Minggu, 18 Februari 2018

Sistem Gerak

Loading...


A. RANGKA

Fungsi rangka adalah sebagai berikut.
- Penyokong dan pemberi bentuk tubuh.
- Sebagai tempat perlekatan otot .
- Pelindung organ-organ dalam yang lunak.
- Tempat pembentukan sel darah merah dan sel darah putih.
- Tempat penimbunan mineral dalam tubuh.
1. Bagian Rangka
Rangka manusia terdiri dari:
a. Bagian aksial berfungsi untuk:
- memberikan sumbu topangan untuk tubuh tegak (bipedal),
- mengelilingi dan melindungi otak, sumsum tulang belakang, paru-paru dan jantung. Misalnya pada tulang tengkorak dan tulang bagian badan (gelang pundak, tulang rusuk, tulang dada, tulang panggul, tulang belakang).
b. Bagian apendikular berfungsi untuk menopang lengan dan kaki. Misalnya pada tulang anggota gerak (tulang tangan dan kaki).
2. Persendian pada Rangka Manusia
Persendian pada rangka dibagi menjadi 3, yaitu:

a. Sinartrosis

Sendi yang tidak bisa digerakkan. Dibagi menjadi:
1) Sinkondrosis : dihubungkan oleh tulang rawan, misalnya sendi antara tulang rusuk dengan tulang dada
2) Sinfibrosis : dihubungkan oleh serabut, misal- nya sendi di antara tulang-tulang tengkorak

b. Diartrosis

Sendi yang memungkinkan pergerakan. Diartrosis dibagi menjadi:
1) Sendi lesung (peluru) : sendi pada tulang lengan atas yang berhubungan dengan pundak; tulang paha berhubungan dengan tulang pelvis. Sendi ini memungkinkan terjadinya pergerakan untuk memutar lengan dan kaki sehingga dapat digerakkan dalam beberapa sumbu.
2) Sendi engsel : antara tulang lengan atas dengan tulang hasta. Sendi ini membatasi pergerakan hanya pada sumbu tunggal (satu arah).


3) Sendi putar : memungkinkan untuk memutar lengan depan pada siku (satu gerakan berputar).
4) Sendi pelana : persendian pada ibu jari.

c. Amfiartrosis

Sendi yang memungkinkan untuk sedikit gerak. Misalnya pada sendi di antara tulang rusuk dengan tulang punggung.
B. TULANG
Tulang penyusun rangka terdiri dari:

1. Tulang rawan (kartilago)

Tulang rawan bersifat elastis, matrikstulang berupa kolagen, serta disusun dari sel-sel kondroblas.
Macam-macamnya: tulang rawan hialin, elastis, dan fibrosa.

2. Tulang keras (osteon)

Tulang keras bersifat keras/kaku, matriks tulang mengandung kapur, serta dibentuk dari sel-sel osteoblas.
Berdasarkan bentuknya, tulang pada manusia dibeda- kan menjadi:
1. Tulang pipih (seperti tulang rusuk dan tengkorak),
2. Tulang panjang (seperti tulang paha dan tulang kering), dan
3. Tulang pendek (tulang pada jari-jari kaki dan tangan).
4. Tulang tak beraturan (seperti pada wajah dan tulang belakang)
Kelainan pada Tulang
- Skoliosis: tulang punggung berbentuk seperti huruf S (dapat dikarenakan posisi duduk yang salah).
- Lordosis: posisi tulang panggul membelok ke depan
- Kifosis: tulang punggung membungkuk.
- Fraktura: tulang mengalami keretakan.
- Nekrosa: kerusakan pada selaput tulang, sehingga suplai makanan terhenti.
- Artritis sika: pengeringan minyak sendi, sehingga pergerakan sendi terhambat.
- Artritis eksudatif: peradangan pada bagian sendi (dapat disebabkan oleh infeksi bakteri).

C. OTOT

Otot dapat mengalami kontraksi sehingga dapat menimbulkan suatu gerakan tubuh. Pergerakan otot dapat bekerja secara:

1. Sinergis (searah)

Macam gerakan otot sinergis yaitu gerak pronasi oleh otot-otot pronator di lengan bagian bawah

2. Antagonis (berlawanan)

Macam gerak antagonis, yaitu:
- abduktor-adduktor: menjauhkan dan men- dekatkan lengan dari tubuh,
- fleksor-ekstensor: gerakan meluruskan dan membengkokkan lengan,
- pronator-supinator: gerakan menelungkup dan mengadahkan telapak tangan,
- depresor-elevator: menurunkan dan meng- angkat lengan ke atas.
Mekanisme Gerak Otot
Sebuah otot terdiri dari berkas serat otot (sel-sel

otot lurik dan berinti banyak) yang disebut myofibril. Masing-masing myofibril tersebut terdiri dari miosin (filamen tebal) dan aktin (filamen tipis) yang diatur dalam unit kontraktil yang disebut sarkomer. Pada saat otot melakukan relaksasi, panjang bagian sarkomer tersebut lebih panjang daripada saat terjadi kontraksi otot. Saat otot berkontraksi, sarkomer tampak memendek karena filamen aktin dan myosin saling meluncur di atas satu sama lain.
Mekanisme kinerja otot dipengaruhi datangnya rangsang untuk bergerak. Rangsangan dari luar oleh tubuh akan diubah menjadi sinyal kimiawi dalam bentuk asetilkolin. Asetilkolin yang terlepas, akan membebaskan ion kalsium (Ca2+) yang berada di antara sel-sel otot, sehingga pada akhirnya menyebabkan filamen aktin meluncur mendekati filamen myosin (membentuk aktomiosin) yang mengakibatkan sarkomer memendek dan terjadinya kontraksi otot untuk bergerak.

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon