Senin, 26 Februari 2018

Maurya yang Jaya

Loading...

❂ Kemunculan bangsa Arya
Kita sebelumnya sudah mengenal peradaban Indus di tepian sungai gangga. Bangsa aslinya adalah Dravida. Sebetulnya peradaban mereka sudah maju, bahkan disinyalir bangsa ini telah menguasai matematika dengan baik. Namun, kebudayaan Dravida dihancurkan oleh bangsa Arya, saat bangsa itu masuk ke daratan hindus pada 2000 SM. Suku Arya adalah penggembala dari wilayah selatan Rusia, mereka berkulit terang seperti orang-orang Kaukasoid Eropa. Bangsa ini gemar berperang, menyukai kesenian, serta pesta pora. Setelah menguasai peradaban Indus, mereka mengadopsi dewa- dewa Dravida dan mengembangkan sistem kasta.

Sistem kasta merupakan pola pembagian golongan dalam masyarakat. Pada mulanya, bangsa Arya hanya mengenal tiga golongan saja, Brahmana (para pendeta/ pemuka agama) sebagai kasta tertinggi, kemudian ada Ksatria (para pejuang), dan Waisya (kaum pedagang). Setelah lembah Indus mereka kuasai, bangsa Dravida menjadi kasta terendah, dipaksa menjadi pelayan mereka yang diberi nama kasta Sudra. Bangsa Arya kemudian menciptakan banyak aspek kebudayaan Hindu awal, pencampuran agama mereka dengan agama Dravida. Mereka menciptakan kitab suci penting umat Hindu, yaitu Reg-Veda (Weda), dan juga menyebarkan pemakaian bahasa Sanskerta, yang rupanya masih memiliki kaitan dengan bahasa Inggris, Jerman, dan Latin.
❂ Kemunculan kerajaan Maurya

Stupa masa Maurya
Selama berabad-abad suku bangsa Arya dan agama Hindu tersebar dan menguasai daerah yang kini disebut sebagai India. Baru pada tahun 321 SM, muncul sebuah kemaharajaan bernama kekaisaran Maurya. Pendiri dinasti Maurya adalah Raja Chandragupta Maurya dari ras Arya. Ibu kota kekaisaran ini berada di provinsi Ganges, tepatnya di kota Pataliputra. Awalnya, dinasti Maurya hanya berdiam di wilayah utara India. Setelah menguasai sebuah kerajaan kecil bernama Magadha di tepi sungai gangga, mereka meluaskan wilayah hingga ke seluruh India. Bala tentara raja Maurya sangat kuat, sehingga ia berhasil menundukkan sesama raja ras Arya lainnya, dan mempersatukan hampir seluruh wilayah India.
❂ Kaisar Asoka yang luar biasa


Patung raja Asoka
Tahun 265 SM, cucu Chandragupta bernama Asoka lahir. Pada masa itu kerajaan Maurya masih sering melakukan peperangan untuk memperluas wilayah. Saat Asoka dewasa dan menjadi raja, ia pun gemar berperang. Namun semenjak ia mempelajari ajaran Buddhisme, perangainya berubah drastis. Nah perlu diketahui, pada kurun waktu sebelumnya, sekitar 483 SM, di India sendiri muncul seorang tokoh penting keagamaan bernama Siddhartha Gautama yang mengembangkan ajaran baru bernama Buddhisme.

Asoka mengubah tradisi kerajaan yang awalnya menerapkan agama Hindu dengan ajaran Dharma yang bernuansa Buddhis. Dharma mengajarkan toleransi antar umat beragama, entah dia Hindu atau Budha. Pada masa Raja Asoka, banyak dibangun stupa yang di dalamnya berisi patung sang Budha. Raja Asoka dikenal pula karena proyek pembangunan sumur untuk rakyat miskin di seantero India. Selain itu, tidak sedikit rumah peristirahatan dibangun bagi musafir dan fakir miskin. Pada masa Asoka hingga sepeninggalnya, kebudayaan dinasti Maurya terus berkembang semisal bidang sastra, musik, dan tari. Pemeluk Hindu dan Budha pun bisa hidup berdampingan dengan saling toleransi.
Pada tahun 500 M, pasukan Hun dari Mongolia berhasil menundukkan tentara-tentara Maurya. Bangsa India asli dari ras Arya dan Dravida masih sempat bertahan dan membangun kerajaan lain. Namun, semuanya usai ketika Kaisar Babur, keturunan Genghis Khan, menginvasi seluruh India tahun 1530 M. Misi Babur lalu dituntaskan oleh Kaisar Akbar (1556-1605 M) dengan menyatukan seluruh India.

Pada masa pemerintahan Akbar,yan gberkembang adalah agama Islam. Puncak peradaban India pada masa pendudukan keturunan Mongol adalah pada masa Kaisar Shah Jahan. Ia membangun sebuah bangunan megah untuk mengenang istrinya yang meninggal bernama Taj Mahal. Makam tersebut masih ada sampai sekarang dan termasuk dalam keajaiban dunia.

Usai dari kekuasaan penguasa Muslim,masyarakat India kemudian dikuasai bangsa Inggris. Kerajaan Inggris berkuasa dan membangun pemerintahan di India cukup lama hingga kemudian India berjuang merebut kemerdekaan pada permulaan abad ke 20.

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon