Rabu, 21 Februari 2018

Romawi yang Agung

❂ Permulaan Romawi Kuno
Selanjutnya, kita akan berkenalan dengan sebuah peradaban yang awalnya dibangun oleh masyarakat di wilayah semenanjung Italia. Sejak 800 SM, sebuah suku bangsa bernama Etruscan menjadi suku yang paling dominan menguasai daerah itu. Banyak yang mengatakan bahwa suku bangsa Etruscan di semenanjung Italia adalah keturunan dari orang-orang Mycenaea yang berlayar pergi dari Yunani. Terlepas dari itu semua, dimulai dengan bangsa Etruscan kita akan berjumpa dengan sebuah        peradaban yang karena ambisinya menyebabkan perubahan besar dari segi politik dan keseimbangan dunia di masa-masa akhir periode klasik. Peradaban itu bernama Romawi Kuno.

Menurut mitos, yang pertama mengawali keberadaan kerajaan Romawi adalah kemunculan kota yang dinamakan “Romulus” tahun 753 SM. Pendirinya dua orang bersaudara bernama Romulus dan Remus. Konon mereka keturunan Pangeran Troya bernama Aeneas. Legenda yang lain lagi mengatakan bahwa ibu mereka, Rhea Silvia, putri raja di kerajaan Alba Longa diperkosa oleh dewa perang Mars, dan akhirnya mereka berdua pun lahir. Karena mereka dianggap separuh dewa, raja yang berkuasa membuang mereka. Akhirnya mereka diasuh oleh seekor serigala. Ketika mereka dewasa, mereka berkelana dan mendirikan kota mereka. Namun karena rasa iri, Romulus membunuh Remus, dan menamai kota itu atas namanya.

Magistrate pada Romawi kuno
Cerita itu walaupun hanya sekadar mitos, tetaplah menarik sebagai penjelas sejarah Roma karena memang pada kenyataannya tidak ada bukti sejarah yang bisa menjelaskanbagaimana kota Roma hadir. Yangjelas, sejak tahun 550 SM, kota Roma dikuasai oleh bangsa Etruscan, dan raja dari suku bangsa itu otomatis menguasai seluruh rakyat Romawi. Perubahan sistem pemerintahan di Roma terjadi secara dramatis tahun 509 SM. Rakyat kota Roma bersama-sama menggulingkan Tarquin, raja ketujuh kerajaan itu, dan kemudian mendirikan republik yang dipimpin oleh dewan bernama magistrate.

Magistrate itu terdiri atas 100 tetua yang dipilih dari kalangan terpandang. Walaupun awalnya terlihat demokratis, rupanya rakyat jelata harus sering mengalah pada keinginan para tetua di Magistrate. Ingin hak-hak mereka terpenuhi, rakyat jelata di Roma berjuang, dan tahun 287 SM, mereka akhirnya mendapat hak penuh dan boleh menjadi konsul, pejabat paling tinggi dalam Magistrate yang biasanya hanya berasal dari kalangan orang kaya saja.
❂ Berkembangnya Romawi menjadi Kekaisaran Besar
Selama periode 300-400 SM, Romawi mulai memperluas kekuasaannya di semenanjung Italia. Wilayah tetangga banyak yang dijajah dengan kejam dan dibebani pajak yang tinggi. Hingga pada tahun 264 SM, Romawi berhadapan dengan bangsa lain yang juga gemar berperang, Carthagia. Bangsa Carthagia menguasai wilayah Afrika Utara dan Mediterania barat. Perang antara keduanya dikenal dengan nama perang Punic, dan Romawi menghancurkan peradaban Carthagia sepenuhnya.

Nasib republik berubah ketika muncul seorang politisi karismatik bernama Julius Caesar (100-44 SM). Ia sedari muda merupakan orang yang berani dan cerdas. Ia pandai berpidato dan sekaligus seorang jenderal militer ulung. Bersama dua perwira Romawi lainnya, Pompey dan Crassus, Caesar menyadari fakta bahwa kondisi rakyat yang miskin, membuat mereka lebih memilih masuk tentara dan lebih taat pada jenderal dibanding pada magistrate. Tahun 66 SM, tiga serangkai itu (dalam bahasa Latin disebut trium virat) menyerbu Roma, dan menggulingkan konsep Republik.

Lukisan pembunuhan Julius Caesar
Caesar makin lama, makin masyhur, apalagi ketika ia berhasil menguasai Galia di Prancis tahun 58 SM. Pompey yang iri lantas mencoba menyerang Caesar, namun ia terpaksa tunduk tahun 48 SM di Mesir. Dari konsep pemerintahan demokratis, rakyat Roma malah kemudian menobatkan Julius Caesar sebagai diktator seumur hidup.

Sampailah kemudian Julius Caesar menemui ajal dengan cara yang amat terkenal, ketika ia ditusuk beramai- ramai oleh rombongan senat yang berpura-pura hendak membahas suatu undang-undang dengan Caesar di aula senat tahun 44 SM. Kelompok pembelot itu dipimpin oleh Brutus dan Cassius. Mereka merasa ambisi Caesar yang sedemikian besar dalam menguasai Eropa akan berbahaya untuk Romawi. Sampai sekarang peristiwa pembunuhan Caesar masih dianggap sebagai salah satu pembunuhan berencana paling terkenal sepanjang masa.
❂ Puncak Kejayaan dan Kaisar yang silih berganti
Keinginan Brutus dan kelompoknya membunuh Caesar sebetulnya untuk mengembalikan kekuasaan ke tangan senat. Tapi, keinginan mereka urung terwujud, karena putra adopsi Caesar, Jenderal Octavian, segera mengambil alih posisi ayah angkatnya, bersama dengan Lepidus dan Mark Anthony. Tiga serangkai baru ini, seperti juga saling berebut kekuasaan. Lepidus bisa melunak karena diberi posisi simbolis di kerajaan. Adapun Mark Anthony dan istrinya, Cleopatra, terpaksa ditaklukkan oleh Octavian melalui perang besar di Mesir tahun 31 SM. Octavian memproklamirkan diri sebagai kaisar Romawi yang pertama. Ia mengganti namanya menjadi Augustus.

Keturunan Augustus membuat Romawi menjadi kekaisaran yang stabil selama hampir 200 tahun. Romawi mengembangkan sebuah konsep pemerintahan desentralisasi, yaitu memberikan otonomi khusus pada setiap provinsi. Seorang Gubernur akan melapor ke Roma, dan menyerahkan pajak.
Dinasti turunan Augustus bermacam-macam tipe orangnya. Ada putra Augustus, bernama Tiberius yang dikenal kejam, ia berambisi memperluas wilayah Romawi. Caligula (37-41 M) yang dianggap banyak orang sebagai kaisar gila, dan tidak pantas jadi pemimpin. Kemudian, Claudius (41-54 M) yang gagap namun bijaksana. Usai Claudius ada kaisar Nero, seorang psikopat yang gemar menyiksa musuh-musuh politiknya. Bahkan konon, saat terjadi kebakaran hebat tahun 64 di Roma, Nero malah hanya duduk sembari memainkan lyre (semacam kecapi) dan bernyanyi di luar istananya.
❂ Kunci sukses invasi Roma
Kunci kesuksesan Romawi hingga mampu menaklukkan banyak wilayah ialah karena pasukan mereka yang terorganisir dan disiplin. Tentara Roma (disebut legiun) merupakan tentara profesional yang mendaftar, mengikuti seleksi dan digaji oleh pemerintah Roma. Kondisi itu berbeda dengan rata-rata prajurit bangsa lain yang memaksa rakyat biasa bertempur. Walaupun begitu, dalam undang-undang mereka disebutkan bahwa ketika kerajaan mengalami kondisi krisis, maka semua laki-laki dewasa harus terlibat dalam militer.
Selain itu, tentara Roma menciptakan sebuah pola penyerangan yang terinspirasi dari strategi perang Alexander yang Agung. Satu pasukan akan membentuk formasi persegi yang seluruh sisi-nya terlindung dengan perisai di mana semua sisi menghunus tombak. Formasi itu disebut dengan formasi kura-kura. Kondisi politik yang stabil, akibat pemberlakuan konsep provinsi otonom juga membuat kekuasaan Roma bertahan lama.

Reruntuhan kota Romawi kuno
❂ Kota Roma yang metropolitan
Peradaban Romawi sangat maju, jalan di kota- kota besar dibangun dengan semen. Kabarnya, kota seperti Roma, pada masa-masa awal Masehi sudah biasa mengalami kemacetan. Di sepanjang jalan, dibangun rumah warga biasa (domi) dan juga apartemen bertingkat ( Insulae). Sistem pengairan di Roma sudah sangat maju, sehingga mereka punya kebiasaan membangun tempat pemandian (thermae).

Di sisi lain, masyarakat Roma menyembah dewa- dewa yang masih serupa dengan dewa-dewa dari mitologi Yunani, hanya beda cara penyebutannya. Maka tak heran jika di kota-kota Roma terdapat kuil besar untuk pemujaan. Namun, pada saat Roma dipimpin Theodosius
pada 391 M, agama Kristen diresmikan menjadi agama negara.
❂ Kondisi masyarakat dan ilmu pengetahuan
Masyarakat Roma kebanyakan berkeluarga, dengan seorang ayah sebagai figure terpenting dalam menentukan sesuatu. Rata-rata keluarga kaya akan mempekerjakan budak. Anak-anak akan masuk ke sekolah swasta (namanya Ludus) dan belajar cara membaca, menulis, dan aritmatika sederhana. Sementara ayah-ibunya akan bersenang-senang untuk judi lempar koin, atau datang ke ludi, sebuah acara pertunjukan untuk seluruh rakyat yang menampilkan drama, balap kereta kuda, hingga pertarungan Gladiator (petarung bayaran yang terlatih). Kebanyakan anak muda Romawi yang pandai, meneruskan sekolah ke Rhetor, dan belajar menjadi seorang orator, pemimpin politik, serta belajar ilmu hukum. Perekonomian masyarakat bertumpu sepenuhnya pada pertanian dan perdagangan. Di masa jayanya, penduduk Romawi sudah mengenal system mata uang dalam bentuk koin.

Ilmu pengetahuan sangat maju. Arsitektur kota sudah hampir seperti yang kita lihat di banyak kota Eropa saat ini. Bangsa Romawi juga yang pertama menemukan semen. Bangunan besar tempat penyelenggaraan hiburan rakyat seperti Colloseum masih berdiri kokoh sampai sekarang. Bahkan ilmu bangsa Romawi dalam bidang arsitektur dan tata kota tidak tertandingi sampai abad 19 oleh negara-negara Eropa yang lebih muda.

Colosseum
❂ Kejatuhan Romawi
Setelah kaisar Marcus Aurelius wafat tahun 180 M, banyak intrik politik terjadi di ibu kota Roma. Terhitung ada sekitar 60 kaisar dari tahun 235 M sampai 284 M. Keputusan penting yang mengubah nasib bangsa Roma dibuat oleh seorang kaisar bernama Diocletian, yang pada tahun 284 M, membagi wilayah kerajaan Romawi menjadi dua bagian, yaitu kerajaan barat, meliputi Inggris, Jerman, Roma, dengan kerajaan timur, yang meliputi Eropa Timur, Afrika Utara, dan Timur Tengah.

Perubahan besar terjadi ketika kaisar Constantine yang berpengaruh, lebih memilih untuk memindahkan ibu kota kekaisaran ke daerah Konstantinopel (sekarang Istanbul, Turki) dan mendirikan kerajaan baru bernama Bizantium di tahun 330 M. Pembagian Romawi menjadi dua serta-merta melemahkan kekuatan kekaisaran tersebut. Wilayah barat yang memang didiami oleh banyak suku bangsa agresif terus diserang. Bangsa Goth, Hispania, dan Inggris menyerang tak henti-henti di wilayah barat.

Ketika Attila sang penakluk dari suku Hun Utara Asia datang menyerang wilayah barat tahun 410 M, Romawi wilayah barat sudah tinggal menunggu waktu untuk jatuh. Tahun 476, dampak dari ratusan penjarahan dan penyerangan melanda kota Roma, Kerajaan barat akhirnya runtuh.

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon