Hadirnya Peradaban-peradaban Kuno

❂ Akibat pertanian dan sungai
Perlu kita kembali sejenak dan mengingat zaman batu sebelum membahas kemunculan peradaban- peradaban klasik yang terkenal. Mengapa? Karena ada revolusi cara hidup yang membuat kehidupan manusia menjadi berbeda 180 derajat dari sebelumnya. Manusia kita ingat, awalnya hidup dengan cara berpindah- pindah mengikuti hewan buruan mereka. Tahun 9000 SM, dimulailah revolusi Neolitikum, perubahan besar cara hidup dari berpindah-pindah tempat tinggal (nomaden) menjadi menetap dan bertani. Penjelasan di bab sebelumnya menunjukkan bahwa akibat pertanian maju di zaman besi, mulai muncul juga perdagangan dan peperangan.

Satu hal yang perlu kita perhatikan, sistem pertanian di zaman klasik masih sangat bergantung dengan sumber daya alam yang tersedia. Daerah yang kaya air akhirnya menjadi pilihan untuk dijadikan tempat bercocok tanam karena tanahnya relatif subur. Temuan sejarah menunjukkan kecenderungan manusia zaman dahulu untuk mendiami wilayah pinggir sungai sebagai tempat tinggal. Populasi yang padat di pinggir sungai akhirnya membuat sebuah wilayah menjadi kota, dan muncullah di daerah padat penduduk itu berbagai tipe pekerjaan,

ada pengrajin, pedagang, ataupun petani itu sendiri. Pendek kata, mulai muncul peradaban.
Satu contoh adalah kota paling tua di bumi ini, Jericho. Kota tersebut berusia 11.000 tahun, dan terletak di pinggir sungai Jordan (sekarang Yordania, berbatasan dengan Israel). Tepian sungai Eufrat di wilayah Irak juga menghasilkan kota terkenal bernama Eridu, di tahun 4900 SM. Para sejarawan memperkirakan di kota itu, sudah tinggal sekitar 50.000 orang. Populasi yang padat, membuat penduduknya membangun rumah-rumah yang berdempetan. Kondisi serupa juga terlihat di kota Catal Huyuk di Anatolia, banyak rumah terbuat dari batu bata dari lumpur dan sudah diplester. Di kota-kota tersebut juga sudah banyak ditemukan kuil, ataupun pusat perdagangan. Dari kota-kota pinggir sungai, kita akan melanjutkan perjalanan menuju peradaban pinggir sungai yang paling terkenal, Mesopotamia.

Peta Mesopotamia
❂ Mesopotamia tempat yang dijuluki induk segala peradaban
Dahulu, di pertemuan dua aliran sungai besar Tigris dan Eufrat, antara wilayah Turki, Syria, dan Irak saat ini, terdapat sebuah wilayah yang kemudian kondang dengan sebutan Mesopotamia, yang artinya “di antara sungai”. Wilayahnya yang subur dan kaya air membuat ribuan manusia berbondong-bondong tinggal di sana. Banyaknya penduduk dan peradaban yang muncul di sana sesudahnya, membuat daerah Mesopotamia disebut “induk segala peradaban”.

Tahun 5000 SM muncul tiga suku yang memiliki perkampungan paling maju dan setaraf kota, yaitu Eridu, Ur, dan Urduk. Ketiga suku itu sekarang dimasukkan ke dalam suku bangsa yang sama, yaitu bangsa Sumeria. Kota-kota dari tiga suku tersebut sudah memiliki sistem drainase dan persediaan air yang maju. Bangunan Istana dan kuil di wilayah itu dinamakan Ziggurat.

Bangsa Sumeria merupakan salah satu peradaban pertama manusia yang memiliki sistem pemerintahan dan hukum yang maju serta detail. Hukum itu bisa disebarluaskan pada masyarakat kebanyakan oleh para pemimpin akibat keberhasilan bangsa Sumeria menemukantulisan(cuneiform ).Merekamenulisbiasanya dalam lembaran tanah liat yang digoresi berbagai tanda. Tahun 3200 SM, bangsa Sumeria juga berhasil membuat roda untuk mengangkut barang, walaupun tidak bisa dipastikan, apakah bangsa ini merupakan bangsa pertama yang menemukan roda.

Setiap kota di wilayah bangsa Sumeria dipimpin dewan tetua. Mulai tahun 2900 SM, dewan tetua digantikan oleh seorang pemimpin tunggal yang disebut Lugal. Tahun 2350 SM bangsa Sumeria takluk oleh seranganbangsaSargon,dariwilayahtetangga.Walaupun demikian tahun 2150 SM, suku Ur menghidupkan kembali peradaban Sumeria, dan mengawali kemunculan peradaban besar selanjutnya, yaitu Babilonia, Syria, dan juga Irak. Peradaban wilayah Mesopotamia tidak hanya memberi pengaruh di wilayah sekitar daerah itu saja, tapi juga berjasa hingga ke peradaban Mesir kuno, yang akan dibahas nanti.
❂ Peradaban klasik berbasis sungai yang lain (peradapan Indus)

Indusvalley
Sejenak kita beralih dari wilayah Mesopotamia. Mari kita tengok, peradaban lain di benua Asia yang juga bermula dari pinggir sungai. Di lembah Indus (sekarang Pakistan), pinggir sungai Gangga tahun 3000 SM, muncul peradaban yang dinamai peradaban Indus. Manusia yang hidup di wilayah tersebut, disebut ras Dravida, yang konon berasal dari wilayah timur Afrika. Mereka sudah tidak lagi berburu dan meramu, melainkan bercocok tanam. Ras Dravida memiliki kemampuan mumpuni dalam mengelola air guna mengairi tanah mereka. Karena kemampuan pengelolaan air (drainase) yang sangat maju pada masanya, hunian masyarakat Dravida di Indus relatif bersih dan sehat. Ada banyak kota besar di wilayah tersebut. Mulai dari Mohenjo-Daro, Harappa, sampai Lothal. Kota-kota di wilayah Indus terkenal karena dirancang secara cermat dan memiliki peradaban yang amat maju, serta telah mengenal tulisan.

Yang paling dikenal dari peradaban ini adalah gaya arsitektur rumah di peradaban Indus yang biasanya berupa rumah dari batu bata yang selalu memiliki halaman, terdiri atas beberapa kamar, memiliki saluran air dan drainase, sebuah toilet, dan juga sumur. Peradaban Indus mulai mengalami kemunduran tahun 1750 SM karena adanya banjir besar sungai Gangga. Peradaban itu menghilang sepenuhnya tahun 1500 SM akibat penaklukan dari bangsa Arya.

Sementara itu di wilayah Cina kuno 7000 tahun yang lalu, di pinggir sungai Kuning (Huang He) muncul komunitas pertanian yang disebut komunitas Yanshao. Menurut legenda, muncullah kaisar Cina yang pertama bernama kaisar Huang Ti, yang konon hidup di tahun 2679 SM. Peradaban Yanshao ini, selain menjadi cikal bakal kekaisaran Cina yang sangat berpengaruh nantinya, juga dikenal sebagai peradaban yang pertama kali menemukan cara memintal benang sutra tahun 2690 SM, serta banyak memproduksi ukiran batu giok.
❂ Peradaban klasik Olmec dan Chavin

Ukiran khas Olmec
Disampingperadaban Mesopotamia, Indus, ataupun Yanshao yang muncul karena kehadiran sungai, rupanya ada juga peradaban penting lainnya yang muncul tanpa harus berdiri di sekitar sungai. Salah satu peradaban semacam itu yang harus diketahui adalah peradaban Olmec dan Chavin di Amerika Tengah dan Selatan. Pada masa yang sama dengan peradaban Mesopotamia, manusia-manusia di kawasan ini sudah mulai bertani. Tanaman yang dibudidayakan kebanyakan palawija, karena jauhnya dari sumber air, seperti jagung, kacang- kacangan, atau labu. Peradaban Olmec hadir pertama kali tahun 2000 SM di wilayah yang sekarang bernama La Venta, Mexico. Bangsa ini cukup maju karena sudah memiliki sistem kalender dan matematika. Anehnya, mereka tidak mengenal tulisan.

Di periode waktu yang berdekatan, sekitar tahun 2000 SM, sebuah peradaban besar turut hadir di wilayah pegunungan Peru. Peradaban ini dibangun oleh bangsa Chavin. Perkembangan bangsa ini mencapai puncaknya di rentang waktu 800 SM hingga 700 Masehi. Bermunculan banyak piramida, serta kota-kota besar. Salah satu kota metropolitan di peradaban Chavin adalah Teotichuan yang dibangun tahun 300 Masehi, karena berpenduduk sekitar 250.000 orang, dan kemungkinan adalah kota terbesar di dunia saat itu. Dua peradaban itu akan menjadi cikal bakal kerajaan besar Inca.

Reruntuhan kreta
Sementara itu, jika kita ingin mengetahui asal mula peradaban di Eropa, maka kita perlu berkunjung ke peradaban Kreta Kuno. Nama Kreta berasal dari nama pulau di sebelah selatan Yunani. Kalangan sejarawan berpendapat bahwa peradaban Kreta adalah peradaban pertama di Eropa. Yang memulai peradaban Kreta adalah bangsa Minoa tahun 3000 SM. Nama bangsa Minoa sangat berkaitan dengan istilah Yunani yang berasal dari mitologi soal Minos dan Minotaur.

Dikisahkan bahwa pendiri bangsa Minoa adalah lelaki bernama Minos, putra dari Europa yang cantik jelita dan digoda oleh Dewa Zeus ketika sedang bepergian. Minos konon memiliki labirin untuk menyimpan monster bertubuh manusia dan berkepala banteng yang disebut Minotaur. Legenda itu tentu agak simpang siur karena berasal dari khazanah Yunani yang berusia lebih muda dibanding peradaban Kreta itu sendiri. Namun yang jelas, ritual melompati banteng merupakan ritual penting di peradaban Kreta Kuno. Temuan terakhir sejarawan menunjukkan bahwa Minos merupakan sebutan resmi untuk setiap raja Kreta.

Peradaban Kreta terdiri atas berbagai kota, yang paling terkenal adalah Knossos, Zakro, Phaestos, dan juga Mallia. Di tiap kota peradaban Kreta, terdapat satu istana yang dihiasi lukisan tentang sejarah bangsa Minoa. Peradaban ini dikenal karena dihidupi oleh pelaut dan pedagang yang tangguh dan menguasai perdagangan di seluruh wilayah Mediterania.

0 Response to " Hadirnya Peradaban-peradaban Kuno"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel