Senin, 05 Februari 2018

Ode to Joy, Musik Klasik yang Menjadi Anthem Uni Eropa

Loading...


Ludwig van Beethoven adalah komposer legendaris yang sangat berpengaruh asal Jerman, ia memiliki deretan karya yang masih menjadi suguhan nada yang didengarkan hingga kini. Salah satu karyanya yang populer berjudul Ode To Joy.

Nama lain Ode to Joy adalah Simfoni No. 9 dalam tangga nada D minor adalah simfoni terakhir Ludwig van Beethoven, yang selesai digubah pada tahun 1824.

Simfoni sepanjang 75 menit ini berisi bagian dari ode "An die Freude" (Ode to Joy) karya Friedrich Schiller, sebagai teks yang dinyanyikan para solis dan paduan suara pada gerakan terakhir. Karya ini merupakan contoh pertama dari karya seorang komponis besar yang menggunakan suara manusia pada tingkat yang sama dengan instrumen-instrumen dalam sebuah simfoni.

Ode To Joy merupakan gubahan terakhir Beethoven di Symphony No. 9. Ia semakin menyadari penurunan kesehatan dan menghabiskan tujuh tahun sejak tahun 1818 hingga awal 1824 untuk berkarya di simfoni ini.

Saat itu, tercetus ide untuk menggunakan paduan suara dan suara penyanyi solo, yang disebut sebagai Choral simfoni. Nyatanya, Beethoven memiliki keraguan serius tentang menggambarkan pesan musik dengan kata-kata yang sebenarnya. Bahkan setelah peluncuran, ia terlihat mendekat dan mengganti semua barisan vokal dengan instrumental.

Kata-kata yang dinyanyikan oleh empat solois dan sebuah paduan suara, berasal dari keyakian yang kuat dari manusia. Kata-kata tersebut diambil dari sebuah puisi yang ditulis oleh penulis Jerman, Friedrich Schiller pada tahun 1785 dan dirombak pada tahun 1803 dengan tambahan yang diberikan oleh Beethoven.

Pada tahun 1971 Konsil Dewan Parlemen Uni Eropa memutuskan untuk mengadaptasi bagian pembuka lagi Ode to Joy sebagai anthem uni Eropa berdasarkan saran Richard von Coudenhove-Kalergi yang dibuat pada tahun1955. Beethoven dianggap sebagai pilihan terbaik untuk lagu uni eropa. Lagu ini pertama kali diperdengarkan pada tahun 1972.

Selain dijadikan anthem Uni Eropa, lagu ini juga dinyanyikan Para pelajar dalam demonstrasi Tiananmen pada tahun 1989menyiarkan simfoni ini melalui pengeras suara sebagai pernyataan melawan tirani. Sebuah pertunjukan yang terkenal yang dilakukan oleh Leonard Bernstein pada 25 Desember 1989 merayakan jatuhnya Tembok Berlin. Kata Freude ("kegembiraan") digantikan dengan kata Freiheit ("kebebasan") dalam versi tersebut.

Inilah Penggalan Liriknya:
Freude, schöner Götterfunken,
Tochter aus Elysium,
Wir betreten feuertrunken,
Himmlische, dein Heiligtum!
Deine Zauber binden wieder
Was die Mode streng geteilt*;
Alle Menschen werden Brüder*

Terjemahan Inggrisnya:
Joy, beautiful spark of the gods,
Daughter from Elysium,
We enter, drunk with fire,
Heavenly One, thy sanctuary!
Your magic binds again
What convention strictly divides;*
All people become brothers !

Sumber: OA Historypedia Line

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon