Kamis, 01 Februari 2018

Pendaftaran SPAN Dibuka 1 Maret 2018

Tags
Loading...


Sebanyak 57 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) siap menerima calon mahasiswa baru tahun ajaran baru 2018 melalui Seleksi Prestasi Akademik Nasional-Ujian Masuk (SPAN-UM).

Pendaftaran SPAN akan dimulai pada 1-29 Maret 2018, sedangkan UM dibuka pada 12 April-8 Mei 2018. Panitia SPAN-UM menargetkan tidak kurang dari 170.000 pendaftar pada tahun ini.

Ketua Panitia SPAN-UM PTKIN Musafir Pababbari menyatakan, hasil seleksi SPAN akan diumumkan pada 1 Mei 2018. Sedangkan UM akan digelar pada 22 Mei 2018 dan hasilnya diumumkan pada 10 Juli 2018.

Butuh soal saintek: Klik disini
Butuh Soal Soshum: Klik disini
Ebook Materi Saintek: Klik disini
Ebook Materi Soshum: Klik disini
Mau kumpulan soal stan dan pembahasan terlengkap klik disini

“SPAN merupakan seleksi berdasarkan penelusuran prestasi akademik, UM tes langsung di kampus yang diselenggarakan panitia,” ucap Musafir dalam peluncuran resmi SPAN-UM PTKIN 2018 di Kantor Kementerian Agama, Jakarta, Senin, 29 Januari 2018.

Peluncuran SPAN-UM PTKIN 2018 dilakukan langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Lukman menegaskan, panitia dan semua PTKIN harus responsif terhadap fenomena minimnya peminat calon mahasiswa terhadap jurusan keislaman.

“Saya ingin tegaskan ini, program studi yang saat sangat diminati mahasiswa adalah ekonomi dan perbankan islam. Harus ada upaya merspon hal ini,” ucap Menag.

Ia menyatakan, semua PTKIN baik itu sekolah tinggi, institut atau pun universitas harus tetap merawat dan menebarkan ajaran-ajaran islam dalam proses perkuliahan di berbagai jurusan. “Ini membawa konskuensi yang tidak sederhana, ciri keberislaman ini tidak boleh tercerabut, dari PTKIN. Saya minta semua pimpinan PTKIN mengawal perkembangan semua program studi keislaman,” ujarnya.

Ia menuturkan, Universitas Islam Negeri (UIN) yang saat ini menyelenggarakan program studi umum tidak melunturkan keislaman dalam proses pengembangan kampusnya. Ia menegaskan, program-program studi keislaman perlu dikawal dengan sebaik-baiknya.

“Karena itu core PTKIN. Begitu juga program studi yang bersifat umum. Saya prihatin peminat prodi agama di PTKIN lebih sedikit daripada prodi umum. Ini harus dikaji kenapa masyarakat seperti itu,” ujarnya.

 Ia mengatakan, wawasan dan pendidikan keagamaan penting di tengah meningkatnya semangat keberagamaan umat. Pasalnya, ucap dia, beragama tidak cukup hanya dengan semangat, tetapi juga perlu dibekali dengan wawasan dan pengetahun keagamaan.

“Ilmu tafsir hadits ini sangat relevan pada saat ini agar masyarakat tidak mudah terpancing atau percaya pada fitnah dan hoax,” katanya.***

Pikiranrakyat

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon