Jumat, 23 Februari 2018

Renaissance di Eropa

Loading...

❂ Menguatnya kekaisaran Ottoman dan perpindahan ilmuwan ke Florence
Tahun 1453, kekaisaran Ottoman berhasil merebut Konstantinopel dari tangan Bizantium dan nama kota tersebut diubah menjadi Istanbul. Sebelumnya di Konstantinopel ditinggali banyak ilmuwan Kristen. Mereka kemudian bermigrasi ke Italia, kebanyakan dari mereka menetap di Florence dan Padova. Akibatnya berkembanglah akademi-akademi yang mengajarkan sains, seni rupa, dan sastra di kota tersebut. Bahkan Florence kemudian berkembang menjadi pusat pengetahuan Eropa pada masa 1500-an.
❂ Kembali ke khazanah Yunani
Berkatpengaruh dari guru-guru di Akademi Florence, para murid yang belajar di sana mempelajari kembali buku-buku karangan ilmuwan dan filsuf Yunani kuno. Sepanjang masa 1200-1500, Eropa dilanda kemerosotan budaya. Sebabnya adalah pengaruh gereja yang terlalu kuat mengatur kehidupan masyarakat. Ditambah lagi, pada tahun 1347-1351, terjadi wabah pes yang membunuh hampir separuh penduduk Eropa. Tak bisa dipungkiri, Eropa secara kebudayaan pada masa sebelum akademi- akademi di Florence berdiri, sangat jauh ketinggalan dibanding Cina atau peradaban Muslim.

Lukisan suasana Florence oleh Domenico
Perang Salib juga menyumbang jasa bagi perkembangan dunia pendidikan di Florence dan Padova. Buku berisi pengetahuan Yunani kuno karangan ilmuwan Muslim banyak di bawa ke Eropa. Bisa dibilang, pelajar- pelajar Florence pun berkesempatan membaca kembali karya-karya ilmuwan Yunani berkat ilmuwan Muslim. Di lain pihak, kita tentu ingat bahwa gereja mengalami perpecahan yang membuat masyarakat meragukan. Kemunculan akademi Florence membuat masyarakat Eropa mengalami kegairahan besar untuk kembali belajar mempergunakan akal mereka, mencontoh gaya hidup orang Yunani zaman dulu.

Gerakan kebudayaan ini dinamai Renaissance, berasal dari bahasa Prancis yang berarti “kebangkitan kembali”. Dianggap bangkit kembali adalah pemikiran bahwa manusia merupakan pusat dunia. Perkembangan terjadi dalam berbagaiaspek dan dengan pesatmenyebar ke daerah-daerah Eropa lainnya seperti Inggris ataupun Normandia.
❂ Tokoh-tokoh Renaissance
Berkat Renaissance, kebudayaan Eropa bisa bangkit kembali. Pengetahuan dan filsafat berkembang pesat. Pada masa itu bermunculan ilmuwan maupun seniman Eropa yang namanya masih sering kita dengar sekarang. Ada pelukis Donatello, juga Michelangelo, seorang pematung dan arsitek. Mereka menciptakan karya-karya seni yang realistis dalam menggambarkan manusia ataupun alam.
Tokoh lainnya yang tak kalah terkenal adalah Leonardo Da Vinci. Lukisannya yang berjudul “Vitrius Man” kondang berkat ketepatannya dalam menggambar. Ini lukisan pertama yang coba melukiskan anatomi tubuh manusia, dan juga “Monalisa” ini juga salah satu lukisan Da Vinci yang terkenal ke seluruh dunia. Hingga kini masih banyak ilmuwan dan pengamat seni yang meneliti lukisan itu. Karya-karya Leonardo yang terkenal misterius juga menginspirasi Dan Browm untuk menulis sebuah novel berjudul “Da Vinci Code”, buku itu terbit pada tahun 2005.

Monalisa
Jikamasa 1200-1400 Eropa disebut “abad kegelapan” karena wabah penyakit dan kebodohan masyarakatnya, sejak renaissance muncul, Eropa berkembang menjadi pusat kebudayaan yang unggul. Manusia Eropa kemudian memercayai bahwa kemajuan peradaban dapat dicapai bila kita belajar. Itulah makna sebutan modern, kepercayaan pada adanya kemajuan. Oleh sebab itu, jika ingin tahu mengapa ada yang disebut zaman klasik dan ada yang disebut zaman modern, kita perlu mempelajari periode Renaissance di Eropa!

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon