Minggu, 18 Februari 2018

Sistem Ekskresi


1. Sistem Ekskresi pada Manusia
Sistem eksresi pada manusia terdiri dari organ-organ ekskresi yaitu ginjal, hati, dan paru-paru serta jaringan ekskresi yaitu kulit.

a. Ginjal

· Sistem ekskresi pada ginjal menghasilkan urin melalui dua proses utama yaitu: filtrasi cairan tubuh dan penyulingan larutan cair yang dihasilkan dari proses filtrasi tersebut.
  • Ginjal terdiri dari 3 bagian utama yaitu: korteks (terdapat badan malpighi yang tediri dari simpai bowman dan glomerolus), medula (mengandung tubulus kontortus dan tubulus kolektivus), dan rongga ginjal atau pelvis renalis (tempat penampung urin).
Mekanisme sistem ekresi pada ginjal yaitu:
- filtrasi darah. Terjadi di glomerolus, menghasilkan urin primer. Urin primer: urin yang mengandung asam amino, glukosa, ureum, keratin dan kreatinin.

- reabsorbsi urin primer, yaitu penyerapan kembali zat-zat yang masih berguna bagi tubuh. Terjadi di tubulus kolektivus proksimalis, menghasilkan urin sekunder). Urin sekunder: mengandung garam, ureum, keratin, dan kreatinin
- augmantasi, yaitu proses penambahan zat- zat buangan ke dalam urin. Terjadi di tubulus kolektivus distalis, proses ini menghasilkan urin sesungguhnya yang selanjutnya urin ditampung di tubulus kolektivus.
Urin yang terbentuk dialirkan melalui ureter ke dalam kantung kemih (vesica urinaria). Urin dikeluarkan dari tubuh melalui saluran uretra.

b. Hati

Hati merupakan kelenjar terbesar yang terdapat di dalam tubuh, berfungsi menghasilkan empedu yang dapat menawarkan racun-racun di dalam tubuh.

c. Paru-paru

Sebagai organ ekskresi yang mengatur pembuangan gas karbon dioksida dan air sebagai hasil meta-bolisme tubuh.

d. Kulit

Bagian kulit yang berperan dalam eksresi yaitu kelenjar keringat yang mengeluarkan keringat. Kelenjar keringat tersebut terdapat pada lapisan dermis (lapisan di bawah epidermis).
2. Sistem Ekskresi pada Invertebrata

a. Ekskresi pada Cacing Pipih

- Memiliki sistem ekskresi tubuler yang disebut sebagai protonefridia.
- Organnya disebut protonefridium, merupa- kan jaringan kerja tubula tertutup yang tidak memiliki pembukaan internal, bercabang di seluruh tubuh dan cabang paling kecil diselimuti oleh sel-sel api bersilia.

- Pergerakan silia sel-sel api tersebut dapat menggerakkan air sepanjang saluran ekskresi, sehingga zat-zat sisa dapat dikeluarkan melewati nefridiofor.

b. Ekskresi pada Belalang

- Organ ekskresi pada serangga dan artropoda disebut tubula Malpighi (berfungsi seperti ginjal pada vertebrata). Organ-organ tersebut berfungsi mengeluarkan limbah bernitrogen dari haemofilia (cairan sirkulasi pada serangga), dan berperan dalam osmoregulasi.
- Selain tubula Malpighi, sistem ekskresi pada serangga juga memiliki trakhea yang berfungsi mengatur pembuangan karbondioksida hasil proses metabolisme.

c. Ekskresi pada Annelida dan Mollusca

Annelida dan Mollusca memiliki organ ekskresi yang disebut metanefridia. Masing- masing segmen cacing memiliki metanefridia. Metanefridia berfungsi untuk pengaturan eksresi dan osmoregulasi. Metanefridia bertindak sebagai penyaring yang mengeluarkan sisa metabolisme dan mengembalikan zat-zat yang masih dibutuhkan ke dalam tubuh.
Proses Perombakan sel darah Merah di dalam Tubuh
Sel darah merah mengandung haemoglobin yang terdiri dari protein globin, Fe, dan hemin. Komponen protein globin pada sel darah merah yang akan dirombak dimanfaatkan kembali untuk sintesa protein dan pembentukan haemoglobin baru. Sedangkan Fe akan diambil kembali dan disimpan dalam hati. Komponen hemin nantinya akan dirombak menjadi bilirubin dan biliverdin (pada empedu) yang nantinya akan dimanfaatkan dalam sistem pencernaan, dan akhirnya akan dikeluarkan (dalam bentuk feses (sterobilin), urin urobilin) dan tetap disimpan di hati karena adanya siklus interhepatik.

ARTIKEL TERKAIT

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon