Rabu, 14 Februari 2018

Bioteknologi

Loading...


A. PEMANFAATAN MIKROORGANISME DALAM BIOTEKNOLOGI

1. Mikroorganisme (jamur dan bakteri) sebagai agensia pengubah substrat bahan pangan menjadi produk makanan tertentu seperti yogurt, keju, tape, oncom, roti.
2. Penggunaan mikroorganisme sebagai penghasil antibiotik (bakteriStreptomyces griseus penghasil streptomisin, jamur Penicillium notatum penghasil penisilin).
3. Sebagai agensia pengendali hayati populasi hama pe-rusak tanaman perkebunan karena bakteri tersebut menghasilkan endotoksin ( Bacillus thuringiensis terhadap kumbang perusak tanaman kelapa).
4. Mengatasi pencemaran perairan terhadap adanya logam yang berbahaya bagi kesehatan apabila terakumulasi dalam tubuh (contoh: Bacillus ferooxidant).

B. REKAYASA GENETIKA

Merupakan teknik pencangkokan bahan genetik dari suatu individu ke individu lain dengan harapan agar dihasilkan susunan bahan genetik baru yang dapat memberikan perubahan bagi makhluk hidup yang memilikinya.
Rekayasa genetika berkembang sejak ditemukan:
  • Enzim Restriksi (gunting biologi)
Berfungsi untuk memotong DNA. Berdasarkan bagian yang dipotong (dalam atau luar), enzim ini dibedakan menjadi dua jenis yaitu: endonuklease restriksi dan eksonuklease restriksi.
  • Enzim Ligase (lem biologi)
Untuk menghubungkan kembali potongan DNA yang telah dipotong dan disisipi gen baru.

· Plasmid

Merupakan penyimpan materi genetik (DNA), berbentuk melingkar, terletak di luar nukleoid, digunakan sebagai vektor untuk transfer gen pada bioteknologi.

Teknik Hibridoma
Merupakan teknik pengambilan dan penggabungan (fusi) dua sel dari jaringan yang berbeda baik dari organisme yang sama maupun tidak, sehingga nantinya dihasilkan sel hibrid. Teknik ini dimanfaatkan untuk membuat antibodi monoklonal guna mendeteksi penyakit (antibodi yang dihasilkan oleh suatu klon sel-sel sehingga sangat spesifik terhadap determinan antigen yang khas).
Dampak Negatif Rekayasa Genetika
1. Berpotensi menyebabkan pergeseran gen pada organisme hasil rekayasa genetika (transgenik). Hal ini dapat berdampak buruk bagi organisme transgenik tersebut.
2. Organisme transgenik berpotensi mudah terserang penyakit.
3. Berpotensi menimbulkan penyakit bagi organisme lain.
4. Berpotensi mengalami perubahan genotip ter- hadap komunitas ekologis.

C. TEKNIK KULTUR JARINGAN TUMBUHAN DAN KLONING

1. Teknik Kultur Jaringan Tumbuhan
- Merupakan teknik penggandaan tanaman secara in vitro (dalam tabung) menggunakan bagian tanaman.
- Bagian tanaman (seperti pucuk daun) yang akan dikulturkan dalam botol kultur disebut eksplan.
2. Kloning
Kloning memiliki konsep dasar membentuk individu dengan komposisi genetik yang sama. Berikut skema umum proses kloning.
Sel telur organisme à dihilangkan inti selnya (dirusak dengan radiasi UV) untuk dijadikan sebagai sel resipien
à kemudian inti sel pada sel resipien digantikan dengan inti sel somatik organisme tersebut à kemudian dirangsang dengan kejutan listrik (agar inti sel tersebut menyatu dengan sel resipien)à setelah itu sel ditanamkan di rahim organisme tersebut à mengalami perkembangan menjadi clon.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon