Sabtu, 03 Maret 2018

Berkembangnya Kerajaan Inggris–Bangsa Penakluk Era Modern

❂ Kerajaan kepulauan yang pelan-pelan menjadi besar
Lukisan king Arthur
Saat bangsa-bangsa Eropa di zaman sebelum Masehi mengalami kejayaan, wilayah Inggris berkembang lamban karena letaknya terpisah dari Eropa daratan. Yang banyak mendiami daerah itu adalah bangsa Anglo dan Saxon dari Jerman, ditambah minoritas bangsa Jute asal Denmark. Kerajaan kuat yang pertama berdiri di wilayah kepulauan Inggris terletak di Wessex dan Essex. Para penguasanya keturunan Denmark. Sementara di Skotlandia bangsa Pict mendirikan kerajaannya sendiri.

Persekutuan bangsa Briton dan bangsa Anglo-Saxon mengusir bangsa Pict, dan menjadi cikal bakal kerajaan Skotlandia modern. Bertahun-tahun Inggris kuno menjadi lahan perebutan bangsa Anglo-Saxon, Normandia, dan Prancis. Keadaan mulai stabil ketika Raja William yang keturunan Anglo-Saxon memenangkan pertempuran melawan bangsa Normandia untuk kemudian berkuasa tahun 1100-an. Sejak itu pula wilayah London menjadi pusat pemerintahan Kerajaan Inggris.
❂ Magna Charta yang mengubah Inggris
Selama tahun 1199-1216, Inggris dipimpin oleh raja yang bernama John I. Ia sangat kejam dan tidak disukai bahkan oleh rakyatnya sendiri. Ia juga merebut secara paksa tahta kerajaan Inggris dari tangan Richard “Si hati singa”, kakaknya yang saat itu pergi berperang ke Yerusalem. Tanggal 15 Juni 1215 kemudian diingat oleh semua orang Inggris sampai sekarang karena pada tanggal itu, para bangsawan yang disebut baron dan perwira militer memaksa Raja John I untuk datang ke pertemuan di Runnymede, dan menandatangani perjanjian yang disebut Magna Charta (bahasa Latin yang artinya perjanjian agung).

Isi perjanjian itu adalah 63 aturan bernegara dan hak serta kewajiban seorang raja. Arti penting Magna Charta adalah perubahan pola kerajaan. Jika sebelumnya, raja dianggap perwakilan dewa dan harus dipatuhi, maka masyarakat Inggris mengubah pandangan itu. Raja rupanya harus taat pada hukum juga, seperti rakyat biasa. Beberapa pasal di Magna Charta berisi pula keharusan memberi pengadilan yang adil bagi setiap manusia. Oleh banyak kalangan Magna Charta disebut sebagai pengakuan hak-hak asasi manusia yang pertama di dunia.

Keberadaan Magna Charta membuat raja-raja Inggris mengembangkan pola pemerintahan yang berbeda dari kebanyakan raja Eropa. Mereka lebih berhati-hati dalam bertindak. Sangat sedikit dalam sejarah Inggris, rajanya kejam dan menyengsarakan rakyat. Karena itulah, kerajaan Inggris menjadi kuat dan stabil. Bahkan Inggris tidak terpengaruh dengan jatuhnya Romawi Kuno. Dengan semakin kuatnya mereka, mulailah bangsa Inggris menjajah kerajaan tetangganya, mulai dari Skotlandia, Irlandia, dan juga Wales. Kerajaan lain, terutama Skotlandia sempat melawan dengan gigih, namun Inggris merupakan kerajaan yang sabar dalam menyerang, sehingga perlawanan dari kalangan apa pun berhasil dipadamkan. Semua kerajaan tersebut disatukan dalam panji Britannia Raya.
❂ Pemisahan dari tahta suci hingga restorasi Inggris

Istana Buckingham
Kerajaan Inggris adalah kerajaan pertama yang berani membangkang dari perintah tahta suci Roma. Saat raja Henry VIII berkuasa, ia dilarang menceraikan istrinya oleh Baginda Sri Paus. Ia menolak perintah itu dan memutuskan untuk memisahkan diri dari tahta suci. Ia lantas mendirikan gerejanya sendiri. Gereja itu dinamai gereja Anglikan. Kerajaan Inggris adalah salah satu kerajaan pertama di Eropa yang menjadikan agama Kristen Protestan sebagai agama resmi negara. Walaupun begitu, beberapa raja yang berkuasa setelah Henry VIII ada yang beragama Katolik, tapi segera setelah mereka meninggal, Inggris hampir selalu berubah kembali menjadi kerajaan Protestan.

Kerajaan Inggris mengalami kemajuan yang luar biasa ketika putri Henry VIII, bernama Elizabeth naik tahta. Elizabeth perempuan yang sangat cerdas dan menguasai lebih dari lima bahasa. Masa pemerintahannya sering disebut sebagai masa Elizabethan. Kebudayaan Inggris maju pesat. Sastrawan kondang William Shakespeare yang mengarang kisah “Romeo dan Juliet” hidup pada masa pemerintahannya.

Sepeninggal Elizabeth, kerajaan Inggris mengalami perang saudara mulai dari tahun 1642 hingga 1649. Perang terjadi karena perebutan kekuasaan antara kelompok puritan, para penganut agama Kristen Protestan taat dengan kalangan Kavaleri yang loyal pada kerajaan. Kalangan puritan merasa bahwa pemerintahan berbentuk kerajaan hanya membuat para bangsawan berfoya-foya dan penuh dosa, sehingga harus diganti. Kaum Puritan awalnya berhasil merebut kekuasaan ketika mereka menggulingkan raja Charles I dan dijatuhi hukuman mati. Kaum Puritan kemudian mengajukan pemimpinnya, Oliver Cromwell menjadi diktator Inggris. Rakyat yang awalnya mendukung gerakan penghapusan kerajaan rupanya tidak bahagia hidup di sistem pemerintahan kaum puritan yang keras dalam menerapkan aturan agama. Tahun 1658, rakyat mendukung kalangan Kavaleri untuk memanggil kembali Charles II dari pengasingan. Dia adalah putra dari raja Charles I yang dipenggal. Mereka mengembalikan lagi sistem kerajaan ke Inggris. Peristiwa ini dinamakan restorasi Inggris.

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon