Sabtu, 03 Februari 2018

Netralitas Swiss saat PD II, part 1

Loading...


Hukum Internasional tentang Netralitas
Pada tahun 1920  semua negara besar menegaskan, bahwa netralitas Swiss terhadap negara-negara yang menghadapi perang seperti yang ditetapkan pada Konferensi Wina tahun 1815 tentang hubungan internasional pasca perang Napoleon masih akan dihormati. Menurut konvensi Den Haag V dan XIII mengenai hak dan kewajiban negara-negara dipeperangan di darat maupun laut pada tahun 1907, netralitas mencakup beberapa kontingensi sentral seperti pengasingan pasukan asing, pelanggaran perjalanan mereka atau larangan penyuplaian pasokan perang nasional ke negara-negara yang berperang. Namun, rentang penting tetap dikecualikan, terutama keseluruhan perdagangan luar negeri, juga perdagangan pribadi dengan bahan perang.

Swiss telah meminta konfirmasi internasional akan kenetralannya pada tahun 1920 sebelum menjadi anggota Liga Bangsa-Bangsa. Selama tahun 1920an dan 1930an Swiss menyatakan kesiapannya untuk mengambil bagian dalam sanksi ekonomi jika diberlakukan secara resmi oleh Liga Bangsa-Bangsa. Pada tahun 1938, dewan Liga Bangsa-Bangsa membebaskan Swiss secara resmi dari kewajiban untuk berpartisipasi dalam sanksi.

-Integritas Teritorial dari Sebuah Negara Netral
Kewajiban pertama negara netral adalah mempertahankan wilayah intregritas teritorialnya, artinya, tidak membiarkan negara lain menginjak daratan atau wilayah udara di atasnya untuk melakukan peperangan. Swiss tidak diserang selama Perang Dunia II dari kedua kubu. Namun, ada beberapa serangan ke wilayah udaranya dari kedua kubu.

Bagi Jerman, selama kampanye Prancis di musim semi tahun 1940, mereka mengirim unit Luftwaffe (angkatan udara Jerman) melewati Swiss barat sebagai jalan pintas untuk menuju target seperti Dijon dan Lyons. Sebagai negara netral, para pilot Swiss bergegas untuk mencegat mereka dan pertempuran udara tak terhindarkan yang menyebabkan jatuhnya pesawat dari kedua belah pihak, dengan keuntungan dipihak Swiss. Kabarnya, Hitler sangat marah karena hal ini, apalagi Swiss terbang dengan pesawat Messerschmitt yang dibeli dari Jerman dan karena pilot Swiss mengejar konvoi Jerman hingga ke wilayah udara Prancis. Dia juga kesal karena tentara Jerman memenukan dokumen di Prancis terkait diskusi antara staf umum Swiss dan Prancis tentang operasi gabungan apabila Jerman menyerang Swiss yang netral daripada Belgia dan Belanda yang juga netral. Pada saat bersamaan, Swiss menginvasi unit tentara Prancis yang telah mundur ke perbatasan daripada menyerah kepada Wehrmacht (tentara Jerman).

Selama periode antara jatuhnya Prancis dan dimulainya perang melawan Uni Soviet pada musim panas 1941, Swiss merasakan dan memiliki alasan yang bagus akan kekhawatiran ada pada daftar target Hitler. Teori publik ini menyimpulkan bahwa Hitler tidak akan mendapatkan keuntungan bersih dari invasi Swiss, namun teori yang bergantung pada tindakan Hitler secara rasional adalah jalan menuju tindakan yang berbahaya. Secara retrospektif, kita tahu apa yang tidak diketahui oleh Swiss saat itu, bahwa staf umum Jerman telah diperintahkan rencana kontingensi untuk melaksanakan „Operasi Tannenbaum“. Rencana tersebut mempertimbangkan invasi Swiss yang cepat dipelopori oleh unit lapis baja dan unit udara, ia mengenal bahaya yang akan terjadi apabila Swiss mengadopsi taktik ini untuk mundur ke pegunungan dan menghancurkan terowongan dan menghambat komunikasi. Pada Juni 1941, bagaimanapun, fokus Hitler beralih ke timur dan tidak ada tanda-tanda serius merenungkan akan serangan terhadap Swiss. Pada Maret 1943, saat Swiss lebih gencar akan negosiasi perdagangannya dengan Jerman, orang Swiss agak khawatir akan sebuah serangan, namun tampaknya tidak ada penyebab yang nyata untuk kekhawatiran tersebut dan keadaan kembali membaik.

Selama perang, Swiss tidak pernah memaksakan hak transit untuk angkatan bersenjata Jerman untuk melewati negaranya. Dalam hal ini, Swiss merasa bernasib lebih baik daripada Swedia. Netralitas negara itu berkonflik dengan kepentingan Jerman dalam mengirimkan unit ke dan dari garnisun di Norwegia tanpa mengeksposnya kepada serangan Royal Navy (Angkatan Laut Kerajaan Inggris) terhadap kapal-kapal pengangkut. Ketika mencoba memaksakan batas pada lalu lintas itu, Swedia merasa harus membuat konsesi ke Jerman. Hal yang sama berlaku untuk pergerakan unit Jerman di wilayah Swedia dari Norwegia dan Finlandia. Jerman merasa kurang mendesak Swiss untuk melitasi wilayahnya karena mereka bisa mencapai Italia melalui Brenner Pass dan rute yang lebih aneh lagi atau bahkan yang lebih jauh ke  timur. Dengan demikian, satu-satunya yang diangkut tentara Jerman ke Swiss adalah sekitar tiga ribu tentara yang terluka parah. Dokter militer Swiss mereka tidak akan bertugas dalam jangka waktu yang lama.

Begitu pula sekutu, mereka juga tidak pernah menyerang Swiss. Tapi mereka terbang melewati negara ini, dalam beberapa alasan. Pilot Swiss jarang bisa mencegat penerbangan ini, sering kali karena mereka kekurangan radar dan pesawat tempur malam. Kota-kota di Swiss pada malam hari memadamkan lampu untuk sementara waktu agar tidak membimbing para penyerang itu. Penerbangan sekutu sering kali melintasi wilayah udara Swiss dalam perjalanan dari Inggris ke sasaran di wilayah Italia utara. Dalam sekitar sepuluh kasus, bom dijatuhkan di wilayah Swiss. AS meminta maaf atas tindakan tersebut dan membayar kompensasi Swiss untuk korban sipil yang tewas dan terluka dan untuk kerusakan properti  yang disebabkan oleh “pelanggaran hak-hak negara netral“. Selain itu, Basel dibom dua kali oleh Royal Air Force (AU Kerajaan Inggris), salah satunya jatuh didekat pabrik ball-bearing. Sekutu banyak yang masuk ke wilayah udara Swiss yang dilakukan oleh pesawat pembom yang rusak karena tembakan penagkis serangan udara Jerman dalam misi membom wilayah jerman dan tidak dapat kembali ke pangkalannya. Mereka biasanya tidak menolak perintah pilot Swiss untuk mendarat, meskipun kadang terjadi kesalahpahaman karena sebagian besar bahwa pilot Swiss masih menerbangkan pesawat Messerschmitt buatan Jerman. Dalam satu kejadian, setelah melakukan serangan di Friedrichshafen di tepi utara Danau Constance, enam belas pesawat pembom AS mendarat darurat di daratan Swiss.

~Juutilainen
Sumber: OA 20th Century History

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon