Kamis, 15 Februari 2018

Protista



Protista merupakan organisme eukariotik uniseluler yang hidup secara berkelompok (membentuk koloni) maupun soliter (sendiri-sendiri). Protista dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu protozoa, algae, dan jamur lendir.

A. PROTOZOA

Protozoa adalah protista yang menyerupai hewan. Protozoa bersifat uniseluler, heterotrof, mikroskopis, mampu membentuk kista, pada umunya tidak memiliki dinding sel yang kuat, berhabitat di tempat berair/basah, di lautan berperan sebagai zooplankton. Berdasarkan perbedaan alat gerak, protozoa diklasifikasikan menjadi 4 kelas yaitu sebagai berikut.
1. Flagellata (Mastigophora)
Memiliki alat gerak berupa flagela.
  • Phytoflagellata: menyerupai tumbuhan laut mau- pun perairan tawar, berklorofil, autotrof.

Contohnya: Noctiluca miliaris yang menyebabkan laut berpendar pada malam hari.
  • Zooflagellata : tidak berklorofil, bersifat heterotrof. Contohnya:
- Trypanosoma crusi à anemia,
- Trypanosoma gambiense à penyebab penyakit tidur,
- Leismania donovani à penyakit kalaazar.
2. Cilliata (Cilliophora)
Memiliki alat gerak berupa rambut getar pada saat masih muda atau sepanjang hidupnya, pada umumnya bersifat parasit dan hidup di air tawar. Contohnya: Paramecium.
3. Rhizopoda (Sarcodina)
Memiliki alat gerak berupa kaki semu, hidup bebas atau sebagai parasit, berhabitat di dasar kolam atau sungai beraliran tenang yang banyak terdapat pada sisa organisme mati, bentuk tubuh tidak tetap. Contohnya:

Amoeba .
4. Sporozoa
Tidak memiliki alat gerak khusus, bersifat parasit, bereproduksi dengan pembelahan biner. Contohnya:
- Plasmodium vivax à malaria tertiana (2 x 24jam),
- Plasmodium malaria à malaria quartana (3 x 24 jam),
- Plasmodium falciparum à malaria tropika (tidak menentu),
- Plasmodium ovale à malaria ovale (gejala menyerupai malaria tertiana).
Perkembangbiakan Plasmodium sp.:

a. Secara Vegetatif

Dilakukan dengan schizogoni yaitu proses membelah diri (berlangsung dalam tubuh inang/ manusia) dan sporogoni yaitu membuat spora (berlangsung dalam tubuh inang/manusia).

b. Secara Generatif

Melalui perkawinan sel-sel gamet (terjadi pada tubuh inang sementara /nyamuk). Sel gamet jantan (mikrogamet) berukuran lebih kecil dari sel gamet betina (makrogamet).

B. ALGAE

Algae merupakan jenis protista yang menyerupai tumbuhan. Algae merupakan salah satu jenis Thalophyta (tumbuhan bertalus), bersifat uniseluler maupun multiseluler, berhabitat di tempat basah/ berair, memiliki klorofil dan pigmen tambahan lain, mampu membentuk gamet dalam alat pembiakan bersel satu. Berdasarkan pigmen dominan yang dimiliki, algae/ganggang dibagi mejadi 4 kelas.
1. Chlorophyta (Alga Hijau)
Merupakan kelompok algae yang terbesar, bersifat uniseluler maupun multiseluler, pada umumnya berhabitat di darat (melekat pada tumbuhan atau hewan) dan di laut (berperan sebagai plankton atau bentos). Bereproduksi secara vegetatif (fragmentasi) dan generatif (konjugasi). Macam-macam:
- Chlorophyta bersel satu à Euglena (dapat bergerak) dan Chlorella),

- Chlorophyta berbentuk koloni à Volvox (dapat bergerak) dan Hydrodictyon,
- Chlorophyta bentuk benang à Spyrogyra dan
Oedogonium ),
- Chlorophyta berbentuk lembaran à Ulva dan Chara.
2. Phaeophyta (Alga Cokelat)
Bentuknya menyerupai tumbuhan tingkat tinggi. Berhabitat di laut khusunya wilayah yang bersuhu rendah, memiliki klorofil dan fukosantin (yang menyebabkan algae berwarna cokelat), berkembang biak secara vegetatif (dengan zoospora berflagela) dan generatif (dengan sel telur dan spermatozoid pada konseptakulum dalam reseptakulum yang terletak di ujung lembaran fertil)
3. Chrysophyta (Algae Keemasan)
Bersifat uniseluler (misalnya Navicula) maupun multi- seluler, berwarna kuning hingga keemasan dikare- nakan adanya pigmen karoten. Berhabitat di tempat basah, di perairan tawar atau laut (berperan sebagai ditoplankton).
4. Rhodophyta (Algae Merah)
Bersifat multiseluler, berbentuk seperti benang maupun lembaran, memiliki pigmen klorofil sedangkan yang dominan adalah fikoeritrin (yang menyebabkan algae berwarna merah), berhabitat di perairan tawar maupun laut (zona dalam), tidak memiliki alat gerak, berkembang biak dengan peleburan gamet jantan dan betina yang nantinya membentuk individu diploid (2n). Contoh Rhodophyta: Glacilaria dan Gelidium (untuk agar-agar).

C . JAMUR LENDIR/SLIME MOLDS

Protista yang menyerupai jamur. Memiliki fase asimilatif (bentuk berupa lendir) dan fase plasmodium (fase bergerak dan merayap). Jamur lendir akan memasuki fase reproduksi seksual (plasmogamià kariogami à meiosis) apabila saat fase plasmodium telah mengering dan membetuk kotak spora yang menghasilkan spora. Setelah spora terbentuk, dua plasma dari spora mengalami peleburan dan
menghasilkan zigot. Contohnya: Physarium

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon