Minggu, 11 Februari 2018

Sejarah Dim Sum

Loading...


Dim Sum atau sering juga disebut Dianxin di China daratan dalam bahasa mandarin secara harafiah berarti sedikit dari hati atau meyentuh hati. 
Kata ini disunting dari frasa yi dian xin yi yang artinya sedikit tanda mata, kemudian secara umum digunakan sebagai nama untuk menyebut cemilan ringan ini.

Kebiasaan makan dim sum bermula pada periode jalur sutra (jalan penghubung Asia Tengah dan China) dan Dinasti Han pada tahun 206 SM sampai Dinasti Yuan pada Abad 14M. Saat itu para petani, buruh, dan para pedagang yang berbisnis di sepanjang jalur sutra sering mampir di kedai teh pinggir jalan untuk meminum teh pada sore hari.

Kebiasaan makan dim sum ini sempat memudar pada abad ketiga gara-gara Tabib terkenal bernama Hua Tuo (sudah pernah mimin bahas. Hayo dicari di #seninsainsseru) mengatakan bahwa kebiasaan memakan dim sum sambil minum teh dapat membuat badan menjadi gemuk. Orang Kanton (Guangdong/Kwangtung) di Cina Selatan tidak mengindahkan imbauan ini. Mereka malah menjadikan dim sum sebagai makanan tradisional yang dinikmati bersama teman-teman saat nongkrong sambil minum teh. Dari sinilah muncul istilah yumcha (mandarin yincha) yaitu minum teh di kedai teh bersama teman-teman dekat sambil menyantap dimsum.

Sejak abad ke-10 telah dikenal sekitar 2.000 jenis macam-macam dim sum. Di masa sekarang sebuah restoran besar dim sum biasanya sudah menyajikan sekitar 100 jenis dim sum.

Dim sum kemudian menjadi sarapan pagi khas orang Hong Kong (Hong Kong terletak tepat di seberang Propinsi Guangdong, Cina, sehingga masyarakatnya mengikuti kebiasaan di Guangdong). Dim sum sengaja dibuat kecil agar mudah disantap dalam satu kali suapan Bentuknya harus indah agar menarik dan enak dinikmati bersama teh.

Dim sum sering disajikan dalam wadah kukusan bambu agar tetap panas. Di Hongkong Dim sum kerap dinikmati bersama dengan teh sambil bermain mahjong/maciok. Para pria lansia biasanya datang ke restoran dim sum atau ke kedai teh sambil membawa kandang burung kesayangan mereka.

Dim sum lebih baik dibuat dan disajikan dengan memperhatikan keharmonisan warna, bentuk, rasa, aroma, kualitas bahan dasarnya, jenis masakannya dan bahan-bahan alami yang baik untuk kesehatan.

Dim sum dibagi atas 4 jenis atau kategori yaitu dim sum kukus (bakpao, siomai, kekian, hakau), Ceker, acar, aneka masakan Dimsum goreng (pangsit, lunpia, dan dimsum manis (sejenis onde-onde).

sumber: OA Line Historypedia

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon