Minggu, 25 Februari 2018

Perang Salib

Loading...

Sebab-sebab terjadinya perang Salib
Peradaban Islam berkembang sangat pesat pada abad 10-11. Wilayah kekuasaan kekhalifahan Islam di Timur Eropa hampir menjangkau Konstantinopel, ibu kota dari kekaisaran Romawi Timur atau Bizantium. Konstantinopel sendiri merupakan pusat transit perdagangan antara benua Asia dengan Eropa. Pada tahun 1095, pedagang- pedagang Muslim menguasai jalur perdagangan rempah-rempah di Laut Tengah yang menyebabkan Konstantinopel tidak terlalu populer lagi sebagai kota dagang. Merembetnya pengaruh Islam membuat Kaisar Bizantium, Alexander Comnenus meminta pertolongan Paus Urbanus II di Roma untuk membantunya. Paus sesegera menyelenggarakan pertemuan para pemimpin gereja di Clermont, Prancis.

Pertemuan tersebut menyerukan kabar bagi penganut agama Kristen untuk melakukan perang suci melawan ancaman orang-orang Muslim. Akibatnya pasukan kerajaan Kristen di Eropa Barat dan bertempur dengan bala tentara Islam. Di sini perlu diketahui bahwa sebenarnya ada motif politik dan ekonomi dibalik berangkatnya pasukan Kristen ke Timur. Dengan adanya seruan tersebut kerajaan Kristen mampu memperluas daerah kuasanya, selain misi mengusir Islam juga untuk mengembalikan peran Konstantinopel sebagai pusat perdagangan. Jadi, harus dipahami perang salib bukan semata-mata perang antar agama.
Perebutan silih berganti Yerusalem
Pada tahun 1096 M saat itu pasukan Bizantium yang dibantu tentara Prancis dan Normandia menyerbu Yerusalem. Mereka lantas mendirikan kekaisaran di Yerusalem, dan membuat pusat pemerintahan di tiga tempat. Pemerintahan baru tersebut bertahan selama lebih dari dua ratus tahun.

Sultan Salahuddin
Padatahun 1187 dinasti Ayyubiyah di bawahpimpinan Salahuddin berhasil merebut kembali Yerussalem. Setelahnya, ia terlibat pertempuran sengit dengan raja Inggris bernama Richard The Lion Heart (si hati singa). Ia satu-satunya raja Inggris yang dinobatkan sebagai raja tanpa pernah menjejak tanah kelahirannya. Hal itu dikarenakan Richard tumbuh besar di Prancis. Pada 1190, bersama dengan raja Philip II dari Prancis dan raja Barbarossa Jerman, mereka menyerang Yerusalem.
Richard adalah raja gemar berperang, dan merasa tertantang jika ada musuh yang menandinginya dalam taktik bertempur. Pertempuran Richard dan Salahuddin diakhiri dengan kesepakatan damai. Meski paska perdamaian, kembali pecah perang-perang kecil.

Richard The Lion Heart

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon