Rabu, 14 Februari 2018

KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN SISTEM KLASIFIKASI



A. KEANEKARAGAMAN HAYATI

1. Manfaat Keanekaragaman
a. Mengetahui ciri-ciri spesies.
b. Mengetahui manfaat-manfaat spesies bagi manusia.
c. Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup yang beragam.
d. Mengetahui sifat ketergantungan antara makhluk hidup.
2. Macam-macam Keanekaragaman
a. Keanekaragaman tingkat gen. Menimbulakan variasi genetik antarindividu dalam satu spesies/jenis. Contoh: padi (IR64, rojolele, cisadane, membramo, mentikwangi, super toy, merah putih, dan sebagainya).
b. Keanekaragaman tingkat spesies. Menimbulkan perbedaan bentuk, penampak- an antara satu spesies dengan yang lain. Contoh: macan, harimau, kucing, ikan lele, gurameh.
c. Keanekaragaman tingkat ekosistem. Disebabkan oleh perbedaan komponen abiotik dan biotik penyusun ekosistem. Contoh: ekosistem waduk sempor, rawa jombor, danau Toba, sawah, hutan tropis.

B. KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

- Klasifikasi merupakan upaya untuk mengelompok- kan makhluk hidup secara sistematis berdasarkan persamaan dan perbedaan sifat yang dimiliki.
- Ilmu yang mempelajari klasifikasi adalah ilmu taksonomi.
- Metode penamaan obyek studi dalam klasifikasi disebut nomenclature.
1. Tahap-tahap Klasifikasi

1. Identifikasi

Identifikasi makhluk hidup yang memiliki persamaan, perbedaan ciri satu dengan yang lain baik morfologi, anatomi, fisiologi maupun kromosomnya.

2. Pemberian nama

Dilakukan setelah terbentuk kelompok- kelompok makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri. Kemudian setelah diberikan nama, dilakukan penyusunan klasifikasi.

- Carolus Linnaeus adalah seorang tokoh klasi- fikasi yang mengemukakan bahwa unit dasar dalam klasifikasi adalah spesies.
- Penamaan spesies dilakukan Linnaeus meng- gunakan tata penamaan ganda (Binomial nomenclature) sesuai dengan kode inter- nasional yang benar.
- Nama bagian depan menunjukkan genus, sedangkan nama bagian belakang sebagai penunjuk spesies. Terkadang terdapat penamaan dengan tiga kata. Kata ketiga tersebut dapat berarti menunjukkan varietas. Contoh: Oryza sativa var.IR64.
Contoh penamaan:
Hibiscus rosasinensis L
Hibiscus rosasinensis merupakan nama spesies, sedangkan huruf L dibelakang nama spesies menunjukkan nama penemu.
2. Urutan Takson dalam Klasifikasi

Klasifikasi hewan: Klasifikasi tumbuhan:

Kingdom Kingdom
Filum Divisio
Kelas Kelas
Ordo Ordo
Familia Familia
Genus Genus
Spesies Spesies
3. Perkembangan Sistem Klasifikasi
1. Sistem 2 kingdom (oleh Aristoteles sampai pertengahan tahun 1800).
Organisme dibedakan menjadi dua kelompok besar yaitu: Plantae dan Animalia
2. Sitem 3 kingdom (oleh E. Haeckel (1866)). Pembagian ini berdasarkan cara makhluk memperoleh nutrien:
  • Plantae (fotosintesis)
  • Protista (sebagai deterotrof/mengurai dan menyerap)
· Animalia (sebagai organisme heterotrof yang menelan makanan dalam bentuk padat)
3. E. Chatton (1937)
Kelompok Eukariota dan Prokariota.
4. Sistem 5 kingdom (oleh R. H. Whittaker (1969)).

Monera (bakteri dan ganggang hijau biru), Protista (Protozoa dan ganggang), Fungi (jamur), Plantae (Bryophyta, Pterydophyta, dan Spermatophyta), dan Animalia
5. Sistem 6 kingdom (oleh Solomon (1999- 2002)).
Bakteria, Arkhaea, Protista, Fungi, Animalia, dan Plantae.
Dalam sistem klasifikasi terbaru, makhluk hidup dikelompokkan ke dalam 3 domaian yaitu sebagai berikut.

1. Domain Bakteria
Terdiri atas satu dunia yaitu dunia bakteria.
2. Domain Arkhaea
Terdiri atas satu dunia yaitu dunia arkhaea.
3. Domaian Eukaria
Terdiri dari empat dunia yaitu dunia animalia, plantae, fungi dan dunia protista.
4. Manfaat Klasifikasi
Klasifikasi pada makhluk hidup mempunyai banyak manfaat, di antaranya sebagai berikut.
a. Memudahkan untuk mengenal mahkluk hidup.
b. Memudahkan untuk mempelajari mahkluk hidup.
c. Mengetahui adanya hubungan kekerabatan antara mahkluk hidup.

ARTIKEL TERKAIT

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon