Sabtu, 24 Februari 2018

Eksplorasi Dunia Baru, Kompas, dan Mesin Cetak

❂ Penyebaran pemikiran oleh mesin cetak
Perdagangan dengan bangsa Cina menyebabkan orang-orang Eropa mengenal teknik pembuatan kertas yang lebih murah.Mereka juga mendapatkan pengetahuan tentang sistem cetak. Terinspirasi dari kabar yang ia dengar tentang mesin cetak di Cina, seorang pemuda Jerman bernama Guttenberg mencoba membuat mesin serupa. Alhasil tahun 1400-an, ciptaannya pun banyak diproduksi. Industri cetak-mencetak berkembang di Eropa.
❂ Dimulainya eksplorasi laut
Awal tahun 1300-an, Konstantinopel sudah jatuh ke tangan pasukan. Padahal orang Eropa sangat bergantung pada Konstantinopel agar tetap berdagang dengan bangsa Cina. Tidak ada lagi Konstantinopel berarti putus sudah perdagangan melalui jalur sutra. Hal tersebut berimbas pada macetnya kota dagang, kota pelabuhan di Romawi Barat seperti Genoa dan Venezia.

Kondisi tersebut memaksa Kerajaan Spanyol dan Portugis membiayai pelaut untuk menemukan jalur melewati laut. Misi tersebut saat itu bisa terlihat mustahil. Awal percobaan menemui kegagalan karena kebanyakan pelaut mencoba mengitari benua Afrika, melewati tanjung harapan Afrika Selatan di mana ombaknya dikenal buas. Baru pada tahun 1488, Pelaut Portugis bernama Bartholomew Diaz sukses mencapai samudera Hindia. Lalu disusul oleh pelaut Portugis lain bernama Vasco da Gama tahun 1497 yang mencapai Calcutta, India. Kapalnya yang kembali ke Eropa membawa rempah- rempah memicu perubahan besar dalam peradaban Eropa. Semua kerajaan Eropa melaut.

Jalur pelayaran Magellan
Penemuan benua Amerika juga terjadi pada masa ini. Pelaut asal Genoa yang bekerja pada ratu Spanyol, bernama Christopher Columbus berangkat tahun 1429. Ia berniat ke India dengan menyeberang Samudera Atlantik. Ia malah mendarat di sebuah benua yang baru. Walaupun benua itu sudah ditemukan sebelumnya oleh orang-orang Viking dari Eropa utara, namun navigator Columbus bernama Amerigo Vespucci yang mendapat kehormatan memberi nama benua itu dengan nama Amerika.

Perjalanan laut yang paling mengesankan adalah ekspedisi yang dipimpin oleh Ferdinand Magellan selama periode 1519-1522. Ia memimpin puluhan kapal dengan kapal induk bernama Victoria. Ia menyeberangi samudera Atlantik, menyusuri benua Amerika, menempuh perjalanan penuh derita sepanjang samudera Pasifik yang maha luas, dan kembali ke Eropa melalui samudera Hindia dan mengitari Afrika. Magellan sendiri tidak pulang dengan selamat, karena ia terbunuh oleh penduduk asli kepulauan Filipina, ketika singgah dan berebut sumber makanan. Ratusan anak buahnya juga tewas, dan dari puluhan kapal yang ia bawa, hanya tersisa Victoria dan segelintir awak kapal saja.
❂ Kompas dan perkembangan ilmu navigasi
Bangsa-bangsa Eropa sebetulnya bangsa yang mahir mengarungi laut. Sayangnya, mereka hanya mengandalkan insting dalam berlayar. Ditambah lagi, ada kepercayaan pada masa itu, bahwa bumi itu berbentuk datar. Teori itu didukung oleh gereja, dan harus dipercayai oleh semua pemeluk Kristen.

Pendaratan Columbus
Teori Copernicus yang membantah gereja, dan mengatakan bahwa bumi itu bulat, menyebabkan banyak orang yang memberanikan diri untuk berlayar menempuh samudera Atlantik. Keberhasilan ekspedisi Columbus dan Magellan membuktikan teori Copernicus. Sekali lagi, bangsa Cina berpengaruh besar bagi perkembangan peradaban Eropa. Ilmu mereka tentang kompas dimanfaatkan oleh para pelaut Eropa. Untuk menyukseskan rencana perjalanan memang dibutuhkan sebuah alat yang bisa menunjukkan arah, apalagi ketika kita sedang berada di lautan yang tidak jelas arah.
Orang yang paling menyadari pentingnya memahami arah dan dunia ini adalah pangeran Henry dari kerajaan Portugal (1394-1460). Dialah bangsawan pertama yang mendukung ide-ide untuk mengeksplorasi laut. Ia juga mendorong para pelaut untuk tidak takut pada lautan, dan mengharuskan mereka belajar ilmu navigasi, ilmu untuk mengetahui arah. Pangeran Henry membangun sekolah navigasi di kota Sagres.

Dari sekolah itu, banyak navigator ulung Eropa zaman pertengahan yang lahir. Berkat jasa Henry pula, ilmu kartografi alias ilmu menggambar peta turut berkembang. Pandangan bahwa dunia itu datar serta- merta hilang karena banyak penemuan para pelaut bahwa dunia sebenarnya berbentuk bulat. Akibat dari tiga peristiwa tadi, eksplorasi laut, penemuan mesin cetak, serta perkembangan ilmu navigasi dan kompas, manusia mencapai tahap peradaban modern.

Artikel Terkait

Show comments
Hide comments


EmoticonEmoticon