I berakhir, Jerman sebagai pihak kalah harus membayar ongkos kerusakan akibat perang pada negara Belgia, Prancis, dan Inggris. Negara itu pun jatuh bangkrut dan kondisi mental rakyatnya runtuh.

Dalam keadaan itulah, muncul seorang tokoh yang pandai berpidato dan sangat berkharisma. Ia bernama Adolf Hitler. Tahun 1923, ia mendirikan dan sekaligus berhasil menjadi ketua partai sosialis-nasionalis yang disingkat Nazi. Partai ini mengatakan bahwa sebab keterpurukan bangsa Jerman adalah kaum Yahudi dan tiadanya harga diri bangsa sebagai keturunan ras Arya yang hebat.
Adolf Hitler sempat dipenjara oleh pemerintahan     Jerman karena hendak melakukan pemberontakan dikota Munich. Dalam penjara, ia menulis buku berjudul “Mein Kampf” atau “Perjuanganku”. Buku itu menginspirasi jutaan orang Jerman untuk menjadi nasionalis. Paham yang disebarkan oleh Hitler sebetulnya bukan lagi nasionalis, tapi sudah mengarah pada fasisme. Paham fasis percaya bahwa kita perlu menganggap bangsa kita sebagai bangsa terbaik, dan memandang rendah bangsa lain. Rasa patriotisme harus dimiliki semua warga negara. Janji-janji Nazi memikat hati rakyat Jerman. Pada pemilihan umum tahun 1933, Nazi menang telak dan menjadi partai yang menguasai pemerintahan.
❂ Invasi Jerman memulai perang dunia II

Kehancuran masa PD II
Setelah berkuasa, Nazi berubah menjadi teror bagi rakyat Jerman. Kepolisian rahasia bernama Gestapo dibentuk dan menangkapi banyak penduduk yang tidak setia pada negara. Masyarakat Yahudi jadi korban. Kebencian Hitler pada kaum Yahudi membuat banyak orang Yahudi ditahan dan dikirim ke kamp konsentrasi untuk dibunuh. Konon, jutaan orang Yahudi dibunuh pada masa itu.
Hitler berambisi menguasai Eropa dan pada tahun 1938, ia memimpin Jerman menyerang Austria, Cekoslovakia, dan Polandia. Berikutnya pada 1940, Prancis juga takluk dari Jerman hanya dalam hitungan hari.
Tank-tank Jerman, pesawat tempur pembom, dan kapal selam Jerman menciptakan teror di seantero Eropa. Nyaris semua negara Eropa barat takluk, kecuali Inggris. Uni Soviet memutuskan ikut bersekutu dengan Inggris setelah Jerman terbukti bekerja sama dengan Italia hendak menyerang negara mereka. Pecahlah kemudian sebuah perang paling kejam dalam sejarah peradaban manusia, perang dunia II.
❂ Terlibatnya Jepang dan Amerika Serikat
Pada suatu pagi di kepulauan Hawai, tanggal 7 Desember 1941 wilayah negara bagian ke-49 Amerika Serikat, mendadak pesawat terbang Jepang menyerang pangkalan marinir Amerika di Pearl Harbour. Ribuan tentara Amerika tewas. Negara itu memutuskan ikut perang, dan menyerang Jepang. Ketika Inggris meminta pertolongan, Amerika akhirnya turut berperang di daratan Eropa

Serangan ke Pearl Harbour
Perang dunia II merupakan perang yang benar-benar melibatkan seluruh dunia. Perang terjadi di kota-kota Eropa, di gurun pasir Afrika Utara, di samudera Pasifik, hingga di pulau-pulau kecil wilayah Tropis. Kengerian perang ini melebihi perang dunia I. Dua kali lipat jumlah prajurit yang tewas selama perang dibanding perang dunia I. Sekitar tiga puluh juta rakyat sipil, kebanyakan di Eropa, terbunuh selama masa perang.
Persatuan Inggris, Amerika Serikat, dan lima negara Eropa lainnya membuat Jerman dan sekutunya mulai kelabakan. Tanggal 7 Mei 1945, Jerman kalah perang, dan Hitler menembak dirinya sendiri di sebuah ruang bawah tanah miliknya. Tak lama, Jepang ikut menyerah, setelah Amerika Serikat menemukan bom mengerikan berteknologi atom dan menjatuhkannya di kota Hiroshima dan Nagasaki.
Dibalik kejamnya PD II, Teknologi-teknologi baru tercipta akibat kebutuhan perang. Di antaranya adalah teknologi jet, telepon seluler, atom, radar, dan peluru kendali. Semua itu adalah teknologi yang belum tentu kita temukan sekarang jika kita tidak mengalami perang dunia II. Masa-masa kelabu bagi umat manusia itu rupanya menyimpan hikmah yang luar biasa dan patut kita pelajari terus hingga masa kini.

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon