Minggu, 04 Februari 2018

Kekaisaran Inggris, terbesar di zaman modern

Inggris relatif stabil setelah masa restorasi. Untuk urusan mencari jalur perdagangan baru melalui laut, Inggris terhitung ketinggalan dibandingkan Portugis dan Spanyol. Namun, Inggris sangat cerdik. Mereka tidak ikut berlomba menjadi yang pertama menemukan, dan lebih memilih untuk menjadi yang pertama memiliki perusahaan dagang di dunia baru. EIC (East Indian Company ) atau Perusahaan Dagang Hindia Timur milik Inggris menguasai jalur perdagangan di India hingga Karibia. Kenyataan itu begitu memukul Spanyol, Portugis, maupun Belanda yang sebetulnya menjadi penemu jalur- jalur pelayaran tersebut.

Armada laut Inggris juga terbukti sangat kuat. Pesaing-pesaing seperti Prancis, Belgia, maupun Spanyol tidak mampu menandingi Inggris saat berebut wilayah koloni. Daerah koloni merupakan wilayah di dunia baru yang akan diubah menjadi lahan pertanian bagi negara yang merasa “menemukannya pertama kali”. Koloni itulah yang menjadi cikal bakal penjajahan di banyak negara. Untuk urusan menjajah, Inggris lebih lihai dari negara Eropa lainnya.

Inggris jarang menggunakan kekerasan, dan lebih sering memanfaatkan pertikaian antar pihak yang sedang dijajah. Sistem pengelolaan daerah koloni Inggris juga lebih maju dan efisien. Tak heran bila pada tahun 1920, puncak masa jaya kerajaan Inggris raya, mereka mampu menguasai seperempat bagian dunia dan memerintah seperempat penduduk dunia. Bahkan sampai ada pepatah yang mengatakan bahwa matahari tidak pernah terbenam di wilayah kerajaan Inggris. Alasannya? Wilayah Inggris yang begitu luas jika dilihat di peta, mampu mengelilingi bumi, sehingga di koloni Inggris mana pun pasti akan terjadi siang hari.

Kekuasaan yang sedemikian besar menjadikan Inggris kerajaan yang paling berpengaruh di muka bumi pada zaman modern. Bahasa Inggris menjadi bahasa utama pergaulan dunia hingga saat ini. Negara Amerika Serikat yang kini sangat kuat saja dulunya merupakan pecahan dari koloni Inggris. Pada pertengahan abad 20, Inggris semakin kehilangan banyak wilayah koloninya. Sebagian besar meminta hak untuk merdeka. Walaupun begitu, Inggris tetap berpengaruh karena kerajaan ini memiliki sistem persemakmuran. Koloni bekas jajahan Inggris otomatis bergabung dengan persemakmuran dan mengakui ratu Inggris sebagai pemimpin mereka. Jika disamakan, maka Inggris Raya merupakan Romawi Kuno di zaman modern!

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon